9 Dosa Pengguna Facebook yang Menyebabkan Mereka Dianggap Spammer - Blogger Juga Suka Melakukannya!

Selain Instagram, Facebook akhir-akhir ini juga berbenah. Apa saja yang dibenahi? Kamu bisa lihat di artikel sebelumnya. Algoritma F...




Selain Instagram, Facebook akhir-akhir ini juga berbenah. Apa saja yang dibenahi? Kamu bisa lihat di artikel sebelumnya.

Algoritma Facebook sekarang memang (semacam) sedang dikembalikan ke fitrahnya oleh tim Mark Zuckerberg, yaitu sebagai wadah untuk berinteraksi antar orang secara personal.

Media massa elektronik atau brand-brand semakin sedikit tempatnya untuk bisa berpromosi. Algoritma terbaru Facebook memang membuat para publisher ini harus berusaha ekstra untuk mendapatkan target audience yang sesuai. Ya, kalau mau gampang sih, mereka mesti merogoh kocek lebih dalam. Tapi itu pun juga nggak pasti mencapai target audience yang diharapkan, karena mereka mesti memperhitungkannya dengan saksama.

Nah, bagaimana dengan kita?

Kita sebenarnya adalah "pelanggan" yang disayang oleh Facebook.
Facebook melakukan pembenahan itu karena kita juga. Kita sedang berusaha dimanjakan oleh Facebook.

Masalahnya, ada di antara kita yang ternyata "menyalahgunakan" perlakuan baik Facebook, dan abusing term of service yang sudah ditetapkan. Di antaranya adalah spamming.

Ya, karena kita adalah blogger, dan merasa "wajib" untuk mempromosikan blog masing-masing demi mencapai pageview.

Sebagian blogger--saya yakin dengan pasti--nggak pernah baca term of service yang diberikan oleh Facebook soal spamming atau promosi, sehingga tanpa sadar mereka melanggar aturan-aturan yang sudah ada tersebut.

Hingga, awal tahun lalu, sebagian besar blogger mengeluh, bahwa mereka di-mark as spam sama blogger. Komen mereka ter-hide secara otomatis dan dianggap spam oleh Facebook. Mau posting di beranda juga sebagian bilang, susah.

Saya nggak tahu pasti, "dosa" apa saja yang mereka lakukan hingga "menerima hukuman" dari Facebook semacam itu. Karena term of service-nya itu banyak. Bisa saja dilanggar sedikit, bisa banyak, bisa semuanya. Lagian saya juga nggak bisa tahu dengan pasti, dosa masing-masing blogger ini apa saja kan?

Ya kali saya stalking satu per satu. Wk.

Seandainya setiap kali kita "datang" ke tempat baru itu kita pelajari dulu aturan-aturannya, apa yang boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan, pastilah kita akan aman-aman saja. Bagaimanapun, itu tempat punya orang. Bukan punya nenek kita sendiri. Jadi, aturan ya aturan. Harus dipatuhi.

Tapi ya gitu deh. Jarang yang mau membaca manual dulu, atau term & condition, atau yang semacamnya. Terus kalau sudah kena batunya, baru deh ngeluh.

Ya, alhamdulillah-nya, saya sampai sekarang masih selalu lolos dari "hukuman". Padahal saya juga cukup sering mempromosikan link ini itu. Mungkin karena saya punya tulisan di berbagai tempat, nggak cuma di blog pribadi saja, sehingga meski saya selalu promosikan tulisan saya, tapi sumber link-nya beda-beda :D

Ya mungkin juga gitu.
Atau, karena saya lebih banyak merusuh di beranda pribadi, bukan di grup, bukan di komen orang. Jadi ya, mungkin dianggapnya bebas aja deh, orang di beranda sendiri.

Entahlah.

Tapi, apa pun, coba deh disimak, beberapa cara promosi yang salah yang dilakukan oleh para blogger berikut ini, yang saya kumpulkan berdasarkan pengamatan.


9 Dosa pengguna Facebook yang paling sering dilakukan


1. Share dalam waktu yang bersamaan


Saya sering lihat, para blogger share satu artikel sekaligus, baik ke beranda sendiri, ke grup maupun nyebar link ke komen orang.

Kalau kita punya 20 grup blogger, ya kita akan share langsung ke 20 grup tersebut secara berturut-turut.

Atau, posting di akun Facebook pribadi, dan juga sekaligus ke Facebook Page, terus dari Facebook Page langsung disebar ke berbagai komunitas.

Yang kayak gini nih kelakuan spammer, bukan blogger.

What to do instead:
Jangan sebar langsung ke banyak tempat dalam waktu yang berurutan. Kamu bisa promosi blog dengan waktu yang diatur.

Misal, hari ini sebar link ke Kumpulan Emak Blogger, besok ke Warung Blogger, dan seterusnya.

"Malas laa, kalau bisa sebar link hari ini sekalian, besok sibuk soalnya."
Ya, diaturlah. Posting link paling berapa menit sih?

