• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri

Kenali 5 Tanda Email Phising (Penipuan di Email) yang Sebenarnya Paling Mudah Dilihat


Sering mendapatkan email phising email? Segera beri label spam agar bisa dilaporkan, ya!

Email phising adalah kiriman surat elektronik dari para pembajak dunia maya, yang berupaya untuk mendapatkan data pengguna internet demi kepentingan pribadi. Surat penipuan ini cukup meyakinkan, berdesain sedemikian rupa sehingga bisa saja mengecoh siapa pun yang kurang waspada. Ada banyak sekali yang dirugikan, terutama secara finansial, karena biasanya mereka mengincar informasi perbankan dan jasa pembayaran online. 

Tidak hanya itu, email phising juga menyelipkan virus yang dapat membahayakan gawai karena selalu melampirkan tautan-tautan. 

Jadi, abaikan semua link terlampir demi keselamatan gawaimu, baik di personal computer maupun telepon genggam. 

Kalaupun terlanjur ngeklik, jangan menulis data apa pun di kolom-kolom yang mereka sediakan. Jangan menuliskan nomor rekening, nomor kartu kredit maupun debit, apalagi PIN. Informasi tersebut niscaya akan disalahgunakan dan pasti merugikan. Sudah ada jutaan kasus pembobolan kartu kredit, pengurasan tabungan, juga pembayaran yang bukan atas nama pembeli yang terjadi selama ini.

Konon menurut sebuah penelitian, ada sebanyak 760.000 penipuan surat elektronik yang mengatasnamakan perusahaan-perusahaan besar. Merek-merek terkenal memang bisa banget jadi “topeng” bagi para pembajak data karena nama besar mereka dan orang cenderung jadi percaya. 

Makanya, banyak yang terjebak, saking percayanya. 

Yatapi gosah khawatir, walaupun hackers itu membuat tiruan yang mirip, kamu tetap bisa mengenalinya, kok! 

Ini dia 5 ciri email phising yang sangat mudah ditebak yang kamu bisa jadikan petunjuk

1. Alamat situs 

Mungkin kamu jarang memperhatikan apa yang tertulis pada sebuah tautan, lebih sering langsung mengklik saja. Untuk sekadar membaca artikel, hal tersebut sah-sah saja, namun jika melibatkan lembaga keuangan atau jasa pembayaran online, kamu harus membacanya dengan saksama.

Lembaga yang resmi selalu memiliki alamat situs yang sederhana, tidak panjang dan banyak karakternya (contoh: https://www.danamonline.com/). Mereka juga punya jaringan keselamatan berupa SSL Certificate untuk menjamin keamanan nasabah-nasabahnya yang tersebar di seluruh dunia. Pun ada huruf 's' di belakang alamat http:-nya.

SSL Certificate dan huruf 's' pada http tidak akan muncul pada situs palsu, sebagaimanapun serupanya logo maupun tampilan halamannya.

2. Nggak ada nomor kontak

Biasanya tidak ada, tapi kalaupun ada pasti merupakan nomor pribadi si penipu agar tersambung langsung ke sana. 

Alih-alih menemukan Customer Service dengan nomor hotline yang cantik dan bebas biaya, kamu malah diarahkan untuk menghubungi nomor serabutan dan memakan pulsa. Biasanya lagi, mereka akan mencantumkan satu nama tertentu yang katanya menjabat sebagai petinggi. 

Kamu mestinya tahu sih, kalau seorang manajer atau bahkan direktur enggak akan berteleponan langsung dengan nasabahnya dong ya?

3.Bahasa enggak elegan

Ini sungguh sebuah ciri email phisingyang sangat mudah ditebak. 

Ya, masa sebuah perusahaan ternama tata bahasanya kacau? Karena penipu-penipu itu bukanlah orang yang disewa secara profesional untuk menuliskan informasi resmi dengan standar baku, kamu tentu akan segera tahu bahwa itu pemberitahuan palsu. 

Kamu pasti melihat kesalahan-kesalahan ketik atau typo, tanda-tanda baca yang diletakkan tidak pada tempatnya, bahkan alur kalimat yang berantakan. Jauh berbeda dengan bahasa elegan yang digunakan dalam situs-situs resmi.

4. Mengancam

Tahukah kamu, bahwa pada dasarnya ada dua saja yang menjadi landasan gerak manusia? Kalau tidak berdasar kasih, tentu karena takut.

Oleh sebab itu, phising email selalu mengeksploitasi ketakutan masyarakat. Kamu akan membaca ancaman di sana, semisal “Kalau Anda tidak memperbarui data maka akunnya akan ditutup” dan sejenisnya. 

Dari sana, orang (yang terpancing takutnya) akan bergerak untuk “memperbarui” akun dengan menuliskan informasi yang diminta. Kena deh emailnya.

5. Terlalu akrab atau malah tidak kenal sama sekali

Dua kemungkinan itu sama-sama ada. Jadi, antara penipunya merasa “kenal” sekali denganmu, atau justru mereka tidak tahu apa-apa tentangmu. 

