Begini Cara Memanfaatkan Media Sosial Secara Efektif untuk Mempromosikan Bisnis



Saya suka geregetan kalau sudah soal pemanfaatan media sosial sebagai salah satu alat PR, alias public relation, dan juga marketing yang kurang dimaksimalkan.

Ya, mungkin karena tiap hari saya ngulik kek ginian sih ya. Hahaha. Bawaan penasaran mulu sama media sosial tuh--apa pun! Soalnya saya lihat crowd-nya memang potensial banget buat "disisipin iklan", hanya saja memang tricky lantaran kita mesti smooth masuknya. Biar ga genggeus. Rangorang nggak kerasa kalau disodorin iklan, gitu.

Hahaha. Rumit emang, pikiran orang marketing nih.

Sering lihat juga, beberapa teman mencoba bisnis, tapi masih belum bisa memanfaatkan media sosial ini dengan baik sebagai ujung tombak bisnisnya.

Apa indikasinya? Misalnya, Instagram. Feed Instagramnya cuma berisi foto jualan doang, yang enggak ada indah-indahnya sama sekali. 100% isi jualan doang, dan bukan foto-foto yang enak dipandang. Captionnya juga cuma spesifikasi barang dagangan, meliputi ukuran, warna, dan hal-hal teknis lain yang cukup menjemukan, dan nggak triggering orang untuk pengin beli. Yang beli ya yang butuh aja. Padahal kita butuh memengaruhi orang yang sebenarnya nggak butuh tapi terus mau beli. Bener nggak?

Tapi, Mak, "enak dipandang" itu kan selera banget. Mungkin si pemilik akun merasa itu sudah indah.

Hmmm, kalau ada yang berpendapat seperti itu, ya yahhh ... bisa jadi sih. Memang selera, tapi coba deh. Cobain trik berikut, siapa tahu bisa lebih mendongkrak penjualan.

Kan, enggak ada salahnya ada sedikit trik dicobain kan ya? Kalau memang oke, ya lanjut. Kalau enggak, ya udah nggak usah dipakai lagi. Cari yang lain yang lebih cocok. Karena treatment marketing itu memang sangat tergantung dengan sifat bisnis dan barang-barang yang dijualbelikan kok. Nggak ada yang harga mati. Kitanya aja yang mesti pinter menyesuaikan.

Tapi, yaqin deh, trik-trik berikut ini sudah saya terapkan dan terbukti bawa hasil. Mungkin bisa nggak dalam waktu cepat, tapi bisa ada efek yang cukup signifikan.



Cara Memanfaatkan Media Sosial dengan Lebih Efektif untuk Mempromosikan Bisnis



1. Kumpulkan Aset dan Keunggulan Produk

Ini harus dilakukan pertama kali.
Kenapa? Kan kita jualan produk, maka kita akan sangat tergantung pada keunggulannya. Coba cari (kalau memang sebelumnya nggak tahu keunggulan produk sendiri--meski rada aneh juga sih kalau jualan tapi nggak tahu keunggulan produk sendiri. Ehe~), kumpulkan dan catat, apa yang ingin ditonjolkan dari produk kita untuk diinformasikan pada (calon) pelanggan.

Bahannyakah? Proses pembuatannyakah? Detailnya yang unikkah? Atau service after selling yang oke?

Buatlah daftar selengkap mungkin. Daftar ini nanti akan menjadi amunisi saat kita bergerak untuk mendapatkan atau memrospek pelanggan.

Setelah daftarnya lengkap, sekarang buat daftar target customer dan audience. Ini nanti akan menentukan bagaimana ‘suara’ dalam setiap konten media sosial kita.

Kalau perlu petakan juga demografinya, mulai dari rentang umur, variasi pekerjaan, tinggal di mana (kota besar, kota kecil, rural). Kalau perlu, petakan juga income mereka.

Di sini, kita sudah menentukan persona calon customer dan audience. Dengan persona ini, kita nanti akan lebih mudah memasarkan produk.


2. Klaim Nama Bisnis di Semua Media Sosial

Nah, ini yang namanya awal nge-branding.
Kita mesti klaim semua nama bisnis kita di media-media sosial. Just name it, Twitter, Facebook, Facebook Page, Google+, LinkedIn, Instagram, Pinterest, Line@, Snapchat, Foursquare, dan seterusnya.

Mengapa mesti begini?
Ya, supaya nama bisnis kita itu benar-benar hanya menjadi punya kita sendiri. Lengkapi semua dengan foto profil yang memperlihatkan profil bisnis kita, misalnya logonya, atau foto apalah yang bisa mendefinisikan bisnis kita. Tapi hati-hati jika menampilkan foto produk sebagai foto profil ya, ada kemungkinan akan tampak kurang kuat saja image-nya. Akan lebih baik, kalau yang dipasang adalah logo bisnis.

Kalau kita sampai bisa mendapatkan semua media sosial atas nama bisnis kita yang sama, well, we’re lucky. Tapi, kalau ternyata sudah ada yang ambil, maka segera cari alternatifnya. Pastikan saja nggak terlalu jauh dengan nama bisnis aslinya.


3. Manage with Tools

Iya, saya tahu, bahwa kita semua cukup sibuk untuk mengurusi semua akun media sosial yang sudah ada ini.

Kabar baiknya, tak perlu semua dipakai kok. Ada beberapa yang asal sudah diklaim saja namanya, dan biarkan saja nonaktif. Lebih baik kita fokus pada 2-3 media sosial saja, dan boost sampai pol.

Misalnya, rencanakan untuk memanfaatkan Facebook dan Instagram lebih dulu.

Bagaimana dengan Twitter? Well, kalau untuk saya, Twitter itu rada susah untuk jualan produk riil ya :)) Soalnya isinya sobat misqueen semua. Hahahaha. Tapi kalau semisal kamu punya bisnis yang cocok disuarakan via Twitter, kamu bisa menambahkannya dalam daftar media sosial yang harus digarap. Semua memang harus disesuaikan dengan bisnis masing-masing.

Kalau saya sih, biasanya mengelola akun-akun media sosial ini dengan memanfaatkan fitur dan tools yang sudah ada.

Misalnya, saya manfaatkan IFTTT untuk membuat postingan otomatis dari Instagram langsung share ke Facebook Page dan Twitter. Jadi begitu post di Instagram, kita nggak perlu lagi Share to Other Apps. Habis posting di IG, ya udah tinggalin saja, ntar IFTTT yang akan posting langsung ke Facebook Page dan Twitter.

Soalnya saya sendiri kadang lupa atau nggak sempat, bok, buat sekadar mencet tombol Share to Other Apps juga X)) Habis posting di satu akun, langsung tinggal dulu untuk posting juga di akun lain. Terus nanti setelah 1 - 2 jam balik lagi untuk liat feedback. Udah, lupa mau share.
Dengan IFTTT ini saya cukup terbantu.


4. Posting untuk Promosi

Untuk skedul harian, jam berapanya enggak ada yang pasti karena semua tergantung audience masing-masing. Jadi, luangkan waktu untuk mengamati timeline media sosial kamu ya. Waktu ramainya kapan, yang paling sering ditanggapi konten apa, dan seterusnya.

Ada yang bilang, untuk Twitter jumlah konten ideal adalah 10 tweet sehari, Facebook 2 status per hari, Google+ satu kali sehari, Instagram dua kali sehari, dan kalau kita punya blog pribadi, setidaknya bahasan mengenai bisnis atau produk kamu harus muncul di blog setidaknya 2 kali sebulan.

Kalau bisnis kita punya blog sendiri, usahakan untuk selalu update minimal dua kali dalam satu minggu. Jangan lupa ditaut-tautkan ke laman-laman produk ya untuk keyword yang sudah ditentukan.



5. Konten, Konten, Konten!

Nah, sekarang mulai mencari konten yang cocok untuk disebarkan pada para calon customer / follower.

Perlu banget untuk diingat, mindset bahwa media sosial kita hanya boleh/bisa diisi oleh konten promosi dari bisnis online kita saja, itu adalah salah. Justru kita mesti juga menambah dengan konten-konten yang lain.

Ada aturan sharing konten di Facebook yang tersebar di antara para digital marketers, yaitu 70-20-10.

70% konten kamu harus merupakan konten yang bisa memberikan nilai tambah bagi audience kamu, misalnya tips, quotes, surveys, tapi pastikan harus benar-benar relevan ya. 20% konten kamu seharusnya merupakan konten dari source lain yang kira-kira bisa menarik audience. Nah, baru deh 10%-nya adalah konten promosional dari bisnis kamu, misalnya update saat ada barang baru, informasi kalau ada sale atau giveaway, dan seterusnya.

Kayaknya ini bagus juga untuk diterapkan di Instagram.

Jadi, pastikan kita punya konten dulu sebelum mulai berburu followers ya. Mulailah sharing sebelum kita punya followers. Biarin aja nggak ada yang nonton sekarang, tapi kita harus memberi calon follower alasan untuk mau follow atau like.


Nah, itu dia 5 trik awal memanfaatkan media sosial untuk bisnis. Untuk selanjutnya, kita juga harus mulai networking dengan pebisnis lainnya, juga rajin untuk upgrade dan update skill dan pengetahuan setiap waktu.

Karena pertumbuhan teknologi memang sangat pesat. Meleng sedikit saja, maka pasti kita akan ketinggalan banyak. Nyesel kemudian deh.
Semoga sukses ya!

5 komentar:

  1. Kalo untuk bisnis kuliner, sejujurnya aku masih bingung untuk ngisi konten 70% nya itu. Ujung-ujungnya cuma share tentang info bisnis dan produk lagi deh. Harus rajin nengokin akun bisnis kuliner lainnya deh buat inspirasi.

    Btw, makasih mba infonya!

    BalasHapus
  2. Ini berarti akunnya pakai akun personal atau akun khusus bisnis ya mbak? Kalau model personal kayak endorse-nya influencer gitu kah?
    Saya banyak nemu di Instagram, ada akun2 yang berupa 'kurator' dari postingan2 orang yang viral, terus disisipin endorse. Gitu juga bisa ya? (Btw, kasihan juga si pemilik karya asli, gak dapet apa2. Mungkin memang promo marketing seperti yg mbak carolina ini belum dimaksimalkan mereka ya)

    BalasHapus
  3. Iya kalo aku liat sih untuk promosi bisnis sekarang banyak dipakai instagram dan FB ya, twitter ada tapi nggak terlalu banyak. Aku sendiri kalo cari produk biasanya cari di instagram dulu :)

    BalasHapus
  4. iya seringnya kalau posting semua tentang produk produk kita, harusnya diimbangi dengan postingan lain. misal tips yang berhubungan dengan product yang kita jual.

    good, thanks

    BalasHapus
  5. Makasih tipsnya mbak, saya punya rencana memulai usaha home industri, jadi tau gimana nanti langkah2 yg harus dilakukan. saya memang buta sekali soal strategi memanfaatkan sosial media ini. Taunya cuma share doang. TFS mbak.

    BalasHapus