#PostsoftheMonth datang lagi!

Yang mau belajar seputar dunia blogging, tulis menulis dan media sosial, yuk kunjungi blog-blog berikut yang ngeluarin artikel keren-kerennya di bulan Januari 2017.

Check them out ya!

RoundUp Artikel Terbaik Seputar Blogging, Media Sosial dan Menulis di Blogsphere Januari 2017 


1. Yuk, Cari Tahu Waktu Yang Tepat Upload Video ke Youtube! - Aldy Terren Putra




Yang sudah berkutat beberapa di media sosial dan cukup observant, pasti tahu bahwa waktu posting itu ngaruh ke jumlah engagement yang bisa kita dapatkan.

Jam-jam rame. Nah, itu dia.
Misalnya kalau mau posting di Facebook, kalau saya pribadi, suka post di sekitar jam 8 - 9 pagi, jam 12 siang, lalu sorean jam 18.00.

Somehow saya juga sedang mengamati jam rame di Instagram itu jam berapa saja.

Nah, yang Terren liatin di sini adalah jam ramenya Youtube, menurut data dari channel yang dia punya. Bisa jadi setiap channel berbeda. So, you have to analyze menurut data statistik kamu sendiri.

So useful!


2. Manfaatkan Search Engine Bing untuk Traffic Blog - Tulisan Blogger Indonesia


Ada yang tahu Bing?
Barangkali belum semua familier.

Sebenarnya ada banyak search engine di dunia maya, nggak cuma Google. Bing, diprediksikan mulai harus diperhitungkan eksistensinya di tahun 2017.

Apa bedanya dengan SEO Google?
Ada yang sama, dan ada punya yang berbeda. Yang pertama saya catat adalah soal Bing memperlakukan backlink memang agak berbeda dengan Google.

Nah, seterusnya gimana?
Cek aja postingan Mas Ryan, yes?

3. 7 Kata Motivasi untuk Blogger Matre - Isnuansa


 Artikel ini adalah guest posting. Dan kenapa nggak saya masukkan sekalian. Bagus banget soalnya.

Dari judul aja saya udah tertarik :))) "Blogger Matre" Ouch! Label apa lagi ini?
Tapi dibaca saja ya. Nggak perlu dipikirin amat itu label. Label is just a label. Isinya, bagus.
Semoga para blogger semakin termotivasi menyajikan yang terbaik bagi pembaca, tanpa stres dan tetap bisa ngeblog dengan bahagia.


4. 9 Trend SEO 2017 – Apa dan Bagaimana Menghadapinya untuk Blogger - Tulisan Blogger Indonesia


Lagi-lagi artikel dari Mas Ryan.
Sekali ini soal prediksi SEO di 2017. Silakan yang memang pengin tahu, bisa dibaca. Ada beberapa hal yang berubah dari 2016 ini, di antaranya soal Bing, AMP dan video. Sedangkan yang lain kayaknya masih pengembangan dari trend 2016.

5. Tutorial Cara Membuat Video Slide Show Power Point Untuk Youtube - Lusi Tris


Dalam rangka mengikuti trend vlog, maka kita pun mau nggak mau harus belajar bikin video kalau nggak mau ketinggalan. Ini bukan keharusan juga sih sebenarnya. Tapi yah, tuntutan zaman. Lah, sama aja kali!

Saya pribadi, sebenarnya nggak terlalu into video. Apalagi yang mesti ngliatin muka. Nehi! Buat saya itu nggak nyaman :))) Lha, saya jatuh cinta sama ngeblog karena aktivitas NULISnya jeh. BUKAN VIDEO.

Tapi, tenang, video nggak mesti nunjukin muka. Salah satunya dengan cara Mbak Lusi Tris ini. Ini cara yang paling sederhana buangetttt.

Saya sendiri lagi belajar bikin video tutorial dengan screenshoot. Harus pakai software khusus. Yah, tapi belum bisa jadi bagus juga sih.

6. Bagaimana Cara Migrasi Blog WordPress ke Self Hosted Blog? - Dani Rachmat




Buat yang mau mindahin blog gratisannya di Wordpress ke Self Hosted Blog dan berdomain TLD, artikel Mas Dani ini sangat lengkap dan runtut untuk bisa diikuti.

Silakan dipelajari yes?


Nah, itu dia artikel keren seputar blogging, tulis menulis dan media sosial sepanjang Januari 2017.

Dan, saya punya buku 19 Jurus Mabuk Penulis Sukstres ini buat kamu. Saya pernah mereview-nya di blog buku saya.

Isinya bagus, membahas semua jenis dan gaya tulisan yang bisa banget kamu jadikan referensi jika kamu ingin menambah skill menulis kamu.

Must read deh.



Kalau kamu mau, gampang kok caranya. Jawab saja pertanyaan ini.

Saya sudah banyak menulis artikel seputar menulis, blogging dan media sosial di blog ini.
Kasih saya saran dan masukan dong, agar saya bisa memperbaiki tulisan ataupun menambahkan yang kurang. Atau kamu punya request topik untuk saya bahas? Boleh juga ditulis.

Lalu tuliskan akun Medsos Twitter/Facebook/Instagram di bawah jawabanmu ya.
Supaya kalau kamu menang, saya dengan mudah hubungi kamu.
Share dan ajak teman kamu untuk ikutan juga, supaya saya makin banyak dapat masukan ;)

Nah, saya tunggu komentar kamu di kolom komen di bawah ini, sampai ada postingan selanjutnya weekend depan :)

Terima kasih!


Hai, semua! Kali ini saya mau ngelist beberapa bookmark Tutorial SEO punya saya.

Saya sedang mempelajarinya satu per satu. Dan kayaknya bakalan lebih oke kalau saya list sekalian saja di sini. Jadi kapan mau buka saya nggak perlu sekrol sana sekrol sini, nyari ina inu di mana-mana, lantaran ini bookmarks tersebar di mana-mana.

Saya sih berencana akan pelajari satu per satu, lalu praktikkan, dan pastinya akan saya tulis juga sih di sini. Semoga kecepatan update saya meningkat segera. Soalnya sampai akhir Januari kayaknya saya rada susah nih. Huhuhu. *curcol lagi*

Udahan ah, curcolnya.