Yang merasa kenal akan mengatakan bahwa ia direferensikan untuk menghubungimu oleh seorang kenalan, entah itu rekan kerja, teman maupun saudara. Jangan mudah percaya, konfirmasikan dulu dengan yang mereferensikanmu kepada mereka. 

Dan yang tidak tahu apa-apa, saking tidak tahunya mereka akan mengirimkan email phising tanpa nama penerima, hanya “Kepada YTH” saja. Atau "Dear ....", dan sejenisnya.

Begitulah. Ternyata email phising sangat mudah ditebak, hanya dengan 5 ciri ini saja. Jadi, perhatikan lagi apa pun yang masuk ke kotak masuk surat elektronikmu, dan segera beri label “spam” agar tidak dikirimi hal yang sama. 

Wah, kayaknya kita membahas tentang keamanan berinternet terus dari kemarin ya, setelah soal kebocoran data. Emang, kita sebagai pengguna harus ekstra hati-hati, apalagi di situasi-situasi yang mudah dimanfaatkan seperti sekarang. Level kewaspadaan mesti ditingkatkan.

Yeah, so, stay alert and safe!
Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
Kebocoran Data Merajalela, Amankan Data Pribadimu!


Sudah baca kan, berita tentang adanya kebocoran data dari beberapa marketplace besar belakangan? Padahal belum lama sebelumnya, ada kasus Cambridge Analytica yang melibatkan jejaring terbesar abad ini, Facebook.

Tidak dapat dimungkiri, kecanggihan tekonologi itu membuat aman dan nyaman. Mereka juga sangat memudahkan dan memanjakan. Memudahkan, karena dengannya banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan secara daring saja, tanpa perlu bertemu secara fisik. Misalnya rapat, mendelegasi tugas, mengumpulkan laporan, dan lainnya. Memanjakan, karena berkatnya hampir semua hal bisa dilakukan dengan jari saja. Mulai dari mengganti saluran televisi, membayar tagihan, sampai pesan makanan. Ditambah lagi dengan game online.

Terpujilah wahai pencipta teknologi! Terima kasih! 

Namun demikian, kamu tentunya nggak boleh sembarangan bermain gawai dan mengerjakan semua tanpa perlindungan, bukan? Berhati-hatilah, karena data pribadimu bisa hilang secara ajaib atau dicuri. Ya, kayak yang sering kejadian belakangan.

Tapi, bukankah itu salah satu risiko kalau kita main ke dunia maya? Begitulah cara kerja media sosial, dan media apa pun di dunia maya. Data kita adalah komoditi. Begitu kita signup di suatu web, layanan, platform endebre endebre, maka di situlah kita kasih persetujuan bahwa data kita diambil.

Kalau nggak mau diambil, gimana?
Yodah, gosah main internet.

Susah amat.

Tapi, ya, enggak bisa gitu juga ya. Paling enggak bisa dong kita meminimalkan risiko terekspos. Gimana caranya?

Lakukan Pengamanan atas Risiko Kebocoran Data dengan Hal Berikut

1.Kata sandi

Tentu saja. Memang ini sangat klise, di mana-mana kata sandi memang diperlukan. Tapi justru karena itulah jadi kurang diperhatikan. Disepelekan.

Begini, saking canggihnya teknologi dan otak para pencuri data, mereka akan dengan mudahnya menebak kombinasi kata sandimu. Jadi, lupakan memakai tanggal ulang tahun, nama hewan peliharaan, alamat rumah, nomor kendaraan, atau makanan kesukaan. 

Alih-alih, gunakan kombinasi antara huruf capital, huruf kecil, angka dan tanda baca khusus, setidaknya 8 karakter.

Jangan juga menggunakan kata sandi yang sama untuk banyak akun. Kalau sering lupa, kamu bisa membuat password yang sama, tapi bedakan penggunaan huruf capital dan huruf kecilnya. Misalnya Akup4d@mu dan akup4d@mU.

Coba baca artikel pengamanan password ini deh. Thank me later.


2.Bagikan hal penting secara manual

Kalau merasa perlu untuk menginfokan hal penting--misalnya saja sebuah kata sandi--kepada seorang yang dekat, lakukan secara manual. Bisa lewat telepon atau tulis di kertas, tapi setelah itu langsung dirobek, ya! 


3.Pakai hotspot sendiri

Kalau sedang berada di ruang atau fasilitas umum, memang menggiurkan sekali untuk nebeng wifi yekan? Apalagi kalau gratisan.

Tapi, kalau nggak benar-benar perlu, mending pakai saja kuota sendiri. Perhatikan juga mode hotspot mobile hape kamu, jangan sampai dalam keadaan menyala saat berada di tempat ramai.

Atau, gunakan koneksi Virtual Private Network alias VPN saat terhubung dengan jaringan publik. Apalagi kalau kamu mau terhubung dengan situs perusahaan tempat kamu kerja atau bisnis sendiri, salah-salah nanti data perusahaan dibobol. Jaringan ini menjamin koneksimu ada dalam lorong khusus sehingga arus masuk atau keluar dari gawaimu aman. 


4.Sadari jari

Sekarang ini memang rasanya semua hanya one-two click away, atau sebatas satu-dua klik saja. Namun demikian, sadari jari setiap melihat tulisan bergaris biru alias tautan. Jangan asal mengklik, apalagi jika sumbernya kurang bisa dipercaya.

