• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri

Branding Lewat Kemasan

[ADVERTORIAL] Hai, kamu yang punya bisnis atau sedang kepikiran buat mulai bisnis! Pasti sudah tahu kan, kalau di dunia bisnis, terutama e-commerce, branding itu penting banget? Ya, branding bukan cuma soal logo atau nama bisnis doang, tapi juga gimana cara kamu membuat pelanggan merasa terhubung dengan produk kamu. Salah satu cara keren dan efektif untuk membangun branding yang kuat adalah lewat kemasan. Kamu mungkin berpikir, “Kemasan cuma buat ngelindungin barang doang, kan?” Tapi, ternyata kemasan lebih dari itu. Terutama kalau kamu pakai box karton custom, yang bisa jadi alat jitu buat memperkuat citra brand kamu.

Nah, di artikel kali ini, kita bakal bahas tuntas gimana cara branding melalui kemasan, termasuk box karton Jabodetabek, dan kenapa kamu harus mulai mempertimbangkan box karton custom untuk bisnismu. Jadi, siap-siap ya buat upgrade branding bisnismu!

Kenapa Branding Itu Penting?

Sebelum masuk ke pembahasan tentang kemasan dan box karton custom, yuk kita bahas dulu kenapa branding itu super penting. Kamu mungkin sudah sering denger istilah ini, tapi apakah kamu tahu apa sih yang dimaksud dengan branding? Branding itu adalah cara kamu memperkenalkan dan membuat orang mengenali bisnismu. Dari logo, warna, hingga pengalaman pelanggan, semua itu adalah bagian dari branding.

Dengan branding yang kuat, bisnismu jadi lebih mudah dikenali, baik di dunia nyata maupun online. Bahkan, branding juga bisa meningkatkan kepercayaan konsumen dan membangun loyalitas mereka. Misalnya, kalau kamu sering lihat logo perusahaan besar seperti Apple atau Nike, pasti langsung kebayang kan, kualitas dan pengalaman yang ditawarkan?

Nah, branding itu nggak cuma soal logo yang keren aja. Salah satu elemen branding yang sering diabaikan adalah kemasan. Padahal, kemasan adalah hal pertama yang dilihat pelanggan saat mereka menerima produkmu. Jadi, kalau kamu pengen produkmu lebih menonjol, kemasan yang menarik dan sesuai dengan identitas brand sangat penting.

Kemasan: Lebih Dari Sekadar Pembungkus Produk

Kemasan bukan cuma alat untuk melindungi produk kamu selama pengiriman, loh! Kemasan juga bisa jadi bagian dari pengalaman pelanggan yang bisa mempengaruhi pandangan mereka terhadap brand-mu. Apalagi, kalau kamu bisa memberikan kemasan yang unik dan khas, bisa jadi pelanggan bakal inget terus sama brand kamu. Jadi, kemasan itu juga bisa jadi alat untuk membangun hubungan emosional antara brand dan pelanggan.

Salah satu jenis kemasan yang bisa bantu kamu bangun branding yang kuat adalah box karton custom. Kenapa box karton? Karena box karton itu kuat, fleksibel, dan bisa didesain dengan berbagai bentuk dan ukuran. Dengan box karton custom, kamu bisa memilih desain sesuai dengan karakter brand kamu. Misalnya, kamu bisa pakai warna brand, logo, dan bahkan slogan atau pesan khusus untuk membuat kemasan lebih personal.

Jadi, selain mengemas produk, box karton custom ini juga bisa jadi sarana branding yang powerful. Kamu bisa menyesuaikan desain dengan tema produk kamu, menciptakan kesan pertama yang keren, dan bikin pelanggan merasa spesial.

Manfaat Menggunakan Box Karton Custom untuk Branding

Branding Lewat Kemasan

Oke, sekarang kita masuk ke inti pembahasan kenapa box karton custom bisa jadi alat branding yang keren banget. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa kamu dapetin kalau memilih kemasan ini untuk bisnismu:

1. Meningkatkan Identitas Brand

Dengan box karton custom, kamu bisa menyesuaikan desain kemasan sesuai dengan karakter brand kamu. Mulai dari warna, logo, hingga desain grafis yang unik, semua bisa disesuaikan. Dengan kemasan yang konsisten dan mencerminkan brand, pelanggan jadi lebih mudah mengenali dan mengingat produkmu. Ini akan sangat membantu dalam membangun citra brand yang kuat di pasar yang kompetitif.

2. Menambah Daya Tarik Produk

Kemasan yang menarik tentunya bisa membuat produk kamu lebih menonjol di pasar. Box karton custom memberi kesempatan untuk menciptakan desain yang mencuri perhatian. Pelanggan pasti akan merasa lebih tertarik saat menerima produk dengan kemasan yang unik dan menarik. Selain itu, kemasan yang eye-catching juga dapat meningkatkan kemungkinan mereka untuk membeli lagi dan berbagi pengalaman positif kepada orang lain.

3. Memberikan Pengalaman Unboxing yang Berkesan

Unboxing experience atau pengalaman saat membuka kemasan adalah hal yang sekarang ini sangat dihargai pelanggan. Ketika mereka menerima produkmu dalam box karton custom yang dirancang dengan detail, pelanggan akan merasa dihargai dan lebih terhubung dengan brand kamu. Pengalaman ini bisa menciptakan ikatan emosional, yang pada akhirnya mendorong pelanggan untuk menjadi lebih loyal dan bahkan merekomendasikan produk kamu ke teman atau keluarga.

4. Melindungi Produk dengan Aman

Kemasan bukan hanya soal desain, tapi juga soal fungsinya dalam melindungi produk. Box karton custom yang kuat bisa menjaga produk tetap aman selama pengiriman. Ini sangat penting jika kamu menjual produk yang rapuh atau mudah rusak. Dengan memilih box karton yang berkualitas, kamu dapat memastikan barang sampai ke tangan pelanggan dalam kondisi prima, meningkatkan kepuasan mereka dan mengurangi kemungkinan pengembalian barang karena kerusakan.

5. Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalisme Bisnis

Kemasan yang rapi dan profesional dapat memberikan kesan positif yang kuat tentang bisnismu. Box karton custom yang terlihat elegan dan berkualitas menunjukkan bahwa kamu serius dalam menjalankan bisnis. Hal ini meningkatkan kredibilitas brand di mata pelanggan, memberikan kesan bahwa bisnis kamu dikelola dengan baik, dan mendorong pelanggan untuk mempercayakan pembelian mereka padamu. Kepercayaan pelanggan adalah kunci sukses, dan kemasan yang berkualitas membantu mencapainya!

Dengan box karton yang kokoh dan berkualitas, kamu nggak cuma menjaga produk agar sampai dengan aman, tapi juga meningkatkan citra profesionalitas bisnismu di mata pelanggan. Pelanggan bakal merasa bahwa kamu serius dalam menjaga kualitas produk dan pengemasan.

Box Karton Jabodetabek: Pilihan Terbaik untuk Bisnis E-Commerce

Kalau kamu berbisnis di daerah Jabodetabek, kamu pasti tahu bahwa ada banyak supplier box karton Jabodetabek yang bisa kamu pilih untuk kebutuhan kemasan produk kamu. Keuntungan berbisnis di Jabodetabek adalah banyaknya pilihan supplier kemasan berkualitas dengan harga yang bersaing, jadi kamu nggak perlu khawatir lagi mencari tempat yang tepat buat memesan box karton custom.

Namun, penting banget buat memilih supplier yang punya reputasi baik dan bisa memenuhi kebutuhan desain kemasanmu. Pastikan mereka menyediakan berbagai pilihan ukuran dan desain yang bisa disesuaikan dengan jenis produk yang kamu jual. Selain itu, pilih supplier yang menawarkan kualitas tinggi, supaya produk kamu tetap terlindungi dengan aman selama pengiriman.

Branding Melalui Kemasan adalah Langkah Cerdas untuk Bisnismu

Dengan menggunakan box karton custom untuk kemasan produk, kamu nggak cuma melindungi barang dari kerusakan, tapi juga memperkuat branding bisnismu. Kemasan yang unik, eye-catching, dan sesuai dengan identitas brand bisa meningkatkan pengalaman pelanggan dan menciptakan kesan pertama yang berkesan.

Jadi, nggak ada alasan lagi untuk nggak memanfaatkan kemasan sebagai alat branding yang efektif. Dan jika kamu sedang mencari box karton Jabodetabek yang berkualitas untuk bisnismu, aku sangat merekomendasikan kamu untuk mencoba produk dari Desitechgel. Desitechgel menyediakan box karton custom yang kuat, desainnya bisa disesuaikan dengan identitas brandmu, dan harga yang sangat kompetitif. Hubungi Desitechgel sekarang dan buat branding bisnismu makin stand out dengan kemasan yang keren.


Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Hei, Full Time Freelancers! Kalian Juga Harus Punya Bisnis Sampingan!


Pekerjaan sebagai freelancer biasanya memang dimulai sebagai side hustle, alias kerjaan atau bisnis sampingan.

