Memulai Karier Sebagai Penulis Lepas, Here's What You Can Do!

by - Juni 01, 2020

Memulai Karier Sebagai Penulis Lepas, Here's What You Can Do!


Berkarier menjadi penulis lepas itu sebenarnya enggak semudah itu.

Sejak dulu, juga nggak pernah mudah sih, zaman belum ada internet. Harus berurusan dengan majalah-majalah, koran-koran, dan harus pandai meyakinkan para editor bahwa kitalah orang yang tepat untuk menulis berita yang mereka mau. 

Jumlah lamaran kerja selalu akan lebih banyak, ketimbang lowongan yang ada. Sama aja, kayak lowongan kerja yang lain.

Di zaman internet, kondisi memang lebih baik sebenarnya, karena semakin banyak media online yang muncul dan tumbuh subur. Semuanya butuh konten-konten ter-update, fresh, dan semuanya berlomba jadi penyedia berita terbanyak (lepas dari kualitas yang dihasilkannya), sehingga karier penulis lepas pun jadi semacam dream job.

Plus berbagai fleksibilitas yang ditawarkan, seindah gambaran kerja di kafe atau di coworking space, berteman kopi dan camilan, bisa bangun siang asalkan tenggat dipenuhi. 

So, apakah kamu salah satu dari mereka yang pengin memulai karier sebagai penulis lepas? Sebelum benar-benar mulai, kamu sebaiknya baca the hard truth about being freelancer ini. Ya biar enggak membayangkan yang enak-enak doang, soalnya, karena kerjaan penulis lepas juga termasuk kerjaan freelancer dengan segala macam fakta buruknya.

Gimana Cara Memulai Karier Sebagai Penulis Lepas?

1. Ada modal: skill dan alat

Sebagian orang bilang, untuk menulis itu mesti punya bakat. Tapi sebenarnya, kamu harus berbakat menulis, kalau kamu pengin menjadi penulis fiksi, puisi, skenario, dan sejenisnya.

Tapi untuk menjadi seorang penulis lepas jenis-jenis artikel populer dan berita, kamu sebenarnya nggak butuh yang gimana-gimana. Asal kamu terampil menyampaikan apa yang kamu maksud, gaya bahasa populer dan kekinian, nyambung antara satu kata (kalimat) dengan kata (kalimat) berikutnya, maka kamu sudah bisa menjadi penulis lepas.

Namun, pengalaman saya membuktikan, ternyata membuat kalimat yang nyambung itu juga enggak semua orang bisa. So yeah, mungkin kamu enggak butuh bakat terlalu besar sih, tapi kamu harus rajin latihan. Jam terbang enggak akan bohong.

Modal utama yang diperlukan tentu saja adalah komputer dan internet, termasuk di dalamnya beberapa keterampilan menggunakan software tertentu untuk olah tulisan. Bisa Words, WPS Office, atau yang semacamnya, juga familier dengan email, Google Drive atau platform cloud lainnya, platform video conference, dan beberapa tools lain (misalnya kayak invoice generator) yang bisa mempermudah pekerjaanmu.

2. Tingkatkan skill menulis

Yes, kamu enggak harus berbakat untuk menjadi seorang penulis lepas artikel populer dan berita, tapi bukan berarti kamu boleh punya skill nulis asal-asalan.

Sudah terlalu banyak orang merasa bisa menulis, tapi kenyataannya, membedakan penempatan koma sama titik aja enggak bisa. Jangan kamu tambahin lagi.

Saya sendiri percaya, bahwa untuk bisa menulis itu butuh 10% bakat, 60% latihan, dan 30% sisanya adalah kemauan untuk belajar.

So, latihan menulislah setiap hari. Menulislah sebanyak mungkin. 
Inilah cara terbaik untuk bisa mengasah keterampilan menulismu.

Bacalah tip-tip tata bahasa, pelafalan, dan tanda baca, yang bisa kamu temukan di banyak tempat. Kamu enggak harus hafal setiap kata baku atau penggunaan tanda baca yang benar, tapi seenggaknya kamu bisa meminimalkan kesalahan, biar editormu enggak ngomel-ngomel sendiri karena terlalu banyak printilan yang mesti dibenerin.

Perluas wawasan, bahka termasuk yang di luar area zona nyamanmu. You never know, kerjaan seperti apa yang bakalan datang. Jadi, enggak ada salahnya memperluas wawasan. 