Oke, ini dia list Tutorial SEO punya saya. Yang juga butuh, silakan dipelajari juga satu per satu. Semua dari situs luar ya :P so, open your Google Translate kapan pun dibutuhkan. Hahaha.
Itu eikeh aja kali ya.

List ini akan saya bagi ke beberapa sub topik dari SEO ya.



SEO Tutorial level Beginner


1. SEO Starter Guide - Google



Ya, kalau mau belajar SEO, paling pas pertama kali ya belajar langsung dari Mbah Google.
Tutorial SEO ini bentuknya PDF, jadi kamu harus download.

Starter guid ini cukup mudah dipahami kok. Dan, ini memang basic banget. Sebelum beranjak ke keywords, copywriting, link building, dan lain-lainnya, mendingan pelajari dulu apa yang ada di sini.

Nggak cuma tutorial, di sini juga banyak tips praktis how to apply SEO basic yang bisa langsung kamu praktikkan.

Saya juga baru baca sekali doang. Pengin ulangin, sambil praktik langsung.


2. The Beginners Guide To SEO - Moz





Nah, yang ini juga starter guide, tapi dari Moz. Itu lho yang bikin peringkat DA dan PA.
Menurut saya, di sini lebih lengkap sih. Soalnya ada dasar pemikiran mengenai SEO itu sendiri, kayak misal kita diajak memahami dulu prinsip search engine. Lalu mengenali juga behavior orang-orang yang memanfaatkan search engine, juga mengapa search engine marketing itu penting.

Jadi, kita benar-benar diajak paham dari awal dulu. Bagus banget buat basic knowledge, sebelum kita praktik.

3. How To SEO Your Site In 2016 - Hobo Web



Yang ini juga lengkap from the scratch.
Ya, di beberapa bagian agak-agak mbulet sih. Hahahah. Saya baru sempat baca pelan-pelan sampai bagian Technical SEO.
Meski ada embel-embel '2016'-nya, tapi kayaknya sekarang pun masih relevan kok.

4. SEO: A Comprehensive Guide for Beginners -  Kissmetrics




Yang ini juga kurang lebih isinya sama dengan punya Google di atas, dan juga cukup mudah dimengerti. Malah ini disederhanakan lagi. Ada beberapa tambahan penjelasan pula. Jadi ini kalau boleh dibilang adalah pelengkap deh.


About keywords and how to do keyword research


5. The Importance Of Keywords In SEO - Shout Me Loud



Nah, ini nih.
Setelah belajar yang basic, bisa lanjut ke soal keywords. Itu pun masih yang basic lagi yes?
Mulailah dari sini.
Penjelasannya enak banget. Ringan. Dari mulai kenapa keywords harus kita pikirin, hingga tentang keywords stuffing.


6. How To Find 100 Keywords In 26 Minutes - Nichehacks




Nah, ini mungkin kelihatannya ke-lock contentnya ya. Tapi tenang. Si pemilik web cuma pengin kamu ikut share artikelnya aja kok. Dan menurut saya, it's worth to share banget. Jadi, jangan sungkan-sungkan share ya, sekalian buat unlock artikelnya lebih lanjut.

Karena ini artikel keren banget!


7. The Definitive Guide To Keyword Research - Backlinko




Brian Dean itu paling keren kalau bikin tutorial. Easy to follow. Yang satu ini juga termasuk salah satu di antaranya. Runtut from A - Z.

Istimewanya, di sini keyword research langsung dihubungkan dengan niche situs kamu. Termasuk juga bahas tentang buyer personas, yang kalau saya terjemahkan menjadi blog audience personas. Jadi kalau saya sih ya jadinya lebih spesifik, gitu.


8. How To Do Keyword Research For SEO - SEO Nick





Yang ini menurut saya agak ke level lanjut, karena dia sudah ngomongin cara mengeksplor list keyword kamu, lalu berpikir secara pluralnya dan lain-lain.

Errrr ... saya belum sempat baca sih, masih masuk di bookmarks aja. Tapi silakan kalau mau coba baca yah ^^


Link building


Link building ini soal eksternal link, internal link dan berbagai printilannya ya.

9. The Noob Guide To Link Building - IPullRank (On Moz)




Nah, saya itu punya prinsip. Kalau mau belajar sesuatu, selalu mulailah kenapa sesuatu itu penting dan harus saya pelajari. Karena kalau saya nggak mengerti apa pentingnya, ya buat apa sih saya belajar? Bener nggak?

Di sini juga begitu.
Soal SEO ini, saya mesti mudheng dulu. Kok SEO itu penting kenapa? Kok keywords harus diperhatiin kenapa? Juga, yang satu ini. Kok ngasih link ke diri sendiri sama ke orang lain aja banyak aturan kenapa?

Di sini ada, lengkap dan mudah dimengerti. Sila dibaca.
Well, barangkali nggak usah semua dipraktikkan juga sih. Karena ada beberapa hal yang saya kira nggak sampai kita butuhkan untuk sebuah personal blog. Maka, bacalah dan seraplah yang memang penting ya.


10. Internal Links - Moz



Yang ini bahas A - Z internal links ya. Bagaimana cara mengaplikasikan internal links dalam blog kita supaya lebih efektif untuk SEO. Ini basic banget, jadi harus kamu baca sampai akhir.

11. Link Building: How To Build Links To Your Website in 2016 - Hobo Web





Yang ini lebih lengkap. Sampai bahas ke mana saja kita bisa nyari backlink.
Saya belum baca semuanya, baru milihin beberapa topik aja yang saya pikir saya ngerti *LOL* dari table contents. Berat bok! Tapi bagus. Hahaha. Pucing pala Doc McStuffins.


12. 13 Killer Link Building Strategies - Robbie Richards





Ha! Ini artikelnya 7.000 kata ya. Iya, panjang. Kayak yang Hobo di atas juga panjang. Makanya manfaatkan itu table of contents, biar kita gampang. Saya juga nggak langsung baca semua kok. Saya pilih dulu mana yang kira-kira saya perlukan dulu.

