Tahun 2016 sudah tiba. Dan saya masih saja mencari berbagai prediksi dan trend yang bakalan muncul setahun ke depan, terutama yang berhubungan dengan online, social media dan content marketing. Ya, namanya juga cari recehnya di situ. Jadi ya, mau nggak mau harus ngikutin apa yang terjadi. Tapi, btw, lebih enak ngikutin yang kayak gini sih, ketimbang ngikutin perang-perangan nggak penting di dunia maya. #ehgimana

Nah, buat para content marketer, dan mungkin akan bagus juga kalau diketahui oleh para content makers, seperti misalnya para bloggers (tentunya ya yang pengin tahu ya), berikut ini ada 7 tool social media yang diperkirakan akan sangat membantu sekali kalau dipakai sebagai senjata untuk mempromosikan konten. Karena, Kakak, buat apa kamu menulis konten dengan sebegitu susah payah, kalau kemudian nggak dibaca orang? Dan salah satu upaya supaya dibaca orang, adalah dengan mempromosikannya. Come on, itu udah dalillah.

Anyway, nggak usah kebanyakan intro, ini dia ketujuh tool social media tersebut.

1. Notifier (https://contentmarketer.io/notifier/#/)


Salah satu jurus membuat konten yang sukses adalah dengan menulis mengenai sosok pemandu atau influencer. Ha? Apa itu pemandu? Biasanya yang disebut "pemandu" ini adalah seseorang yang dianggap sukses, lalu ditulislah itu apa yang menjadi rahasia suksesnya. Misalnya, kayak artikel "Buat Kamu Yang Hobi Menulis, 7 Cara Dewi Lestari Menulis Berikut Ini Akan Membantumu Mendapatkan Semangat dan Inspirasi". Di situ sosok pemandunya adalah Dewi Lestari.

Nah, salah satu cara terbaik untuk mempromosikan konten dan terhubung dengan influencer atau pemandu, adalah untuk memberitahukan pada mereka bahwa kita menyebut nama mereka dalam konten yang sudah kita buat. Tentunya dengan begini kita berharap, mereka akan membantu kita untuk menyebarluaskan konten tersebut. Dan, namanya juga pemandu atau influencer, jadi harapan terakhirnya ya para pengikutnya akan ikutan baca. Iya nggak?

Sebenarnya sih ini bisa kita lakukan dengan manual. Tapi kalau kebetulan pemandunya banyak dalam satu konten, ya mungkin akan makan waktu juga buat mention-in satu per satu. Nah, Notifier ini secara otomatis akan mengumpulkan nama-nama pemandu tersebut dan langsung menaruhnya dalam kotak tweet. Ohiya, sebelumnya kamu sepertinya juga harus menulis nama akun Twitter pemandumu dalam konten sih. Jadi Notifier bisa langsung mengenali.

Notifier ini merupakan tool kepunyaan Content Marketer.io, termasuk tool yang baru saja diluncurkan. Caranya pakainya gampang, cukup kopas URL konten ke dalam kotak pencarian, dan Notifier otomatis scanning sendiri. Kalau sudah nemu nama pemandunya, Notifier kemudian akan menuliskan tweet dari template standarnya. Kita bisa ngeditnya, menambah mention atau ngurangi, bebas deh pokoknya. Notifier juga bisa nyekedul tweet tersebut untuk diluncurkan pada jam tertentu yang sudah kita setting. Praktis.

2. Pablo 2.0 (https://buffer.com/pablo)

Ada yang suka pakai blog titles buat artikel blognya? Atau yang suka mainan quote? Nih, ada kabar gembira! Halah.

Diluncurkan pada musim semi tahun 2015 lalu, Pablo menjadi asisten yang sangat berkompeten untuk membuat blog titles, atau social media graphics ataupun headers. Ya, barangkali kurang lebih kayak Canva atau BeFunky ya. Tapi setelah saya coba, kok kayaknya lebih ringan di loadingnya. Oh, saya tahu! Kayak QuotesCover.com. Iya, bener tuh. Kayak quotescover.

Yah, jadi makin bubye sama Photoshop dan Corel ya, software yang membutuhkan skill advanced, makan tempat dan makan waktu loading itu. Hehehe. Makin cepet bikinnya kan makin baik.

Pilihan format Pablo juga lumayanlah, dan yang penting bisa langsung konek ke Facebook, Twitter, atau Pinterest. Kalau mau post di Instagram, ya musti diunduh dulu baru diunggah lagi via akun IG, karena sementara belum support. Kita juga bisa nyekedul gambar ini lho, via Buffer Apps-nya.

3. Quuu.co


Nah, kalau kamu jualan kurasi konten dari banyak web di seantero dunia maya, barangkali Quuu.co ini bisa kamu pertimbangkan untuk dijadikan asisten.

Untuk menggunakannya, kita tinggal signup aja. Nanti Quuu akan otomatis juga akan membuatkan akun Buffer Apps buat kita kalau kita belum pernah punya akun Buffer. Kalau akunnya sudah jadi, tinggal pilih kategori-kategori yang menjadi minat kita aja. Nah, kalau milihnya barusan tentu saja halaman feed kita belum terisi. Karena Quuu ngasihnya sih harian (and mind you, it's hand curated ya, jadi Quuu ini bukan mesin), jadi barangkali kamu musti balik lagi login besok buat liat apa saja yang sudah mereka persiapkan dalam feed kamu.

Kurasi konten ini biasanya oke banget buat kita membangun influential power kita, terutama kalau pengin narget pasar social media luar negeri. Buat nambah follower potensial dari luar, gitu deh. Saya dulu di awal mainan Twitter pernah kurasi gini. Tapi karena dulu belum ada Quuu, jadinya ya manual. Jalan-jalan sana sini buat menemukan hal menarik, lalu baru dikumpulin. Melelahkan sangat :))) Tapi pertumbuhan followers-nya jadi lumayan, meski jadinya orang luar semua XD

4.  Blab (https://blab.im/)


Live streaming dan live social di media sosial akan begitu meningkat di tahun 2016, berkat keberhasilan aplikasi sosial seperti Periscope dan snapchat. Konten in-the-moment dan real time, di mana pengguna media sosial terasa seperti sedang langsung berada di TKP atau sebuah event, jauh lebih menarik.

Blab memungkinkan empat orang bisa chatting secara langsung dan bersama-sama. Jadi semacam talkshow gitulah ya, dan membiarkan audience lainnya menonton. Audience dapat berpartisipasi langsung juga dalam live chat, mengajukan pertanyaan dari pembicara, dan bahkan mematikan salah satu video chatting dalam rangka untuk fokus pada speaker tertentu.

Saya pribadi belum pernah cobain sih tool yang satu ini, jadi belum bisa kasih rekomendasi dan belum bisa cerita kayak gimananya. Versi yang sekarang ini juga masih versi beta-nya. Jadi mungkin dalam beberapa waktu ke depan, fiturnya akan lebih dikembangkan lagi. Semoga ada kesempatan dalam waktu dekat buat nyobain. Barangkali kita bisa nih ya, bikin workshop atau sesi sharing tentang ngeblog via Blab ini kapan-kapan? :)))

5. Yik Yak (https://www.yikyak.com/home)


Yang satu ini, saya juga belum sempat nyoba. Saya hanya menemukan tool ini disebutkan beberapa kali dalam setiap prediksi mengenai social media global untuk tahun 2016.

Sepertinya sih cara kerjanya seperti gabungan antara Google Trends dan Quora. Kita bisa berinteraksi secara online, menemukan yang lagi ngehits, memberikan pertanyaan dan jawaban atas pertanyaan orang lain. Dari penelusuran saya, mayoritas pengguna Yik Yak adalah para akademia (bukan, ini maksudnya bukan anak-anak akademi fantasi itu #anaklawas), maksudnya mungkin adalah para mahasiswa atau juga dosen. Jadi kalau memang audience-nya ada pada demografis tersebut, tool ini ada baiknya dicoba.

6. Latergram.me


Nah, ini nih. Saya pernah nulis tentang Instagram yang masuk ke Hootsuite kan ya? Tapi ternyata, sampai dengan saat ini, saya masih belum bisa memposting apa pun yang terskedul ke Instagram via Hootsuite. Saya nggak tahu apanya yang salah, saya udah coba ulik sana sini. Tetep nggak bisa. Akhirnya saya sudah sampai ke kesimpulan, it sucks! Hahaha.

Latergram.me ini sepertinya menjawab apa yang menjadi persoalan saya. Yep, memposting ke Instagram dengan jadwal. Nggak cuma bisa nyekedul via smartphone, Latergram.me juga bisa kita pakai nyekedul via website-nya langsung. Jujur, saya baru nemuin Latergram.me ini malam ini, jadi saya baru nyobain nih nyekedul buat muncul besok. Hanya saja ini nggak seperti Tweetdeck, yang otomatis meluncurkan tweet pada jadwal yang udah kita tentukan. Latergram.me nggak mosting secara otomatis, tapi hanya akan kasih kita notif kalau sudah waktunya kita meluncurkan post Instagram tersebut.

Hmmmm, semoga nanti ke depannya bisa dikembangkan supaya bisa otomatis meluncurkan postingan.