Saya dulu juga gitu. Kerjaan utama di kantor, sebagai marketing publisher. Eh, malahan saya sudah memulai menjajaki dunia writing freelance ini sejak saya masih pegang e-marketing perusahaan eksportir furniture sih. Siang saya kerja kantoran biasa, diselang-seling istirahat, kadang saya ngurusin blog. Nah, begitu pulang, di rumah--setelah selesai ngurusin anak-anak--saya mulai mengerjakan tugas-tugas sampingan saya.

Selain menjadi writing freelancer, saya juga sempat jualan baju-baju batik secara online. Apa pun deh, demi menambah uang belanja bulanan.

Sekarang, setelah menjadi full time freelancer, saya rasa kita juga seharusnya punya bisnis sampingan. Hmmm, apa ya yang cocok?

Jualan Sayur dan Buah Organik Bisa Jadi Salah Satu Alternatif!

Kalau diamati, di masa pandemi ini, tiba-tiba saja kesadaran untuk hidup sehat semakin meningkat. Ini pertanda bagus kan ya? Apakah kamu juga salah satu yang sekarang concern banget tentang kesehatan; lebih detail mengenai makanan yang kamu konsumsi, lebih getol menjaga kebersihan, dan memastikan hanya nutrisi baik yang masuk ke dalam tubuh?

Ya, kamu enggak sendiri. Karena banyak juga orang yang sudah berubah mindset lantaran terhantam oleh pandemi virus corona ini.

Tentu saja, ini perubahan yang baik kan? Dan, pertanda bagus juga jika bisa kita manfaatkan sebagai peluang bisnis, even buat kita para full time freelancer.

Pertama, kita bisa menanam untuk kemudian kita konsumsi sendiri ketika panen. Sudah pasti, kita bisa percaya akan kualitas hasil kebun sendiri dong. Kedua, kita bisa menjual produk-produk sayuran dan buah sehat organik ini untuk mereka yang juga punya tujuan yang sama: menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Tinggal di kota? Enggak masalah dong. Sudah pernah dengar mengenai urban farming belum?

Yuk, Urban Farming!

Nah, pas banget. Kemarin saya sempat menonton salah satu video di YouTube Ninja Xpress BERGURU ini.

FYI, BERGURU adalah salah satu jenis konten video YouTube Ninja Xpress, yang mengulas berbagai tip dan tutorial untuk memulai usaha dari rumah. Nah, cucoks deh, ditonton buat teman-teman yang memang sedang mencari inspirasi untuk menambah pemasukan, selain menjadi full time freelancer.

Kebetulan banget nih. Episode pertama ini bisa kasih inspirasi kamu yang pengin mulai bisnis sampingan sayur dan buah organik, dengan sistem urban farming. Yuk, ditonton bareng-bareng!



See? Siapa bilang, berkebun butuh halaman yang luas? Enggak kok. Misalnya kamu punya rumah tanpa halaman pun, kamu tetap bisa berkebun dengan membuat hidroponik atau taman vertikal. Coba saja ikuti step by stepnya, sepertinya sudah jelas banget deh.

Yang penting, jangan takut tanganmu kotor ya!

Nah, selain urban farming ini, bakalan ada banyak episode memulai usaha baru dari rumah yang lain di BERGURU ini loh. Jadi, bisa banget ditungguin. Siapa tahu, jadi inspirasi untukmu kan? Like dan subscribe aja biar enggak ketinggalan episode berikutnya yak!

Atau, kamu mau usul Ninja Xpress untuk membahas topik lain? Bisa juga tuh. Pasalnya, Ninja Xpress kan punya komitmen untuk mendampingi UMKM melewati masa new normal dengan baik. So, tinggalkan komen saja di videonya. Siapa tahu bisa direalisasikan juga.

Mumpung ada yang memfasilitasi, ya kenapa enggak dimanfaatkan, ya kan?

Tapi, Mengapa Full Time Freelancer Perlu Punya Bisnis Sampingan?

Job freelancer itu tak tentu

Ini alasan utama banget. Job freelancer itu kadang sebulan ramai, kadang bulan berikutnya paceklik. Zonk. Makanya, selain mesti punya dana darurat yang ideal, saya rasa, seorang full time freelancer itu butuh juga jaring pengaman penghasilan lainnya.

So, misalnya, kerjaan utama adalah penulis lepas--kayak saya gini--mesti juga punya jaring pengaman penghasilan yang lain, yang bisa dihandle di sela-sela waktu menuntaskan job.

Demi dana darurat yang aman

Menurut “guru” keuangan saya, seorang freelancer kudu wajib harus memiliki dana darurat yang ideal. Mengapa?

Masih banget tanya kenapa? Coba saja di masa pandemi sekarang ini, sebagai pekerja informal, para pekerja lepas sangat terdampak secara ekonomi loh. Banyak proyek tertunda, bahkan banyak klien yang enggak jadi bisa membayar jasa yang sudah terpenuhi, karena mereka pun juga terdampak.

Karena itu, punya bisnis sampingan itu bisa jadi salah satu alternatif jaring pengaman. Coba deh, sekali lagi, subscribe di channel Ninja Xpress ya! Banyak topik keren yang dibahas dalam video-video lain di channelnya juga. Nggak rugi sih, ditonton satu per satu.

Yes, ada banyak hal yang bisa kita lakukan demi membuat jaring pengaman untuk survive, khususnya buat para full time freelancer di masa ketidakpastian seperti ini. Pekerja lepas harus bisa melindungi diri sendiri dari risiko-risiko yang terjadi, ya risiko kesehatan dan risiko keuangan. Salah satunya dengan memastikan diri kita sendiri sehat dan memiliki penghasilan cadangan yang efektif sekarang. 

Berkebun--meski di kota--juga bisa menguntungkan kan? Selain bisa kamu konsumsi sendiri, kamu pun bisa menjualnya. Sekali rengkuh dayung, dua tiga terlampaui deh. 

Bisnis jualan sayur dan buah online ini sangat menjanjikan, karena pasar pun sudah ada. Minimal ajak teman-temanmu untuk ikut hidup sehat bersamamu. Jangan lupa menyediakan jasa layanan antar, agar dapat menjangkau lebih banyak pelanggan. Bareng Ninja Xpress tentunya!

Gimana? Sudahkah kamu memikirkan untuk punya bisnis sampingan? Kalau sudah, mau bisnis apa? Kalau belum, apa yang sekiranya menghambatmu? Share di kolom komen ya!

Artikel ini merupakan kerja sama CarolinaRatri.com X Ninja Xpress
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Zaman sekarang, jadi ibu rumah tangga juga enggak bisa cuma nganggur aja di rumah. Tapi, kalau mau bisnis, bisnis apa? Modal dari mana? So, artikel ini adalah sponsored post yang akan berisi informasi mengenai Pinjaman Online untuk Ibu Rumah Tangga dari KTA DBS.

Yes, seorang ibu rumah tangga juga bisa mendapatkan pinjaman untuk memulai ataupun mengembangkan bisnis, jika memang memenuhi syarat. Meskipun dia mungkin nggak memiliki sumber penghasilan tetap, tapi tetap bisa kok.

Gimana caranya?

---

Kondisi Ibu Rumah Tangga Zaman Now: Nggak Mau Nganggur Doang

Para ibu rumah tangga zaman now ini jauh berbeda dari yang dulu-dulu. Para mamah millenial ini berpendidikan, cerdas, dan ambisius. Seiring dengan kegiatan mereka merawat rumah dan keluarga, mereka juga ingin menjelajahi dunia di luar empat dinding rumah. Pengin eksis, dan pengin sukses.

Banyak dari mereka akhirnya memutuskan untuk keluar rumah untuk bekerja di perusahaan-perusahaan, sementara yang lain bermimpi memiliki bisnis sendiri.

Kalau kamu diberi kesempatan, kamu lebih memilih yang mana? Kerja, atau punya bisnis sendiri?

Sayangnya, dua-duanya bukan hal yang mudah. Yaeyalah. Dikasih susah dapat kerja aja kita suka gampang bilang resign. Wqwqwq.

Soal bisnis apalagi. Nggak ada bisnis yang mudah. Terlebih lagi ya, banyak lo sebenarnya ibu rumah tangga yang punya ide bisnis yang cukup unik, tapi sayangnya mereka enggak punya "bensin" buat mewujudkannya.

Lah, kok bensin? Iya, dana, maksudnya. Nggak ada modal gitu. Inget kata Mas Dani Rachmat--guru finansial saya itu lo--jadinya.

Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.

Tsah.


Mau Bisnis, Tapi Nggak Ada Bensin? Susah!

Sebenarnya ya, kita bisa kok mulai bisnis dengan modal minim. Cuma ya, kalau mau ngembangin kadang ya perlu juga nambah modal.

Pinjaman bisa jadi merupakan salah satu opsi untuk mencari dana tambahan untuk pengembangan modal. Tapi, sayangnya, pinjam modal itu nggak gampang. Ada daftar panjang kriteria yang harus dipenuhi oleh pemohon supaya pengajuan pinjamannya dikabulkan.