3. Tingkatkan kecepatanmu menulis

Jumlah tulisan yang bisa kamu hasilkan per hari akan memengaruhi penghasilanmu. Sangat penting untuk bisa menjadi penulis lepas yang efisien, produktif, bisa mengelola waktu dan pekerjaan dengan baik. Kamu perlu tahu, bahwa pekerjaan penulis lepas kadang hanya recehan, karena itu, kamu harus mengerjakan dalam kuantitas banyak agar recehannya bisa jadi duit gede. Makanya penting untuk bisa menulis dengan cepat.

Tapi, ingat. Menulis cepat bukan berarti mengurangi kualitas.
Kamu harus bisa menulis cepat dengan kualitas yang tetap terjaga.

Sulit dong!
Yaiya, makanya, siapa bilang pekerjaan penulis lepas itu gampang?

Jadi, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut agar bisa fokus menulis sehingga pekerjaanmu cepat selesai:
  • Jangan multitasking. One at a time akan lebih bagus, kamu bisa mengontrol kualitas tulisan dengan lebih baik.
  • Tutup media sosial, jangan sambil scrolling Instagam. Bahkan kalau perlu, matikan dulu WhatsApp-mu.
  • Jangan edit sambil nulis. Selesaikan dulu tulisanmu, baru kemudian edit.
  • Praktikkan tip menulis artikel 1000 kata sejam beres ini.
  • Jadikan menulis sebagai aktivitas rutin, alokasikan waktu tersendiri untuk menulis. 

4. Punyai portofolio

Bukan cuma desainer yang harus punya portofolio. Bahkan menurut saya sih, semua orang harus punya portofolio. Cuma bentuknya saja yang harus disesuaikan dengan keahlian masing-masing.
Termasuk para penulis lepas.

Terus, kalau penulis lepas harus punya portofolio, bentuknya kayak apa dong?

Punyai blog, itu yang paling bener dah.
Yes, blog bisa jadi tempat kamu menyimpan portofolio sebagai penulis lepas.

Nggak punya modal buat domain sendiri? Ya pakai gratisan juga enggak masalah. Asalkan bisa dijadikan tempat untuk menaruh portofolio.

Hati-hati, bukan berarti tulisanmu yang sudah dipublish di tempat lain lantas dikopas di blog untuk menunjukkan portofolio. Kalau kayak gini, kamu mungkin harus berhadapan dengan masalah copyright meski tulisanmu di web klien itu ya tulisan hasil karyamu sendiri. Karena tulisanmu sudah "dibeli".

Alih-alih, screenshoot saja. Perlihatkan bagian yang menyebutkan bahwa kamu penulis artikel tersebut. Syukur kalau kelihatan statistiknya, kalau memang menunjukkan bahwa tulisanmu tersebut sudah dibaca oleh banyak orang. Lalu, pasang screenshootnya di blog portofoliomu.

5. "Jual diri"

Tentu saja, kamu harus menjual dirimu sendiri. Gimana orang akan tahu kalau kamu bisa menulis artikel kalau kamu enggak pernah mengumumkannya pada dunia?

Tsah.

Kamu bisa memanfaatkan media sosial. So, punyai profil di platform media sosial yang populer untuk meningkatkan eksistensi online kamu demi menggaet klien baru. Media sosial yang saat ini populer adalah Facebook, YouTube, Twitter, LinkedIn, Pinterest, Instagram, sampai WhatsApp. Buat akun di masing-masing platform dan postinglah konten secara berkala. Biarkan orang tahu, bahwa kamu adalah seorang penulis lepas, yang bisa membantu siapa pun membuat konten tulisan untuk situsnya.

Nah, semoga sukses memulai karier sebagai penulis lepas ya. Ingat, enggak ada kerjaan yang santai atau enak. Semua ada tantangannya sendiri-sendiri.

Tinggal seberapa keras kita mau berusaha agar sukses.

You May Also Like

3 comments

  1. Ini akan sangat membantu untuk pemula seperti saya. Terima kasih atas pengetahuannya😇

    BalasHapus
  2. terima kasih kak atas pengetahuannya.

    BalasHapus
  3. Juga kemauan untuk nerima beragam tawaran produk (dan format) tulisan. Sejauh ini udah bikin dari listicle, esai analitik, hard news, advertorial, pendahuluan proposal pemerintahan, nerjemahin cerpen juga jurnal ilmiah, sampe pernah "ngejual diri" buat bikin konten satu parpol pas pilkada kemaren (yg ini masih ngerasa dosa euy tapi waktu itu lagi butuh duit banget).

    BalasHapus