[Sponsored Article] Meet Ombaq: 3 Fungsi Social Editorial Calendar yang Dibutuhkan oleh Seorang Publicist

It was nice to meet a new friend, yang bisa membantu kita mengerjakan tugas-tugas harian! “Mbak...

It was nice to meet a new friend, yang bisa membantu kita mengerjakan tugas-tugas harian!

“Mbak, njenengan itu nggak pernah tidur ya? Kok kayaknya nongol terus, aktif terus di mana-mana.”

Berapa kali saya mendapatkan pertanyaan seperti itu? Banyak kali! Hahaha.

Saya pribadi sih sebenarnya mostly main di Facebook dan Twitter (yang juga sudah sangat berkurang banyak akhir-akhir ini) aja sih. Keduanya memang sangat saya manfaatkan untuk membantu saya ngeblog, baik untuk share artikel ataupun untuk mendapatkan ide artikel. Salah satu cara buat tahu yang lagi hot, ngehits dan trending topik kan ya dari dua media sosial itu. Saya dapat traffic baik yang portal maupun blog pribadi, pertama dari Google, kedua ya dari media sosial.

Terus, kalau dilihat-lihat, saya kayak hidup 24 jam di dua media sosial itu. Hahaha.

Padahal ya enggak juga. Saya juga makan, tidur, ngantor, ngurus anak dan lain-lain. Oh ya, soal ngantor, saya juga urus media sosial kantor as publicist. So, memang sehari-hari saya harus banyak menggauli media sosial.

Nah, dengan demikian, social editorial calendar pun harus saya akrabi pula.

Apa itu social editorial calendar?

Yaitu skedul konten harian yang harus saya buat di seantero jagad media sosial dalam rangka menyebarkan informasi digital yang saya punya, atau yang dibebankan pada saya untuk disebarkan.
Dan, memang nampak nggak mungkin kan, saya hidup di setidaknya dua media sosial masing-masing dengan tiga akun aktif yang harus saya operasikan setiap hari. Belum tambah Instagram ya, meski saya hanya pegang punya pribadi yang nggak terlalu aktif sih. Kalau saya hanya mengandalkan real time posting, jelas … saya bukan robot yang nggak butuh makan, minum, dan tidur. So, saya memang butuh tools, untuk bantu melaksanakan pekerjaan, di antaranya sharing info dari si penerbit buku, sharing artikel dan info si portal, juga sharing artikel dari blog pribadi.


Saya baru aja kenalan dengan Ombaq.


Registrasinya gampang kok. Mau langsung pake Facebook atau Twitter juga bisa tuh.


Bersama Ombaq, saya cukup leluasa mengatur dua akun secara bersamaan, plus akun pribadi saya. PLUS lagi mendapatkan insight dan data yang saya perlukan untuk evaluasi.

Here is 3 fungsi Ombaq yang telah membantu saya sejauh ini.


1. Scheduling


Ombaq jelas membantu kita untuk menjadwalkan konten yang harus kita post di akun media sosial kita. Meskipun kamu hanya harus mengelola satu akun pribadi di Twitter dan Facebook Fanpage, scheduling konten seperti ini bisa membantu banget lho. Saat kamu lagi nggak online dan melakukan aktivitas offline kamu, akun media social kamu tetap bisa ‘bekerja’ sebagai staf content marketing kamu. Apalagi kalau kamu seorang blogger yang professional. Pasti tahu bangetlah ya, gimana pentingnya bersosialisasi di media sosial, yang bisa mendukung aktivitas blogging kamu.

Nah, terus yang perlu kita tahu adalah berapa kali dan kapan saja sih kita bisa posting di media sosial, sehingga kita njadwalinnya bisa tepat pada peak times-nya media sosial.
Berikut ini ada bocoran dari Sumall.com.


Berapa kali sih kita bisa post di media sosial yang paling optimal, nggak sampai menurunkan engagement? Ternyata nggak bisa setiap waktu.


Nah, kebetulan sih si penerbit buku dan si portal mainnya masih banyak dari Facebook dan Twitter. So, saya masih hanya memperhatikan yang Facebook dan Twitter doang. Penginnya sih, nanti main di semua akun media sosial yang ada, untuk memperkuat awareness. Tapi, kayaknya ada beberapa hal yang harus saya siapkan dulu.

Dan, karena traffic banyak dapat dari Facebook dan Twitter, maka saya kencengin di dua media social itu. Saya lebih banyak share daripada yang disebutkan oleh infografis di atas.

Lalu, gimana ngaruhnya? Nah, itu ada di fungsi yang selanjutnya.