Apalagi untuk bisnis yang baru dirintis. Wah, susah pastinya. 

Tapi susah, bukan berarti nggak mungkin lo. Karena opsi atau pilihan itu tetap selalu ada. Tinggal gimana kita aja yang memanfaatkannya.


Bagaimana Cara Mendapatkan Pinjaman untuk Modal Bisnis Ibu Rumah Tangga?

Sebenarnya, pinjaman itu ada beberapa macam, terutama yang terkait untuk keperluan modal bisnis.

1. Gadai emas

Nah, cara pertama ini sering dilakukan oleh para pebisnis kecil. Mereka "meminjam" sejumlah uang, dengan menjaminkan perhiasan ataupun logam mulia mereka.

Gadai emas ini tampaknya merupakan salah satu solusi untuk mereka yang butuh modal tetapi kalau mengajukan pinjaman resmi ke bank terhambat karena syarat-syaratnya. Maka, kalau punya emas ini, lumayan deh bisa dimanfaatkan. Gadai emas bisa ke mana saja, tetapi yang paling aman sih ya ke Pegadaian.

Cukup banyak mentor bisnis yang menyarankan untuk menambah modal dengan cara gadai emas ini demi mendapatkan tambahan modal bisnis.

Setelah kita ada uang kembali, emas yang kita "titipkan" di Pegadaian bisa kita ambil kembali.


2. Pinjaman dengan agunan atau jaminan

Kalau di bank, biasanya disebut dengan Kredit Multiguna. Namanya juga multiguna, jadi boleh dipake buat apa aja. Plafonnya yang tinggi--sampai miliaran--jadi cukup menarik, juga tenor yang panjang. Hanya saja, kita sebagai peminjam harus menyediakan jaminan yang setara dengan jumlah pinjaman kita.

Kalau kita gagal bayar? Ya, pemberi pinjaman berhak atas jaminan yang sudah kita agunkan, dan nantinya akan dijual demi melunasi pinjaman.

Jaminannya sih bisa bermacam-macam, dari perhiasan, kendaraan, rumah, hingga jika kita punya investasi surat berharga.


3. Pinjaman bersama

Cara berikutnya untuk mendapatkan pinjaman sebagai tambahan modal bisnis adalah dengan menambahkan pemohon kedua yang memiliki pekerjaan.

Maksudnya gimana? Misalnya, suami yang bekerja di sebuah perusahaan, atau kalau yang belum berkeluarga juga bisa menambahkan ayah yang berpenghasilan tetap setiap bulan.

Nah, jumlah pinjaman akan diberikan tergantung pada penghasilan kedua pemohon. Bahkan jumlah maksimum pinjaman juga merupakan kelipatan dari pendapatan keduanya.


4. Kredit Tanpa Agunan

Nah, yang keempat ini adalah salah satu cara mendapatkan tambahan modal bisnis yang memang lebih cepat. Kemudahan dan kepraktisan kredit tanpa agunan ini memang cukup menggiurkan.

Jika memang butuh dana cepat, maka kredit ini bisa juga dipertimbangkan.

Tak hanya di bank, kredit tanpa agunan sekarang juga bisa diajukan pada fintech-fintech yang semakin menjamur. Namun, sebelum mulai meminjam dengan sistem kredit tanpa agunan ini, ada baiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan fintech atau lembaga keuangan yang memberikan fasilitas kredit tanpa agunan terdaftar dan berada di bawah pengawasan OJK.
  • Cari info sebanyak-banyaknya mengenai fintech atau lembaga keuangan terkait dari berbagai sumber, sebelum benar-benar melakukan pinjaman untuk tambahan modal bisnis.
  • Cermati syarat, ketentuan, dan berbagai kondisi yang biasanya dijabarkan sebelum kita mulai mengajukan pinjaman.

Pengajuan kredit tanpa agunan ini memang relatif mudah didapat dibandingkan dengan pinjaman bank biasa, ataupun yang multiguna.

Pemohon hanya perlu menunjukkan beberapa dokumen sederhana--misalnya slip gaji--dan pinjaman akan diproses dalam waktu 24 jam, sehingga nggak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pinjaman modal.


Nah, dengan beberapa cara di atas, seorang ibu rumah tangga pun bisa mendapatkan tambahan modal untuk pengembangan bisnisnya.

Selanjutnya, ada banyak PR yang harus dilakukan ya--buat laporan keuangan yang rapi dan tertib, kelola bisnis sebaik-baiknya, agar kemudian bisa mengembalikan modal yang sudah dipinjam, berikut bunganya.

Semoga sukses bisnisnya ya!

---

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai Pinjaman Online untuk Ibu Rumah Tangga dari KTA DBS, Anda bisa mengunjungi situs https://www.cekaja.com/banks/dbs/pinjaman/kta-dbs.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Jual Rumah di Bandung


Mungkin enggak banyak yang tahu, kalau saya punya rumah di Bandung. Eh, suami sih yang beli. Hihihi. Ngaku-ngaku aja lu, Mak. Belum lama banget lunasnya sih. Ya, meski sudah ada rumah di Jogja, saya dan suami sepakat memang untuk menyiapkan investasi lebih banyak. Salah satunya adalah dengan punya rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. Karena, pasangan karyawan swasta dan freelancer ini, harus bikin bekal sendiri buat hari tua nanti. Nah, kalau lagi butuh, mau jual rumah di Bandung, atau mau disewakan, itu hanya masalah waktu saja ntar.

FYI, jual rumah di Bandung merupakan sebuah peluang bagus lo sekarang, terlebih karena Bandung sendiri merupakan kota yang banyak diincar sebagai tempat tinggal. Banyak cara yang bisa kita lakukan jika ingin coba jual rumah di Bandung, misalnya secara konvensional dengan membuat selebaran, atau memajang iklan di media cetak.

Tapi cara jadul ini pastinya butuh biaya dan waktu ekstra. Orang zaman now--apalagi yang sibuk kayak Mamak dan suami kek gini, mana sempat bikin brosur terus sebarin di jalan? Yekan?

Pake internet dong!
Percuma jadi remote worker kalau jual rumah aja nggak online. Biar orangnya di Jogja, jual rumah di Bandung mah kecil aja. Hahaha.

Yes, beriklan online saat ini lebih banyak diminati karena proses pemasangan iklan yang cepat, gratis dan jangkauan iklan yang luas. Artinya, dengan memasang iklan jual rumah di Bandung secara online, peluangnya besar untuk iklan kita dilihat oleh siapa pun dan dari mana pun.

Salah satu situs jual beli terpercaya yang bisa kita manfaatin untuk memasang iklan online adalah 99.co Indonesia.

Sejauh ini sudah cukup banyak yang memasang iklan online di sini. Misalnya nih, di antara kamu ada yang lagi mencari iklan jual rumah di Bandung saja, ada lebih dari 6 ribu listing properti yang akan muncul lo. Banyak beud.

Ini membuktikan bahwa beriklan di 99.co Indonesia sudah menjadi pilihan populer bagi para penyedia properti. Namun di sisi lain, tentu ini juga jadi tantangan tersendiri karena kita dituntut untuk bisa kreatif dalam memasang iklan sehingga bisa menarik perhatian para pencari properti. 

Apa saja sih yang mesti dipikirin? Let's see deh!


Strategi Jual Rumah di Bandung Supaya Cepat Laku di 99.co

1. Judul iklan yang menarik

Kek artikel, judul iklan juga berperan penting ya, cyint. 
So, mau cepat laku rumahnya? Maka, mulailah dengan membuat judul dan deskripsi yang menarik, hingga data yang rinci mengenai spesifikasi bangunan.


2. Perhatikan foto

Selain itu, foto juga perlu dikemas semenarik dan sejelas mungkin, karena di iklan online itu yang terjadi adalah calon pembeli tidak bisa melihat langsung properti yang ditawarkan. 

So, penting sekali untuk mengemas foto yang menarik sekaligus mewakili kondisi rumah sebenarnya.

Artinya jangan pernah memanipulasi foto agar terlihat menarik, karena calon pembeli bisa saja merasa ditipu jika saat mereka melihat kondisi properti secara langsung ternyata tidak sesuai dengan yang digambarkan oleh foto di iklan.

Jadi pasanglah iklan semenarik mungkin, tapi kita juga tetap harus jujur dan mengungkapkan kondisi properti apa adanya. Termasuk jika ada kekurangan, misalnya kalau ada yang bocor atau rusak sebaiknya utarakan ini sejak awal. 



3. Kalau perlu, renovasi dulu

Jual Rumah di Bandung - renovasi dan perbaharui rumah
Nah, kalau pengin menjual properti dalam kondisi tanpa cacat, maka ada baiknya lakukan renovasi terlebih dahulu. Ini paling aman sih. Jangan salah, banyak lo yang mengabaikan kondisi rumah saat akan menjualnya, dan ini menurut kompas.com adalah sebuah kesalahan.

Memang sih, enggak ada kewajiban untuk merenovasi rumah sebelum dijual. Tapi kalau bisa bikin rumah jadi cepat laku (plus harga tinggi), ya kenapa enggak dimodalin lagi kan? 