Atau kalau memang harus semua tersebar hari ini, beri jeda waktu yang cukup panjang. Satu jam, dua jam. Banyak sih yang bilang, interval 5 menit sebenarnya juga sudah cukup. Tapi ya, demi amannya, coba share dengan interval sejam dua jam.


2. Nyebar dengan caption yang persis


Kadang kita memang mau cepetnya aja kan? Nyebar link, ya pengantarnya kopas aja.
Bikin satu, lalu dikopi, share.
Untuk ke grup yang lain, tinggal paste, dan share.

Cepet!

Apalagi ada juga fasilitas Facebook yang memungkinkan kita menyebar langsung ke multiple group langsung sekali klik aja.

Nah, ini kesalahan nih.

What to do instead:
Cobalah untuk menulis caption atau pengantar share yang berbeda satu sama lain. Sesuaikan dengan target pembaca.

Jangan malas nulis caption.
Blogger kok malas muluk.


3. Konten nggak original


Sebagian dari kita masih mengambil gambar, misalnya, dari Google search. Meski sudah menyantumkan sumber, tapi kadang ini masih berisiko dianggap spam oleh Facebook.

Karena kalau gambar--terutama yang kita pergunakan sebagai featured image yang kemudian kalau dishare nongol menyertai link blog kita itu--sudah pernah dilaporkan sebagai spam ke Facebook, maka gambar tersebut akan masuk ke dalam database spammer Facebook.

Sehingga kalau kita share gambar yang sama, maka otomatis akan langsung dianggap spam juga oleh Facebook.

Nah, ini nih. Makanya penting ya, untuk tahu license sebuah gambar yang kita pakai di artikel blog. Kalau nggak bisa pakai gambar sendiri, pastikan gambar tersebut berlisensi CC0.

Berlisensi CC0 saja masih belum jaminan yakin aman kok.
Paling aman itu ya pakai gambar sendiri.

What to do instead:
Selalu gunakan gambar yang berlisensi bebas dipakai tanpa copyright. Kalau mau ambil di Google, pastikan kamu ambil yang Usage Rights-nya labelled for noncommercial use.

Atau ambil gambar-gambar yang ada di website penyedia image CC0. Saya punya banyak daftar website-nya. Silakan dilihat. Lalu usahakan untuk dimodifikasi. Misal, diedit lagi warnanya, ditambahin tulisan dan sebagainya. Pokoknya jangan polosan apa adanya.

Ini kalau kamu ambil dari sumber lain.

Atau, paling aman ya pakai gambar sendiri. Wislah, pasti aman.

Nah, ini juga catatan.

Bahwa konten di sini nggak cuma gambar ya. Tapi juga tulisan. So, kalau semisal kamu share link dari sumber lain, dan link tersebut sudah pernah dilaporkan sebagai spam, maka kamu pun akan dianggap spammer.

Jadi, be careful saat kamu share link dari mana pun.


4. Over tagging


Ini dulu sempat booming, terutama buat para pemilik online shop di Facebook.
Upload foto produk terbaru, lalu tag banyak orang di friendlist.

Sekarang, sudah nggak ada sih. Ya, setidaknya di saya. Nggak tahu yang lain. Masih adakah yang suka ngetag banyak orang begini?

Meski nggak dianggap spam oleh Facebook pun, saya sebenarnya merasa gengges kalau ditag di foto yang nggak ada hubungannya sama diri saya sendiri.

Behavior kayak gini jelas spamming.

What to do instead:
Pastikan kalau ngetag ya karena orang tersebut ada di dalam foto. Atau fotonya memang berhubungan langsung dengannya.

Misalnya, ada yang ngetag saya di buku Blogging: Have Fun and Get the Money. Nah, itu saya seneng banget. Hahaha.


5. Melanggar aturan-aturan lainnya


Ada beberapa behavior atau kelakuan pengguna Facebook yang melanggar aturan (kalau saya jabarkan jadi poin satu per satu, bakalan terlalu panjang sih. Jadi saya jadikan satu di poin terakhir ini aja.)

Maka, tolong pahami, bahwa beberapa kelakuan di bawah ini dilarang oleh Facebook.

