Bagaimana Mencari Topik atau Niche Paling Cocok untuk Blog Kamu



Barangkali hampir semua blogger Indonesia memulai "karier" ngeblognya dengan menulis segala hal tentang kehidupan sehari-hari.

Diary online, gitu kan ya, fungsi blog pada awalnya?

Seiring waktu, akhirnya banyak yang pengin ngeblog secara lebih serius dengan menyasar ke audience tertentu, ataupun pengin secara spesifik membahas topik tertentu. Sementara yang lain masih bertahan di blog ala diary online-nya. Either way, nggak ada yang lebih buruk atau lebih baik sih, sebenarnya.

However, para mastah blog luar negeri memang menyarankan, jika kita pengin bisa meraih penghasilan yang lumayan dari ngeblog, ya kita mesti lebih fokus ke satu atau dua topik saja di blog kita.

Dari segi branding, hal ini juga menguntungkan, karena kita akan lebih mudah dikenali dari topik-topik yang kita pilih. Alih-alih menyebut diri sendiri sebagai, "Saya, bloger.", kamu bisa menyebut diri sendiri dengan, "Saya blogger anu." Atau, "Saya bloger yang membahas tentang anu".

Mempunyai topik blog yang fokus juga menolong kita untuk lebih fokus dalam  menulis dan bercerita, pun lebih kreatif.

Yah, pokoknya tahulah ya, bahwa ada beberapa keuntungan blog berniche.

Tapi memilih topik atau niche blog ini memang gampang-gampang susah. Maklum, manusia. Banyak maunya, penginnya juga semua dipamerin dikeluarkan di blog.

Sebenarnya kuncinya cuma satu, yaitu MINAT.


Mengapa kita harus memilih topik/niche blog yang cocok untuk kita?


Sebelumnya, saya sudah pernah menulis soal mengapa saya memisahkan niche blog saya. Boleh dibaca lagi :)

Topik blog kamu akan menjadi pedoman untuk semua hal yang akan kamu tulis di blog, termasuk juga kalau kamu mau bikin podcast atau video di blog kamu.

Dan, ini mungkin jadi masalah tersendiri ya. Biasanya sih ketakutan atau kekhawatirannya adalah, gimana kalau nanti kita akan kehabisan ide bahasan dalam topik yang sudah kita putuskan itu.

Wajar sih, semua kekhawatiran itu muncul.

Saya jadi ingat cerita seseorang. Tentang orang lain yang ngeblog dan sebenarnya sudah bagus sih memilih satu topik untuk blognya, yaitu finance. Tapi, makin ke sini, si blogger ini makin jarang ngeblog. Ditanya, jawabannya, "Finance itu cuma gitu-gitu doang sih. Aku bingung mau bahas apa lagi."

Well, padahal setahu saya itu finance itu bisa banyaaak banget bahasannya. Finance keluarga, untuk first jobber, untuk anak, untuk pensiun, belum lagi bisa juga bahas investasi dan asuransi.

Bahkan finance itu bisa dikait-kaitkan dengan topik  yang lain juga. Mau ngomongin pernikahan Kahiyang-Bobby juga bisa tuh dikaitkan sama finance.

Kecuali kalau kita memang nggak punya keahlian di finance itu, maka kebuntuan ide bisa saja terjadi. Kayak kalau kita milih topik traveling, tapi kita nggak afford untuk selalu jalan-jalan (karena jalan-jalan itu juga butuh biaya, cyin. Sedangkan prioritas orang bisa saja berbeda). Atau nggak selalu bisa cuti untuk bepergian (biasanya sih karena kerjaan).

Nah, itu sudah pasti deh. Buntu.

Milih topik mau bikin food blog, tapi kitanya sendiri nggak suka masak, pun nggak punya duit buat kulineran. Ya, pasti berenti deh ngeblognya.

Itu berarti sebenarnya nggak cocok topik blognya. Semacam, kamu memaksakan diri. Pengin keren kayak travel blogger yang lain, tapi nggak nyadar diri kalau nggak mampu.

Nah, supaya nggak sampai buntu ide, makanya penting untuk bisa memilih topik blog niche kita.


Langkah memilih topik/niche blog yang cocok


Imave via Clio


1. Buat daftar semua topik 


Tuliskan semua topik yang kira-kira akan membuatmu enjoy ngeblog.
Catatan, jangan mencoba untuk mempersempitnya sekarang. Itu nanti saja.

Topik ini adalah topik-topik yang menarik minatmu, hal yang kamu sukai, yang kalau kamu diajak ngobrol tuh nggak ada habisnya bahan yang bisa kamu omongkan.

Nah, untuk menolongmu brainstorming, berikut beberapa pertanyaan yang mungkin bisa kamu jawab:

  • Ketika masih kecil, apa yang biasa kamu kerjakan untuk menghabiskan waktu, meski tak disuruh atau diminta?
  • Apa hobi kamu?
  • Bagaimana cara menghabiskan waktu luang kamu sekarang?
  • Apa topik yang bisa kamu jalani berjam-jam jika dibiarkan saja?
  • Pelajaran apa yang paling kamu nikmati di sekolah menengah atau perguruan tinggi?
  • Apa yang kamu suka baca dan pelajari?
  • Jika kamu bisa melakukan satu hal seumur hidup kamu tanpa memandang gaji, apa yang akan kamu lakukan?

2. Jika kamu diminta untuk mendalaminya, topik apa yang akan kamu pilih?


Mengapa pertanyaan ini menjadi salah satu pertanyaan yang bisa ditanyakan jika ingin memilih topik blog?
Ya, karena blog bisa menjadi catatan online kamu saat sedang mempelajarinya.

Saya dulu memutuskan untuk menulis seputar content writing dan blogging ya karena saya harus mendalami soal penulisan konten gara-gara saya diserahi Rocking Mama.

Kamu juga bisa melakukan hal yang sama.

Misalnya, kamu tertarik banget untuk mempelajari marketing. Maka di sinilah kamu bisa menuliskan artikel-artikel seputar marketing, sesuai dengan proses pembelajaranmu.

Mau mendalami parenting, supaya kamu bisa lebih ahli menangani anak-anak. Ini juga bisa banget. Belajar parenting di blog/web lain, lalu diterapkan. Oh, ternyata penerapanku begini, dan hasilnya begitu. Catat deh.
Syukur-syukur kamu lantas muncul bahasan lain yang bisa dibagikan juga pada blogger parenting lain.

Yang seperti ini nanti ada hubungannya dengan keahlian, atau expertise. Saat kamu bisa memilih satu atau dua keahlian, maka blog kamu nanti bisa menjadi semacam portfolio untukmu.

Dengan membuat blog yang sesuai keahlian, kamu bisa menggunakan blog kamu sebagai CV.
Next-nya, kamu akan bisa membawa blog kamu ke level lanjut, dengan memonetize-nya. Monetizing-nya pun nggak main-main. Kamu bisa jualan ebook, bisa main Adsense, bahkan kalau keahlianmu semakin terasah, kamu bisa jadi pembicara atau narasumber.

Tentunya ini adalah tujuan blog jangka panjang ya, bukan lagi bikin blog sekadar untuk senang-senang atau gaya-gayaan, sekadar biar kekinian disebut bloger.

Situs ConvertKit punya diagram begini untuk hubungan antara expertise, minat dan audience blog.

Image via ConvertKit



Akan selalu ada pembaca yang mencari, memanfaatkan dan menghargai berbagai topik, apa pun itu. Apalagi kalau kamu memang bisa menuliskannya secara mendalam dan lengkap. 

So, no need to worry-lah ya. 

Karena itu, mari fokus pada minat dan keahlian kamu terlebih dulu saja. 


Menuliskan topik blog yang sesuai dengan minat kita itu penting


Image via True Money Maker


Jangan memilih topik hanya karena topik tersebut trending. Lagi ngehits travel blog, kamu pun memilihnya sebagai topik blog. Tapi, sebenarnya kamu sulit buat traveling. Ada banyak hambatan untuk traveling.

Kecuali kalau kamu memang selalu bisa mengatasi semua kesulitan yang muncul, maka bisa dibilang traveling adalah passion-mu. Itu beda soal. Passion akan membuatmu mencari akal terus, gimana caranya kamu bisa melakukan hal yang sangat kamu suka.

Tapi, kalau hambatan itu membuatmu menyerah, maka itu bukan passion.

Jangan menulis hal yang bukan passion, meski itu lagi ngetrend. It won't work. Kamu akan sering mengalami writer's block.

Stay with your own interest, apa pun topik kekinian yang sedang digemari oleh orang banyak.  Pembaca blog itu cerdas dan bisa tahu kalau kontenmu dipaksain. Jadi,tetaplah membahas topik yang kamu minati, apa pun trendingnya musim ini.

Well, the corollary, of course, kalau kamu punya topik yang mulai populer. Itu yang namanya cucok!



Keahlian adalah salah satu aset paling berharga sebagai seorang blogger


Image via Diplomatic Courier

Semakin banyak kamu tahu tentang sebuah topik,maka semakin besar peluangmu untuk bisa menuliskannya di blog. 

Tapi, seandainya kamu merasa kurang ahli terhadap satu hal, itu sebenarnya tetap saja bisa kamu jadikan topik blog KALAU kamu memang benar-benar punya minat besar di situ.

Yes, memang MINAT-lah yang menjadi koentji.
Meski kurang ahli, tapi kalau minat besar, then go for it. 

Ke depannya, saat kamu belajar mengenai topik tersebut, maka makin banyak pula yang bisa kamu bagikan. 


Nah, sebagai pelengkap, berikut ada beberapa topik blog yang populer di dunia, menurut State of Blogging Industry Report milik ConvertKit.

Image via ConvertKit

Tentu saja ada ratusan topik potensial lainnya yang bisa kamu pakai untuk blog kamu, tapi setidaknya list di atas bisa jadi starting point untuk membantumu mulai.

Terus, gimana nih, kalau sudah milih topik/niche blog?


Begini langkah untuk bisa fokus pada topik/niche blog yang kamu pilih



1. Be yourself


Blog is all about personality dan uniqueness of the blogger.
Jadi, jangan pernah ubah "aturan" ini. Be yourself.

It's a blog! Bukan portal. Bukan web komersial. Bukan pula web perusahaan atau brand.
It's a blog. Your personal blog.

So, you gotta be the personality of your blog.

Mungkin saja kamu memilih topik yang sama dengan yang dipilih oleh seleblog lain. Lalu, haruskah kamu merasa "kalah"? Don't!

Nggak ada blog yang bisa dibandingkan, karena blog adalah unik. Seperti pemiliknya.


2. Be more specific


Setelah kamu memilih topik/niche blog kamu, maka pertanyaan yang lantas muncul kemudian adalah, "Lebih khusus lagi, apa yang ingin saya sampaikan tentang topik ini?" 

Tujuan pertanyaan ini adalah mencari kemungkinan yang bisa membedakan blog kamu dari jutaan blog lain yang berniche sama.

Saya dulu juga menanyakan pertanyaan ini saat memulai blog ini.
Saya mau menulis soal menulis, karena saya sedang mendalami teknik menulis. Lalu, be more specific, menulis yang seperti apa? Karena menulis itu kan banyak; menulis buku, menulis cerpen, menulis surat lamaran kerja. Wkwkwk.

So, I came up with content writing. Karena saya lihat, belum banyak yang menjelajah area ini. Mau nulis soal tutorial blog, sudah banyak. Bahkan secara teknis, saya juga kalah. Tapi, saya masih bisa menulis teknik ngeblog, tapi saya tulis dari angle content writing-nya.

And here I am. Setiap weekend nulis di blog ini. :)))

Kalau kamu memilih topik food sebagai topik utama blog, maka ayo spesifikkan. Makanan apa? Segala macam camilan? Bento? Review resto?

Meski spesifik, kamu tetap bisa membahas topik lain kok. Jangan khawatir. Asal kamu menulisnya dari angle topik/niche blog kamu.


3. Buat kategorisasi


So, kamu sudah memilih topik dan juga sudah membuat spesifikasi. Sekarang, kamu sudah lihat daftar topiknya sudah cukup panjang?

Ayo bikin kategorisasi.

Kategorisasi ini penting untuk memberi struktur navigasi di blog kamu. Semakin kategori blog ini terdefinisi dengan baik, maka semakin jelas pula fokus topik blog kamu. 

Misalnya, jika kamu mau bikin blog berniche homemade food. Kamu bisa mem-break down-nya menjadi beberapa kategori:
  • Snack recipes
  • Main course recipes
  • Tips
  • Dan, mungkin sesekali kamu bisa mereview tempat-tempat makan yang menyediakan menu rumahan.
Snack recipes bisa dipisahkan lagi menjadi resep camilan manis, resep camilan gurih, resep camilan anak, dan seterusnya. Main course bisa dipisahkan berdasar dominasi bahan atau bahan utama, misalnya.

Dengan topik dan kategori yang jelas, kamu akan bisa menghasilkan lebih banyak ide posting blog, dan akan membantu pembaca blogmu untuk menemukan apa yang mereka butuhkan dengan cepat pula.

Semakin jelas kategorisasi blog, akan semakin menarik lo. Didukung navigasi yang jelas dan internal links yang rapi, bisa jadi blog kamu akan menjadi blog rujukan dengan reputasi yang nggak bisa ditandingi. 



So, are you ready to choose your blog topic now?


Image via Online Income Teacher

Memilih topik blog yang cocok menjadi langkah pertama dalam perjalanan blogging kamu. 

Dengan mengidentifikasi apa yang kamu sukai untuk menciptakan konten, kamu akan cenderung setia pada perjalanan blogging kamu. Siapa sih yang bakalan bosen membahas hal yang paling disukai?

Saya pribadi sih nggak bakalan bosen ngomongin soal menulis. Adaaa aja yang bisa saya omongin kan?

Nah, kalau kamu sudah siap membawa blog kamu ke level yang lebih tinggi, ayo, mulailah bikin daftar semua ide topik blog. Lalu, setelah itu, persempit dengan spesifik. Dan kemudian, break down!

Kalau kamu punya pertanyaan lebih lanjut mengenai pemilihan niche blog, taruh saja di komentar ya. Pun kalau kamu punya tambahan atau tips lain.

I would be glad to discuss with you!

11 comments:

Masandi wibowo said...

Ok. mbak Carra. Saya punya blog topik Travelling. Yang pada awal perjalanan adalah blog gado-gado.

Sekarang sudah coba saya persempit lagi yaitu cerita tentang Travelling bersama keluarga.

Apakah arah saya sudah betul untuk tampil beda?

Karena saya memang suka jalan-jalan sama keluarga.

Dani said...

"Finance itu cuma gitu-gitu doang sih. Aku bingung mau bahas apa lagi."

Did I say that? Huaaaa. Langsung baper karena udah nekat mau fokus di personal finance. Wkwkwkwk wkwkwkwk. Udah ada draft yang judulnya "Ngobrolin Duit Rauwisuwis". Makanya langsung baper. Parah.

Setuju berjuta-juta persen ama postingan ini. Siapa sih yang bakalan bosen sama apa yang disukai? Keren Mbak!

Oline said...

Jadi flash back jaman2 aku pertama kali buat blog. Apa aja dibahas di dlm blog. Tp seiring dgn wkt passionnya akan terbentuk sendiri dan niche blog juga akan terbentuk dengan sendirinya :)

Novarina DW said...

Blog aku masih gado-gado, meskipun sudah mulai dipersempit pembahasannya. Lebih pada self development sih. Semoga makin bisa terfokus lagi. Terima kasih sharing ilmunya mbak Carra ^^

Carolina Ratri said...

Mas Dani, please deh.
Wkwkwkwkwk.
Iya, dirimu yang cerita. Tapi ceritain orang lain X)))

Efi Fitriyyah said...

Daaan aku jadi pengin malu. Blogku campur-campur pisaaaan. Baru aja kemarin ngobrol sama temen mau benahin lagi blog biar ga dibilang kayak portal wkwkwk...

inayah said...

baca postingan ini dan jawabin list di dalamnya...bikin aku mikir mau ngerucut ke fotografi aahhaha tapi ko belum yakin ya

Guru Kecil said...

Baca ini...aku harus pembenahan dalam ngeblog nih.huhuhu.makasih pencerahannya mba

Bunda Erysha said...

Sebagai blogger pemula, saya bersyukur bgt dipertemukan dengan tulisannya mba Carra. Akhirnya saya bnyk beljar tentang menulis. Dari hasil bljar itu. Saya bisa menulis di viva dan rocking mama. Terus pernah juga menang lomba blog dan pernah juga mendapatkan tawaran kerja sama. Padahal saya ngeblog dan belajar menulisnya belum setahun. Saya benar3 kaget dengan apa yang saya dapatkan. Semua itu selain bantuan Allah, juga karena bljar ilmu mnulis dr blog ini. Mksh bnyk Mba Carra. Mba adalah guru pertama saya. 😘. Pr menulis saya masih banyak nih. Jdi stiap akhir mgu saya suka menunggu tulisan mba untuk saya pelajari lg 😃

Armita said...

Blog saya fokus ke seputar nama bayi & usaha 😍

Jane Reggievia said...

Sebenernya blogging setahun belakangan ini udah nggak begitu "sembarang" seperti awal-awal bikin blog. Topiknya sih masih beragam, belum spesifik, makanya aku ragu sebenernya butuh milih blog niche atau nggak hahaha. Cuma aku pilih-pilih topik banget untuk dibahas. When every body shares their two cents about politic not long time ago, aku sih milih untuk nggak nulis apa-apa karena emang nggak paham.

Terima kasih untuk bahasan tentang blog niche ini ya, Mbak!

P.S. Baru main ke blog lagi, layout barunya ketjeh.

Instagram