Menghapus Toxic Link: Mengapa dan Bagaimana?

by - April 05, 2021

Menghapus Toxic Link: Mengapa dan Bagaimana?

Banyak pakar SEO mengatakan bahwa backlink memegang peranan besar pada peringkat website. Hal ini memang benar, namun tidak semua link tersebut baik kehadirannya karena ada beberapa di antaranya yang sifatnya toxic (beracun) dan memberi performa buruk pada SEO. Saya sendiri sempat banget pusing sama yang namanya toxic link ini kemarin.

Alkisah, salah satu blog klien, ada yang trafficnya tiba-tiba terjun bebas hingga hanya tersisa 20%-nya saja. Luar biasa ya? Iya, sesuatu. Sempat bikin saya stres. Sayangnya, kalau saya stres itu justru makin banyak makan. Kalo stres bikin nggak makan sih saya pilih stres terus aja. Peluang untuk kurus lebih cepat soalnya. #ehgimana

Balik lagi ke topik.

Setelah ditelusur, bahwa selain karena terkena badai update core algoritme dan robot.txt-nya yang ternyata "bertingkah" gegara plugins baru, ternyata toxic link ini sempat ditemukan juga. "Hanya" 70-an, kalo nggak salah inget. But still ... whoa!

So, menjadi PR untuk bisa melepaskan toxic link ini.

Melakukan disavow atau menghapus link tersebut dapat memberikan pengaruh yang besar pada SEO di blog. Nah, mari kita bahas dalam artikel ini, supaya kali ada di antara kamu yang ngalamin. Atau, mungkin, lain kali saya sendiri ngalamin lagi. Biar nggak lupa. Tinggal lihat catatan sendiri.

Pendapat Google tentang Disavow Link

Sebelumnya pernah ada kasus ketika sebuah e-commerce menghapus banyak backlink yang ada di websitenya. Nah, ternyata, ini salah juga, karena peringkat situs tersebut menurun drastis dari yang seharusnya. Kemudian pemiliknya bertanya ke Google, apakah mereka harus menambahkan link tersebut kembali atau tidak.

Menanggapi hal tersebut, Google berpendapat bahwa kita sebenarnya tak perlu takut dengan outbound link seperti ini, kalau memang tak ada masalah dengan website asal tautannya. Nggak perlu dihapus, karena di situlah inti dari world wide web. 

See the word "web" there? Jaringan, betul sekali.

Apalah jaringan kalau tidak ada yang saling terhubung? Tentunya, ya enggak akan ada jaringan.

Nah, kecuali, jika terdapat link-link yang bermasalah sehingga harus segera dihapus. Karena link seperti ini tidak memberikan nilai tambah pada strategi SEO untuk blog atau website kita. 

Sekarang muncul pertanyaan, bagaimana cara terbaik untuk menghapus toxic link tersebut? Kamu dapat mengatasi masalah ini dengan melakukan panduan di bawah ini.

Cara Menghapus Toxic Link

1. Fokus Hanya pada Toxic Link Saja

Alat penghapus toxic link dimiliki Google, dan berperan penting untuk dalam penentuan peringkat situsmu. Namun, pemakaian tools ini harus dilakukan dengan hati-hati. Karena jika digunakan secara sembarangan, maka yang ada link-link baik juga akan ikut terhapus. Akibatnya, justru fatal, karena ranking website atau blogmu bisa menurun.

Jadi, pastikan dulu bahwa link yang ingin kamu hapus memang benar-benar toxic

Kamu harus memeriksa semua link tersebut untuk mengidentifikasi yang mana saja yang memberi pengaruh buruk pada blog atau website. Kemudian meminta Google untuk menghapus toxic link tersebut.

Punya terlalu banyak link memang nggak selamanya baik. Karena hanya link berkualitas yang bersumber dari website yang memiliki domain dan page authority tinggilah yang memberikan efek langsung pada peringkat websitemu.

Kamu pasti juga sudah paham tentang hal ini kan?

