5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer

5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer Biar bekerja secara lepa...

5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer
5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer


Biar bekerja secara lepas, bukan berarti sampai nggak bisa libur kerja lho. Justru malah kita harus selalu ingatkan diri sendiri supaya sesekali perlu juga libur dan berhenti mikirin kerjaan. Soalnya, kayak saya gini *nggak tahu ya, kalau ada yang beda* bekerja freelance kalau nggak hati-hati malah jadi jauh lebih padat ketimbang kerja di kantor.

Dulu kerja kantoran, 8 - 4 kerja, dan setelah itu ya berhenti mikirin kerjaan. Nggak pernah bawa kerjaan sampai di rumah. Terutama dulu tuh, waktu masih kerja di perusahaan eksportir furniture. Benar-benar kasih batas yang jelas, antara kerja sama pas berada di rumah.

Sekarang? Nggak bisa lagi.

Dan, sesekali saya juga musti membentak diri sendiri untuk sekadar taking a break, dan menjauh sebentar dari semua deadlines dan tuntutan. Kadang bisa, kadang enggak :)) Enggak bisanya karena terus suka mikir, abis libur balik kerja ditunggu oleh PR yang menggunung, itu menyebalkan :P Makanya jadi mau nggak mau ya mikirin meski sebentar setiap hari.

Nah, sekarang sudah liburan nih. Kerjaan lagi numpuk-numpuknya. Gimana bisa nggak mikirin kerjaan? Bisa sih sebenarnya. Dengan beberapa cara berikut ini.

5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer


Liburan ala Freelancer tanpa rasa bersalah

1. Rencanakan liburan jauh hari


Salah satu keuntungan bekerja lepas adalah kita dapat merencanakan liburan jauh-jauh hari, tanpa ribet meminta cuti pada atasan. Maka, rencanakan kapan kita mau break beberapa hari dan liburan. Dan, karena kita sudah bisa merencanakan liburan jauh-jauh hari sebelumnya, maka berarti kita juga bisa mengirimkan pemberitahuan pada klien juga jauh-jauh hari sebelumnya, kalau kita akan libur. Ya, mereka harus ada di daftar paling atas orang yang harus diberitahu kalau kita akan liburan.

2. Selesaikan dengan skala prioritas


Selesaikan tenggat yang paling ketat. Sudah jamaklah ya, kalau kerja kantoran dan mau cuti, kita kan juga selalu harus menyelesaikan dulu tanggung jawab kita. Begitu juga untuk pekerja lepas. Saya pribadi, orangnya nggak bisa lepas dari list, ya to do list, ongoing list, schedule list dan lain-lain. List sangat membantu kita untuk ngecek prioritas pekerjaan. Yang bisa diselesaikan setelah liburan, pisahkan dari yang harus diselesaikan sebelum liburan.

3. Set email auto-reply


Kalau di Yahoo ada fitur yang memungkinkan kita menuliskan auto reply saat kita nggak bisa terima email. Di Gmail sepertinya juga ada. Nah, set auto reply kita menjelang libur. Sehingga kalau ada yang kirim email, langsung ada balasan deh, kalau kita sedang off. Pastikan juga untuk menuliskan kapan kita akan kembali aktif bekerja lagi ya.


4. Take some work


Ya, kalau memang terpaksa, bisa aja sih membawa kerjaan ke tempat liburan. Pastikan kamu mempersiapkan semuanya dengan baik ya. Kadang memang ada kerjaan yang benar-benar nggak bisa ditinggalkan. Kalau misalnya nanti butuh koneksi internet, ya pastikan dulu ada wifi atau koneksi di tempat liburan. Perlu nggak membawa modem sendiri, dan kalau memang mau bawa, pastikan modemnya bagus. Siapa tahu susah sinyal. Jangan lupa juga bawa powerbank, kalau perlu juga stop kontak tambahan, kalau butuh buat nge-charge handphone atau laptop :D Kebiasaan selalu terhubung ke internet, jadi kalau benar-benar terputus kayak orang ilang. Iya nggak sih? Tapi, kalau nanti bakalan ke tempat terpencil dan fakir sinyal, ya apa boleh buat. Dan, segera infokan hal ini ke klien.

Dan meski membawa kerjaan saat liburan, ya atur waktu juga. Jangan habiskan waktu liburan juga dengan kerja. Percuma dong :lol: Kita bisa mengaturnya, misalnya nih, luangkan waktu 2 jam di pagi dan malam hari untuk ngerjain yang mendesak ini ataupun sekadar ngecek email. Selebihnya, ya, jangan sentuh dan lebih baik manfaatkan waktu buat benar-benar liburan.

5. Manfaatkan liburan untuk me-refresh kreativitas


See new things, learn new things, meet new people, and feel the new air. Semua-mua yang baru bisa menumbuhkan daya kreativitas yang baru, maka ayo dimanfaatin. Jangan kebanyakan selfie doang, tapi bisa kali memotret hal-hal lain yang bisa memicu ide. Lebih banyak mengamati sekitar, dan menyerap energi yang baru. Ya, bukannya nggak boleh selfie juga sih :lol: Tapi jangan sampai lupa untuk menikmati kondisi sekitar, sehingga bisa merefresh ide dan kreativitas kamu. Gitu loh.



Nah, siap untuk liburan sekarang?

Jangan lupa ingatkan diri sendiri, bahwa sebelum dan sepulang dari liburan kerjaan bakalan menggunung. Tapi ya itu lumrah. Jangan kesel *eh, itu mah saya aja kayaknya ya? :))
Yang pasti, liburan dan piknik itu perlu banget buat kita. Jangan pernah ditunda kalau lagi butuh, meski cuma sekadar jalan-jalan ke pameran buku, atau cuma nyari bakso. Sesekali pergi tanpa harus terbebani bikin laporan perjalanan, atau harus foto dan diunggah ke media sosial. Sesekali nggak pegang gadget, dan fokus pada orang-orang di sekitar kita saat piknik. Masa iya, lagi piknik kita sibuk foto sana sini, unggah (belum lagi ngomel karena sinyal ilang). Malah sibuk balas komen, padahal lagi ngumpul keluarga? :D

Havft.

Nah, selamat liburan buat yang sedang merayakannya! :D

You Might Also Like

6 comments

  1. Kalau nggak liburan, nggak asyik, mba. Hiihii. Aku dulu freelancer juga sambil kerja ya skalian liburan, mba. Hiihii

    ReplyDelete
  2. Liburan perlu juga ya buat refreshing.
    Tapi aku sepertinya nggak bisa rencana jauh-jauh hari, harus liat dulu jadwal libur sekolah anak-anak. Penginnya kan liburan rame2 bareng anak-anak juga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Kadang rempongnya malah nyocokin jadwal sama anak-anak ya, Mak.

      Delete
    2. Kadang ngerencanain libur pas lagi gada kerjaan. Eh pas deket-deket liburan berdatangan deh kerjaan... mau ditolak tapi butuh... hehe jadi galau :)

      Delete
  3. Waah... Kirain cm yg kantoran yg hrs jauh2 hari book tiket.. Aku begitu soalnya :D. Ternyata freelancer pun hrs begitu ya mbak.. Tp masuk akal sih, apalagi kalo freelancernya memang udh tinggi jam terbang, banyak deadline dr sana sini, wajar kalo hrs prepare jauh2 hari utk ambil cuti.. :). Biar semangat lg ya mbak. Aku aja yg karyawan kalo ga ambil cuti, jenuhnya bisa bikin bad mood berkepanjangan :p

    ReplyDelete

Silakan masukkan link blog Anda dalam kotak ID yang sudah disediakan.
Semua komen yang berisi link hidup, will go straight to spam.

Search This Blog