Tautan yang aman adalah yang dimulai dengan https (hypertext transfer protocol with secure socket layer), atau yang memiliki SSL Certificate. Jika tidak ada “s” di belakang situsnya, maka sebaiknya pertimbangkan ulang.

Kalau enggak benar-benar kamu kenal, mending nggak usah deh. 


5.Selalu update fitur keamanan

Nggak hanya memperbarui kata sandi, tapi perangkatnya juga harus diupdate secara berkala. 

Jadi, perhatikan fitur antivirus di gawai kamu, jangan sampai ketinggalan zaman. Tapi biasanya para penyedia jasanya akan menawarkan secara otomatis, kok. Jadi jangan abaikan lagi jika muncul pesan “Update software…”


6.Pasang pelacak

Satu hal lain yang membuat kalang kabut selain hilangnya data, adalah hilang gawainya. 

Nah, pasang juga pelacaknya ya! Aplikasi tracking atau penelusuran ini bekerja sama dengan satelit untuk mencari tahu keberadaan gawaimu -di manapun ia berada- melalui fitur geolokasi.

Pastikan kamu koneksikan semuanya, terutama yang pake produk Apple nih.


7. Backup

Yang terakhir, selalu backup. Seolah memiliki gudang penyimpanan lain, backup akan membuat duplikasi datamu tersimpan. Apalagi untuk hal-hal yang diperlukan untuk dibuka dari bermacam perangkat, CV misalnya. 

Ada beberapa pilihan yang bisa dijadikan gudang penyimpanan yang luas dan gratis, yaitu Dropbox, GoogleDrive, atau OneDrive. Simpanan berbasis cloud ini akan sangat membantu kalau-kalau datamu hilang karena virus atau dibajak. 

Nah, sudah merasa sedikit amankah, sekarang?

Meski demikian, tetap waspada ya. Keamanan data pribadi enggak boleh lagi diremehkan, dan hal ini adalah sepenuhnya tanggung jawab kita. Kalau ada kebocoran, ingat, semua adalah tanggung jawab kita sendiri. Bukan salah marketplace-nya, aplikasinya, platformnya, websitenya, ataupun orang lain.

Semua adalah tanggung jawab kita sendiri, karena kita sendirilah yang menyerahkannya pada orang lain.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Tahu (atau nyadar) enggak sih, kalau Google itu menyimpan hampir semua informasi tentang kita?

Yes, dia akan tahu semua informasi begitu kamu login dan masuk ke akun Google, atau akun mana pun yang dihubungkan dengan Google. Mulai dari penelusuran dan perintah dengan voice search sampai dengan history Google Maps, bahkan sampai riwayat video yang kamu tonton di YouTube.

Oh yeah, semuanya.
Dan, tahu enggak berapa orang mau bayar untuk data-data informasi seperti ini? History akses kita ke mana saja, bahkan pergi ke mana saja?

Jutaan dollar!

Karena data kek gini tuh, data berharga banget terutama buat pemasaran alias marketing!



Pernah buka Google My Activity?

Belum? Coba cek ke My Activity.

Oh yeah! Untung lagi pas nggak nyari porn. Ehgimana?


Laman “My Activity” ini dapat kamu gunakan untuk memeriksa aktivitas online apa saja yang sudah kamu lakukan bersama Google. Maka, di situlah tempat kamu bisa memeriksa data-data personal kamu.

Misalnya, kamu pengin menemukan penelusuran apa saja yang kamu lakukan satu bulan sebelumnya. Laman ini juga berguna kalau kamu bermaksud untuk menghapus semua data yang berasosiasi dengan Google.
  1. Buka “My Activity” di browser, linknya sudah saya tulis di atas ya. Kemudian masuklah ke akunmu.
  2. Cek ke “Bundle View” di sebelah kiri untuk melihat riwayat pencarian kamu in bundle, atau gunakan pilihan “Item View” untuk melihat riwayat satu per satu.

So, kamu mau apa sekarang dengan aktivitas googling kamu yang tersimpan ini? Mari kita lihat.


Nge-download Semua Data dari Google

So, in case kamu mau mendownload semua datamu. Maka, ikuti langkah-langkah di bawah ini:



  1. Buka “Download your data” di browser.
  2. Pilih services yang pengin didownload datanya, lalu klik Next.
  3. Setting “File Type” dan “Archive size (max)” sesuai keinginan, dan pilih “Send download link via email” sebagai “Delivery method”, kemudian klik tombol “Create Archive”. Kamu juga bisa memilih delivery method yang lain, kalau mau.

Buka email, lalu cek apakah ada email dari Google yang masuk. Dalam email tersebut, akan ada tautan untuk mengunduh. Buka, datamu akan siap untuk diunduh.


Nonaktifkan Personalisasi Iklan

Google punya jaringan iklan terbesar yang bakalan melacak aktivitas online kamu demi satu tujuan; mempergunakannya agar mereka bisa menembak iklan yang pas dengan selera kita.

Jadi, sering enggak kejadian? Misal kita lagi liat-liat panci presto di salah satu marketplace. Karena belum ada duit, ya udah kita belum milih juga kan. Belum masukin ke keranjang. Baru window shopping doang!

Tapi, begitu kita ke situs lain (marketplace kita close) dan kebetulan di situs itu ada iklan, maka iklan yang tampil adalah panci presto incaran kita?

ITU DIA!

Tapi, untungnya, hal ini bisa kita atur sebenernya. Mau tahu nggak?






  1. Buka Ads Settings di browser.
  2. Matikan tombol toggle yang ada di tengah-tengah laman. Klik TURN OFF saat ada popup muncul.

Dan, kamu pun selamat dari iming-iming panci presto.



Nonaktifkan Riwayat Pencarian Google

Kalau kamu nggak pengin menghapus riwayat (history) penelusuran, tetapi masih ingin kehidupan ‘digital’ kamu enggak terlacak oleh Google, maka kamu non-aktifkan saja riwayat Google.



  1. Silakan menuju ke “My Activity” yang tadi tautannya sudah saya kasih di atas.
  2. Klik “Activity Controls” dari sisi sebelah kiri.
  3. Pilihlah tipe aktivitas atau produk yang ingin kamu jeda pelacakannya atau perekaman jejaknya, lalu klik tombol toogle di sampingnya. Ada beberapa service yang bisa kamu lihat bisa disetting di situ: Web & App Activity, Location History, Device Information, Voice & Audio Activity, YouTube Search History, YouTube Watch History. Tinggal kamu pilih mana yang mau di-pause.


Misalnya, saya ingin menjeda “Location History”. Saya klik togglenya, nanti akan tampil pop-up yang menanyakan apakah kamu memang pengin pause aktivitas tersebut. Kalau iya, klik tombol “Pause”, dan konfirmasi aktivitas jika diminta.


Tapi pausing Location History ini enggak akan menghapus data Google Maps ya. Seperti keterangan di atas. Makanya, coba baca dulu sebelum benar-benar menonaktifkan satu service.

Kalau mau hapus history dan nyetting privasi di Google Map, kamu bisa langsung menuju lamannya. Diatur di sana.


Hapus Riwayat Google

Kalau kamu enggak pengin meninggalkan rekam jejak apa pun dalam aktivitas online kamu, dan pengin menghapus semua datayang tersimpan di Google, maka kamu pun harus menghapus riwayat secara keseluruhan.

Kayaknya rumit pasti dibayangin ya? Secara, data kita di Google itu emang banyak bet! Sudah tiap hari selalu akses Google, selalu memanfaatkan service Google, bahkan juga aplikasi smartphone semua juga pakai data Google ... beugh! Ngeri dah.

Tapi, tenang. Meski ini terdengar ribet, sebenarnya ini hanya perlu beberapa menit saja lo!



  1. Buka “My Activity” di browser.
  2. Klik pilihan ikon di sebelah kanan atas dan pilih “Delete activity by”.
  3. Sekarang, pilih periode dan produk mana yang ingin kamu hapus riwayatnya. Pilih aja “All time” kalau emang pengin hapus semua, dan juga “All products”.
  4. Klik tombol DELETE, dan konfirmasi penghapusan.


Menghapus Akun Google dan Akun Lain yang Terhubung

Barangkali, kamu pengin menghilang sepenuhnya dari jagat maya, dengan menghapus semua akun kamu? Bisa lo, ada trik untuk mempercepatnya, terutama untuk menghapus akun-akun yang terhubung dengan akun Google kamu.

Pakai apa? Deseat.me.

Deseat.me adalah tool yang bisa mengakses akun-akun yang bertautan dengan akun Google kamu, dan kemudian menghapusnya.



  1. Buka “Deseat.me”. Tekan tombol “Get started” di tengah, kemudian tekan “Sign in with Gmail” untuk masuk menggunakan Google.
  2. Google akan meminta persetujuan kamua sebelum memberikan akses untuk Deseat.me. Klik tombol ALLOW untuk lanjut.
  3. Deseat.me kemudian akan menunjukkan semua akun yang terhubung dengan Google dalam bentuk tumpukan kartu. Klik tombol Delete pada setiap kartu untuk menghapus akun-akun yang bertautan dengan akun Google kamu.


Gampang kan? Sekali jentik doang.



Jadi gimana? Rekam jejak digital bisa sedikit dirapikan kan, dengan beberapa langkah di atas? Hehehe. Yahhh ... kalau mau benar-benar ngilang sih ya, susah. Tapi bukannya enggak mungkin juga, kok. Ehe ehe ehe.

Semoga bermanfaat.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments



Creative Common. Ada yang belum pernah dengar?

Saya sempat melemparkan pertanyaan dan polling ini di Facebook dan Twitter. Berikut hasilnya.





Jawaban yang tak terlalu jauh berbeda ada di Twitter, hanya saja ini yang merasa tahu nggak mau bilang apa itu Creative Common :))

Bagaimana dengan kamu, yang lagi baca artikel ini? Tahu nggak sih apa itu Creative Common?

Apa itu Creative Common?

Jangan bingung dengan creative license ya.
Creative Common dan Creative License adalah dua hal yang berbeda, meski berhubungan erat.

Creative Common adalah sebuah organisasi atau lembaga nonprofit yang memungkinkan para kreator memberi label ataupun keterangan pada karya mereka masing-masing, apakah boleh digunakan kembali atau dimodifikasi kembali oleh orang lain.

Creative Common ini dibentuk sebagai bentuk alternatif dari hukum hak cipta yang lebih ketat dan rumit. Kalau yang namanya hukum itu kan sangat restricted dilengkapi dengan berbagai ancaman, tanpa ada informasi yang seperti apa yang disebut melanggar hak cipta itu. Atau, seperti apa yang namanya melanggar hak cipta itu.

Nah, lebih detail mengenai organisasi Creative Common ini bisa dilihat langsung di webnya ya.

Nah, Creative Common meng-cover lack yang ada ini, dengan menerbitkan beberapa macem label Creative License, dengan kriteria masing-masing.

Jadi, bisa diibaratkan, kalau Creative Common ini adalah MUI, sedangkan sertifikat halalnya adalah Creative License.


Beberapa jenis Creative License


Nah, beberapa jenis Creative License ini bisa dilihat di sebelah sini sebenarnya. Tapi saya mau coba sarikan dalam bahasa Indonesia. Biar saya selalu ingat, dan siapa tahu ada juga yang butuh yes?

Jika kita pengin menggunakan Creative License untuk segala karya digital yang sudah kamu hasilkan, maka pastikan dulu kita mengerti betul jenis-jenis license yang ada, kriteria dan restriction apa saja yang menyertainya. Soalnya macam-macam banget memang, dan masing-masing tuh ada kegunaannya sendiri-sendiri.

Ya sudahlah, ayo kita lihat ya. Mohon koreksinya kalau ada yang salah, Kakak!

1. Attribution

Jenis license pertama ini adalah license yang paling longgar sepertinya. Dengan lisensi ini, kita memperbolehkan orang lain untuk mendistribusikan ulang, memodifikasi, dan membuat karya baru berdasarkan karya kita tersebut, dengan menyebutkan kita sebagai sumbernya. Bahkan untuk kepentingan komersial.


2. ShareAlike

Ini hampir sama dengan Attribution di atas. Bedanya kita mengizinkan orang lain untuk juga mendaftarkan karya barunya (yang dibuat berdasarkan karya kita) dengan license yang sama. Harus sama-sama ShareAlike, gitu maksudnya.

Seluruh karya turunan dari karya berlisensi ShareAlike ini bisa digunakan untuk kepentingan komersial.

Jenis lisensi kedua ini dipakai oleh Wikipedia, dan juga seluruh karya turunan yang diambil dari karya asli dari Wikipedia.


3. NoDerivs

Lisensi ini merupakan singkatan dari "No Derivative Works", artinya kita memperbolehkan karya kita disebarluaskan untuk kepentingan komersial dan nonkomersial, selama karya tersebut nggak diubah sama sekali. Plus pemberian kredit pada kita, sebagai penciptanya.


4. NonCommercial

Lisensi NonCommercial kita gunakan kalau kita ingin mengizinkan orang lain untuk mempergunakan dan memodifikasi karya kita untuk kepentingan nonkomersial.

Nah, perlu diperhatikan nih. Kepentingan nonkomersial ini batasannya sampai apa? Situs Hubspot menjelaskan, bahwa kita harus berhati-hati dengan lisensi ini.

Meski kita adalah seorang personal blogger, tapi kalau kita menggunakan karya berlisensi NonCommercial dalam proyek konten kita yang kemudian mendatangkan keuntungan berupa uang bagi kita, maka hal itu disebut sebagai komersial.

Jadi, sebaiknya sih, untuk blog yang dimonetasi jangan gunakan karya-karya digital berlisensi NonCommercial ini.


5. NonCommercial-ShareAlike

Nah, ini gabungan antara lisensi NonCommercial dan ShareAlike. Jadi kita memperbolehkan orang lain untuk menggunakan karya kita, selama untuk tujuan komersial, dan mematenkan karya baru (yang dibuat berdasarkan karya kita) tersebut dengan lisensi yang sama.


6. NonCommercial-NoDerivs

Sama nih, gabungan antara NonCommercial dan NoDerivs. Kita memperbolehkan orang untuk menyebarluaskan karya kita, selama untuk kepentingan nonkomersial. Tapi karya kita nggak boleh dimodifikasi.

Saat orang lain pengin mempergunakan karya kita--taruhlah di blog mereka gitu--maka mereka harus memberikan kredit pada kita, sebagai pemegang hak cipta, dan juga di mana ia menemukan karya kita tersebut.


7. CC0

CC0 merupakan lisensi yang memungkinkan bagi para pemegang hak cipta untuk melepaskan hak terhadap karya mereka dan memberikan karyanya sebagai public domain.

Bisa dibilang, lisensi ini berfungsi untuk memberikan nilai bebas dari hak cipta pada suatu karya, yang berarti orang-orang boleh mempergunakannya semau mereka--mau dimodifikasi, dibuat ulang, diubah bentuknya, diolah apa pun elemennya--dengan bebas.

Nah, tentang public domain sendiri, bisa dilihat dan dipelajari secara detail di Wikipedia.


So, itu dia artinya Creative Common ya, yaitu satu organisasi yang bisa melindungi karya digitalmu. Jadi, kalau mau pakai karya digital orang, jangan sembarangan comot lagi ya. Lihat dulu lisensi yang mungkin menyertainya.

Nah, kalau kamu mau melabeli karya-karya digitalmu dengan lisensi dari Creative Common, kamu bisa lihat detailnya di web CC ya.

Kalau diminta untuk menyebutkan sumber, pastinya jangan ditulis "Sumber: Google", karena bukan Google yang bikin karya digital tersebut. Juga Pinterest. Bukan Pinterest yang bikin karya digital tersebut. Ada orang lain yang bikin, dan orang inilah pemegang hak ciptanya. Google dan Pinterest hanya memberikan data yang kita minta.

Saya sendiri kadang ya masih kepleset dalam penggunaan karya digital orang lain. Maafkan, percayalah, saya sangat concern mengenai hal ini. Jadi, jika memang saya menemukan fakta bahwa saya melanggar hak cipta orang, maka saya akan berusaha memperbaiki kesalahan saya.

Yuk, jadi kreator karya digital yang pintar!
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments



Urusan keamanan di ranah maya ini memang mengerikan. Kita dituntut untuk bikin password yang susah, tapi kita sendiri sangat takut lupa password.

Hayo, siapa suka begini? Nggak saya doang kan? Hahaha.

Saya mengamati di portal yang saya kerjakan sekarang, memang ada artikel yang menjelaskan mengenai "mengambil kembali Facebook yang dibajak orang"--bukan saya yang nulis tapi, content writer lain. Dan, respons yang masuk ke artikel tersebut, rata-rata pada minta tolong untuk diambilkan kembali akun Facebook mereka yang dicolong oleh orang tak bertanggung jawab.

Saya sedih sih liatnya.


So, ini ada beberapa langkah pengamanan standar yang mesti kamu lakukan untuk mengamankan password dan akun kamu. Siapa tahu ada yang belum ngerti ya.


5 Langkah pengamanan password dan akun



1. Hati-hati dengan autofill

Ya, ya. Saya tahu, autofill memang seharusnya ada untuk memudahkan hidup kita bukan? Menghemat waktu dan tenaga, dan juga membantu sekali buat orang-orang pelupa. Ya, kek saya gini.

Tapi coba baca artikel panjang nan ilmiah Princeton ini. Di situ ada dijelaskan bagaimana seorang hacker bisa mencuri email kita.

Nah, kalau sudah baca, kamu akan tahu deh, itu juga bisa dipakai untuk ngambil password juga.

Fyuh. *garuk-garuk kepala* Kalau dipikir-pikir ya, nggak ada tempat yang aman di dunia ini ya, termasuk di dunia maya.

Kebayang kan jadinya, betapa bahayanya kalau sampai kita punya password yang sama untuk semua akun? Ya, maunya buat memudahkan, tapi sekali udah diambil, si hacker bisa masuk ke semua akun juga. Wew!


2. Be creative




Ternyata persoalan kreatif ini ga cuma soal desain, tapi password juga. Wqwqwq.
Coba perhatikan gif di atas dari Intel Security.

Itu bisa banget jadi trik untuk membuat password yang bagus.

Atau, bisa juga coba cara ini.
Cari satu kalimat atau frasa. Misalnya, "saya mau buka", lalu tambahkan nama medsosnya. Ganti huruf dengan angka atau simbol di bagian-bagian tertentu. SMBTw1tt3r, SMBFaceb00k, SMBP1nterest, dan seterusnya.

Biasanya dengan begini lebih mudah diingat.

Pokoknya ingat, jangan pernah pakai password yang sama untuk akun yang berbeda.


3. Pengamanan lanjutan: Two-factor authentication




Di beberapa layanan media sosial, ada fitur yang bernama Two-factor authetication.

Di Gmail sih jelas ada. Di Wordpress juga ada. Di Facebook juga ada. Di Instagram pun ada. Untuk Twitter, ada di bagian yang mengoneksikan ponsel kita dengan akun.
Tuh udah saya link semua ya. Silakan diikuti tautannya, dan segera bereskan.

Memang agak repot sih pertamanya, habis masukin password terus mesti verifikasi. Tapi ya demi amannya, nggak apa-apalah ya.


4. Waspada saat berada di public dengan Wifi umum

Penginnya nyari Wifi gratis, kita pun login di area publik, di kafe, di mal, di resto, di warung kopi. Nggak nyadar, ini juga bisa berbahaya untuk security privacy kita.

Salah satu cara untuk bisa aman di tempat umum adalah dengan pasang VPN--alias Virtual Private Network. Dengan VPN ini, kita bisa browsing dan juga kirim-terima data dalam private network. Nggak bisa "diintip" orang.



Untuk penyedia layanan VPN, bisa gugling aja ya. Saya sendiri pakai Opera untuk browsing atau akses-kirim-terima data penting, yang punya built-in VPN. Tinggal aktifkan saja.