  • Ikut menyebarkan artikel-artikel hoaks dan clickbaity.
    Facebook sudah punya database website mana saja yang punya konten tak berkualitas, yaitu website yang penuh berita hoaks, clickbaity, ujaran kebencian, dan berbagai macam jenis thin content lainnya.
    Dari mana mereka mendapatkan database ini?
    Ya, karena behavior kita juga. Kalau kita terlalu cepat mengunjungi satu website yang linknya disebar di Facebook, maka itu juga akan "direkam" bahwa kita nggak puas dengan isi konten website tersebut. Atau kalau kita pernah melaporkan satu link/akun sebagai spam, ya itu ikut menjadi bahan pertimbangan Facebook.
  • Memasukkan orang ke dalam suatu grup Facebook tanpa izin.
    Yes, ini juga akan menjadi pertimbangan Facebook untuk menganggapmu sebagai spammer. Indikasinya mudah, kalau orang yang kamu masukkan ke dalam grup tersebut langsung leave group, maka satu poin untukmu sebagai spammer.
    Jadi, sebelum memasukkan orang ke dalam suatu grup komunitas, pastikan kalau orang tersebut mau dan suka dicemplungkan ke dalam grup kamu ya.
  • Add friend banyak akun sekaligus.
    Yang kayak gini juga menjadi standar media sosial mana pun. Di Twitter dan Instagram pun juga sama. Kalau kamu follow akun lain dengan membabi buta, maka kamu bisa dianggap spammer.
    Karena ya wajar saja sih. Ini bukan perilaku normal. Facebook itu untuk menjalin silaturahmi antar teman. Kalau ujug-ujug add friend banyak, maka kemungkinan yang belum kenal pun di-add friend. Nah, ini mencurigakan intensinya.
  • Mempergunakan nama bisnis sebagai nama akun Facebook personal.
    Kalau bisnis, ya buatlah Facebook Page, bukan akun Facebook personal. Jadi, pastikan nama akun Facebook kamu adalah nama orang. Nggak boleh pakai nama bisnis ya.
    Misal, nama "Mary Bakery" gitu, nggak mungkin akan diperbolehkan oleh Facebook untuk menjadi nama akun personal.
  • Mempromosikan sesuatu di status orang.
    Nah, ini masih sering saya jumpai sekarang. Ya, kalau merekomendasikan sih beda ya, biasanya akan ada usaha untuk engaging dulu.
    In the other hand, spamming itu asal naruh statement bernada promosi di status orang (biasanya di komennya).
    Kadang di grup Rocking Mama Community juga suka nih ada yang gini. Nggak mau baca aturan grup, lalu nyepam. Nyepamnya di komen lagi. Sori ya, kelakuan kek gini tuh enggak banget.
What to do instead:
Ya udahlah. Nggak usah dilakuin :)))


So, yang mana saja nih yang masih kamu lakukan sampai sekarang?
Kalau masih ada, ya, barangkali sekarang kamu mesti mempertimbangkan untuk behaving a little. Bagaimanapun, kita numpang di lapak orang. Ya, bagusnya kita harus beretika juga dan mau mematuhi semua peraturan yang ada.

Yakin deh, bakalan lebih nyaman juga buat kita.

You Might Also Like

11 comments

  1. Makasi mba noted banget pantesan kemarin langsung dihapus FB, baiklah ada jeda untuk share link kemana2 y mba 😁🙏🏻

    ReplyDelete
  2. Aku lagi ga bisa share apapun di fb gegara kebanyakan sharw link mbak hahaha. Noted banget nih.

    ReplyDelete
  3. Pr banget nih, biar ga langsung share link di waktu yang bersamaan..

    ReplyDelete
  4. Aku pernah ditegur mba gara2 posting tulisan blog di 3 grup sekaligus :( . Untung msh dimaapkan babang mark :D. Sejak itu lgs agak kaleman kalo mau share link new post :D. Untungnya kan kyk KEB per hari ada tema.. Jd aku ganti2an deh sharenya.

    Itu ide yg seenaknya aja nge add orang ke grub, trs kalo orgnya ga suka lgs kluar, aku setujuuu ditandai sebagai spam :p. Aku pernah soalnya.. Mana grub nya ga menarik blass.. Sebelkan jadinya, walo yg nge add temen sendiri. Mbok ya nanya dulu gtu yaaa..

    ReplyDelete
  5. dan aku baru aja ditag massal u video yg enggak bgt dehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau ditag di video secara massal, bisa jadi karena akun ybs dihack. Kasihan sih sebenarnya kalau gini. Kalau memang akrab dan kenal baik, mendingan japri terus dikasih tahu deh ybs.

      Delete
  6. Noted, Mbak. Makasi sudah kasih info, terutama yang soal over sharing itu. Harus belajar banget nih nahan diri buat gak main share2 aja :D

    ReplyDelete
  7. Mendalam dan nggak ngebosenin. I'll definitely follow this blog with no doubt.

    ReplyDelete
  8. Hehehee...aku pernah nih kena mbak, tetiba ga bisa buat status di FB dan muncul notifikasi. Eh...ternyata aku kebanyakn share di FB :D

    ReplyDelete
  9. Aku untungnya gak pernah ngalamin kayak gitu sih, soalnya ngeshare link juga angin anginan, hehe :) Soal baca ToS itu kayanya mayoritas orang emang langsung klik ya aja dan gak dibaca dulu, ato paling gak bacanya discan kayak aku. Soalnya kan ToS itu puanjaaang banget apalagi yang pake bahasa inggris, capek mata #excuse

    ReplyDelete
  10. Waaahh baru tau saya kalau gak boleh posting secara bersamaan di beberapa grup.
    Noted mba..

    Alhamdulillahnya saya belum pernah kena prit sih ama FB, mungkin juga karena captionnya beda-beda tiap grup.

    Makasih sharingnya 😊

    ReplyDelete

Search This Blog