Meski demikian, kamu nggak perlu parno juga. Kelola saja secara alami, kalau core blog atau website-mu sudah baik, butuh buanyak buanget toxic link untuk bisa bikin down.

2. Hubungi dulu pemilik website

Setelah mengetahui link apa saja yang harus dihapus, maka sekarang kamu harus tahu proses eliminasi link tersebut.

Sebelumnya kamu harus akses backlink profile sendiri dengan memakai tool Google Webmaster Tools. Dari tools ini, kamu bisa melihat semua link yang masuk, anchor text yang dipakai, dan lainnya. Perhatikan apakah ada link yang bermasalah, lalu prioritaskan.

Kamu juga bisa mengetahui toxic links yang masuk ke blog atau website kamu, dengan bantuan SEMRush. Kebetulan sih, pada kasus saya, saya minta bantuan Mas Febriyan Lukito untuk ngecek dengan SEMRush. Dan kemudian beliau yang sopan, baik hati, dan tidak sombong itu memberikan list yang sudah rinci berisi toxic links yang harus saya "kerjain". Nggak cuma itu, beliau kasih juga potential toxic links, untuk saya telusur satu per satu. Semua sudah disatukan dalam file Excel. Sudah rapi, saya tinggal klak-klik aja di linknya.

Of course, saya mempergunakan jasanya secara profesional. Kalau kamu mau gampang, nggak pakai pusing, emang deh, mending hubungi saja ahlinya. So, kamu tinggal eksekusi saja ntar. Wqwqwq. 

Setelah dapat list-nya, segera hubungi para pemilik backlink tersebut dan meminta mereka untuk menghapus link yang ada. 

Cara satu ini sebenarnya merupakan cara yang direkomendasikan oleh Google. Karena kamu telah berusaha menghubungi dan menghapus link yang ada dengan baik-baik. Hal ini juga bermanfaat bagi si pemilik website itu sendiri, karena mereka lantas jadi "aware" kalau website atau blog yang mereka miliki ternyata punya "penyakit", dan harus segera diperbaiki.

3. Pakai Tool Disavow

Nah, tapi di satu dan lain situasi, kadang nggak mungkin juga menghubungi pemilik website. So, di sinilah disavow tool ini berguna.

Tapi, disclaimer dulu. Cara ini lebih baik dipakai oleh yang sudah benar-benar paham ya, plus kalau kamu sudah pasti banget bahwa link yang pengin dihapus itu benar-benar toxic link. Jika kamu tidak tahu cara memakainya, mendingan jangan deh. Atau, kalau kamu nggak yakin beneran toxic link atau enggak.



  • Buka Disavow Tool punya Google.
  • Pastikan kamu sudah punya Google Search Console ya, dan sudah terinstall dengan baik pada website atau blog kamu. Kalau belum, ya diinstal dan verifikasi dulu ya, Marimar.
  • Siapkan list toxic link yang pengin dihapus. Siapkan dalam format .txt ya. Bukan format .xls, apalagi .pdf. Pakai NOTEPAD, satu link satu baris.
  • Klik pada "Select Property", dan pilih blog di mana toxic links ada.
  • Akan muncul tombol "Upload Disavow List", klik. Pilih file .txt yang sudah disiapkan, lalu klik "Open".
  • Selanjutnya, file akan terunggah.
Setelah file terunggah, kamu tinggal tunggu deh, sampai Google melakukan disavow.

FYI, proses disavow ini bisa cepat, tapi juga bisa lama, karena Google membutuhkan waktu untuk memeriksa website atau blogmu all over again. Efek menghapus link ini bisa saja baru terasa dalam waktu beberapa bulan.

Saya unggah file list ini 1 bulan yang lalu, dan sampai dengan artikel ini ditulis, belum ada satu toxic link-pun yang sudah ter-disavow. Hahaha. Bahkan, sampai saya berhenti mengelola blog si klien. Yah, begitulah.

Sabar saja.

Nah, demikian cara  mengatasi--lebih tepatnya--menghapus toxic link dari blog atau websitemu.

Semoga cukup jelas ya.

Sampai ketemu di artikel selanjutnya.


You May Also Like

0 comments