Untuk rumah saya di Bandung sih--Puji Tuhan--malah sekarang sudah hampir selesai renovasinya. Karena pas beli kondisinya cukup standar, dengan kerusakan di sana-sini. Sekarang yah ... sudah lebih layak ditinggali deh. Hehehe.

Tapi, kalau memang ingin menjual dalam kondisi apa adanya, termasuk dengan kekurangan di sana sini, ya berarti kita mesti siap dengan risiko jual dengan harga murah. Ya, pastinya akan perlu biaya tambahan. Tapi bisa saja biaya ini tertutup karena nilai rumah juga bisa naik secara signifikan jika dijual dalam kondisi prima. Bener nggak?


4. Harga jual yang pantas

Bicara mengenai nilai rumah alias harga, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri lo buat kita yang ingin jual rumah di Bandung atau di mana pun.

Karena tidak bisa dimungkiri, harga menjadi salah satu pertimbangan utama banyak orang dalam mencari properti. Dari sekian banyak faktor penting, banyak orang yang berpatok pada anggaran saat membeli properti.

Jadi, kita memang mesti hati-hati banget dan bijak dalam menentukan harga. Karena bisa saja kesalahan dalam mematok harga membuat properti kita jadi nggak pernah laku. Cari saja referensi atau perbandingan baik melalui internet maupun secara langsung. 

Biasanya yang jadi pertimbangan dalam mematok harga properti adalah lokasi hingga fasilitas yang tersedia. Sebagai gambaran di www.99.co/id, ada beberapa iklan jual rumah di Bandung dalam kondisi bekas (secondary) yang tentu saja masih sangat layak.

Misalnya rumah di Taman Rahayu 3, daerah Margaasih yang dijual seharga Rp 675 juta. Rumah ini memiliki luas 75m2 dengan tanah seluas 128m2, terdiri dari 2+1 kamar tidur dan 1 kamar mandi dengan daya listrik 1300W.

Ada pula rumah minimalis di Komplek D'Amerta, Ciganitri seharga Rp 575 juta dengan luas bangunan 80m2 dan tanah 98m2, serta memiliki 2 kamar tidur, 2 kamar mandi dan carport. Rumah yang dilengkapi Sertifikat Hak Milik (SHM) ini berada di kawasan bebas banjir dan berlokasi strategis yang dekat ke Kampus STT Telkom, pusat perbelanjaan dan Tol Buah Batu. Lingkungannya pun aman karena berada dalam komplek perumahan dengan keamanan 24 jam dilengkapi CCTV.

Harga rumah yang lebih murah ada di daerah Margahayu Raya yakni senilai Rp 385 juta. Rumah ini memiliki luas bangunan 36m2 dengan luas tanah 70m2 dilengkapi 2 kamar tidur dan kamar mandi. Berada di lokasi strategis yang dekat ke tempat ibadah, rumah sakit, sekolah dan lingkungannya aman serta bebas banjir.

Untuk melengkapi, ada juga contoh iklan jual rumah di Bandung dalam kondisi baru (primary). Misalnya hunian di Nouka Village, Lembang yang dijual seharga Rp 400 juta-an. Rumah 2 lantai ini memiliki luas 40m2 dengan 2 kamar tidur dan kamar mandi. Yang menarik ada bonus logam mulia 10 gram pembelian dengan cara soft cash dan 15 gram untuk pembelian hard cash. Selain itu juga mendapatkan bonus lainnya, seperti gratis biaya pengurusan dokumen seperti BPHTB, AJB + Balik Nama, SHM hingga gratis PPN.

Uwuwuw. Banyak yang menarik ya, iklan jual rumah di Bandung? Hmmm. Jadi mikir, ntar kalau beneran mau saya jual, mau saya kasih bonus tambahan apa ya? Jual rumah bonus beberapa pot kaktus, gitu menarik nggak sih? Hahaha.


5. Manfaatkan jasa agen properti

Jual Rumah di Bandung - agen properti


Nah, masih soal harga rumah nih. Selain melihat referensi online, kita juga bisa berkonsultasi ke ahli seperti agen properti. Bahkan agen ini juga bisa lo membantu kita untuk jual rumah di Bandung.

Agen properti bekerja secara profesional. Mereka akan mengurus segala hal terkait proses penjualan. Ini tentunya menguntungkan bagi penjual karena mereka tinggal menunggu kabar dari agen. Selain ahli dalam menentukan harga, agen properti juga bisa diandalkan dalam mencari calon pembeli. Karena mereka memiliki data klien yang bisa mereka seleksi dan sesuaikan dengan produk yang ditawarkan.

Tapi tentu saja jasa agen properti nggak cuma-cuma, seenggaknya ada komisi maksimal 3% dari hasil penjualan rumah. Nominal yang lumayan besar sih. Tapi dengan mereka, harga tersebut rasanya juga setimpal, karena merekalah yang akan mengurus segalanya hingga rumah berhasil terjual. Kita? Tinggal kipas-kipas dan leyeh-leyeh terima uang.

Jadi karena itu penting juga untuk memilah agen properti terpercaya. Dan sebaiknya lakukan seleksi sebelum memutuskan mau pakai jasa agen properti yang mana. Misalnya, cek dari website perusahaannya, berapa dan apa saja properti yang sudah berhasil dia jual, hingga kalau memungkinkan, minta review dari orang yang pernah bekerja sama dengannya.

Kalau perlu temui secara langsung beberapa kandidat agen properti, untuk bisa memilih dan memutuskan yang terbaik. Ini bertujuan agar kita bisa secara tidak langsung mewawancara mereka dan mencari tahu apakah kira-kira komunikasi kita dengan mereka tuh bisa berjalan baik.

Idealnya kan seorang agen itu harus terus memberikan informasi seputar perkembangan penjualan properti. Jadi nggak hanya menghubungi saat properti sudah laku doang.

Nah, gitu deh, gambaran kalau mau jual rumah di Bandung. Bisa juga sih diterapin oleh siapa saja yang mau jual properti di mana aja.

Semoga bermanfaat deh.

Anyway, doain ya, saya bisa nambah rumah ketiga. Heuheuheu.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments


Hae, Gaes! Lagi di tengah-tengah saya me-rewrite buku Sukses Membangun Toko Online, yang dulu pernah diterbitkan Stiletto Book tahun 2014. Terus, lagi ngabsen, produk-produk apa saja sih yang sekarang bisa di-bisnisonline-kan?

Letsee. Mulai dari makanan, baju, pernak-pernik, aksesori, alat-alat hobi, sampai komoditi besar seperti tempat tinggal alias hunian pun sekarang bisa dijual secara online.

Nggak heran sih. Menurut data rilisan wearesocial, tahun 2019 ini, diproyeksikan jumlah pengguna internet di negara kita bakalan menembus 175 juta orang atau sekitar 65,3% dari total jumlah keseluruhan. Penetrasi internet pun meningkat sekitar 13% dari waktu sebelumnya.

Hal ini menjadi bukti internet tak lagi sekadar kebutuhan tersier, tetapi sudah bergeser ke posisi kebutuhan utama. Coba sekarang siapa yang lebih panik kalau kehabisan kuota ketimbang kehabisan uang di dompet? Hahaha. Saya! Cashless sih masih bisa pakai kartu debit, atau Gopay, atau OVO. Kalau kehabisan kuota? Beugh. Mati gaya bok! :)))

Internet memang dapat membantu kita untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari. Misalnya dalam hal pencarian informasi hingga berbelanja semua kebutuhan.

Makanya sekarang tuh kayak udah lifestyle aja gitu buat rangorang untuk punya "hidup kedua" di internet. Yenggak? Kayaknya setiap orang tuh sekarang selalu punya virtual life, selain real life. Bukan nggak mungkin juga, nanti lama kelamaan, setiap orang bakalan punya bisnis online-nya masing-masing.

Dan di virtual life ini juga termasuk kegiatan jual beli. Karena itu, muncullah berbagai macam situs jual beli untuk berbagai barang, misalnya situs buat beli baju bahkan sampai laman jual beli rumah. Dan nggak cuma dijual di situs aja, banyak juga yang memanfaatkan media sosial sebagai lapak bisnis jual beli rumah ini lo.

Karena perkembangan yang luar biasa inilah, makanya saya diuber-uber lagi untuk naskah bukunya. Hahaha. Doain aja lancar lagi yah.

Nah, kembali lagi ke bisnis online.
Kalau bisnis online yang lain--yang kecil-kecil semacam crafting atau aksesori--gitu sih sebenarnya sudah cukup common prosesnya ya. Pembeli pesan, transfer, penjual kirim. Tapi khusus untuk kegiatan jual beli rumah online ini memang butuh proses yang spesial, kalau menurut saya. Setidaknya, pada proses transaksinya memang lebih ribet, yekan?

Tapi perkembangan sekarang ini menarik. Biasanya kan setelah melakukan pencarian secara online, calon pembeli akan melakukan survei langsung. Menariknya, beberapa tahun lalu hanya sekitar 20 sampai 30% orang saja yang mencari rumah dijual dengan memanfaatkan internet. Tapi kini, sekitar 95% orang sudah beralih ke cara online. 