SEO Copywriting and Content Creation


13. Create Compelling Content that Ranks Well - CopyBlogger


Ini bentuknya PDF lagi ya. Silakan didownlad, dibaca, lalu dipraktikkan. Hehehe. Karena percuma kalau nggak segera dipraktikkan yes? Buang waktu aja belajar tapi ilmunya nggak dipakai ;)

14. 16 Powerful SEO Copywriting Secrets For More Traffic - Backlinko




Ini harta karun! Harus dipelajari pelan-pelan. Saya juga belum selesai baca.
(Harusnya ini saya umpetin aja, biar saya pinter sendiri ya. Buahahahaha.) *dikeplak*


Mobile friendly


15. Mobile Friendly Websites - Google



Yak. Ini juga penjelasan langsung dari Google, mengenai betapa pentingnya web atau blog kita bisa diakses dengan sempurna via mobile.
Pelajari dulu yang ini, baru ke artikel-artikel yang lain yes?


16. Mobile SEO Guide by Builtvisible




Yang ini guidance lebih lengkap kalau kamu sudah siap ngulik mobile SEO. Saya belum siap. Hahahaha. Tapi saya simpan, karena saya pasti akan siap suatu hari nanti.

(((suatu hari nanti)))

Kapaaannnnnn ...????


Site Speed Optimisation


Dalam SEO, kecepatan loading blog kita itu penting!


17. 11 Low Hanging Fruits For Increasing Web Speeds - ConversionXL




"Website speed matters. Fast-loading sites perform better on all fronts: better user experience, higher conversions, more engagement, even higher search rankings."

Begitu disebutkan dalam openingnya.
How could we not agree more?


Yes, 17 artikel yang lengkap kalau kamu mau belajar basic SEO.
Basic?
17 artikel panjang-panjang itu baru basic?

IYES. Baru basic, gaes.
Mau lanjut?
Masih banyak lagi yang harus dipelajari. Hehehehe.

Curcol dikit ah, sebelum selesai.
Selama seminggu kemarin saya ternyata hectic banget, dan nggak sempet mengupdate blog di tengah minggu.

Hvft. Nggak apalah.

Yang penting, saya tetap akan mengisinya, meski mungkin nggak ada yang baca. Karena sebenarnya banyak banget yang pengin saya tuliskan di sini, karena bagaimanapun ini kan media saya buat mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan kerjaan saya. Yah, hal-hal yang sedang saya pelajari gitu deh. Dan, ngurusin banyak hal, dari mulai marketing sampai nulis, selama seminggu itu sebenarnya bisa menghasilkan banyak lessons learned!

Sayangnya ternyata kecepatan saya belajar dan kemampuan saya update blog ternyata nggak sejalan. Hahaha. Yawislah, pokoknya tulis saja. Nggak usah mikirin yang nggak penting yes?


Semangaaaat!


Di beberapa postingan terdahulu, saya sudah pernah menulis tentang seri idea mining, mulai dari cara brainstorming, mencari ide di Buzzsumo, mencari ide di Quora, juga mencari ide dengan blog topic generator.

Sudah baca semua kan ya?
Kalau belum, coba deh dibaca dulu.

Nah, yang berikut ini masih soal idea mining ya. Dan ini bukan post terakhir dalam seri idea mining. Masih ada lagi nanti. Hehehe. Iya, soalnya memang mencari ide itu banyak sekali caranya. Jadi, paham kan, kenapa saya seakan selalu ngetawain orang yang alasannya, "Nggak punya ide." kalau belum nulis.

Bukannya nggak punya ide, atau ide nggak datang. Elu-nya aja yang malas nyari.
Wekekekke. *dikeplak*

So, sekali lagi ya, ada BUANYAK sekali cara untuk mencari ide. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan berbagai macam tool yang sudah dibikin sama orang lain.

Iya loh, di luar sana banyak sekali tools yang bisa banget kita pakai untuk menulis, termasuk dalam mencari ide. Kali ini saya akan ajak kamu untuk melihat sumber-sumber ide di mana kita bisa menggunakan trend riding untuk mulai menulis.


Why trend riding?


Salah satu kunci sukses sebuah artikel atau tulisan, mau di mana pun itu, adalah saat kita berhasil menemukan trending topic yang lagi kekinian, dan kemudian bisa meramunya dalam niche kita menjadi hal yang related to our audience atau pembaca blog kita.

Topik yang sedang trending sudah pasti adalah topik yang menarik pembaca. Bener nggak? Ya, kalau nggak menarik, ya nggak mungkinlah ya jadi trending.

Katakanlah, hmmm ... apa ya yang lagi trending sekarang?

Misalnya di soal om telolet om kemarin.
Untuk portal sebelah, ada yang menulis soal om telolet om ini tapi dari kacamata yang berbeda dari yang biasanya. Tulisannya diambil dari angle orangtua, bahwa ternyata untuk menemukan kebahagiaan layaknya anak-anak yang berteriak om telolet om itu itu cukup mudah dan sederhana.

Cuma ya, memang umurnya lebih pendek sih, artikelnya.
Tapi bukan itu yang akan kita bahas sekarang.

Di mana sih kita bisa menemukan ide yang sedang trending?
Ya, pastinya media sosial ya.

Saya akan share mengenai, di media sosial mana saja kita bisa mengambil ide trending topic ini.
Meski mungkin nggak melulu yang trending yang akhirnya pengin kita tulis, tapi seenggaknya, bisa kasih makan isi kepala.


Beberapa media sosial di mana kita bisa menambang ide dengan cepat dan mudah



1. Facebook


Yes, Facebook bisa banget menjadi sumber ide kita.
Pasti kamu-kamu juga sudah sering mendapatkan inspirasi tulisan dari Facebook kan? Bisa saja dari status teman-teman Facebook kamu, ataupun updates dari beberapa Fanpage yang sudah kamu like.

Nah, saya sih percaya sudah biasa dapat ide dari Facebook ya.
Tapi sekarang saya akan tunjukin sedikit hack untuk bisa membuat Facebook kamu lebih optimal memberi ide.

