Beberapa Realita Menjadi Bloger yang Wajib Diketahui oleh Mereka yang Baru Mau Ngeblog



Banyak orang yang ngeliat, bahwa menjadi bloger itu salah satu jalan untuk bisa menghasilkan uang yang banyak tanpa harus bekerja keras seperti pegawai kantoran. 

Apalagi nih ya, sering terlihat beberapa bloger memang terlihat pamer, mengenai achievement apa saja yang sudah mereka dapatkan dengan jalan ngeblog.

YES! Saya menyalahkan klean-klean--para bloger komersial dan profesional--yang-dengan-atas-nama-bersyukur memamerkan handphone, acara jalan-jalan, acara makan gratis, gudibek, dan segala macam hal yang klean dapatkan dari ngeblog.

HAHAHA.
Dih. Jangan baper.

Saya menyalahkan juga cuma menyalahkan doang. Just keep going. Bikin orang lain kepanasan itu memang menyenangkan! :))

Namun, tahukah kamu? Bahwa di balik itu semua, ada beberapa realita menjadi bloger yang harus kamu tahu, terutama kalau kamu juga pengin jadi bloger karena kepanasan kek yang saya sebutkan di atas itu. 

Pengin juga euy, dapat hengpon gratis!
Mau juga dong, dapat duit buat jajan!
Wah, mupeng juga atuh, dapat produk-produk gratis buat direview!

Yha!

Sok eta. Jadilah bloger.

Hanya saja, kamu harus tahu. Menjadi bloger yang baik dan terkenal bukanlah hal yang mudah dilakukan. Apalagi kalau kamu mau mengandalkan jalan ngeblog sebagai sumber penghasilan.

No no no. Tidak pernah ada jalan yang mudah dan mulus, Pulgoso. Semua harus dibayar dengan keringat, air mata, dan darah.

Wuidih. Serem amat, Mak!
Tapi, itulah kenyataannya.


Yakalo dari awal niat cuma jadi bloger medioker sih ya ... yaudahlah ya. Berhenti saja. Ngapain? Bikin sesak blogosphere aja. Mendingan cari usaha lain aja yes?

Nah, tapi ... balik lagi. Nggak pernah ada jalan  mudah. Para bloger terkenal itu pasti juga pernah mengalami kesulitan. Setiap dari mereka--saya yaqin--pasti pernah menapak di stage menjadi bloger medioker. Tapi mereka punya sesuatu.

Mereka bisa membuat konten yang bagus.

Itu yang membedakan mereka. Tapi, mereka juga tidak begitu saja bisa membuat konten yang baik. Konten-konten blog yang ada dibuat lewat berbagai perjuangan panjang. 


Belum lagi, ada beberapa realita menjadi bloger yang harus dihadapi setiap hari. Realita seperti apa? Seperti ini.

1. Sulit membuat konten yang kreatif setiap hari


Berbagai bloger terkenal telah berhasil membuat ratusan, bahkan mungkin ribuan postingan yang menarik. Bagi orang lain, konten yang dibuat oleh mereka ini, apa saja bisa menjadi selalu menarik. 

Kadang saya sendiri juga heran. Yawlah. Kek gitu aja bisa jadi konten. Tapi kok ya bagus ya?

Hahaha. Ampun!

Nah, kalau kamu mau jadi bloger yang standout, kamu memang akan dituntut untuk membuat konten yang irresistible setiap waktu. 

Tapi, realitanya.
Itu nggak semudah seperti kalau Makcar lagi ngasih tip bikinlah konten yang berkualitas, Mak!

Adalah sulit untuk membuat konten yang kreatif, yang unik, yang berbeda dari bloger lain, apalagi kalau harus dituntut setiap hari

Menemukan ide yang bagus dan kreatif bukanlah hal yang mudah. Ide yang unik tidak selalu datang setiap hari.

Sampai di sini, berapa orang nih yang ngacung?

Untuk blogger profesional pun, bahkan ada suatu hari ketika mereka bingung dan tidak tahu harus membuat konten seperti apa. 

So, kamu mau jadi bloger? Percayalah, kamu akan mengalaminya juga. Hanya saja, please, jangan jadikan kebiasaan. 

Ide memang kadang mentok. Saya pun gitu.
Tapi dengan sedikit latihan brainstorming, ide bisa dipanggil datang.

Ini memang realita yang harus dihadapi oleh bloger kebanyakan, tapi jangan jadikan kebiasaan.

Paksa diri kamu juga setiap waktu untuk mulai menulis. Kalau kamu sudah mulai menulis, kamu akan tahu bahwa langkah selanjutnya akan lebih mudah. Kamu bisa mulai menulis dari mana saja kok, asalkan bisa memantik idemu untuk keluar secara liar. Kamu akan punya banyak waktu nanti untuk memolesnya, hingga menjadi tulisan yang bagus.

So, buat jadwal agar kamu bisa menulis dengan rutin. 


2. The first draft of anything is sh*t


Itu kata Ernest Hemingway.
Seorang empu penulis cerpen. Kamu sudah pernah baca cerpennya?

Itu juga berlaku di dunia blog.
Kalau kamu membaca hasil tulisan para selebloger, mungkin kamu merasakan bahwa tulisan yang mereka buat selalu bagus dan mengalir dengan indah. Mereka seperti bisa menulis dengan lancar tanpa perlu berusaha lebih.

Namun, tahukah kamu, bahwa kemungkinan besar tulisan yang mengalir indah tersebut merupakan hasil dari berbagai coretan, draf, dan revisi berkali-kali?

Draf tulisan yang pertama dibuat memang selalu jelek. Bloger profesional sudah terbiasa untuk mengedit dan merevisi kembali tulisan yang mereka buat.

Kamu--yang mau mulai menjadi bloger--nggak perlu takut untuk kalah dalam menulis dibandingkan dengan orang lain. Kamu tidak perlu banyak membandingkan hasil tulisanmu dengan milik orang lain. Untuk belajar lebih baik, kamu memang harus membaca banyak tulisan orang yang lebih bagus, ini wajib. Tapi itu berbeda dengan "membandingkan tulisan" kamu dengan yang lain ya.

Belajar dari tulisan orang berarti kamu akan mengambil hal-hal bagus yang dilakukan orang untuk kamu pelajari, modifikasi, dan lakukan untuk tulisanmu. Membandingkan berarti kamu hanya akan menghakimi tulisanmu dan tulisan orang lain, tanpa mengambil pelajaran.

Kalau kamu merasa tulisan kamu masih jelek, maka take your time for self editing. Kamu selalu punya waktu dan kesempatan banyak untuk merevisi artikelmu berkali-kali. 

So, luangkan waktu setiap kali untuk mengedit kembali tulisanmu. Dengan cara ini, kamu juga bisa membuat tulisan yang mengalir dengan indah. 

3. Bloger itu susah puas





Saya pernah nih lagi mentoring satu kelas blog, dan memberikan tugas pada peserta untuk membuat artikel sesuai tahapan-tahapan yang pernah dipelajari.
Dan, ternyata, soal kepuasan bloger terhadap artikelnya ini sungguh menarik :))
Ada lo, yang ngaku, ngedit sampai 6 kali, dan sesaat setelah disetorkan masih pengin edit lagi. Hahaha.

Pada dasarnya ini bagus. Sebagian besar bloger yang sukses cenderung selalu merasa bahwa mereka tidak pernah sepenuhnya puas dengan konten yang telah dibuat dan dipublikasikan. Mereka akan merasa bahwa selalu ada hal yang bisa diperbaiki dari konten mereka. 

Hal ini memang baik, apalagi jika kamu baru pertama menulis. Namun, jika tidak dikendalikan, perasaan ini akan menghalangi kamu untuk benar-benar membuat artikel. 
Manfaatkan perasaan ini untuk membuatmu selalu ingin berkembang, namun jangan jadikan alasan bagi kamu untuk tidak membuat konten. 

Perfectionism is self-abuse of the highest order.
- Anne Wilson Schaef.

Ada baiknya quote itu kamu renungkan.


4. Everybody is a procrastinator



Termasuk bloger, bahkan bloger yang sudah senior dan populer sekalipun!

Kalau enggak, mana ada kasus telat setor tulisan liputan event (sampe ditagih-tagih mulu sama ahensi)? Mana ada kasus telat posting, dan diingetin mulu sama PIC komunitas?

Everybody is a procrastinator! Especially bloggers.

So, kamu mau jadi bloger profesional? Jangan jadikan ini sebagai kebiasaan.

Kamu pasti pernah merasa tidak ingin melakukan suatu pekerjaan. Kamu hanya merasa ingin menundanya sehingga kamu bisa melakukannya di lain waktu. Kalau mood. 

Hal ini memang wajar, dan setiap orang pasti pernah merasakannya, termasuk para bloger. Menunda pekerjaan memang bisa menjadi hal yang menyenangkan untuk sesaat.

Tapi tahukah kamu? Menunda pekerjaan bisa jadi terkait dengan rasa takut. Kamu merasa takut membuat postingan yang jelek, sehingga kamu menundanya. But, stop. Kamu nggak bisa seterusnya begini. Kalau kamu pengin profesional sebagai bloger, kamu harus pegang komitmen kamu.

Untuk membantumu termotivasi segera menyelesaikan apa yang tertunda, maka tetapkan deadline. Kalau perlu, hukum diri sendiri jika tak bisa memegang komitmen. Yes, you deserve a punishment, karena sudah mengecewakan orang lain.

Dan sebaliknya, berikan diri sendiri rewards jika sudah menyelesaikan tugas dengan baik.



Menjadi blogger memang tidak mudah dan banyak tantangannya. Namun, kalau kamu konsisten dan berusaha dengan keras, kamu akan bisa mencapai apa yang kamu inginkan. 

Sudah siap menghadapi realita-realita di atas sebagai bloger?
Welcome on board!



13 komentar:

  1. jiwa malasku menjadi bergetar setelah membaca artikel ini

    BalasHapus
  2. Aku ngeri kalau dengar kata procastinator 😂😂😂

    Ya Allah perjuangan buat sembuh itu.... sesuatu deh

    BalasHapus
  3. Nah itu mbak, menunda itu lho. Kdang pas mau nulis berasa ada bisikan "udah...ntar aja gampang kok". Padahal kenyataannya ga gampang ahhaaa

    BalasHapus
  4. Jiwa procrastinator-ku langsung bergetar hebat baca tulisan ini hahaha abis ini mau latihan brainstorming lagi untuk manggil ide thank youu untuk wejangannya!

    BalasHapus
  5. Menunda adalah cobaan terberat seorang blogger hahahah

    BalasHapus
  6. biasanya sih emang suka menunda, ntar...ntar.... kalau ada waktu luang dan mood. ujung-ujungnya kebablasan. :)

    BalasHapus
  7. #3 and #4 itu gw banget dan ternyata kombinasi yang mematikan! Hahaha

    BalasHapus
  8. Memang berat untuk konsisten bisa menulis dan posting terjadwal mbak. Apalagi kalo rasa malas datang.

    Gak sadar saja, dulu niatnya bikin blog buat tempat lampiaskan emosi, eh ternyata udh 6 tahun saja usia blog saya.

    Mkasih banyak atas postingannya y mbak.

    BalasHapus
  9. #4 bener banget, apalagi ketika melihat ada banyak draft belum selesai justru makin menunda.

    BalasHapus
  10. Dulu awal ngeblog, apaaaa aja ditulis nggak pake mikir tulisan bagus atau jelek, ada yang baca atau enggak dll. Sekarang, mau nulis mikir, kayaknya ada yg kurang tulisan ini, akhirnya malah nggak jadi2, di draft terus. Kebiasaan menunda mau nulis ini jadi bikin lupa mau menulis apa. Ngakuuu, sering sih haha. Contoh aja, mau review makanan, kelamaan nulisnya, udah lupa rasanya gimana, lupa nama makanannya apa, lupa harganya berapa *lalu bongkar2 cari bon :D

    BalasHapus
  11. bener banget ka
    gimana sih biar banyak follower di blog
    haa maksudku kalo mau folllow orang lain kesusahan soalnya gx banyak kenal tmn2 yg ngeblog nahh tuuu berarti harus tahu alamat blognya donk
    terus juga mau nanya nihh klo kaka abis nulis di blog di upload ke goggle gx?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gabung ke komunitas blogger, Dek. Akan banyak nambah kenalan dari situ :) Banyak kepo juga di media sosial.

      Diupload ke Google maksudnya gimana? Disubmit URLnya?
      Untuk blog ini, kalau enggak ada momen/permintaan khusus misal dari klien, aku biarkan apa adanya naturally sih. Asal konten kuat dan nggak aneh-aneh, nanti Google juga akan ngambil datanya sendiri.

      Tapi untuk situs/blog baru, ada bagusnya disubmit dulu sampai kira-kira sudah cukup kuat dan sudah cukup usianya, baru deh nanti secara otomatis dicrawl sama Google.

      Hapus