Yes, gaes, you read it right! 90% transaksi jual beli rumah sekarang dilakukan secara online! So, jelas kan ya, bagaimana peluangnya sektor ini di beberapa tahun mendatang? Pastinya kondisi tersebut sebenarnya memberi banyak keuntungan juga bagi para sales serta agent properti online. 

Memang, apa saja sih keuntungan yang bisa diraih dengan jual rumah online?

Inilah 3 keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan jual rumah lewat online

1. Lebih hemat biaya

Jika dulu memasarkan rumah dijual secara konvensional butuh cetak brosur yang banyak agar bisa menjangkau lebih banyak calon pembeli, kini dengan cara jual rumah online kamu hanya perlu mengupload iklan di satu situs, lalu iklannya sudah bisa dilihat oleh jutaan pasang mata. Belum lagi kalau didukung dengan promosi media sosial yang bisa edan-edanan itu.

Ditambah, memasang iklan di situs jual beli rumah biasanya tidak berbayar alias gratis! Jauh lebih hemat biaya bukan daripada harus cetak brosur yang pada akhirnya juga akan dibuang oleh orang, yekan?


2. Teknologi virtual reality

Tak hanya biaya 0 Rupiah, seiring dengan kemajuan zaman maka pertumbuhan teknologi juga kian masif.

Salah satunya produk dari pertumbuhan teknologi yang bisa diterapkan buat jual beli rumah ialah teknologi virtual reality, yang memungkinkan orang untuk secara virtual merasakan bagaimana atmosfer serta keadaan lingkungan sekitar rumah dijual yang bakal dibeli.

Jadi calon pembeli bisa menilai apakah iklan jual beli rumah itu memang sesuai serta cocok dengan pencarian serta kebutuhan plus bujet calon buyer.


3. Bisa dipantau secara real time

Dulu, saat menggunakan brosur kamu tidak tahu seberapa banyak orang yang membaca atau malah langsung membuang sesaat setelah mereka menerima lembaran tersebut. Berbeda dengan jual rumah online, kamu bisa terus memantau berapa banyak orang yang sudah melihat, sudah klik serta tertarik dengan penawaran.

Buyer pun dapat langsung meminta kamu buat mengirimi info lebih banyak apabila mereka memang merasa butuh.



Nah. Jadi, gimana? Tertarik nggak untuk mencoba jual rumah lewat online? 

Saya sendiri sekarang juga lagi merintis bisnis di bidang ini lo, joinan sama keluarga. Doain lancar yah. Amin!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Yep, enaknya bekerja sebagai freelancer itu adalah kita dapat merencanakan liburan kapan pun, sewaktu-waktu. Cuma kadang ya kalau kerjaan belum beres betul-betul ya, kadang kita liburannya sambil membawa rasa bersalah dan beban karena tanggung jawab. Makanya, di bagian lain dari blog ini, saya pun sudah menulis bagaimana seorang freelancer bisa berlibur tanpa rasa bersalah itu.

Nah, kalau memang sudah beres semua—baik yang harus diselesaikan maupun yang belum selesai tapi masih bisa ditangguhkan—maka kalau sempat liburan, maka liburlah. Buat seorang freelancer, liburan itu paling cocok buat nge-recharge daya kreativitas. Lagian ya, siapa sih yang nggak suka liburan?

Kek sekarang, saya sudah mulai ancang-ancang juga untuk liburan akhir tahun mendatang. Masih jauh bok! Ya, justru itu! Saya malah bisa membuat banyak rencana karena waktunya masih panjang. Acara liburan wajib saya memang akhir tahun. Kalau pas Lebaran saya malas. Wkwkw. Akhir tahun ya penuh juga sih tapi enggak sepenuh Lebaran.

Dan, begitu waktu dan tujuan sudah jelas, kita bisa langsung deh atur akomodasi, transportasi sekaligus itinerary. Masalah waktu dan tujuan memang bisa dengan cepat diputuskan, tapi soal bujet ... nah, itu dia! Tergantung saat itu kerjaan lagi rame enggak sih. Hahaha. Tapi justru dengan perencanaan jauh hari, saya pun bisa sedikit ngakalin soal bujet ini. Bisa dapat murah bok, kalau kita pesan apa-apa dari jauh hari. Plus saya barusan nemu cara supaya lebih hemat lagi, yang cocok banget buat para freelancer.

Mau tahu caranya?

Yaitu dengan memesan 1 paket yang include pesawat dan hotel sekaligus!

Nah, kan. Banyak yang enggak tahu nih pasti. Makanya saya mau tulis di sini. Toh masih ada hubungannya dengan kehidupan freelancer, dan kebetulan kemarin saya sempat menguruskan dan hunting tiket untuk suami yang ada perjalanan dinas ke Medan untuk tanggal keberangkatan satu bulan lagi. Ndilalah, sekarang jatahnya nulis seputar freelancer’s life jadi ya mari kita lihat.

Jadi ceritanya, si suami akan ke Medan untuk satu urusan. Karena blionya sibuk, dan sekarang saya sangat selow, maka saya coba bantu untuk mencarikan tiket pesawat plus hotel untuknya di Medan. Seperti biasa saya pun hunting ke beberapa web sekaligus, buat perbandingan harga, pastinya. Karena bujet dari kantornya terbatas, maka ya saya carikan saja yang murah.

Hampir saja saya klik tombol “Pesan Sekarang” di salah satu web jasa penyedia tiket pesawat terbang (untuk kemudian saya juga langsung mencari booking hotel di web lain yang terlihat murah), ketika saya menemukan bahwa ada yang menyediakan paket pesawat dan hotel dalam 1 kali klik doang di sini.

Wah, praktis nih! Gitu pikir saya. Ya, soalnya saya mah males ribet orangnya. Hahaha. Ya udah deh, ketimbang repot saya pesankan yang paket pesawat + hotel saja. Tiket pesawatnya memang enggak PP sih, berangkat doang. Saya pikir enggak apa-apa deh, nanti kan saya tinggal cariin tiket pulang. Lebih mudah. Yang penting berangkat sama hotel udah dapat duluan. Palingan kalau lebih mahal ya berapalah ya. Sambil berharap, semoga masih tercover.

Setelah saya pilih tiket pesawat, dan juga mencarikan hotel yang lokasinya dekat dengan tujuan suami, saya pun mencoba pesan. Eh! Ternyata, untuk tiket pesawat berangkat dan akomodasi hotel selama 2 malam itu, saya cuma harus mengeluarkan uang segini saja.




Padahal saya enggak pakai paket promo, enggak pakai kode diskon apa pun. Pikir saya, ini beneran buat pemesanan tiket udah sama hotel nih? Saya cek ulang, iya bener. Hotel sama pesawat.
Saya pun ngecek hotelnya. Seenggaknya, di sekitarnya mesti mudah menemukan makanan, biar nggak ribet dan jauh-jauh amat kalau melapar.


Airy Medan Sunggal. Image via Airy Rooms.


Ternyata lokasi hotel sepertinya cukup ramai tuh, kalau saya cek di Google Map. Ya, maklum, baik saya maupun suami belum ada yang pernah menginjakkan kaki di Medan. Hahaha. Jadi sama aja nih, sama-sama buta, cuma mengandalkan Google Map.

Ada beberapa resto yang sepertinya cukup menjanjikan di sekitar hotel. Salah satunya ini.

Roland's German Restaurant. Image via ceritamedan.

Juga ada Mie Aceh Titi Bobrok, yang ratingnya cukup menjanjikan di Google Map. Hahaha. Lumayanlah ya.


Mie Aceh Titi  Bobrok. Image via Travel Ruang Media.


Well, not bad-lah ya. Juga ada minimal 2 resto fast food di dekat hotel. Seenggaknya, kalaupun mesti nggojek, itu enggak mahal. Hahaha.

Terus, saya balik lagi untuk mengecek harga. Lo, kok bedanya jauh amat yak, sama tiket pesawat berangkat doang di tempat lain?

Ini tuh pesawat yang sama, berangkatnya sama, sama-sama nggak pakai transit, kok bedanya segitu yah?

Entah, apa saya ada yang salah klik di web pemesanan tiket yang bawah itu. Entahlah. Saya nggak tahu. Masih dengan rasa enggak percaya saya coba saya ikuti prosedur pemesanan untuk web yang di atas sana.

Lah iya bener, saya cuma ditagih segini.

Cukup murce ya, Cyint?


Hahaha. Ya ampun! Yang ini sudah konfirm, saya pun balik lagi ke web yang sama untuk pesan tiket pesawat pulang.

Selesai deh tugas saya. Tinggal bayar. Hehehe.

Penasaran, saya pun membandingkan lagi, jika saya pesan round ticket pesawat lalu pesan hotel terpisah, dengan paket tiket + hotel lalu pesan tiket pesawat pulang sendiri.

Kalau pesan round ticket pesawat, maka saya harus mengeluarkan Rp3.664.350 (belum termasuk hotel). Sedangkan, kalau saya pesan paket tiket + hotel lalu pesan tiket pulang pesawat sendiri, saya hanya keluarkan dana sebesar Rp2.923.386. Yang terakhir ini sudah termasuk hotel ya.

Itu pesawatnya sama, dan tanpa transit juga dua-duanya.

Well ... no need to question berarti, bakalan milih yang mana iya kan?

So, apa kesimpulannya?
  1. Memesan tiket pesawat dan hotel dalam paket begini JAUH lebih murah ketimbang memesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Lumayan bok, selisihnya bisa dipakai buat wisata kulineran kan ya?
  2. Lebih praktis, karena enggak mesti bolak-balik sana sini, nyari tiket dan hotel. Ya, sebenarnya balik lagi sih buat pesen tiket pulang. Tapi coba lihat selisihnya deh.
  3. Bisa pilih yang sesuai dengan mau kita. Tiketnya bisa pilih pesawat, hotel pun bisa diganti sesuai dengan yang kita mau. Juga room-nya bisa kita pilih juga.
  4. Sistem pembayaran juga mudah banget, bisa pilih dengan kartu kredit atau mau transfer. Pakai ATM bisa, pakai Mbanking bisa, Netbanking juga oke.


Nah, dari pengalaman saya tadi, saya pun langsung merencanakan liburan akhir tahun nanti mau pakai sistem ini lagi aja ah. Murah soalnya ya. Siapa sih yang enggak mau liburan murah? Apalagi freelancer! Yang gajiannya enggak tentu, pun kadang nggak dapat kerjaan. 

Lah, kok curcol. 

Share
Tweet
Pin
Share
3 comments



Hai!

Ada yang mau mulai merintis sebagai seorang freelance writer?
Saya sendiri dulu nggak punya persiapan apa-apa saat mulai bekerja sebagai penulis lepas. Beranjak dari hobi, saya pun mengalir saja, menyesuaikan dengan kebutuhan.

So, hari ini saya mau share tentang peralatan kerja untuk penulis lepas. Nggak terlalu lengkap, tapi ya pokoknya biar lancar aja kerjanya.

Sebenarnya peralatan kerja seorang penulis lepas itu nggak terlalu yang gimana-gimana sih. Apalagi kalau kamu tadinya memang sudah hobi nulis.

Pasti sudah punya beberapa peralatan kerja penulis lepas berikut deh.


Pojokan kerja saya di rumah

1. Laptop/netbook


Ya, sebenarnya sih kalau mau romantis, kita bisa bilang, "Ah, menulis itu bisa di mana saja! Di kertas dengan bolpen, dengan mesin ketik, di secarik kain, ... di daon."

Tapi oh, let's get real. Mau nulis buku, mau nulis artikel untuk dikirim ke media cetak atau online, zaman sekarang sudah nggak ada yang bisa nerima tulisan tangan di atas kertas folio, cyin.

Mau nulis buku dengan ditulis tangan? Baru mau diselesaiin, yang sonoan udah mau dicetak dengan ide yang hampir sama.

Mau nulis artikel ke media online? Namanya juga media online, nerimanya ya yang bentuk digital pasti.

Jadi, kalau pengin merintis pekerjaan sebagai penulis lepas, seenggaknya kita mesti punya laptop atau netbook. Sebenarnya speknya juga nggak usah terlalu yang gimana-gimana. Asal bisa dipakai nulis dengan word atau google docs, jadilah.

2. Gadget


Buat sebagian orang, mereka dengan mudah juga menulis di smartphone atau tablet. Jadi, kalaupun nggak ada laptop atau netbook, mereka tetap bisa nulis. Aplikasi smartphone untuk menulis sekarang juga udah banyak banget kan. Dan kompatibel pun dibuka di mana saja.

Smartphone juga diperlukan untuk berkomunikasi dengan klien, coworkers, atau relasi lainnya. Hampir semua pekerjaan freelance itu diremote ngerjainnya. Artinya, si bos dan si karyawan nggak harus berada di satu ruang dan waktu yang sama.

Begitu juga dengan penulis lepas.
Ada penulis lepas yang punya klien orang luar negeri. Jadilah mereka berkomunikasi via internet, yang bisa dilakukan via laptop maupun smartphone.

Jadi, menurut saya, smartphone juga peralatan kerja vital yang harus dipunya oleh seorang yang pengin kerja sebagai penulis lepas. Jangan lupa diisi kuota data ya :P Penting tuh. Hahaha.

3. Buku agenda dan alat tulis


Atau apa pun yang bisa dipergunakan untuk mencatat tugas dan hal-hal lain yang penting. Juga buat nyatet ide yang tiba-tiba melintas. Juga buat nyatet to do list. Juga buat nyatet utang. #eh

Buku agenda ini sekarang juga bisa digantikan oleh aplikasi smartphone. Banyaklah kalau mau download aplikasinya.

Tapi entah ya, saya sendiri masih lebih nyaman kalau berbentuk buku fisik, yang bisa saya tulisin dengan bolpen. Bisa saya urek-urek juga. Hahaha.

Preferensi saja sih.

Buku agenda ini juga bisa berupa meshboard, yang kemudian ditempel di dinding dekat meja kerja atau di ruang mana pun tempat kita biasa kerja. Biasanya sih nyatetnya di atas post-it, terus tinggal dijepit di meshboard. Kekinian banget deh.



Kayaknya cuma itu aja sih yang penting ya, peralatan kerja yang mesti disediakan untuk bisa mulai kerja sebagai penulis lepas.

Nah, terus ada satu lagi yang nggak kalah penting sih--buat saya terutama.
Yaitu, tas yang mumpuni.

Sebagai seorang pekerja lepas, saya bisa bekerja untuk beberapa klien sekaligus. Kayak sekarang, seenggaknya ada tiga klien tetap yang saya pegang. Saya pun punya jadwal, setiap hari apa saya mesti ke Stiletto Book, lalu kapan saya mesti setor muka ke Fakultas Kedokteran UGM. Lain waktu, saya dipanggil Mbak Ollie Salsabeela untuk meeting dan meetup.

Belum lagi kalau saya jenuh kerja di rumah. Atau saya mesti ke bengkel.
Maka, peralatan kerja saya pun mesti saya angkut serta. Yes, itu laptop, buku-buku, alat tulis, semua gadget, PLUS oloran kabel, harus saya bawa semua.

Cemana bisa saya bawa kalau saya nggak punya tas yang mumpuni?
Saya sempat gonta-ganti tas laptop. Dari yang mulai jinjingan, selempang dan yang didekep. Tapi favorit saya tetap cuma ransel. Ransel pun udah berapa kali ganti, gara-gara saya cuma mau beli yang murah. Cuma berapa kali pake, eh jebol. Pffffttt!!!

Ransel Divinces ini nih jagoan. Untung bisa nemu ini nih.


Model vintage, bahan kain kanvas tebal dan kuat


Kompartemennya banyak. Rada susah juga nih motretnya. Secara HP cuma jadul.


Modelnya vintage banget, dengan kompartemen yang banyak. Ada tempat laptop yang berpelapis busa, ada beberapa kompartemen untuk gadget dan alat tulis, ada saku depan yang besar PLUS tempat minum di kanan dan kiri. Udah gitu ada raincover juga di bagian bawah tasnya lo.


Baru sebagian isi aja nih.


Kalau semua dimasukin, jadi ringkes banget deh. Coba lihat.

Digendong, tali gendongannya juga nyaman banget di pundak. Nggak kerasa bawa beban berat deh. Saya jalan di mal sambil bawa ransel ini pun keliatan gaul. Hahaha. Nggak kayak mahasiswa abadi yang lagi ngemal gara-gara nggak jadi ketemu dosen. #ehgimana


Siap ke kantor


Saya lagi jenuh di rumah, pengin ke kafe, ya tinggal angkut. Mau ke kantor Stiletto Book ya cabut. Dari kantor Stiletto Book terus diajakin meetup sama Mbak Lusi or Mbak Indah ya langsung capcus. Hahaha.


Yuk, cusss!


Nah, jadi, selain peralatan tempur yang mesti mumpuni, wadahnya juga mesti kuat yeuh. Macam kendaraan lapis baja pengangkut persenjataan tentara itu lo.

Anyway, kalau kamu pengin punya tas ransel Divinces ini, bisa kok dapetin juga. Harganya kisaran Rp 230.000 - Rp 380.000.

Untuk modelnya kamu bisa intip di Instagram @divinces, atau ke Facebook Page Divinces. Atau, langsung aja capcus ke websitenya di www.Devinces.com

Kalau mau beli bisa kontak CS di WA +62 823-1845-0303.
Untuk yang tinggal di area Bandung bisa langsung ke mini store Divinces di Jl. Rereng Barong No.22, Sukaluyu, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat 40123

So, demikianlah peralatan kerja wajib punya buat kamu yang pengin memulai karier sebagai penulis lepas.

Selamat berkarya!
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments


Hai! Apa kabar?
Iya, tiba-tiba saja saya muncul di tengah minggu ya?
Hehehe. Nggak papa, sekali-sekali nongol di tengah minggu dan nulis apa saja yang pengin saya tulis. Nulis tentang kontennya tetep di akhir minggu kok.

Btw, apa sih arti kepercayaan diri buatmu?

Buat saya, kepercayaan diri itu kayak jelangkung.

Datang sewaktu-waktu, lalu tiba-tiba saja bisa wush wush wush ... langsung pergi saat itu juga. Yah, kali memang dasarnya moody juga sih.

Dan memang banyak banget tuh yang memengaruhi kepercayaan diri.
Bisa bajunya. Kalau salah kostum, dikiiit saja, coba deh. Pasti kita jadi nggak pede kan?
Bisa rambutnya. Kalau lagi lepek habis, tapi lagi males keramas. Itu juga bikin nggak pede abis. Hahaha. Yang kayak saya gini, palingan tekuk ke atas, jepit deh.

Terus, sepatu juga.
Kalau sepatu nggak nyaman dipakai, bikin sakit kaki, wah ... jalan pun males. Mau pedenya gimana?

Puji Tuhan sih, ketemu sama merek sepatu yang satu ini.

Saya pernah cerita, punya sepatu The Warna ini yang Anjani Tosca kan? Saya punya lagi yang baru sekarang.

Bukan, bukan karena yang Anjani itu udah jebol. Malah masih bagusss banget, enak dipakai terusss.
Tapi pengin punya yang rada formalan dikit lagi.

Saya udah bhay beneran sama high heels. Udah deh, kayaknya nggak mau pake lagi. High heels cuma saya pakai kalau pas pergi sama si hubby. Soalnya dese mah tingginya 175, saya 150. Wakakakakk. Jeder abis.
Kalau pakai high heels, saya bisa nyusul dikitlah yah.

Tapi kalau lagi nggak sama hubby, saya mendingan flat shoes aja dah.
Nggak mau lagi kaki saya tersiksa.

Masa jalan sambil meringis nahan sakit?
Anggunnya di mana?
Pedenya di mana?

(((Anggun)))
Anggun di Asian Got Talent, Mak!



Anyway ...
Jadi, saya punya The Warna lagi deh. Mahadewi Cream.
Style-nya agak formal sedikit ketimbang Anjani.

Pikir saya, kalau ada undangan formal nganterin Eyang Mami, atau ke gereja, pakai Mahadewi ini kan cakeup dan bisa bikin pede.
Anjani tugasnya ke kantor sama jalan ke mal.

Kan, seperti Tante Coco Chanel bilang, perempuan bersepatu bagus itu nggak akan nampak jelek. Yekan?

Punya dua sepatu dengan kegunaan masing-masing deh sekarang sayanya.




Buat jalan nggak pakai meringis. Bahkan nih ya, kalau sepatu baru kebiasaan saya langsung tempel hansaplast di bagian belakang pergelangan kaki, demi menghindari lecet. Sama The Warna nggak perlu sama sekali!

Meski kuat  nih bagian belakangnya, tapi nggak bikin lecet lo!

Biasanya juga, punya sepatu baru saya juga langsung berentiin tukang sol sepatu keliling, buat nguatin solnya. Sejak punya Anjani, saya coba nggak usah ngesolin lagi deh. Ternyata, masih oke sampai sekarang.




So, kalau Anjani bisa seawet dan sekeren itu, Mahadewi ini pasti juga oqhe.

Yay!
Ada yang mau ngajakin saya meetup?
Yuk!
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments
Review sepatu The Warna Indonesia


Etdah! Judulnya. *ngakak*

Tapi beneran loh. Kombinasi profesi sebagai freelancer dan karakter introvert itu sebenarnya awkward. Setidaknya buat saya.

Apalagi ditambah dengan koleksi baju di dalam lemari yang hanya kaus hitam, kaus hitam, dan kaus hitam. Lalu di rak sepatu hanya ada sneakers, sepatu teplek Croc KW dan sandal jepit.

Persoalan muncul ketika kamu harus ketemu dengan orang penting. Entah itu klien, atau kamu mesti hadir di event. Katakanlah, event blogger.

Yang cuma punya kaus hitam, kayak saya, pasti beneran deh mikir keras. Mau pake apa?

Soalnya ya gimana ya. Saya lagi berusaha mengadopsi gaya fashionnya Mark Zuckerberg sih, yang selemari isinya kaus warna abu-abu misty semua. Wakakakak.

Semoga ketularan kaya dan suksesnya gitu. Amennn! *aminin dong*

Tapi, cuma punya kaus hitam dan celana jeans, serta nggak betah dandan terlalu lama seharusnya nggak bikin kita nggak bisa tampil stylish.

In fact, saya cuma harus menambahkan 3 items ini saja, supaya penampilan tetap oke (minimal nggak terlalu kasual kalau ketemu sama orang penting atau datang ke event), dan tetep bisa pakai kaus hitam.

Mau tahu?

Kamu hanya harus "berinvestasi" pada ...

Sepatu!


Ke kantor Zetta Media. Untung pakai sneakers. Pakai sandal gunung dilarang masuk, cyin!

Nah!
Sebenarnya sih saya biasa juga pakai sneakers kalau ketemu sama orang penting or ke event.

Tapi kadang, kok ya kalau pas lagi pakai celana legging, jadi terlalu 'keliatan' nyantainya. Saya mesti akalin dengan mengenakan sepatu yang agak 'cewek' tapi tetep santai. High heels? No way!

Pas!
Kemarin saya baru aja nemu satu merek sepatu keren di Instagram. Haha!

Punya sepatu yang warnanya matching sama tas laptop itu satisfying banget! - Sepatu by The Warna Indonesia


The Warna, sepatu etnik masa kini!
Ya emang gitu tagline-nya. Dan modelnya emang kekinian banget kan?

Anjani Tosca - The Warna Indonesia, Sepatu Etnik Masa Kini


Kebetulan saya punya yang Anjani Tosca ini. Bahannya batik Cirebon yang dipadu dengan denim. Yeah, looks fit buat pemakai jeans kayak saya kan?

Coba saya kasih lihat per bagiannya ya.

Motif batik Cirebon yang dipadu denim - The Warna Indonesia

Pas banget di kaki, dan nyaman dengan solnya yang keset. Nggak licin. - The Warna Indonesia


Saya sudah coba pakai ke kantor selama dua minggu kemarin. Oh boy!
 
Jadi, kantor saya itu kan dua lantai, dengan tangga antara lantai bawah sama lantai atas itu agak horor karena curam gitu. Orang krucil saya ta' ajak ikut, pas turunnya itu dia pakai duduk dulu di tangga teratas, baru kakinya turun satu per satu gitu. Ya, karena saking rada curam dan juga sempit.

Bayangin kalau saya pakai high heels di situ. Wkwkwkwk.
Udah badan udah berat, ransel berat isi laptop dan printilan, plus sepatu yang licin. Beugh!

The Warna Indonesia


Tapi bareng The Warna sih, karena solnya keset, saya bahkan bisa naik turun tangga dengan langkah cepat nggak takut kepleset or apa.

Buat jalan di mal, sambil nunggu janji meeting sama orang penting juga oke kan?
Buat nongkrong di kafe sambil minum dan ngobrol ngomongin project juga nggak malu-maluin kan?

Okelah pokoknya ya :D
I'm happy bisa menemukan sepatu ini.
Enelan deh.

What?
Kamu juga mau?

Bisa, bisa.
Karena saya baik hati, ini saya kasih kontak CS Sepatu The Warna yes. Via WhatsApp : 0815  1750 9265. Nah kalau mau lihat-lihat koleksinya dulu, bisa juga. Sila langsung capcus ke akun Instagram The Warna atau bisa juga ke Facebook-nya.

Ragu-ragu beli sepatu online?
Nggak usah khawatir kalau The Warna mah. Kalau size kurang cocok, selalu bisa ditukar! Kapan pun tidak ada batas waktu (dengan syarat sepatu masih dalam keadaan baik, dan belum dipakai keluar rumah).
Apabila size yang diinginkan tidak tersedia, bisa langsung chat dengan Customer Service, untuk di cek ketersediaannya di warehouse The Warna.

Nah ya. Nggak usah takut makanya.
Sok, langsung hubungi CS-nya yah.

Bilang sama Adminnya ya. Rekomendasi saya. #hlah
(biar saya dapat komisi)
*dicekek*


Dan, sebagai balancing untuk sepatu, kamu sepertinya juga perlu untuk investasi di ...


Outer!

Outer bitu yang saya pakai ke acara ulang tahun KEB ke-5 yang lalu. Foto taken by Yayang *halah*


Saya setidaknya punya 4 outer untuk melapisi kaus hitam saya.
1 biji cardigan dari kaus warna biru - abu-abu, 1 outer dominasi biru, 1 outer batik dominasi merah marun, dan 1 kemeja lengan panjang (yang lengannya lebih sering saya gulung kalau pas dipakai)

Katakanlah, saya harus ketemu dengan seseorang di mal (biasanya dipilih karena paling gampang). Maka saya berangkat aja pakai kaus hitam, kayak kebanyakan orang main di mal. Pas waktunya ketemu, saya tinggal pakai outer. Rasanya sudah jadi 'lebih sopan' dan nggak awkward lagi. Begitu selesai meeting, outer pun saya lepas, dan saya kembali jadi perempuan berkaus biasa yang nggak terlalu menarik perhatian lagi.