Apakah kamu sudah nge-like Facebook Page-Facebook Page yang sesuai dengan niche blog kamu? Yang sesuai dengan minatmu?

Saya sudah. Ini beberapa di antaranya.


Nah, agar semua Facebook Page yang sudah saya like itu bsia muncul di Newsfeed saya, lebih lagi supaya updates mereka lebih banyak memenuhi Newsfeed saya dengan makanan-makanan bergizi, maka saya melakukan pengaturan ini.

Go to Facebook Page that you liked.


Lalu lihat di bagian bawah cover-nya. Ada button "Following", tekan saja segitiganya. Maka akan muncul option lagi. Tick di bagian "See first".

Nah, kalau sudah, nanti saat Facebook Page itu terupdate, kamu bisa langsung lihat pertama kali di Newsfeed kamu di bagian atas.

Kayak gini.



Yes, saya juga menaruh Scary Mommy di Newsfeed saya. Dan beberapa Facebook Page yang lain. Jadi begitu saya buka Facebook, maka updates penuh gizi merekalah yang memenuhi Newsfeed saya.

Dengan demikian, kalau ada yang menarik, maka bisa langsung saya save link.

Asyik kan? Facebook-annya jadi bergizi deh. Hehehe.


2. Twitter


Twitter sepertinya sedang menurun banget popularitasnya sekarang ini ya. Tapi bukan berarti nggak lagi menjadi idea mine yang bagus.

Justru saya kalau lagi suntuk suka jalan-jalan di Twitter sekarang. Baca-baca saja.
Begini cara saya baca-baca dan sekalian melakukan idea mining di Twitter..

Saya bikin list.
Caranya.

1. Buka akun Twitter yang mau kita tambahkan ke dalam list. Klik pada gambar kayak gir sepeda di samping button "Following", lalu pilih "Add or remove from lists".


2. Setelah diklik, maka akan muncul seperti ini.


Kalau mau dimasukkan ke dalam list yang sudah ada, bisa. Atau mau bikin list baru, tinggal klik saja "Creat a list".


Nah, itu beberapa akun Twitter yang saya masukkan ke dalam list wajib baca saya.
Saya set public kok, kalau kamu mau boleh ikutan subscribe. Ke sini aja ya.

Nah, dari list itu, sering saya menemukan ide untuk menulis artikel. Kalau ada yang bagus, ya langsung di-love aja. Kapan-kapan bisa dibuka lagi. Kalau lagi butuh.


3. Media sosial lain: Pinterest, StumbleUpon, Reddit


Pinterest. 
Pastinya kamu juga familiar ya. Pasti juga sering menggunakannya untuk cuci mata foto-foto bagus, atau untuk mencari ide.

Nggak cuma visually appealing, Pinterest juga bisa jadi sumber ide menulis. Banyak banget yang bisa kita dapat di sana.



StumbleUpon.
Pasti banyak yang belum familiar ya. Tapi, di sini juga banyak tersimpan harta karun lho. Cara makenya juga gampang kok. Tinggal klik-klik aja tombol Stumble di atas. Ada bookmarking-nya juga di sebelah atas, kalau kamu menemukan artikel yang kamu cari.


Reddit.
Sebenarnya Reddit cukup bagus menjadi sumber ide. Tapi kadang orang-orangnya yang rada rusuh kalau pas di forum yang "panas". Ya, sama ajalah ya. Hehehe. Di mana-mana pasti ada saja yang begini.
Saya makin jarang sih ke Reddit. Dan ternyata sekarang kok malah ga bisa saya akses. Kalau ada yang bisa, boleh saja ditengok dan dicobain.




Nah, selain beberapa media sosial di atas, juga ada situs-situs yang bisa bantu kita untuk melihat dan mencari ide dari beberapa trending topic.

Beberapa situs untuk melihat trending topic.


1. Social mention



Nah, di Social Mention ini kita bisa lihat banyak artikel yang trending. Pasti di antara banyak artikel di atas yang bisa kita jadikan artikel trigger kan?

Update: tiba-tiba saja hari ini Social Mention juga nggak bisa saya akses. Entah kenapa :( Semoga bisa segera normal webnya ya. It's a really good one soalnya.


2. Google Trends


Sudah ada yang sering pakai?
Yes, ini jadi tool standar para penulis konten dan juga para content marketer ini ya.



Untuk mencari topik yang trending sekarang, kamu bisa klik trending searches yang ada di sebelah kiri atas itu.
Nah, kamu sudah bisa mulai lihat deh, apa saja yang lagi trending sekarang.


See?
Ada banyak cara untuk mencari ide. Kalau sudah tahu semua begini, kamu kemudian bisa memilih, di mana ada banyak source ide untuk tulisan kamu. Nggak usah semua juga kamu kunjungi. Kayak saya, biasanya di Twitter List itu saja sudah bisa banyak sekali mendapatkan ide. Facebook kalau pas ada, StumbleUpon sama Pinterest sesekali, Reddit sudah nggak pernah lagi. Google Trends kalau ada waktu, begitu pula Social Mention, kalau pas inget. Hahaha.

Tapi intinya sama, media sosial itu memang asyique, terutama buat nyinyir dan pamer #eh
Salah?
Enggak dong. Bebas!

Tapi kalau saya pribadi, mendingan saya pakai buat nambah pinter.
Ya, sesekali pamer juga bolehlah ya.
*dikeplak*

Selamat nulis!
Sampai ketemu lagi di seri Idea Mining berikutnya.


Hae!
Saya beberapa kali sering ditanya berapa jam dalam sehari saya habiskan untuk menulis.
Hmmm ... berapa ya? Kalau untuk menulis artikel baru, saya malah nggak pernah bisa menghasilkan satu artikel pun sehari. Lho? Iya, itu kalau pas weekdays. Waktu saya sudah habis buat editing, buat ngadmin medsos, juga habis buat antar jemput sekolah dan ngingetin anak-anak makan, mandi dan ngerjain PR :)))

Saya benar-benar sudah tersedot energinya saat weekdays. Kalaupun semua kerjaan sudah selesai, kadang saya mendingan nonton tivi aja sama anak-anak, atau baca-baca Feedly, baca-baca update blog teman-teman. Palingan cuma bisa nulis ide, berusaha menangkap yang berseliweran di kepala.

Lalu nulisnya kapan?
Weekend. Hari Sabtu saat anak-anak sekolah (kebetulan malah pada siang pulangnya, karena ada les melukis), maka itulah hari terproduktif saya dalam menulis artikel. Mulai dari pukul 07.00 pagi sampai pukul 12.00, saya optimalkan untuk menulis artikel baru (yang idenya sudah saya tabung di hari-hari lain). Kadang selama full weekend, saya bisa menulis antara 6 - 8 artikel baru.

Dalam rentang waktu 5 jam itu, dengan ide yang memang sudah matang, saya bisa menyelesaikan 2 - 3 artikel. Meski belum benar-benar matang untuk dipublish, tapi yahhh, sudah cukup lengkap deh. Weekend adalah waktu saya untuk menulis, baik itu artikel baru untuk portal sebelah maupun waktunya saya ngedraft dan ngupdate blog-blog saya.

Setiap Sabtu pula saya membuat weekly plan untuk seminggu ke depan, terkait kerjaan saya di portal maupun kerjaan saya di penerbit. Jadi, Sabtu memang jadi hari sibuk sih buat saya. Hahaha.
Saya malah lebih agak santai di weekdays, makanya kalau ketemuan saya selalu suka minta di weekdays :D

Banyaknya tulisan yang dihasilkan biasanya tergantung pada produktivitas kita. Bener nggak?

Being more productive is about working smarter, not harder, and making the most of each day. 
Begitu kata Rachel Gillett, dalam artikelnya mengenai produktivitas kerja di situs Business Insider.

Well, meski level kesibukan orang berbeda-beda, dan ini sangat memengaruhi produktivitas kita dalam menulis, namun sebenarnya ada beberapa prinsip yang bisa kita kenali soal meningkatkan produktivitas menulis.

Jadi, hal apa sajakah yang bisa kita manfaatkan dan perhatikan demi meningkatkan produktivitas menulis ini?



1. Mengenali jadwal sibuk


Sebagian dari kita menulis sebagai pekerjaan sampingan. Bener nggak?
Baik itu sampingan dari kerjaan kantor, maupun sampingan dari kerjaan rumah tangga. Iya, ini ngomongin dari kacamata ibu-ibu sih. Kalau embak-embak mah beda lagi kayaknya yah. Tapi sebagian besar sih kayaknya sama, sebagai sampingan. Dalam artian, banyak dari kita masih melakukan pekerjaan lain selain menjadi penulis.
Yah, kecuali kalau kamu Tere Liye, yang sepertinya menjadi satu-satunya penulis full time ya. Soalnya Ika Natassa saja juga masih kerja di bank kan?

Produktivitas adalah soal waktu. Bagaimana kita mengatur waktu, bagaimana kita mengelola waktu sebaik mungkin. Jadi, satu yang harus kamu temukan dulu bukan kapan waktu yang selow di antara waktu sibukmu, tapi tentukan dulu kapan kamu sibuk.

Jadwal, bisa menjadi satu alat pengatur waktu kita. Dengan jadwal, kita bisa menentukan alokasi waktu yang tepat untuk menulis, dan kapan kita harus berhenti menulis untuk mengerjakan tugas yang lain.

Tujuannya hanya satu, kita bisa fokus saat harus menulis, nggak terganggu oleh kegiatan yang lain. Dan, sebaliknya, kita juga nggak keganggu pengin menulis saat sedang mengerjakan yang lain.

Yes, karena kunci produktivitas juga cuma satu; fokus.

Jadi gimana cara menjadwalkannya? Ya, itu sebenarnya tergantung masing-masing sih, karena kegiatan orang kan beda-beda. Tapi saya akan coba kasih beberapa gambaran menjadwalkan waktu menulis ala saya.
  • Temukan waktu di mana kita paling nggak memungkinkan kita untuk menulis. Saya, paling susah menulis justru di weekdays, karena berbagai tanggung jawab yang harus saya selesaikan. Maka, saya tidak akan menulis di saat-saat tersebut.
  • Temukan waktu di mana kita bisa menggeser prioritas pekerjaan dan tugas yang lain, demi bisa menulis. Nah, kan, soalnya memang harus ada yang "dikalahkan" kan ya? Kadang kita memang nggak bisa melakukan semuanya sekaligus. Saya sendiri, agak selow di weekend, karena saya memutuskan untuk tidak editing dan tidak publish di portal sebelah pada hari Sabtu, hanya agar saya bisa brainstorming untuk minggu berikutnya. Hari Sabtu juga hari bebas saya dari ngadmin medsos. So, weekend adalah waktu yang tepat buat saya untuk menulis. Jika kamu tidak bisa menentukan hari produktif dan tidak, kamu bisa menggunakan waktu per jam. Pada jam berapa kamu nggak mungkin menulis, dan jam berapa kamu bisa menggeser prioritas yang lain demi untuk bisa menulis.
  • Pada waktu-waktu yang sudah ditentukan tersebut, menulislah! Bukan buka-buka Facebook, bukan ngepoin Lambe Turah, bukan blogwalking, bukan buat webwalking. Nulis!
  • Kalau tulisan belum rampung pada waktu yang sudah ditentukan, sedangkan deadline ketat, saya pribadi akan kembali melihat jadwal. Kapan saya benar-benar bisa terbebas dari gangguan. Biasanya sih sekitar pukul 07.00 – 09.00 pagi weekdays, saya masih bisa fokus nulis tanpa gangguan.
  • Tapi kalau masih terus bisa saya lakukan hanya dalam waktu produktif tersebut, ya saya lakukan dalam waktu produktif itu. Di luar jam itu, sebisa mungkin saya mengerjakan yang lain. Dan nggak nulis sama sekali.
Jadi intinya, kenali aktivitasmu sendiri. Kapan bisa bebas gangguan, kapan waktu penuh gangguan.


2. Hilangkan pengganggu!


Saat sudah waktunya menulis, maka segeralah singkirkan semua pengganggu. Apa saja pengganggu aktivitas menulis?

  • Smartphone. Yes, ini bisa jadi pengganggu banget ya :P Saya sendiri, saat menulis, saya letakkan ponsel agak jauh dari jangkauan, kalau nggak di-silent. Usahakan untuk tak tergoda untuk mengangkat kalau semisal tiba-tiba bunyi. Yah, kamu bisa melakukan yang sama, atau atur aja deh gimana. Yang pasti, ponsel kamu itu bisa berpotensi jadi pengganggu banget deh.
  • Media sosial, ini jelas banget! Saat menulis, tutup semua tab media sosial. Logout kalau perlu.


3. Definisikan prioritasmu


Untuk menjadi produktif dalam hal apa pun, kuncinya cuma satu; fokus.

So, saat mau menulis, pastinya kamu sudah menentukan prioritasmu ya, yaitu menulis. Bukan ngepoin akun gosip, bukan juga liat-liat online shop.

Sering banget kita gagal dalam usaha, karena kita nggak fokus. Begitupun soal ngeblog, dan menulis. Terlalu banyak terdistraksi oleh hal-hal lain, yang nggak ada hubungannya, dan nggak ada manfaatnya pula!

Tentukan skala prioritas apa saja yang akan kita lakukan hari itu setiap pagi. Prioritas biasanya ampuh untuk bisa mengingatkan kita kembali ke "jalan yang benar" kalau kita udah gagal fokus.


4. No multitasking!


Perempuan konon dianugerahi kemampuan untuk multitasking.

Ya, mau gimana lagi? Orang dikasih, ya harus dimanfaatin kan? Yaaa, nggak salah sih, multitasking. Kadang juga bisa membantu banget kalau kita sedang beres-beres dan ngerjain kerjaan rumah tangga.

Tapi nggak dengan menulis. Menulis itu aktivitas yang butuh konsentrasi tinggi. Nggak bisa disambi ngepel. Juga nggak bisa disambi setrika. Bisa sih, tapi ya gitu deh, selesainya lebih lama.

Nggak tahu sih kalau teman lain barangkali ada yang memang istimewa hingga bisa menulis sambil ini itu. Tapi saya, enggak. Saya pribadi mendingan selesaikan dulu semua tugas, baru nulis. Itu lebih membantu saya untuk fokus dan konsentrasi.

Nah, soal multitasking itu juga nggak cuma soal nulis nyambi ini itu sih. Tapi soal dalam proses menulis itu sendiri kan ada editing, nyari foto, sambil riset, lalu sambil bikin infografis dan seterusnya.

Itu multitasking yang saya maksud sebenarnya.

Bahwa sebenarnya menulis, mau ngeblog atau menulis untuk media mana pun dan apa pun, itu prosesnya tetap harus diawali dengan outlining, atau membuat kerangka berpikir. Ini tentunya hanya berlaku untuk tulisan misalnya yang mau diikutkan lomba, atau yang serius-serius aja. Tergantung tujuan nulisnya sih. (Tergantung penulisnya juga. Itu kalau saya yah.)

Saat masih dalam proses outlining itu, saya mewajibkan diri saya sendiri untuk sudah memutuskan mau pakai foto yang seperti apa, infografis yang gimana, dan seterusnya.

Jadi kalau mau diruntutkan, poin-poin prosesnya adalah sebagai berikut:
  • Outlining, sampai selesai (sudah termasuk riset)
  • Nulis, sampai selesai
  • Editing, sampai selesai
  • Garnishing, sampai selesai (termasuk membuat infografis, me-retouch foto dan lain-lain)
Dengan melakukannya secara berurutan dan one by one, percaya deh, malah akan lebih cepat selesai.


5.  Menulis saat ide sudah siap


Seringkali yang terjadi seperti ini.

Laptop dinyalakan, duduk, dan baru mikir, “Mau nulis apa ya?”
Doh! Udah gitu, karena idenya nggak ada juga, lalu buka Facebook. Ngomong sama diri sendiri, buka Facebook ini kan buat nyari ide mau nulis apa.

Yayaya. As if.

Atau, kondisi begini.
“Nggak ada ide hari ini. Besok aja deh. Nunggu ide datang.”

Lalu, kapan ya datang ide? Kapan-kapan, udah.

Saya pernah menulis di salah satu artikel di blog ini, bahwa memikirkan ide saat mau nulis itu buang waktu. Kita harus sudah tahu apa yang ingin ditulis, begitu kita membuka laptop. Nah, berarti yang perlu kita latih di sini adalah kepekaan kita menangkap ide. Atau mungkin alokasikan waktu juga untuk brainstorming. Nggak banyak kok, 15 menit cukup.

Karena, ide itu memang datang dalam 2 cara; datang dengan sendirinya, atau kita cari.
Kalau nggak datang juga, ya harus dicari.

Ada 2 cara untuk mencari dan menangkap ide:
  • Brainstorming sambil jalan, sediakan catatan kecil untuk mencatat ide. Asah kepekaan untuk menulis dengan menangkap situasi dan suasana di sekitar. Coba temukan sesuatu yang bisa ditulis, setiap kali kita lagi jalan-jalan keluar atau saat melakukan sesuatu. Apa saja.
  • Bantu proses pengumpulan ide dengan editorial calendar. Silakan dibaca lagi artikel saya yang lalu mengenai editorial calendar ini. Ada 2 seri, alasan pentingnya editorial calendar dan bagaimana pengaplikasiannya.

Nah, semoga dengan beberapa tips produktivitas menulis di atas, nggak ada yang nanya lagi, kok saya bisa menulis begitu banyak artikel #eh Maksudnya, semoga bisa dipraktikkan juga oleh kamu-kamu yang merasa kurang bisa produktif dalam menulis.

Mau karena niat. Niat karena butuh. Jadi, mau nggak mau, saya harus bisa mengatur waktu supaya produktif, karena saya punya kebutuhan. Gitu aja sih, prinsipnya.

Semoga kamu juga segera bisa lebih maksimal nulisnya ya, bisa lebih cepat, atau bisa menghasilkan lebih banyak artikel, tentu dengan kualitas yang juga bagus.

Selamat menulis!


Hai, semua!
Apa kabar?

Tahun 2017 sudah seminggu lewat. Beberapa hari belakangan saya mengamati banyak bloggers yang membuat postingan kaleidoskop, apa saja yang telah mereka raih selama tahun 2016 kemarin. Ada juga yang nge-round up the best articles di blog masing-masing (termasuk saya).

Ajang pamer?
Mungkin.
Tapi, ada yang lebih penting dari itu. Yaitu soal mengetahui kekuatan, kelebihan, sekaligus kekurangan diri sendiri. Karena saat kamu mengetahui di mana letak kekuatanmu, di saat itu pulalah biasanya kamu akan mengetahui juga di sebelah mana kamu paling lemah.

Betul?
Iyain aja, biar cepet.

Anyway, sebelum dan setelah moment 1 Januari terlewati, biasanya lantas ada banyak resolusi yang wira wiri di dunia maya, apakah itu di blog, di media online, maupun di media sosial. Ada pula beberapa prediksi ini dan itu.

Dan, yah, namanya juga prediksi. Ada kalanya saya empretin aja sih berbagai prediksi ini, apalagi kalau nggak ngenakin. Hahaha.

Yah, tapi gini. Meski biasanya dibuat berdasarkan pengamatan sekitar yang lebih banyak sifat subjektifnya, tapi ada beberapa prediksi yang memang layak untuk diperhatikan. Ini saya sedang membahas prediksi perbloggingan tahun 2017 nanti lho ya.

Lalu dari beberapa prediksi para mastah blogger, terutama sih kalau saya ya dari para mastah luar ya, ada beberapa resolusi yang sebaiknya dilakukan oleh para blogger untuk tahun ini jika ingin tetap update dan nggak tenggelam di antara blogger baru yang akan muncul dan lebih "bersinar".

5 Resolusi Blogger untuk Ngeblog yang Lebih Baik di Tahun 2017



1. Create your unique personality



Kalau belum punya ciri khas, maka tahun ini sepertinya tahun yang tepat untuk mulai memikirkan personal branding, yang mana tercakup pula di dalamnya adalah personality, originality, dan authority.

Mengapa?
Karena dunia blogging semakin keras, kawan!

Seenggaknya kalau kita punya ciri khas, dan bisa mempertahankannya, orang akan selalu ingat juga. Kayak beberapa seleb blogger "keluaran lama", beberapa dari mereka saya lihat juga nggak terlalu ngoyo nge-vlog, instagram pun asyik-asyik aja. Infografis? Tetep seadanya. Tapi blognya tetap rame kok.

Itu semua karena alasannya satu, mereka cukup berhasil menancapkan ciri khas mereka masing-masing. Misalnya, coba deh, Raditya Dika. Etapi udah nggak aktif ya, sayang banget. Padahal kalau dia bisa bertahan ngeblog kayak dulu, hmmmm ... kelibas semua para blogger sekarang dengan segala printilannya itu.

Atau, barangkali masih ada yang suka nyambangin blog Shitlicious? Meski nggak seaktif dulu, tapi saya yakin, yang dateng masih jutaan.

Dan, oh, saya masih ingat juga blog Chika Nadya. Masih aktif sampai sekarang. Dan hebat banget, di tengah arus dotcomisasi begini, dia teteup ya, bertahan di wordpress. Saya dulu sempat sering saling tandang sama Chika, tapi ya gitu deh. Saya terbawa arus. Hahahaha.

Meski beberapa dari mereka sudah nge-vlog, tapi kekuatan mereka tetap pada tulisan.
So, mau ada perubahan trending apa pun, kalau kita sudah punya suara dan ciri khas, we would never need to go anywhere.

So, let's start to define your personality, now!


2. Konten yang lebih baik

Image via Buffer Blog

Konten macam mana sih yang lebih baik?
Apakah konten kita kurang bagus selama ini?

Nah, itu yang bisa menilai adalah bloggernya sendiri.

Yang pasti, yang bisa kamu jadikan pedoman dan bantuan untuk menilai, adalah dari pageview, komentar, dan juga jumlah share yang mungkin ada.

Saat orang-orang berkomentar baik, apalagi kalau they ask for more, atau ada kata-kata "Saya tunggu update berikutnya.", that means they enjoy your posts.

Saat mereka menge-share tulisan kamu, tanpa kamu minta, itu juga bisa menjadi indikasi, bahwa kontenmu sudah pas dengan apa yang mereka butuhkan, dan mereka suka.

Saat mereka datang ke artikel kamu, meski nggak ngomen dan nggak ngeshare, tapi kamu bisa melihat jumlah pageview yang menonjol dibandingkan artikel lain. Apalagi kalau dilihat dari Google Analytics tuh bagian organic search-nya leading, nah, itu berarti ada banyak orang yang mencari informasi yang kamu berikan melalui search engine.

Selanjutnya apa?
Bikin yang serupa.

Mungkin melanjutkan topik yang diminta oleh pembaca blogmu, atau membahas topik yang serupa namun lebih in-depth. Kembangkan pula topik tersebut ke beberapa topik lain yang lebih berkaitan. Jangan pula berhenti di satu jenis konten. Top articles dalam blog kamu itu bisa kamu ubah menjadi slide, yang kemudian kamu upload di Slideshare. Atau kamu bikin gambar berseri yang menarik, untuk diposting di Instagram.

Banyak cara untuk memoles konten supaya lebih menarik, lebih bagus, lebih readable, likable and sharable.

Yuk, eksplor lebih lagi.


3. Mempelajari hal baru

Image via Leslie Konrad

Namun, meski sudah punya ciri khas, kalau mau main ke ranah out of your comfort zone, itu pastinya akan lebih baik kan?

Nambah ilmu itu nggak pernah ada ruginya.
Somehow, pasti akan kepakai di suatu waktu nanti.

Banyak "hal baru" yang bisa dipelajari oleh para bloggers. Hal baru seperti apa? Apakah yang harus kekinian? Nggak juga.