Sepertinya di Firefox dan Chrome juga ada settingannya, tapi saya belum sempat ngulik. Kapan-kapan saya update deh ya.



5. Jangan pernah tulis password di kertas

Kadang ya karena pelupa betul, ya sudahlah kita tulis di post-it, atau memo.
Ya, kalau di rumah, dan yakin betul dengan keamanannya, ya enggak apa-apa.

Tapi jangan pernah lakukan ini kalau kamu di kantor.
Haram banget dah ini ya.

Kalau semisal kesulitan dengan password yang beraneka macam (lihat poin 2 di atas), kamu bisa coba LastPass, password manager yang katanya terbaik saat ini. Saya sendiri belum pernah coba sih, karena so far saya masih bisa mengelola password dengan baik. Namun, kalau kamu sudah kewalahan, kamu bisa coba ngutak-atik.


Nah, begitulah beberapa tip pengamanan privacy dan data diri kita di dunia maya. Meski begitu, ya tetap waspada ya. Mentang-mentang merasa sudah diamankan semua, bukan berarti kita terus sembarangan saja. Tetap waspadai usaha-usaha phising dan hacking lainnya. Curigalah terhadap segala sesuatu yang aneh, nggak masuk akal, atau tidak biasanya.

Keep safe ya!


Share
Tweet
Pin
Share
10 comments


Fyuh. Saya mau curcol dulu. Sengaja taruh di atas yeh. Biarin deh, kalau terus pada enek dan skip. Rugi sendiri. Orang di bawah sana saya mau kasih tahu sesuatu. Dan kayaknya belum banyak orang tahu. Bahahaha.

Anyway, anu.
Rencana ngeblog dua kali seminggu kayaknya tinggal angan-angan lagi dah tahun ini. Kemarin saya coba banget untuk bisa konsisten di 2x seminggu. Ternyata, yaoloh. Energi, waktu, pikiran habis sudah.

Iya sih, kemudian PV-nya bisa merangkak naik ke angka target. *humblebrag detected* tapi, ya gitu deh. Nggak sempet mikir nulis di blog. Padahal yaaa seperti saya bilang. Seminggu ngulik di sana itu, saya banyak menemukan sesuatu yang seharusnya saya tulis di blog ini, sebagai catatan pembelajaran.

Tapi apa daya? Apa seharusnya saya sudah mulai ditemani oleh Virtual Assistant? *summon Mbak Lusi Tris* #belagu

Bahahaha. Ngekek. Yasudahlah. Saya sepertinya benar-benar cuma bisa nulis di blog sendiri di akhir pekan. Setelah selesai editorial. Welah, lha kok weekend masih tetep urusin portal yak? Ya, mau gimana lagi? Ada beberapa competitor yang mesti di-smack down. =)))

Yang satu ini aja saya sudah mulai ngedraf di hari Rabu loh. Cemana baru keposting sekarang. Havft!

So, maaf, kalau blunder. Kemarin-kemarin saya selalu bilang, konsistenlah ngeblog. Buat waktu buat nulis. Makin sering ngeblog/nulis, makin baik, makin peka.

Well. Saya sebenarnya juga masih nulis tiap hari. Cuma ya kadang dalam bentuk editan (ini kan nulis juga kan? *ngeles*), dan dalam bentuk tulisan juga sih. Tapi nggak di blog ini.

Ah, sebenarnya juga buat apa ya saya nulis curcol ini? Semacam sedang insecure sajah. Bahahaha.

YASUDAHLAH! Mari kita ke artikel sebenarnya!

Artikel seri Idea Mining sebenarnya masih menyisakan beberapa bahasan lagi. Tapi, bosen ah. Kita intermezzo dulu deh.

Intermezzo-nya apa? Bahas Google aja. Lhaaa, intermezzo kok mbahas Google. Njuk apa bedane sama yang biasanya? Wakakakak. *tabok Carra*

Nggak, gini maksudnya. Kalau biasanya kita bahas simbah dari sisi kita sebagai penyedia jasa, sekarang kita ulik dari sisi pencari informasi.

Piye to maksude?

Gini loh. Kalau buka Google, biasanya pada ngapain aja?
Google search engine lho ya. Bukan webmaster, analytics endebre endebre itu. NO! Tinggalin dulu yang itu. Nggak bosen pooo, bahas itu mulu? Bahahaha.

Buka Google ngapain aja?
Ya, nyari sesuatulah.

Ada beberapa trik untuk mencari informasi di Google yang barangkali baru sedikit orang yang tahu.
Nih, saya kasih tahu beberapa di antaranya ya.


Bahwa Google itu nggak cuma sekadar wajah putih dengan kotak search di tengah kayak gitu doang. Ternyata Google itu punya banyak fitur di dalamnya! Yang pastinya akan membantumu untuk menemukan informasi yang tepat, sekaligus having fun.

Mau tahu?


Beberapa trik Google yang barangkali bisa bantu kamu mencari informasi yang tepat


1. Gunakan tanda petik dua kalau mau mencari dalam bentuk frasa atau kalimat


Bandingkan 2 gambar berikut.