Outer bisa banget jadi 'kamuflase', bikin diri saya sendiri pede.
Saya rencana sih mau nambah lagi macam outer-nya. Sesuatu yang berwarna ... hitam lagi. Alah. Hitam lagi hitam lagi yak :)))



Selain sepatu dan outer, kamu juga sepertinya perlu menambahkan ...


The right accessories!


Plus aksesoris etnik!


Sudah pakai outer keren, sepatu etnik kekinian, sekarang kita ke aksesoris.

Bukan kebetulan, I'm really in love in ethnic accessories too!
Dulu pernah sih hampir buka lapak online buat jualan aksesoris etnik begini, dengan bahan kayu dan manik-manik.

Tapi nggak jadi, karena source-nya kurang memadai.

Dan dulu udah sempat borong, maksudnya buat modal buka lapak dulu. Tapi karena nggak jadi, ya udah dipakai sendiri.

Tinggal disesuaikan aja, mau pakai yang mana.
Sesuaikan dengan kondisi, siapa yang mau ditemui, dan mood, pastinya. Ehe~


See?

Saya mau berangkat ke kantor

Saya cukup pede, nggak perlu dandan berlebihan. Mau dibilang kasual ya kasual. Dibilang sopan ya sopan.

Habis dari kantor terus langsung janjian sama orang lain? Kalau teman sendiri ya, udah langsung capcus. Kalau semisal mau ketemu orang penting? Ya tinggal lapisin deh pakai outer (yang selalu ada satu yang saya simpan di mobil).

Praktis!
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments




People don't make a living writing. You should find something practical to do with your life.


Begitukah?
Konon, memang berat menjadi penulis itu. Ya, soalnya kita bukanlah Raditya Dika, atau Dee Lestari, atau Ika Natassa, yang preorder bukunya aja sampai bikin server online book shop-nya ngehang.

Apalagi penulis untuk website online. Orderan nulis satu dua artikel, dibayar seperak dua perak. Kadang miris kalau lihat job-job nulis yang ditawarkan di freelancer marketplace itu. Rp 100.000 buat 20 artikel SEO friendly. Rp 50.000 untuk sekian artikel dengan sekian ratus kata.

Hela napas panjaaang ... deh. Tapi kok ya laris, banyak yang ikutan bidding ya. Gedek-gedek saya.

Tapi yah, namanya rezeki ya. Kadang juga saya dapat job kecil-kecil dan saya syukuri. Toh semua juga berawal dari yang kecil-kecil kan? Karena ada yang 'kecil-kecil' itu juga ternyata saya bisa beli smartphone, laptop, bisa beliin baju anak-anak, bisa juga bawa anak-anak jalan-jalan akhir tahun lalu.

So, yeah, jangan meremehkan yang kecil-kecil. Katanya, kerjaan nulis itu sejak dulu kala susah dipakai buat hidup. Tapi, ya ternyata bisa juga dipakai buat ini itu.

*sujud syukur*

Ya gitu deh, caranya saya memotivasi diri sendiri untuk selalu bisa profesional pada pekerjaan menulis saya.

Bekerja secara freelance memang membuat kita harus bisa memotivasi diri sendiri untuk terus semangat. Kalau enggak, bisa jadi nggak ada satu pun yang bisa selesai. Apalagi kalau lagi kumat mood swing. Walah. Lewat.

Karena itu saya nggak pernah lupa untuk memberi diri sendiri a little reward sekali waktu, sekadar untuk bikin diri sendiri semangat untuk berkarya lebih produktif dan lebih baik lagi.

Little reward-nya seperti apa misalnya? Spa? Nyalon? Yah, bisa. Tapi saya nggak terlalu hobi.
Ini nih salah satu little reward saya kali ini.

Tas Mudagaya - Helosa


Yes. Tas itu.
Seperti halnya saya selalu berusaha menghargai setiap hal kecil, saya pun langsung suka pada tas kecil yang isi banyak itu.

Yup yup, tas Mudagaya.
Iya, lagi-lagi saya pesan tas Mudagaya. Kemarin saya memang pesan tas Mudagaya yang model JAVAS. Kali ini, saya punya lagi yang terbaru, model Khanza dengan variannya Helosa.


Suka karena lapisan dalamnya lembut banget. Nggak bakal takut rusak deh tablet sama powerbank-nya.


Cakep ya?
Lebih daripada cakep, bentuknya memang kecil, tapi coba tengok isinya; 10 slot kartu, 1 kantung jaring serbaguna, 2 saku smartphone, 1 saku tab 8 inch, 1 slot serbaguna di bagian belakang. Nggak seperti tas-tas yang lain, masing-masing bagian dilindungi dengan baik karena bahan yang lembut dan bahkan semacam ada lapisan busa di bagian saku tablet.

Saya yang suka serba praktis langsung deh jatuh cinta. Dibawa jalan nggak ribet, asyik banget buat sekadar hangout, mau sendirian ataupun pas sama anak-anak.

Foto by Atanasia Rian


Apalagi yang Helosa ini, warnanya hitam. Sengaja sih, saya pilih yang hitam dan nggak terlalu banyak warna. Soalnya baju saya juga 80% warna item semua.

Kenapa pilih semua hitam? Supaya praktis bo! Kalau mau pergi, ya udah sih langsung pake baju dan samber tas, pergi. Nggak perlu matching-matchingin ini itu, warnanya cucok apa enggak.

Hahaha.
Iya, itu saya. Nggak suka ribet.

Selain saya memberi little reward pada diri sendiri, saya pun juga memberi little reward untuk orang-orang yang saya cinta.

Ya, soalnya saya kerja buat siapa sih?
Pastinya buat diri saya sendiri dong, dan untuk orang-orang yang saya cinta. Keluarga, anak-anak terutama.

Maka, saat saya jenuh dan gerah dengan pekerjaan, selain saya memberi diri sendiri a little reward macam tas Mudagaya itu, saya pun habiskan waktu bersama mereka. Kadang ya cuma untel-untelan di rumah. Kadang ya seperti siang ini tadi, sekadar jalan cari es krim.


Yummm!



Es krimnya sih yah ... enak sih. Tapi buat saya, memandangi wajah mereka yang antusias melahap es krim, itu yang bikin luar biasa. Bikin saya jadi semangat untuk tetap kerja dan menghasilkan sesuat yang lebih baik lagi. Supaya kapan-kapan saya bisa melihat wajah-wajah mereka semringah lagi karena saya belikan hal-hal kecil seperti ini.

By giving them some love, maka saya sudah memberikan cinta juga pada diri sendiri.

Betul nggak sih?

Makanya, yuk yuk, stop mengeluh dan mulai menghargai hal-hal kecil lebih dan lebih lagi.
Karena seperti halnya tas Mudagaya, yang kecil tapi berisi, hal-hal kecil di sekitar pun punya arti sendiri-sendiri dalam hidup kita.

Hal-hal kecil yang bisa membuat hal yang besar.

Tas Mudagaya ini dijual melalui distributor. Untuk melihat koleksi lengkapnya, kamu bisa intip di akun Instagram-nya, @mudagaya.

Kalau mau pesan, tinggal hubungi nomor CS di +62-226610444, maka kamu pun akan diarahkan ke distributor terdekat tempat kamu tinggal. Ongkirnya jadi lebih murah deh.

Share
Tweet
Pin
Share
5 comments
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Kapan Waktu buat Nulis? Begini Cara Saya Membagi Waktu dengan Urusan Warung dan Rumah

Kalau ditanya kapan saya punya waktu untuk menulis, jawabannya enggak pernah pasti. Jadi, memang bukan di jam segini atau jam segini. Dalam ...

Postingan Populer

  • Beberapa Tip Jitu untuk Membantu Kamu Menjaga Konsentrasi dan Fokus Menulis
    Masalah fokus atau konsentrasi biasa memang menjadi permasalahan umum bagi para penulis--baik itu penulis buku, konten, dan blog. Dist...
  • Yang Harus Blogger Ketahui Mengenai Link Eksternal - The Bloggers' Biggest Fear
    Warning: artikel ini akan panjang. Tapi I guaranteed, akan membahas hingga ke detail mengenai outbound links atau link eksternal. Karena...
  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • Beberapa Etika Meninggalkan Komentar yang Baik di Artikel Lain Agar Menambah Nilai untuk Blog Kamu
    Yuk, tinggalkan komen yang memberi nilai tambah bagi blog kita sendiri! Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis tentang beberapa...
  • Ukuran Feed Instagram 6 Kotak dan Cara Membuatnya Tanpa Ribet
    Eits. Bukan, ini bukan fitur baru. Ada yang nanya soal feed Instagram 6 kotak dari Google, masuk deh ke Console. Hehehe. Iya, ini bukan fitu...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose