How to Build Your Idea Bank: Beberapa Tools untuk Menyimpan Ide Menulis yang Paling Efisien

Hai! Seharusnya masih ada 3 topik artikel untuk seri Idea Mining. Tapi ... hmmm ... somehow, second thought, nanti akan saya masukkan ...



Hai!

Seharusnya masih ada 3 topik artikel untuk seri Idea Mining. Tapi ... hmmm ... somehow, second thought, nanti akan saya masukkan saja ke ebook. Supaya yang dapat ebook nanti mendapatkan nilai tambah selain yang regular baca di blog saja. Hahaha.

Gimana cara dapatin ebook-nya?
Nanti ya, saya informasikan. Yang pasti, saat kamu buntu ide, lalu kamu buka ebook saya itu, insya Allah, kamu akan segera mendapat ide menulis ;)

Bentar ya, lagi saya kerjain layoutnya.

Now, we're moving to seri How to Build Your Ideas Bank.

Saat kamu sudah browsing, mencari ide, melakukan riset, menemukan source-source untuk tulisan, lalu apa yang kamu lakukan?

Kalau saya sih, sumber-sumber yang sudah saya percaya bisa mendukung konten saya supaya matang itu akan saya kumpulkan di satu tempat, agar kapan-kapan diperlukan bisa saya buka kembali.

So, I call it as my ideas bank.

Saya sendiri punya beberapa ideas bank saat ini. Ada yang saya simpan di Google Drive dalam bentuk Spreadsheet. Yang paling banyak sih saya masukkan ke Feedly, sekalian supaya ikutan update kalau ada artikel baru dalam blog-blog atau website-website yang saya rasa bermanfaat. Dari Feedly kemudian saya sortir lagi masuk ke Evernote.

Wih, niat amat yak, cuma buat ngumpulin ide aja.
JELANG DOS eh ... JELAS DONG!
Hari-hari saya bakalan habis cuma buat nyari ide kalau saya nggak gitu. Saya kan mesti cari ide nulis buat diri saya sendiri. Plus nyari trigger article buat para penulis Rocking Mama, pun ngasih umpan ide buat anak intern Zetta. Hahaha. Kalau saya nggak bangun database ide, meh ... semua target nulis pasti lewat. Saya keteteran.

So, I have to set all up.

Nah, sekarang saya akan kasih beberapa tools yang bisa kamu pakai untuk menyimpan ide yang kamu dapatkan secara online ya. Bisa juga kamu pakai untuk menulis catatan-catatan sih, karena beberapa ada feature notes-nya juga.

Kenapa mesti ada tools untuk menyimpan ide? Ya, itu tadi. Biar nggak bingung pas butuh. Tools bookmark bawaan browser mah terbatas ya. Bakalan panjang, kalau saya yang pake mah. Panjang dan ga jelas, akhirnya ya susah juga buat nyari lagi artikel yang saya mau.

Gitu. Yes? Yes.

Beberapa tools yang bisa kamu gunakan untuk menyimpan ide menulis atau untuk bookmarking.


1. Pocket




Tools yang satu ini cukup handy dan user friendly. Sekilas dilihat, interface-nya mirip sama Pinterest.

So, whenever kamu browsing dan tiba-tiba menemukan artikel yang cakep atau bisa jadi triggers untuk menulis, save dengan Pocket.

Kunci untuk penyimpanan link artikel yang rapi adalah terletak pada hashtag yang kamu gunakan. Saya sendiri memisahkan antara hashtag untuk Blogging, Writing, Parenting, Relationship dan seterusnya, sesuai dengan yang biasa saya bahas.

Pocket ini bisa kamu download juga Apps-nya di smartphone, iPad, iPhone, sehingga kamu tetap bisa browsing-browsing on the go.

Nanti, saya akan bahas khusus Pocket ini dalam satu artikel khusus. Gimana caranya merapikan bank ide, supaya kalau nemu apa-apa bisa cepet. 


2. Feedly



Ini dia andalan saya untuk kurasi artikel sekaligus bookmarking.

Saya punya 2 akun Feedly aktif, yang masing-masing saya pergunakan sesuai kebutuhan. Satu akun untuk menyimpan website-website sumber inspirasi, akun yang lain untuk menampung update artikel teman-teman blogger.

Feedly bisa didownload juga apps-nya di smartphone, juga bisa sync antara satu device dengan device yang lain.