Kalau dilihat, yang sebelah kiri hasil pencariannya lebih exact dengan yang kita cari kan, ketimbang yang kanan? Ya, meskipun kalau dalam case ini, yang kanan pun hasil pencariannya juga tetep bagus. Mungkin suatu kali nanti kamu akan susah menemukan satu artikel yang sesuai dengan yang kamu cari, bisa tuh bikin alternatif beberapa frasa atau kalimat, lalu gunakan tanda petik dua.


2. Gunakan tanda minus untuk filter search result




Saya lakukan sedikit percobaan. Saya masukkan kata "jaguar".

Di sebelah kiri, yang pertama keluar adalah merek mobil. Yang kedua di kanan, adalah jaguar selain mobil, ada klub olahraga, ada binatang Jaguar dan lain-lain.

Nah, ini bisa banget dipakai kalau kita mencari satu informasi, tapi tergengges sama satu keyword yang dimonopoli. Kayak mobil Jaguar itu :D

Mayan kan?


3. Mencari keyword tertentu di situs tertentu



Kadang saya suka gini. Saya ingat satu artikel menarik di situs tertentu. Tapi saya lupa bookmark. Mau nyari di situs tersebut, ternyata nggak ada kotak Search.

Saya lupa judul persis artikelnya, pokoknya saya cuma ingat satu dua kata saja.
Cara mencarinya gimana?

Ya, itu di gambar itu cara nyarinya.
frasa SITE:alamatsitus.com

Gitu nyarinya.
Nanti, resultnya akan hanya menampilkan keyword yang kita cari dalam situs tersebut saja. Nggak ada yang lain. Gampang kan?



4. Artikel koran lama


Koran The Adams Centinel di tahun 1800!


Sudah tahu belum, bahwa Google tuh menyimpan juga artikel koran bahkan sejak tahun 1800-an loh!
Coba ke sini. Saya belum nyari apakah ada koran Indonesia juga di sana. Hahahaha. Belum sempat. Baru liat aja takjub, dan karena belum perlu aja sih.

Ini pasti berguna banget buat investigasi kasus kayak CSI gitulah ya? *summon Mbak Lusi lagi*

5. Mencari images




Nah, kapan itu, sahabat saya, Vanda Kemala pernah nanya di WA, gimana caranya mencari gambar atau image yang cocok dengan gambar tertentu yang dia punya.

Jadi, ceritanya dia menemukan satu image yang curiga diambil dari tempat lain. Nah, gimana caranya nyari?

Waktu itu saya belum menemukan trik ini. Sorry, Vanda. Jadi, barangkali Vanda sekarang malah udah tahu sih gimana cara nyarinya. Hahaha.

Yes, kita ke Google Images.
Kalau di Google.com, sebelah kanan atas itu ada 2 option: Gmail dan Images, nah klik Images itu. Atau langsung aja ke tautan saya di atas.  
Nah, lihat kan ada icon kamera? Klik iconnya, lalu unggah image yang pengin kamu cari source-nya.

Saya coba nyari salah satu fotonya Dian Pelangi. Dan iya, kelihatan setelah scroll satu kali aja ke bawah. Hehehe. Asem.
So, kalau ada foto yang kayaknya hoax, bisa dicek yaaaa, teman-teman. Jangan asal sebar atau share lagi :P Ada banyak kali berita menyesatkan disebar dengan image pula yang katanya original. Ternyata diambil dari Google. Meh.


Nah, sudah tahu kan beberapa trik ngulik Google supaya mendapatkan result yang lebih oke saat kita sedang mencari informasi atau sesuatu.



Ohiya. Ada satu lagi lho. Coba ke sebelah sini.
Ha! Banyak mainan di sana :D Bahkan ada snake game yang dulu biasa dimainin di Nokia. Haha. Belum semua saya coba sih. 
Have fun!

Well, sampai ketemu lagi di artikel techno-hacks berikutnya ya!
Share
Tweet
Pin
Share
14 comments
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Kuliah Lagi di Usia Jelang 50: Keputusan Paling Impulsif yang Pernah Kubuat

Ada masa ketika hidup berubah bukan karena rencana, tetapi karena keputusan yang harus diambil. Tahun ini, hidupku berubah cukup banyak. Ada...

Postingan Populer

  • Inspirasi Tema IG Kelas yang Menarik dan Kompak untuk Tampilkan Aktivitas Belajar
    Sekarang ini, banyak kelas mulai punya akun Instagram sendiri. Isinya macam-macam, dari dokumentasi kegiatan, informasi penting, sampai mome...
  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • 7 Cara Menulis Judul Artikel Viral - Praktikkan Setiap Saat!
    Ah, sepinya blog saya ini. Tapi nggak apa-apa. Saya malah menikmatinya. Kayak punya dunia sendiri, yang mau apa-apa terserah saya send...
  • Bagaimana Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita
    5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tuli...
  • Ukuran Feed Instagram 6 Kotak dan Cara Membuatnya Tanpa Ribet
    Eits. Bukan, ini bukan fitur baru. Ada yang nanya soal feed Instagram 6 kotak dari Google, masuk deh ke Console. Hehehe. Iya, ini bukan fitu...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose