Jual Rumah di Bandung


Mungkin enggak banyak yang tahu, kalau saya punya rumah di Bandung. Eh, suami sih yang beli. Hihihi. Ngaku-ngaku aja lu, Mak. Belum lama banget lunasnya sih. Ya, meski sudah ada rumah di Jogja, saya dan suami sepakat memang untuk menyiapkan investasi lebih banyak. Salah satunya adalah dengan punya rumah kedua, ketiga, dan seterusnya. Karena, pasangan karyawan swasta dan freelancer ini, harus bikin bekal sendiri buat hari tua nanti. Nah, kalau lagi butuh, mau jual rumah di Bandung, atau mau disewakan, itu hanya masalah waktu saja ntar.

FYI, jual rumah di Bandung merupakan sebuah peluang bagus lo sekarang, terlebih karena Bandung sendiri merupakan kota yang banyak diincar sebagai tempat tinggal. Banyak cara yang bisa kita lakukan jika ingin coba jual rumah di Bandung, misalnya secara konvensional dengan membuat selebaran, atau memajang iklan di media cetak.

Tapi cara jadul ini pastinya butuh biaya dan waktu ekstra. Orang zaman now--apalagi yang sibuk kayak Mamak dan suami kek gini, mana sempat bikin brosur terus sebarin di jalan? Yekan?

Pake internet dong!
Percuma jadi remote worker kalau jual rumah aja nggak online. Biar orangnya di Jogja, jual rumah di Bandung mah kecil aja. Hahaha.

Yes, beriklan online saat ini lebih banyak diminati karena proses pemasangan iklan yang cepat, gratis dan jangkauan iklan yang luas. Artinya, dengan memasang iklan jual rumah di Bandung secara online, peluangnya besar untuk iklan kita dilihat oleh siapa pun dan dari mana pun.

Salah satu situs jual beli terpercaya yang bisa kita manfaatin untuk memasang iklan online adalah 99.co Indonesia.

Sejauh ini sudah cukup banyak yang memasang iklan online di sini. Misalnya nih, di antara kamu ada yang lagi mencari iklan jual rumah di Bandung saja, ada lebih dari 6 ribu listing properti yang akan muncul lo. Banyak beud.

Ini membuktikan bahwa beriklan di 99.co Indonesia sudah menjadi pilihan populer bagi para penyedia properti. Namun di sisi lain, tentu ini juga jadi tantangan tersendiri karena kita dituntut untuk bisa kreatif dalam memasang iklan sehingga bisa menarik perhatian para pencari properti. 

Apa saja sih yang mesti dipikirin? Let's see deh!


Strategi Jual Rumah di Bandung Supaya Cepat Laku di 99.co

1. Judul iklan yang menarik

Kek artikel, judul iklan juga berperan penting ya, cyint. 
So, mau cepat laku rumahnya? Maka, mulailah dengan membuat judul dan deskripsi yang menarik, hingga data yang rinci mengenai spesifikasi bangunan.


2. Perhatikan foto

Selain itu, foto juga perlu dikemas semenarik dan sejelas mungkin, karena di iklan online itu yang terjadi adalah calon pembeli tidak bisa melihat langsung properti yang ditawarkan. 

So, penting sekali untuk mengemas foto yang menarik sekaligus mewakili kondisi rumah sebenarnya.

Artinya jangan pernah memanipulasi foto agar terlihat menarik, karena calon pembeli bisa saja merasa ditipu jika saat mereka melihat kondisi properti secara langsung ternyata tidak sesuai dengan yang digambarkan oleh foto di iklan.

Jadi pasanglah iklan semenarik mungkin, tapi kita juga tetap harus jujur dan mengungkapkan kondisi properti apa adanya. Termasuk jika ada kekurangan, misalnya kalau ada yang bocor atau rusak sebaiknya utarakan ini sejak awal. 



3. Kalau perlu, renovasi dulu

Jual Rumah di Bandung - renovasi dan perbaharui rumah
Nah, kalau pengin menjual properti dalam kondisi tanpa cacat, maka ada baiknya lakukan renovasi terlebih dahulu. Ini paling aman sih. Jangan salah, banyak lo yang mengabaikan kondisi rumah saat akan menjualnya, dan ini menurut kompas.com adalah sebuah kesalahan.

Memang sih, enggak ada kewajiban untuk merenovasi rumah sebelum dijual. Tapi kalau bisa bikin rumah jadi cepat laku (plus harga tinggi), ya kenapa enggak dimodalin lagi kan? 

Untuk rumah saya di Bandung sih--Puji Tuhan--malah sekarang sudah hampir selesai renovasinya. Karena pas beli kondisinya cukup standar, dengan kerusakan di sana-sini. Sekarang yah ... sudah lebih layak ditinggali deh. Hehehe.

Tapi, kalau memang ingin menjual dalam kondisi apa adanya, termasuk dengan kekurangan di sana sini, ya berarti kita mesti siap dengan risiko jual dengan harga murah. Ya, pastinya akan perlu biaya tambahan. Tapi bisa saja biaya ini tertutup karena nilai rumah juga bisa naik secara signifikan jika dijual dalam kondisi prima. Bener nggak?


4. Harga jual yang pantas

Bicara mengenai nilai rumah alias harga, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri lo buat kita yang ingin jual rumah di Bandung atau di mana pun.

Karena tidak bisa dimungkiri, harga menjadi salah satu pertimbangan utama banyak orang dalam mencari properti. Dari sekian banyak faktor penting, banyak orang yang berpatok pada anggaran saat membeli properti.

Jadi, kita memang mesti hati-hati banget dan bijak dalam menentukan harga. Karena bisa saja kesalahan dalam mematok harga membuat properti kita jadi nggak pernah laku. Cari saja referensi atau perbandingan baik melalui internet maupun secara langsung. 

Biasanya yang jadi pertimbangan dalam mematok harga properti adalah lokasi hingga fasilitas yang tersedia. Sebagai gambaran di www.99.co/id, ada beberapa iklan jual rumah di Bandung dalam kondisi bekas (secondary) yang tentu saja masih sangat layak.

Misalnya rumah di Taman Rahayu 3, daerah Margaasih yang dijual seharga Rp 675 juta. Rumah ini memiliki luas 75m2 dengan tanah seluas 128m2, terdiri dari 2+1 kamar tidur dan 1 kamar mandi dengan daya listrik 1300W.

Ada pula rumah minimalis di Komplek D'Amerta, Ciganitri seharga Rp 575 juta dengan luas bangunan 80m2 dan tanah 98m2, serta memiliki 2 kamar tidur, 2 kamar mandi dan carport. Rumah yang dilengkapi Sertifikat Hak Milik (SHM) ini berada di kawasan bebas banjir dan berlokasi strategis yang dekat ke Kampus STT Telkom, pusat perbelanjaan dan Tol Buah Batu. Lingkungannya pun aman karena berada dalam komplek perumahan dengan keamanan 24 jam dilengkapi CCTV.

Harga rumah yang lebih murah ada di daerah Margahayu Raya yakni senilai Rp 385 juta. Rumah ini memiliki luas bangunan 36m2 dengan luas tanah 70m2 dilengkapi 2 kamar tidur dan kamar mandi. Berada di lokasi strategis yang dekat ke tempat ibadah, rumah sakit, sekolah dan lingkungannya aman serta bebas banjir.

Untuk melengkapi, ada juga contoh iklan jual rumah di Bandung dalam kondisi baru (primary). Misalnya hunian di Nouka Village, Lembang yang dijual seharga Rp 400 juta-an. Rumah 2 lantai ini memiliki luas 40m2 dengan 2 kamar tidur dan kamar mandi. Yang menarik ada bonus logam mulia 10 gram pembelian dengan cara soft cash dan 15 gram untuk pembelian hard cash. Selain itu juga mendapatkan bonus lainnya, seperti gratis biaya pengurusan dokumen seperti BPHTB, AJB + Balik Nama, SHM hingga gratis PPN.

Uwuwuw. Banyak yang menarik ya, iklan jual rumah di Bandung? Hmmm. Jadi mikir, ntar kalau beneran mau saya jual, mau saya kasih bonus tambahan apa ya? Jual rumah bonus beberapa pot kaktus, gitu menarik nggak sih? Hahaha.


5. Manfaatkan jasa agen properti

Jual Rumah di Bandung - agen properti


Nah, masih soal harga rumah nih. Selain melihat referensi online, kita juga bisa berkonsultasi ke ahli seperti agen properti. Bahkan agen ini juga bisa lo membantu kita untuk jual rumah di Bandung.

Agen properti bekerja secara profesional. Mereka akan mengurus segala hal terkait proses penjualan. Ini tentunya menguntungkan bagi penjual karena mereka tinggal menunggu kabar dari agen. Selain ahli dalam menentukan harga, agen properti juga bisa diandalkan dalam mencari calon pembeli. Karena mereka memiliki data klien yang bisa mereka seleksi dan sesuaikan dengan produk yang ditawarkan.

Tapi tentu saja jasa agen properti nggak cuma-cuma, seenggaknya ada komisi maksimal 3% dari hasil penjualan rumah. Nominal yang lumayan besar sih. Tapi dengan mereka, harga tersebut rasanya juga setimpal, karena merekalah yang akan mengurus segalanya hingga rumah berhasil terjual. Kita? Tinggal kipas-kipas dan leyeh-leyeh terima uang.

Jadi karena itu penting juga untuk memilah agen properti terpercaya. Dan sebaiknya lakukan seleksi sebelum memutuskan mau pakai jasa agen properti yang mana. Misalnya, cek dari website perusahaannya, berapa dan apa saja properti yang sudah berhasil dia jual, hingga kalau memungkinkan, minta review dari orang yang pernah bekerja sama dengannya.

Kalau perlu temui secara langsung beberapa kandidat agen properti, untuk bisa memilih dan memutuskan yang terbaik. Ini bertujuan agar kita bisa secara tidak langsung mewawancara mereka dan mencari tahu apakah kira-kira komunikasi kita dengan mereka tuh bisa berjalan baik.

Idealnya kan seorang agen itu harus terus memberikan informasi seputar perkembangan penjualan properti. Jadi nggak hanya menghubungi saat properti sudah laku doang.

Nah, gitu deh, gambaran kalau mau jual rumah di Bandung. Bisa juga sih diterapin oleh siapa saja yang mau jual properti di mana aja.

Semoga bermanfaat deh.

Anyway, doain ya, saya bisa nambah rumah ketiga. Heuheuheu.