How to Build Your Idea Bank: Memaksimalkan Feedly Sebagai Tempat Mengumpulkan Ide Menulis



Saya lagi patah hati. Ditawarin untuk menjadi narasumber di sebuah pelatihan nasional, tapi saya nggak bisa berangkat. Huhuhu. Di situ saya merasa nganu banget. Syediiiih.

*nyari bahu buat sobbing*

Udah curhatnya, Ra!

Oke! *cuci muka*

Melanjutkan seri tulisan How to Build Your Idea Bank, kemarin kita sudah bahas tentang tools apa saja yang bisa kita gunakan untuk menyimpan ide yes? Sebenarnya masih banyak tools lain juga yang bisa kamu manfaatkan, tapi yah, saya baru nyoba yang kemarin saya tulis itu. So, kalau kamu ada tambahan, please info ya. Nanti saya tambahkan di artikel yang kemarin. ;)

Kali ini kita akan ngulik Feedly ya.

Buat yang belum kenal, Feedly ini adalah aplikasi atau tool yang membantu kita untuk membaca situs-situs melalui RSS masing-masing situs tersebut.

Apa itu RSS Feed?

RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (di antaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. Singkatan ini biasanya mengarah ke beberapa jenis, yaitu:

  • Rich Site Summary (RSS 0.91)
  • RDF Site Summary (RSS 0.9 and 1.0)
  • Really Simple Syndication (RSS 2.0)

Teknologi yang dibangun dengan RSS mengizinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan web (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler.

Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul bisa dibayangkan sebagai kotak surat pribadi. Kita kemudian dapat mendaftar ke situs yang ingin kita tahu perubahannya. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Tapi, kita biasanya hanya mendapatkan satu baris atau sebuah pengantar dari isi situs berikut alamat terkait untuk membaca isi lengkap artikelnya.

Nah, penjelasan selanjutnya, bisa dibaca di Wikipedia sajalah ya. :D

So, sudah dapat gambaran ya apa itu RSS dan RSS Feed.

Nah, Feedly ini adalah RSS Feed. So, kalau kita bisa memasukkan situs-situs yang biasa kita baca, maka dengan mudah kita akan membaca update terbaru mereka. Jadi kayak baca koran aja gitu. Dan, di sini ada fasilitas bookmarking-nya plus bisa di-organize dalam boards.

So, ini (senggaknya buat saya) efektif banget dijadikan sebagai bank ide.


Begini cara saya memaksimalkan Feedly sebagai bank ide.


1. Daftar Feedly

Langsung aja ke webnya yah, Feedly.com. Kamu akan menemui yang kayak gini.

Interface Feedly.com

Kalau sudah pernah punya akun ya klik yang Existing User. Kalau baru mau punya, pastinya harus pilih yang Get Started for Free.

Popup untuk Login Feedly

Nah, kamu bisa pilih mana yang paling mudah.
Ssst, saya nih sampai punya 2 akun Feedly demi memisahkan konten-konten yang pengin saya ikutin loh. Yang satu, untuk ide konten blog dan portal. Sedangkan akun yang lain, itu untuk scanning update blog teman-teman blogger :D

Niat ya?
Hahaha. Ya, soalnya asyik banget sih baca dari Feedly ini. Kayak baca buku. Sekali jembreng langsung dapat banyak. Nggak ngabisin kuota, bisa langsung sort out juga yang ngga dibutuhin :D
Kamu akan tahu deh ntar.


2. Kenalan dengan interface Feedly



Sebenarnya interface-nya cukup simpel.

Kotak no. 1, adalah tempat untuk memasukkan URL atau topic yang kita minati. Tinggal ketik saja, nanti langsung kelihatan result dengan beberapa keywords yang relevan. Saya coba masukin Carolina Ratri *narsis kumat*, dan blog ini pun muncul di urutan keempat.

Iyaaahh, saya mah kalah populer yah sama "carolina" yang lain. XD.

Kotak no. 2, adalah topik-topik populer yang sudah banyak penggemarnya di Feedly. Kita bisa klik aja salah satu hashtag, lalu pilih deh web yang sesuai minat.

Untuk menambah konten lagi, setelah konten yang lain sudah masuk ke dalam Feed, kita bisa klik kotak hijau yang ada di sudut kiri bawah itu, Add Content.

Nah di samping Sources, ada Keyword Alerts. Di situ kita bisa melihat banyak update berdasarkan keyword di Google.


Coba lihat kalau saya masukkan keyword "blogging". Maka yang keluar adalah semua artikel yang berkata kunci blogging.

