Tips Sukses Ngeblog ala Beberapa Master Blogger Luar Negeri

Disclaimer: Artikel ini pernah tayang di Trivia.id, namun dilakukan beberapa update dan editing. Rasa-rasanya ngeblog sejauh ini kok...



Disclaimer: Artikel ini pernah tayang di Trivia.id, namun dilakukan beberapa update dan editing.

Rasa-rasanya ngeblog sejauh ini kok ya gitu-gitu saja ya hasilnya? Pageview stagnan di angka segitu. Apalagi unique visitor, tak pernah bertambah. Kolom komentar sepi. Job review? Beugh, boro-boro. Ikutan lomba juga nggak pernah menang.

Ya, paling ramenya kalau udah minta dikunjungi dan diminta komen #eh wkwkwkwk.

Apa yang salah ya? Kurangkah kemampuan blogging kita?

Hmmm ... nggak juga sih. Mungkin bukan kurang mampu, tapi kurang maksimal saja. Lospokus, seharusnya yang harus dipentingkan adalah meningkatkan kualitas konten, ini malah sibuk ngasih blink blink nggak penting sana sini.

Hehehe. No baper please!

Saya sendiri, juga apalah apalah sih. Tapi, satu hal yang pasti saya nggak mau berhenti, yaitu mencuri ilmu.

Ilmu blogging, terutama soal konten, ini berkembang saaangat pesat. Perkembangannya per hari! Setiap hari selalu ada hal baru yang bisa kita pelajari. Libur mantengin sehari saja, yakin deh, kelabakan.

Ya, memang sih, nggak semua bisa kita terapkan juga di blog atau website kita. Tetap pilih-pilih. Tapi supaya bisa memilih dengan tepat, untuk tahu ilmu mana yang paling efisien diterapkan, itu ya tetep kan? Mesti tahu dulu seperti apa.

Kalau saya sih, untuk bisa upgrade ilmu, saya mencurinya dari para blogger yang sudah lebih dulu terjun ke dunia blogging (istilahnya lebih senior), yang lebih banyak pengalaman, dan yang punya ‘area jangkauan’ lebih luas. Misalnya seperti para blogger internasional.

Kok mesti yang internasional? Memang kurang blogger dalam negeri yang bisa dijadikan guru? Banyak malah!

Tapi, ya seperti yang pernah saya bilang. Era blogging kita ini masih zaman batu, ibaratnya dari blogger internasyenel. Ketinggalan jauuuh.

So, untuk upgrade ilmu, saya prefer melihat barometer di luar. Nah, untuk sparing partner, saya suka nih diskusi sama blogger dalam negeri. Siapa pun. :)

So, coba yuk, kita lihat apa saja sih tips sukses para blogger internasional dalam mengelola blognya masing-masing, dan bisa bikin revenue sampai ribuan dollar!

Tips sukses para blogger internasional

1. Jon Morrow: Konsistensi Konten dan Konsistensi Posting!



Jon Morrow

Jon Morrow merupakan pemilik blog SmartBlogger (smartblogger.com), yang kontennya berisi semua tools dan berbagai tips blogging keren untuk menjadi blogger yang sukses. Yes, dia ini berkebutuhan khusus, fellas. Namun semua tak menghalanginya untuk terus ngeblog, dan bahkan bisa menghasilkan $100,000 per bulan hanya dari blog SmartBlogger ini saja, yang menjadikan dirinya sebagai salah satu professional blogger terkaya saat ini.

Dan, itu dari hasil jualan produk ya. Bukan jualan drama #eh

Apa sih rahasia sukses Jon dalam ngeblog?

Jon menyebutkan, bahwa hanya 2 saja hal selama ini dilakukannya demi menjadi seorang blogger sukses, yaitu konsisten konten dan konsisten posting.

Maksudnya gimana tuh?

Jon tidak pernah publish artikel lebih dari sekali seminggu. Itu pun dia lakukan HANYA di hari Kamis. Jon tidak pernah publish artikel setiap hari, atau minggu ini di hari Selasa, minggu depan di hari Jumat (dengan alasan Selasa sibuk) dan seterusnya. Selalu ada artikel baru di blog Jon pada hari Kamis, bukan di hari yang lain.

Konsisten konten artinya Jon stick dengan niche dan topik blog yang sudah dipilihnya, bahkan dengan gaya menulisnya. Kalau dicermati, Jon selalu membuka tulisannya (bahkan tulisan para guest blogger yang dieditnya) dengan pertanyaan. Hampir tidak pernah tidak.

So, kesimpulannya apa nih?

Yes, konsistensi adalah hal terpenting buat kita yang mau sukses. Nggak cuma sebagai blogger sih, tapi dalam bidang apa pun.

Saat Jon konsisten posting di setiap Kamis, maka pada setiap Kamis pula orang-orang akan menantikan artikel baru di blognya.

(Nggak kayak eikeh. Kalau pas selow bisa 2x seminggu, kalau pas hectic seminggu sekali aja udah sujud syukur.)

Saat Jon konsisten menulis mengenai niche yang telah dipilihnya, maka orang akan percaya bahwa dia memang expert di bidangnya.

The more familiar and consistent it is, the more likely they are to return. 

Begitu kata Jon Morrow.


2. Chiara Ferragni: Ngeblog Teratur dan Fokus!

 

Chiara Ferragni

Chiara Ferragni adalah pemilik blog The Blonde Salad, adalah seorang fashion blogger sekaligus pemilik butik online dengan nama brand “Chiara Ferragni”. Dia adalah model untuk produk Guess dan seperti yang sudah bisa ditebak, blognya ‘hidup’ juga karena Guess. Namun, hal ini sama sekali tak mengurangi kualitas dari tulisannya meski selalu bersponsor.

Oh, fotonya juga sempat menghiasi cover Vogue lho. Gilak ya?

Setidaknya fakta bahwa setiap artikelnya selalu punya jumlah share 2.000 lebih, tentu sudah bisa bukti betapa artikelnya memang disukai dan dicari oleh banyak orang.

Chiara punya strategi ngeblog yang berbeda dengan Jon Morrow di atas. Menurut Chiara, semakin sering kita ngeblog, maka kita akan dapat membentuk lingkaran pembaca yang loyal dengan lebih cepat. Apalagi kalau kita menyajikan konten yang fokus pada satu niche.

Selain itu, Chiara juga menyarankan kita untuk fokus saja ke satu platform media sosial saat kita sedang promosi konten blog kita.

Chiara menggunakan Facebook, yang dianggapnya mampu menarik traffic paling besar untuk lingkaran pembacanya dibandingkan media sosial yang lain, seperti Twitter, Google+ maupun Pinterest.

Tentu saja, dia bisa menemukan fakta ini setelah melalui riset dan pengamatan yang cukup lama. Dia membandingkan semua media sosial yang ada, termasuk pada jam-jam berapa paling efektif untuk share konten.

So, kalau mau menerapkan tips ngeblog sukses ala Chiara, maka ngebloglah sesering mungkin. Chiara juga tak mengharuskan kita menulis artikel yang terlalu panjang, yang penting harus memberikan value (nilai tambah) dan benefits (manfaat) untuk pembaca setia blog.

One step at a time. Fokus ke satu media sosial dulu, agar bisa lebih fokus juga dalam branding diri sendiri. Setelah dirasa lingkaran pembaca kita kuat di satu media sosial tersebut, baru merambah ke media sosial lain.

Ayo, mulai cari kekuatan media sosialmu dominan di mana ya.


3. Matthew Woodward: Kenali Pembacamu dan Keep in Touch! 

Matthew Woodward

Ini nih. Blog dia nih selalu saya pantengin bareng sama blognya Neil Patel dan Seth Godin.

Blogpost yang ditulis Matt mungkin tidak seviral Chiara. Kisarannya paling hanya sekitar 600 – 1.000 share saja pada setiap artikelnya. Namun, Matt punya lingkaran pembaca yang sangat loyal dan kuat.

Apa yang membuat Matt menjadi seorang blogger yang sedemikian dicintai oleh pembacanya?

Jawabannya adalah engagement yang selalu Matt lakukan pada setiap komen yang datang di blognya, www.matthewwoodward.co.uk. Matt ‘berbicara’ pada pembaca blognya sebagai teman. Matt menjawab setiap komen yang masuk dengan sangat ramah.

Matt sering sekali melakukan survey dan polling, menanyai para pembacanya apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka ingin dia tulis di blognya. Dan saat menulis, Matt benar-benar melakukannya dengan serius, dia akan menulis konten yang panjang, in-depth dan insightful. Dia memastikan artikelnya akan bermanfaat bagi pembacanya. Tak heran, komen yang mampir di setiap blogpostnya selalu dikomentari oleh lebih dari 60 orang.

Saya seringkali menemui artikelnya memang panjang banget, mungkin sekitar 3.000-an kata. Tapi aneh, saya betah bacanya. Bahkan kalaupun mungkin nggak selesai saat itu juga, saya bookmark untuk kemudian saya sambung baca lagi lain waktu.

Matt juga sangat rajin melakukan guest blogging. Dia menulis guest post di Yahoo Finance, Enterpreneur, Inc., Problogger, Search Engine Journal, dan banyak lagi website besar keren lainnya.

Dari situlah, blog Matt mendapatkan backlink yang sangat berkualitas yang kemudian bisa mendongkrak performa blognya.

Kesimpulannya, mau seberapa ahlinya kita menulis, tetap saja pembaca adalah kuncinya. Jadilah penulis blog yang tidak egois, yang memperhatikan pembaca blog kita, apa yang mereka butuhkan, research for them, dan kemudian menyediakan jawaban bagi permasalahan mereka.

User experience is the most important. Nuff said.

[Update]
Pagi ini saya jalan-jalan lagi ke blog Matt. Dan menemukan artikelnya yang ini. Gila ya. Dugaan saya itu artikel kan bersponsor. Tapi bisa dishare 190-an kali, dengan 270-an komen! Iya sih, termasuk komen Matt sendiri dan komen dari pihak SERPed-nya. Tapi, gila! Engagement-nya itu loh! Yang nanya, dijawab LAGI, dijelaskan LAGI oleh Matt dan pihak SERPed-nya. Bahkan ditanya pula, "Did you end up joining SERPed? Any questions I can answer?"

Oh. My. Benar-benar user experience is the most important ya.

Kapan ya, kita bisa gitu? Jawab komen satu per satu aja malas, alasan sibuk, nggak sempat. Wkwkwkwk.

4. Benny Lewis: Personalized User Experience

 

Benny Lewis

Kalau Matthew Woodward mampu melakukan engagement pembaca blognya dengan berinteraksi lewat komentar, Benny Lewis mampu membangun komunitas pembaca blog loyal melalui newsletter atau email marketing.

Benny Lewis adalah pemilik blog Fluent in 3 Months (www.fluentin3months.com), blog ini khusus membahas pembelajaran bahasa-bahasa asing. Benny sendiri menguasai 11 bahasa, lho! Gila yaaaa.

Dalam pengelolaan blog, Benny mengharamkan aktivitas spamming dalam engaging pembaca blog (yang juga merupakan calon customernya). Benny akan menanyai calon customer tentang apa yang mereka butuhkan, bahasa apa yang ingin mereka pelajari, dan hal-hal personal lain yang kira-kira berkaitan dengan proses belajar.

Kemudian, dia akan mempersiapkan materi berdasarkan data yang dia dapatkan pada saat ‘interview’ pertama tersebut. So, nggak ada tuh yang namanya bulk email blasting, yang semua konsumen dapat materi yang sama. All customized!

Tak heran, abusing dan spamming report dalam laporan performa Mailchimp yang digunakan oleh Benny sangat rendah. Jarang sekali ada orang yang menolak atau unsubscribe dari newsletter yang dia kirimkan (yang berisi berbagai materi berbayar).

Kalau mau mengadopsi resep sukses Benny, just be personalized! No spamming! Perlakukan setiap pembaca blog secara unik, karena masing-masing punya karakter dan kebutuhan sendiri-sendiri. Kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan mereka, dan bukan “ini blog gue, lo dateng ke sini ya harus nurut sama gue.”

Benny juga menekankan, bahwa navigasi blog juga merupakan hal yang sangat penting agar pembaca tak sampai bingung dan navigasi ternyata juga menjadi faktor penting dalam menurunkan bounce rate kunjungan blog.


5. Gretchen Rubin: Tulis Konten yang Unik dan Original

Gretchen Rubin

Ini nih, saya lagi demen mantengin blognya dia. Menurut saya, blog dia inilah contoh paling perfect untuk niche Lifestyle Blog.

Meski niche-nya lifestyle, tapi blognya nggak gado-gado. Benar-benar sebuah blog tentang gaya hidup. Coba nanti kalau ada waktu, dikunjungi ya :) di gretchenrubin.com.

Gretchen tak hanya seorang blogger. Dia juga seorang penulis buku. Salah satu bukunya berjudul The Happiness Project.

Banyak blog membahas topik mengenai personal development dalam kontennya, namun tak ada yang sesukses Gretchen. Selain artikelnya yang published setiap hari, Gretchen juga mempergunakan dirinya sendiri sebagai objek studi kasus untuk setiap topik yang dibahasnya.

Gretchen juga punya sense yang kuat dalam menentukan headline dan judul blogpostnya. Misalnya, alih-alih mempergunakan judul “5 Ways To Be Happier Today”, Gretchen akan menulis judul “Agree, Disagree? Forming New Habits Can Actually Be Fun.” Kemudian, dia akan menulis artikel berdasarkan pengalamannya sendiri dan menjadikan dirinya sendiri sebagai objek studi kasusnya.

Hal tersebut menjadikan artikelnya tidak dapat ditemukan di blog lainnya. Unik! Dan original pastinya!

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk membuat blog kita dibaca oleh banyak orang, kalau mau mengadopsi resep sukses Gretchen di atas, adalah dengan menuliskan mengenai masalah yang related to people. Untuk ditulis di blog pribadi, tulislah dengan rasa personal.

Apalagi kalau memilih niche lifestyle. Pastilah ada rasa personal di situ.

Tapi, jangan sampai terjebak oleh kata "lifestyle" itu sendiri ya. Coba pelajari bagaimana Gretchen "memasak" konten blog yang sesuai niche, sehingga nggak terkesan palugada. Apa lu mau gua ada.



Nah, jadi gimana? Siap untuk menjadi seorang blogger "yang sebenarnya" sekarang setelah mengetahui tips-tips sukses 5 blogger internasional top di atas?

Kesimpulan nih ya, Gaes. Semuanya sebenarnya punya inti tips sukses yang sama lho. Yaitu konsistensi. Mau ngeblog sekali seminggu ala Jon Morrow? Mau ngeblog tiap hari ala Chiara dan Gretchen? Nggak masalah yang mana. Yang penting konsisten dengan waktu dan sistem ngeblog yang sudah kamu pilih.

Saya nih sebenarnya juga penginnya ada update baru setiap Rabu dan Minggu. Tapi ya gitu deh. Masih tetep harus belajar konsisten nampaknya ya. Apalagi kerjaan nggak cuma ngeblog doang kan ya, kita?

Sekali lagi. Nggak masalah tips mana yang kamu ambil. Yang penting, sesuaikan saja dengan karakter dan gayamu dalam ngeblog! Ambil yang cocok dan bermanfaat buatmu, tinggalkan yang kurang oke.

Happy blogging, fellas!

You Might Also Like

39 comments

  1. Bentar, Mbak, tak baca lagi ya, baru sekali nih bacanya. Masih belum nemu tips yang pas nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Monggo dicari mana yang paling pas ;) Lalu konsisten.

      Delete
  2. perlu kerja keras untuk jadi seperti mereka ....
    masing2 punya konsep sendiri, pilih aja yang cocok untuk diri kita ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, dipilih saja yang cocok. Kalau nggak ada yang cocok dari yang di atas? Ya dicari sendiri yang mana yang paling pas :)

      Delete
  3. aku ketinggalan bgt soal gini... nama2 blogger di ataspun aku baru tau setelah baca postinganmu mba -__- . Pokoknya setelah ini, aku pgn bisa bener2 konsisten nulis :D.. biasanya sih aku sabtu update tulisan.. tp kalo capeeeek bgt, mundur jd minggu... ato kalo lg traveling, biasanya stop pegang laptop :D.. blm bisa memang bener2 konsisten :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, konsisten itu memang hal yang paling berat. Dan, nggak cuma di ngeblog, dalam hal apa pun! Ayo, belajar konsisten bareng! :D AKu juga masih belajar.

      Delete
  4. Harus belajar banyaaakkk

    ReplyDelete
  5. Wah terima kasih tips nyaa..
    yang paling susah menurut saya adalah konsistensi haha.. kalo sedang rajin seminggu bisa 3x posting, tapi kalo lagi males 2 bulan pun bisa ga posting sama sekali duh.. kadang udah banyak ide, tapi malas untuk ditumpahkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Persoalan semua blogger kayaknya nih. :)))

      Delete
  6. ke tempat Grethcen ah...

    Konsisten itu gak harus tiap hari kan ya mbak... masing-masing punya strategi masing-masing dan dibuktikan utk diterapkan di blog mereka masing-masing.

    Kayak Backlinko sendiri gak pernah update alias nulis post baru lagi ya... tapi traffic mah datang mulu. Neil akan selalu ada seminggu sekali (minimal) baik di neilpatelnya ataupun di quicksproutnya.

    Palugada.... enak mbak kalau palugada...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Konsisten itu bukan soal waktunya. Tapi teraturnya. Backlinko masih update kayaknya di Feedlyku, tapi sebulan sekali.
      Palugada emang enak kok. Nggak mau dan nggak bisa ndebat saya. Hahahaha.

      Delete
  7. Saya termasuk yang jarang baca blog luar negeri. Tapi dari list ini jadi mau belajar juga. Beberapa ide bisa diterapkan. Dan konsisten itu memang penting ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling penting, konsistensi menurutku. Dan paling susah.

      Delete
  8. Aaah kamu. Makasih dikasih info ini. Aku memang sedang diujung rasa bosan. Bukan bosan ngeblog loh, tapi bosan dg bloggersphere-nya. Pengin spt contoh2 itu, punya sikap, fokus sama jualan di blog & brandingnya jadi scr mandiri tanpa embel2 komunitas manapun. Kudu dicek sendiri blog2 tsb supaya paham mengapa kamu mencontohkan mereka. Yuk ah, mau mulai dari smartblogger.com. Yup smartblogger.... hmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ya njuk nggak usah pake nggak bisa tidurlahhh =)))))

      Delete
  9. Ini tulisan paling penting minggu ini yang saya baca. Effort-mu dalam mengompilasi kebiasaan nge-blog para blogger kelas wahid harus kuacungi dua jempol!

    biblical-journal.blogspot.com

    ReplyDelete
  10. Masih belajar nulis dengan konsisten nih :)

    ReplyDelete
  11. Wooow kunjungable, terutama mbak yang terakhir itu

    ReplyDelete
  12. Keceh,langsung meluncur ke blig terakhir

    ReplyDelete
  13. Nice info mbak. Tapi gini, kadang saya pengen tahu pembaca saya (kalau ada) suka konten yang gimana. Pengen bikin survey or something, tapi pesimis. Emang ada yang mau jawab kalau saya lempari pertanyaan kayak gitu. Jadinya masih blogging untuk kesenangan sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Survey itu kan dilakukan demi "kepuasan pelanggan" kan? So, why not? Coba aja dulu. Kalau kita bisa ajak orang lain ikut senang-senang karena adanya blog kita, kenapa harus membatasi diri dengan hanya blogging untuk kesenangan sendiri aja?

      Delete
  14. Wah thanks sharingnya mom Carra. Mau kuintip-intip ah blog mereka.
    Nulis 3000 kata nggak gampang sih, 1000 aja biasanya aku nggak nyampe.
    Kecuali tulisan curhat hehehe. Aku pernah nulis lebih dari 2500 kata sepertinya, postingan anakku masuk RS kena DB *postingan curhat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang nggak gampang ya, Mak, nulis panjang. Aku juga masih belajar nih. Tapi intinya gini, mau panjang or pendek, yang penting kontennya bisa dinikmati. Kalau panjang, tapi ternyata nggak fokus ya buat apa?

      Delete
  15. Aku baca bukunya Gretchen Rubin, tapi nggak pernah mampir ke blognya #duh. Ini kenapa banyak blogger sukses itu di luar negeri ya, mereka konsisten dan rajin banget untuk ngembangin blog mereka. Kalau blogger luar negeri sampai hari ini aku masih suka Joanna Goddard dan A Beautiful Mess.

    Oh ya, aku juga tadinya pengen menetapkan hari tertentu untuk posting blog post. Tapi untuk saat ini yang penting konsisten nulis 1-2 post tiap minggu deh. Pelan-pelan yang penting lancar. Thanks a lot buat sharing-nya, Mbak! (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, mulailah dari yang bisa kita lakukan dulu. Nanti ditingkatkan pelan-pelan. Yang penting ngeblog harus dengan bahagia. :D

      Delete
  16. Konsiten ini yang agak susah, karena saya ngeblog tergantung kuota internet. Kadang sehari bisa lima atau bahkan sebulan sama sekali tidak ada. Itulah dukanya blogger yang fakir pulsa.
    Original, ah jadi malu sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya bisa dengan memanajemen waktu dengan baik, plus memanfaatkan scheduled post. Original kok malu sendiri, kenapa? :)

      Delete
  17. Terimakasih sudah berbagi mbak,
    Jadi makin semangat ngeblog,
    Biar sukses kayak mereka-mereka itu :)

    ReplyDelete
  18. Hi Mba, salam kenal... Saya juga blogger pemula yang lagi belajar. Banyak sekali bloggers sukses internasional yang tidak segan berbagi saran dan penghasilan mereka, yang ujung-ujungnya membuat jumlah pembaca meningkat = more profit. Tapi untuk mencapai level-nya mereka, itu butuh waktu... sampe keriput nih, haha. :)

    Ps. Blog-nya Mba bagus sekali, very creative.

    Salam, Jo
    InfoTentang.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you. Jelas, butuh waktu. Nggak ada yang instan kan? Dan semua juga butuh kerja keras. :)

      Delete
  19. Info yang sangat menarik, walau masih muncul rasa malas yang kuat untuk nulis yang original he3

    ReplyDelete

Silakan masukkan link blog Anda dalam kotak ID yang sudah disediakan.
Semua komen yang berisi link hidup, will go straight to spam.

Search This Blog