Yang bisa memutuskan mana hal baru yang harus dipelajari adalah si blogger sendiri. Please noted, bahwa yang dijadikan tolok ukur janganlah asal ikut trend ya. Tetapkan tujuan dulu, baru kenali kebutuhanmu. Nah, dengan mengenali kebutuhan, kamu baru bisa deh mencari apa yang bisa kamu gunakan.

Misalnya nih, buat kamu yang merasa gaya tulisan belum terlalu oke, lalu mengambil kursus menulis online tahun ini.

Atau kalau saya sih, pengin punya beberapa vlog pribadi untuk mendukung blog ini. Juga pengin menambah jenis konten buat portal yang saya asuh. So, saya pikir, saya akan mulai dari belajar bikin video yang bener. Lebih spesifik lagi, bikin video yang tanpa ngeliatin muka :)))) Maka saya menargetkan diri, tahun ini harus sudah bisa menghasilkan beberapa screen captured video ataupun stop motion.

Ya kayaknya dua itu lebih cocok aja sih, buat blog menulis saya dan juga hobi nggambar saya.
Kalau yang hobinya make up, kali nggak cocok itu jenis videonya :D

Itulah maksudnya, yang bisa memutuskan "hal baru"-nya adalah si blogger sendiri. Kan tiap orang beda-beda ya, kebutuhannya pun.

Jadi, kamu mau mempelajari apa nih tahun ini?


4. Membuat produk sendiri


Monetizing blog itu nggak melulu berarti job review, content placement, reportase event, affiliates dan lain-lain di mana kita, istilahnya, memasarkan produk orang lain.

Menjadi blogger itu bisa mendapatkan pemasukan dari banyak hal!
Termasuk membuat produk sendiri.

Pasti sudah tahu blog dzofar.com kan?
Blog tersebut merupakan salah satu blog yang berhasil membuat dan menjual produk sendiri.

Kalau yang di luar negeri ya, misal Master Neil Patel. Dia menjual produk sendiri melalui blognya. Dan, nggak usah ditanyalah, berapa penghasilannya dari jualan produk sendiri ini.
Yang pasti lebih besar berkali-kali lipat dari sebungkus gudibek. #eh

Maka, ini juga jadi niat saya banget untuk tahun ini, adalah mulai mengeluarkan produk sendiri. Nggak mesti saya jual juga sih, karena penghasilan dari blog itu, buat saya, juga nggak melulu soal duit yang langsung datang ke dompet.

Networking, kesempatan untuk diundang sebagai narasumber, kesempatan untuk berbagai proyek baru, mendapatkan trust and authority, itu juga saya hitung sebagai penghasilan blog. Karena dari berbagai kesempatan pun, saya akhirnya bisaaaa aja mendapatkan penghasilan, yang kalau dirunutkan ternyata berawal dari blog.

Saya sudah membuktikannya berulang kali.


5. Konsisten, konsisten, dan konsisten

Image via Three Card Poker

Konsistensi menjadi hal yang penting dalam blogging. Kenapa? Karena blogging is not sprint. It's marathon! Nggak bisa instan.

So, semua resolusi atau niat di atas nggak bakal bisa terealisasi tanpa konsistensi. Mau belajar video ini itu, semua akan sia-sia kalau saya nggak mulai mengalokasikan waktu sejak sekarang.
Jadi, PR saya awal tahun ini, adalah mengatur ulang waktu saya, di mana saya harus membuat waktu untuk mempelajari hal baru yang saya pengin tersebut, lalu membuat waktu juga buat nyelesaiin proyek, dan juga update blog ini.

*elap kringet*
*elap ingus*

Huhuhu. Tiba-tiba saja saya sudah mewek. Bisa nggak yaaa? T___T
Tapi harus bisa!!! *mengepalkan tangan ke udara*

Konsisten ngeblog juga nggak berarti harus one day one post. BAGUS banget kalau kamu bisa. Tapi kalau enggak, ya yang penting update terus ya. Tentukan saja, berapa kali dalam seminggu.

Saya sendiri tahun ini, kayaknya bakalan agak mengurangi update artikel di blog ini, karena saya sedang ada "niat" di portal sebelah. Tapi, janji deh, saya tetep akan nulis di sini minimal seminggu sekali, di hari Sabtu atau Minggu. Ya, mungkin bakalan ada update pada tengah minggu sih. Tapi yang pasti saya akan selalu menulis di weekend.

Dan, ingat, niat kamu di awal tahun ini! Ingat, dan lakukan hal-hal yang perlu untuk mewujudkannya.

Itulah yang namanya konsistensi.



Nah, itu dia beberapa resolusi atau niat yang bisa blogger (saya) lakukan demi blog dan tulisan yang lebih baik di tahun 2017 ini.

Ehtapi masih ada satu lagi ding, yang paling penting.

NGEBLOG DENGAN BAHAGIA.

Nah!
Ini yang terpenting ya, gaes!
Jangan melakukan apa pun yang nggak bikin kamu hepi. Begitu kamu melakukan satu dua hal tanpa kebahagiaan menyertaimu di dalamnya, percaya deh, nggak bakalan tahan lama deh. Apalagi soal ngeblog.

Coba ya, adakah di antara kamu yang niat awal ngeblog bukan untuk menjadi hepi?
Kayaknya sih nggak ada ya. Kasihan bener kalau ada ya :-|

Maka, tahun ini, cobalah untuk ngeblog demi kebahagiaan. Oke kalau kamu mau menuruti semua kata orang, bahwa ngeblog itu sebaiknya begini. Nulis itu sebaiknya begitu.
Tapi, porsikan artikel-artikel tertentu yang ... yah, pokoknya yang bikin kamu hepi deh. Keluar dari semua aturan. Keluar dari semua tekanan.
So, misalnya, kamu laris sebagai job reviewer, sesekali PERLU banget kalau kamu juga menulis bebas lepas tanpa dibebani iklan. Yes? Hehehehe.

Atau yang biasanya sirik dan nyinyir sama blogger lain, sesekali PERLU banget pasang kacamata kuda, dan nggak perlu liat sekitar. *dikeplak*

Yes, be happy, fellas!
Let's be a happier blogger this year!