Will it work? Well, I'll keep you updated :D

7. Crate (http://getcrate.co/)


Crate adalah alat konten kurasi yang memungkinkan kita membuat sebuah perpustakaan digital dari blog, topik, domain, influencer, dan kata kunci. Jadi ini gabungan antara feedly dan Quuu. Bedanya sama Quuu, kurasi di Crate nggak human-curated, tapi by machine.
Ok.

Kabar buruknya, saya belum bisa nyobain sampai sekarang karena entah, saya nggak bisa login :-/ Will keep you updated here later kalau saya sudah bisa pakai yah.


Nah, itu dia 7 tools untuk content marketing yang katanya bakalan ngehits di tahun 2016 nanti. Buat para pekerja konten dan digital marketing yang udah pada tinggi ilmunya, barangkali sih udah banyak yang tahu dan mungkin punya pandangan lain?

Mohon pencerahannya pada newbie ini :)


Hari ini saya mengumpulkan quotes tentang ngeblog, yang barangkali bisa bikin kita tambah semangat menulis di blog.
Buat yang merasa ngeblog itu pekerjaan yang sia-sia, atau buat yang udah mulai merasa putus asa karena nggak juga dapat job review atau menang lomba. Percayalah, ngeblog nggak cuma berhenti di situ. Karena ada banyak hal lain yang lebih penting dari itu semua. Yaitu, menambah value pada dirimu sendiri, dan juga berbagi dengan orang lain.

Selamat menikmati ke-30 quotes ini.





























Semoga harimu lebih cerah hari ini ya!





Beberapa waktu yang lalu, barangkali ada yang sempat liat status update saya di Facebook. Di sana saya cerita tentang seorang klien yang mengatakan bahwa content writer ada banyak, tapi susah untuk mendapatkan seorang content writer yang "manusiawi".

Saya sempat bertanya-tanya, yang gimana sih content writer yang manusiawi itu? Makhluknya seperti apa? Tulisannya seperti apa?



Sekarang banyak banget listicle-listicle kita jumpai di website-website ya. Bikinnya susah nggak sih, listicle itu? Nggak kok. Asal kita udah tahu langkah mudah menulis listicle yang menarik, seperti yang ada di bawah ini.

Eh bentar, apa sih listicle?

Sering baca Buzzfeed? Lifehack? Atau yang produksi dalam negeri, Hipwee? Brilio?

Website-website tersebut adalah beberapa website besar yang menyediakan berbagai artikel dengan topik beragam dalam bentuk listicle. Listicle, adalah istilah kombinasi dari kata "list" dan "article" yang berarti adalah artikel dalam bentuk daftar. Tadinya listicle ini banyak kita jumpai di majalah-majalah, tapi sekarang juga sering banget kita temui di media online. Malahan kayaknya jadi jenis artikel yang paling banyak dibaca dan disukai ya. Mungkin karena bentuknya yang lebih singkat dan simpel. Kadang diselipi dengan meme, komik, ataupun image-image animated gif yang lucu-lucu.

Nah, saya sendiri sudah beberapa kali nyobain nulis listicle ini. Dan, emang kok nulisnya pun lebih nyenengin, karena biasanya to the point, langsung pada list nggak perlu bertele-tele. Misalnya, ini nih, saya pernah nulis tentang 10 kue dan jajanan tradisional yang ada di sini, atau snack 90-an yang bikin kangen ini. Atau pernah juga nulis soal kado Natal, atau jenis-jenis sepatu yang harus dipunyai oleh perempuan. Haha. Ternyata udah banyak listicle yang saya bikin ya :P Dan, you know what, makin ke sini saya makin sering bikin listicle terutama yang saya kasih untuk website orang.

Langkah Mudah Menulis Listicle yang Menarik


Berikut ini cara menulis listicle yang menarik yang saya rangkum dari berbagai sumber juga berdasarkan apa yang sudah saya praktikkan.

1. Tentukan topik


Kamu tak perlu mikir yang berat-berat. Listicle yang banyak di-share, sejauh pengamatan saya, adalah yang bertopik ringan. Ada yang memancing nostalgia, ada yang mengungkapkan apa yang biasanya terlewat oleh mata, ada yang memancing tawa. Yang penting sih, related to people. Jadi, pilih topik yang kira-kira juga dialami oleh orang lain tapi luput dari perhatian.

Coba perhatikan saja sekitarmu. Kamu suka menulis? Coba menulis tentang persiapan menulis *menulis-ception*. Kamu suka memasak? Coba amati apa yang ada di meja dapur. Kamu bisa menulis barang-barang yang selalu harus siap tersedia di meja dapur. Kamu suka membaca? Kamu bisa menulis, tempat di mana saja kamu bisa menemukan bukumu; di tempat tidur, di meja makan, di meja kerja, di kamar mandi?