2. Menyimak pertumbuhan akun

Di Ombaq, kita nggak cuma bisa menjadwalkan content posting, tapi juga bisa menyimak pertumbuhan akun. Nih, saya kasih liat pertumbuhan si portal yah.

Pertumbuhan akun media sosial si portal


Yah, lumayan yah. Saat screenshoot ini diambil sudah mencapai hamper 14.000 likers. Berarti ini adalah angka pertumbuhan sejak Fanpage ini dibikin yaitu sekitar bulan Januari ya. Nggak se-rapid portal saudara-saudaranya. Tapi yah, mayanlah.

Di sini kita juga bisa melihat behavior para likers, juga demografinya.


Audience dan demografi audience yang terekam oleh Ombaq.


Nah tuh, coba cek di Page Impressions ya. Kita jadi tahu kapan impression mencapai titik tertinggi. Pada hari Minggu! Tentu saja ini masih tergantung pada konten yang kita share juga ya. Tapi ini bisa dicatat sebagai waktu terbaik untuk share.

Lalu perhatikan di demografi umur. Meski target audience aslinya adalah mama muda usia 23 – 40 tahun, tapi ternyata page impression terbanyak datang dari audience berumur 18 – 24 tahun lho! Ya, mungkin saja mereka baca buat bekal nanti setelah jadi mama ya :P Yahhh kaliiii.

Enak, kan? Kita jadi mengenali audience kita :) Kemarin kayaknya ada yang nanya di guest post saya mengenai cara mengenali audience ya? Ya, ini salah satunya nih, caranya begini, pemirsa!

3. Menyimak pergerakan konten


Nah, selain menyimak pertumbuhan akunnya, kamu juga bisa menyimak pergerakan konten. Tinggal klik aja di Content Insight. Untuk grafik-grafiknya, saya masih mempelajari cara membacanya, dan cara menganalisisnya nih. So, jangan nanya dulu yah :))

Mari kita scroll ke bawah, ke bagian data per content by potential impression dan by engagements.

Kita bisa lihat potential impressions dan engagements tiap konten yang sudah dipost.


Nah, di setiap datanya kita bisa klik itu “See all posts” untuk bisa melihat lebih banyak data konten yang berhasil diposting. Coba kita ke Top Posts by Potential Impressions aja deh ya. Yang Top Posts by Engagements kamu nanti bisa lihat sendiri kalau kamu sudah sign up di Ombaq ;)

Ada beberapa elemen yang bisa kita catat untuk kemudian bisa kita gunakan untuk menganalisis.


 Di data di atas kita bisa lihat beberapa elemen (CMIIW jika ada kesalahan dalam pemahaman saya):
  • Potential Impressions: berapa kali konten tersebut berpeluang dilihat atau muncul di newsfeed orang-orang
  • Potential reaches: jumlah orang yang berpeluang melihat konten tersebut
  • Shares: jumlah share yang didapat
  • Comments: jumlah komen pada konten yang dishare (ini akan kelihatan banget di bagian Top Posts by Engagements)
  • Likes: jumlah likes pada konten
  • Link clicks: jumlah klik pada konten (dengan catatan ini link-nya yang di-shortened oleh Ombaq ya. Pada screenshoot di atas ada beberapa konten yang link clicks-nya 0, itu karena saya shortened pakai Hootsuite)
Dari sini kita bisa tahu kan, konten seperti apa yang disukai oleh orang-orang. Yang pasti sih, yang disukai itu yang lagi trending saat itu, meski konten evergreen itu lebih long lasting dan ini nggak berarti mematikan potensi disukainya. If you know what I mean.



Saya dulu mulai kenalan dan menggunakan social editorial calendar adalah saat Tweetdeck masih bisa dipakai untuk memonitor Facebook juga. Tahun berapa itu ya? 2010, mungkin. Terus, tiba-tiba Tweetdeck mengumumkan bahwa dia diputusin sama Facebook. Yahhh … jadi nggak bisa Facebook-an via Tweetdeck lagi deh. Saya lalu beralih ke Hootsuite jika butuh scheduling untuk Facebook. Tapi ternyata (waktu itu) Hootsuite hanya dibatasi 5 akun saja. Beugh. Nggak bisa leluasa deh. Sekarang malah Hootsuite cuma 3 ya.

Well, dengan Ombaq saya bisa memonitor Facebook dan Twitter dengan cukup leluasa deh, sekarang. Beberapa keunggulan Ombaq dibandingkan layanan sejenis yang lain yang pernah saya gunakan, selain bisa melakukan 3 fungsi di atas, antara lain:
  1. Ombaq ini keluaran anak negeri loh! Yes, Ombaq ini dikembangkan oleh perusahaan Indonesia. So, seneng bangetlah ya, kita menggunakannya. Dengan bangga pasti. Hahaha. Iya sih, ini nggak ada hubungannya sama kinerja publicist kayak saya. But still …
  2. Bisa memonitor Facebook dan Twitter dengan leluasa, dengan akun tak terbatas jumlahnya.
  3. Gratis! Yeayyy! :)) Hayoh, ngaku aja deh, ini paling penting ya, cuint! Sampai dengan Desember nanti, Ombaq memang masih gratis ya. Setelah itu akan ada pricingnya, namun akan tetap ada paket yang Free :)
  4. Layanan baru ini akan masih terus dikembangkan ke depannya. So, kekuatannya yang sekarang ini pasti bisa dimaksimalkan lagi.
Dan, karena Ombaq ini masih baru, tetep ya, ada beberapa hal yang sepertinya harus segera diperbaiki.

1. Loadingnya lebih lambat ketimbang para seniornya.

Kalau sudah begini, harus direfresh lagi.

Kadang sembari loading, display-nya juga ilang-ilangan. Jadi rada susah buat ngeklik toolsnya. Berkedip-kedip gitu, maksudnya.
Jadi kayak gini nih, kadang :( Kalau sudah ilang begini, harus direfresh.

2.    Ombaq tidak meng-cover akun pribadi Facebook.

Newsfeed si portal, juga akun-akun Twitter sudah terdisplay dengan baik.

Padahal kayak saya gini butuh juga buat share di akun pribadi saya di Facebook, bukan yang di Fanpage. Jadi untuk njadwalin konten di Facebook, saya pun beralih ke Hootsuite.

3.    Semoga dalam waktu dekat, bisa meng-cover media-media social yang lain ya.

Sudah mengcover Facebook Page dan Twitter dengan jumlah akun tak terbatas.

Seperti Instagram, Pinterest, Google+. Hahaha. Yah, berharap boleh kan yah?


Nah, gimana nih? Asyik banget kan, kerjaan publicist? Hahaha. Jadi ketahuan deh ya, saya ngadmin di mana saja :P Tapi bener kok, asyik. Ini sih nggak seberapa. Ada publicist yang udah tinggi jam terbangnya, dengan segala macam matriks manajemen konten seminggu, sebulan, setahun dan seterusnya.

Ohiya. Ini juga masih ada satu lagi keunggulan Ombaq, tapi saya belum sempat nyobain. Ombaq juga memungkinkan kita untuk mengunggah bulk content plan dalam bentuk .xls lho! Kemarin sempat download contohnya aja. Kalau memang bisa dicoba, sok deh, dicoba. Kabarin saya yah, how it goes :)

Sekarang, nggak usah nanya lagi kan, kok saya kelihatannya nggak pernah tidur? Kok bisa share link mulu di medsos? Hahaha.

You Might Also Like

14 comments

  1. Tetep dong Cuint... butuh yang gratis juga. :D Ombaq ini keren sih mbak... setuju sama masukan mbak soal loading lama. Saya sudah sampaikan juga ke mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa segera diperbaiki ya, Mas ^^

      Delete
  2. Hmmm ini mah kudu dipraktekkan biar paham soalnya aku lemot bgt kalau diterangin. Cuss kesana aja ah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa, dicoba sendiri ajaaa. Yang penting sabar, soalnya masih agak lola. Hehe. Tapi kalau udah, asyik banget!

      Delete
  3. kudu dibaca berulang kali dulu nih mbak...
    pelan2 biar lebih gampang ngerti he..he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf kalau kasih infonya kurang jelas yaaa.
      Makasih sudah baca :)

      Delete
  4. Makasih mba infonyaaaa, langsung praktek :)
    aku sampe baca 3 kali dulu, karena muter2. hahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyakah? Infonya kurang jelas ya?
      Moga-moga lain kali bisa nulis lebih baik ^^
      Makasih ya.

      Delete
  5. Wah... mau coba...
    DAn ya itu, semoga segera bisa untuk sosmed yg lain. Ben aku lebih iso leha-leha lagi. Wkwkwk

    ReplyDelete
  6. Barusan sign up, data masih belum masuk :D
    Akunku cuma satu sih, tapi penasaran pengin nyobain. Semoga ke depan bisa meng-cover Instagram juga.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. hmm.. sepertinya akan lebih faham kalau dicoba lansung #cuuss

    btw ini setipe sama klout ngga sih, mba?
    klout jg bisa kan bikin kiriman yg dijadwalkan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di klout bisa dijadwalkan juga ya :) Tapi kayaknya sih nggak ada analyticsnya ya :)

      Delete

Silakan masukkan link blog Anda dalam kotak ID yang sudah disediakan.
Semua komen yang berisi link hidup, will go straight to spam.

Search This Blog