Kalau yang Keyword Alerts ini, saya nggak gitu pakai sih. Saya lebih suka mengumpulkan berdasar topik aja, lalu situs-situs yang sesuai langsung saya simpan RSS-nya. Semacam saya bookmarking dulu, terus baru nanti saya pisahin per boards.

Gimana caranya?
Ke poin selanjutnya ya.


3. Bookmark situs yang sesuai dengan niche


Begini cara nge-bookmark dan langsung me-manage bookmarking kita. Soalnya kalau nggak sekalian ditata secara teratur sejak semula, nanti sami mawon, akan susah banget ditemukan lagi. Jadi, dari awal harus rapi yes.

Misalnya saya masukkan topik #fashion, atau klik aja dari Explore the Web hashtag #fashion, lalu muncul beberapa situs pilihan yang memang membahas topik seputar fashion. Lalu saya klik salah satu. Misalnya seperti ini.


Kalau saya pengin langsung follow Stay Bubble ya, langsung klik saja tombol Follow-nya. Kalau mau lihat-lihat dulu, tinggal klik Style Bubble-nya.

Saat mulai follow, kita juga akan ditanya ke kategori mana situs tersebut akan kita masukkan. Sedari sini saya sudah pisahkan per topik masing-masing situs. Supaya apa? Supaya gampang baca dan scanning-nya.

Itu berarti kita sudah menyimpan RSS-nya Style Bubble. Kalau next dia update, pasti artikelnya langsung masuk ke Feed kita.


4. Organize boards ide


Saya kasih lihat Feedly saya yah.


Pada artikel yang dipilih, akan muncul beberapa option di bagian atas.
Untuk menyimpannya, klik simbol bintang.

Maka akan muncul popup seperti ini.

Save to board

Nah, tinggal masukkan ke masing-masing boards yang sesuai. Kalau belum ada boards, bikin dulu dengan Create a Board.

Dan ... voila! Artikel tersebut sudah ada di dalam bookmark kita.

My boards on Feedly

Dengan boards yang sesuai niche begini, saya pun mudah membuat triggers menulis untuk para penulis Rocking Mama, untuk para internship, dan untuk saya sendiri.

Dan berikut ini adalah akun Feedly yang khusus untuk para blogger :D


Yang biasanya berinteraksi sama saya di Twitter atau di Facebook sih sudah masuk :D Masing-masing feed masih banyak sekali blognya tuh. Jadi yang kelihatan cuma sebagian aja.

Ayo, coba yang belum setor link blog, silakan ditulis URL blognya di kolom komen yah!

Dengan begini, pas ada update blog, dan artikelnya cucok untuk dimuat di Rocking Mama, saya akan langsung menuju ke blog yang bersangkutan dan langsung minta direpost :D

Oh yeah, I'm the silent reader. Kalau nemu yang bagus, baru komen. Komennya minta direpost :))))

Begitu cara saya memanfaatkan Feedly untuk memperkaya konten blog dan portal sebelah.
Next, kita akan bahas tool yang lain, masih dalam seri How to Build Your Idea Bank, ya.

Stay tune!

11 comments:

inayah said...

Aku blm maksimal nih mba, baru buat blogwalking aja biar gampang

Carolina Ratri said...

Iya, sebelumnya aku juga hanya buat blogwalking sih. Lama-lama kenapa nggak dimanfaatkan lebih? Soalnya cukup oke juga fiturnya :) Makasih sudah baca, Nay :-*

trip santai said...

thanks kak carol untuk sharingnya ya. Mau coba pake feedly untuk save artikel juga nih

trip santai said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Fiberti said...

Selama ini feedly untuk blogwalking. Ide bagus mba dipakai untuk hal lain juga...

Nina said...

Hai mbak! Mau setor link donk. Kali suatu saat nyantol. Hehehe

Carolina Ratri said...

Got it! ;)

Carolina Ratri said...

Yes, kalau misal tool itu bisa dipakai untuk berbagai tujuan ya kenapa enggak kan?

sri mulyani said...


Selalu keren... Thanks

lianny hendrawati said...

Mom Carra, list nya banyak banget, keren ih nggak mumet hahahha. Tapi emang enak ya, begitu ada update an, kita bisa tau.

dira indi said...

Mak Carraaa..awesome banget sich
*eike ndesooo*
Mak ga butuh link diriku kah? *halah nyodorin*
Baru tau ternyata bisa buat content Si feedly

Instagram