Feedly ini memang merupakan RSS Reader, pembaca syndication. Apa itu RSS, Syndication, nanti akan saya jelaskan khusus di artikel Feedly ya. Juga nanti akan saya bahas detail tutorial gunainnya, dan gimana saya memanfaatkannya untuk menambang ide yang nggak pernah habis. Malah bikin galau deng, wong kebanyakan =)))

Kenapa harus 2 akun?
Biar nggak siwer.

Semua saya pisah-pisahin gini aja siwer parah. Apalagi kalau campur aduk jadi satu. Pusing pala Carra Barbie.

So far, saya paling bersahabat dengan Feedly. Cuma kekurangannya cuma satu, kalau memanfaatkan fitur Search, saya mesti bayar :)))
Jadi, kadang agak susah untuk mau mencari lagi artikel yang pernah saya bookmarked di sana. Iya, saya masih suka gratisan. Hahahaha.

So, gimana cara mengatasi hal ini?
Saya pakai Evernote.


3. Evernote



Evernote adalah tools kedua favorit saya setelah Feedly.

Di Evernote, saya nggak cuma bisa nyimpen link doang, tapi saya bisa menyusun sekalian per topik sesuai yang saya mau, plus artikel referensinya sekalian ditautkan.

Setiap kali menjelang hari Sabtu, saya akan mengecek Evernote untuk melihat topik apa yang akan saya tulis di blog ini.

Nggak cuma untuk blog ini, saya pun membangun bank ide yang sudah tersortir dengan rapi untuk Rocking Mama di Evernote.

Saya akan bahas selanjutnya di satu artikel khusus dalam seri How to Build Your Ideas Bank juga. So, stay tuned yah.

4. Scoop.it



Selain 3 tools yang sudah saya gunakan di atas, ada satu rekomendasi tools untuk membuat database ide tulisan juga nih. Saya sendiri belum pernah coba sih, tapi kalau kamu mau cobain, boleh saja silakan. Rekomendasinya dari sumber yang terpercaya kok ;)

Yes, Scoop.it.

Saya mau coba dulu ya. Nanti kalau saya sudah coba, mungkin bisa juga saya bahas sebagai salah satu bagian dari seri How to Build Your Ideas Bank.


Nah, Gaes. Itu beberapa tools yang bisa kamu manfaatkan untuk membangun database ide menulis.
Kalau kamu setuju dengan saya, bahwa menulis itu nggak cuma ngadepin laptop dan lalu bengong, maka kayaknya kamu perlu membuat bank ide ala kamu sendiri.

Saya akan tunjukkan cara saya membangun bank ide. Kamu boleh sontek cara saya, atau kamu bikin dengan caramu sendiri, disesuaikan dengan kebutuhan kamu.

Atau kamu tetap hanya akan menunggu dan berharap ide akan datang dengan sendirinya, dan lalu ngeluh nggak nulis karena nggak ada ide. Terus, akhirnya ngeluh lagi, blog kamu nggak dikunjungi atau dikomenin orang.

Semua pilihan ada di tanganmu.

You Might Also Like

16 comments

  1. Evernote sama feddly udah, nyoba scoop ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ntar direview, Mbak Indri, kalau udah :D

      Delete
  2. Aku baru nyoba evernote doang sih mbak selama ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain yang lain, Mbak. Siapa tahu lebih produktif lagi.

      Delete
  3. Dari keempat tools di atas aku belum.pernah nyoba mbk, ternyata banyak ya manfaatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cobain deh, biar ngeblognya lebih oke :)

      Delete
  4. Aku paling evernote sama notes biasa di ipad.. Buka laptop jarang banget nih mba. Perbayian sungguh hihiii...ah senangnya bisa kemari lagiii..yg pocket itu mirip pinterest ya mba, aku penasaran..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren, Mbak Uciggg. Aku nggak bisa nulis selain di laptop. WAnan pun dari web sebisanya. Wakakak. I feel you, Mbak. Dinikmati saja dulu. Akan ada waktu, kita bisa bebas nulis lagi, sekaligus akan kangen digelendotin. Hahaha.

      Delete
  5. feedly sama efernote kalau aku

    ReplyDelete
  6. Baru evernote yang pernah aku coba, lainnya belom.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa cobain juga yang lain, Mak. Siapa tahu ada yang cocok, kan bisa bantu ngeblognya.

      Delete
  7. Belum pernah nyoba semuanya tapi setelah ini harus coba. Makasih mba Carra udah dikasi tahu tools keren2 ini.

    ReplyDelete
  8. Harus nyoba nih biar memudahkan dlm nulis

    ReplyDelete

Silakan masukkan link blog Anda dalam kotak ID yang sudah disediakan.
Semua komen yang berisi link hidup, will go straight to spam.

Search This Blog