2. Tentukan list-mu


Setelah punya topik, bikin daftar. Lakukan brainstorming, kumpulkan sebanyak-banyaknya ide kamu. Buka pikiran, tulis semua kemungkinan.

Misalnya, pas saya menulis mengenai sepatu yang harus dimiliki oleh perempuan ini. Saya waktu membuat daftar sampai ada sekitar 20-an jenis sepatu dari ratusan jenis sepatu yang bisa saya temukan di Pinterest. Mengapa hanya 20 padahal ada ratusan jenis yang lain? Karena sisanya itu saya pikir kok ya absurd banget kalau dipakai. :lol: Nah, dari 20 tersebut kemudian saya pilih 7 sepatu yang saya pikir paling banyak saya lihat dipunyai oleh perempuan. Mengapa kok hanya 7? Nggak semua aja, 20?

Jawabannya ada di poin 3 berikut ini.

3. Shortage list kamu ke angka ganjil


Beberapa tips menulis listicle yang saya temui, selalu menyarankan untuk menulis list dalam angka ganjil. Beberapa di antaranya, malah menyarankan ke angka prima, seperti 3, 7, 11, 13, 17 dan seterusnya. Nggak tahu juga sih, kenapa harus ganjil atau bilangan prima. Tapi konon, katanya, itu semacam angka psikologis dan lebih "menarik" mata orang yang baca. Bener apa enggak, nggak tahu deh :lol: Tapi so far, selama pengamatan saya, memang banyak yang menulis listicle dalam angka ganjil atau bilangan prima ini. Kalaupun enggak, biasanya kalau jumlah list-nya banyak. 20, 40 hingga 100 gitu, banyak yang nggak pakai ganjil atau prima.

4. Pilih format pengurutan list-nya


Apakah berdasarkan ranking tertentu? Atau berdasarkan urutan tertentu? Misalnya waktu saya menulis 17 tujuan pariwisata di Sumatera Utara itu, saya menulis berdasarkan jenis wisatanya. Pertama dari wisata alam dan yang paling terkenal, lalu ke wisata budaya, wisata sejarah, hingga akhirnya ke city tour. Atau bisa juga secara acak, seperti yang saya tulis untuk 7 sepatu yang harus dipunya oleh perempuan itu.

5. Berikan "label"


Yep, berikan label pada listicle kamu, misalnya "yang paling banyak dipakai", "yang paling keren", "yang paling oke", "recommended", "most valuable", "deadliest", "best", dan sebagainya. Nggak usah dipikirin apakah label itu apakah diaminin sama orang apa enggak. Mungkin kamu akan mikirnya, yah, daftar terbaik saya kan belum tentu terbaiknya orang lain. Well, tell you what, daftar kita nggak harus sama ama yang dipunya orang kok :D Dan, adalah sah-sah aja punya perbedaan kan? Nggak usah serius-serius amatlah. Heuheuheu.

6. Kasih hiasan


Ada beberapa tipe "hiasan" untuk listicle. Bisa berupa gambar, bisa berupa meme, bisa animated gif, atau infografis juga bisa. Sekarang banyak banget website penyedia layangan instan "hiasan" untuk artikel blog. Kamu bisa coba BeFunky atau Canva untuk bikin poster yang cakep, bisa juga coba Piktochart untuk bikin infografis, atau mau pake animated gifs? Kamu bisa main ke reactiongifs.com buat gambar-gambar gif bangke yang bikin ngakak. Mau pakai meme? Coba ke imgflip.com, kamu bisa bikin macem-macem juga di sana nggak cuma meme. Tambahkan caption yang lucu-lucu, maka kamu sudah membuat satu listicle sekelas Buzzfeed atau Hipwee. :D

7. Target your audience


Biasanya sih listicle punya target pembaca di usia-usia muda. Ya, tapi kalau dirata-rata, siapa sih pengguna internet? Anak muda juga kan? Ya mungkin ada yang sudah berusia matang, tapi jaranglah ya yang lebih dari usia 60 tahun? 50 tahun, ada sih, tapi juga tak sebanyak usia 18 - 40 tahun kan? Jadi, menargetkan pembaca di rentang tersebut akan lebih baik. Lalu ya, sesuaikan target pembaca dengan topik yang sudah kamu ambil. Apa fungsi penargetan pembaca ini? Tentu saja berkaitan dengan penggunaan gaya bahasa, supaya lebih sesuai untuk umur target, pekerjaan, dan kondisi latar belakang-latar belakang lainnya.


Nah, itu dia langkah-langkah mudah menulis listicle yang menarik. Iyaps, cuma 7 langkah aja, dan please, topiknya makin ringan tapi makin related, itu makin baik. Nggak perlu mikir yang terlalu berat.

Semoga artikel ini bermanfaat :)