Ini Dia 7 Pekerjaan Freelancer dengan Bayaran Tertinggi Menurut Situs UpWork



Hai! Ada yang pengin atau baru mulai "jabatan" sebagai freelancer? Pastinya pengin dong ya menghasilkan pendapatan tinggi.

Iyalah, pengin.
Saya juga.

Tapi, emang segampang itu, terus bisa dapat bayaran tinggi.

Nah, pastinya enggak juga.

Bayaran seorang freelancer itu kalau saya bilang, benar-benar abstrak deh. Selain tergantung pada kualifikasi diri kita sendiri, juga ada beberapa faktor yang ikut memengaruhi. Misalnya, tingkat kesulitan proyek, jenis pekerjaan, kebaikan hati klien (somehow, ini agak nganu memang, tapi iya banget. Kita mesti mengakui nih), hingga sampai ke soal "keberuntungan" dan "sudah rezeki".

Lo, kok gitu?
Coba aja deh. Katakanlah kerjaan menjadi penulis konten. Di "pasar" freelancer, seperti Sribulancer atau Projects.co.id, bertebaran tuh proyek menulis konten dengan harga paling rendah Rp3.500/artikel 600 kata (jadi inget yang dishare Mas Ryan di WAG hari ini). Sedangkan, ada website brand ternama yang mau kasih Rp400.000 untuk satu artikel dengan panjang yang sama.

Keduanya sama-sama bersyarat: harus lolos Copyscape, SEO friendly, dengan niche yang hampir sama pula.

Kalau ada yang nanya, emang ada ya mau nerima kerjaan artikel Rp3.500/artikel itu? Ada, saya bilang. Ada. Bahkan, jujur nih, kalau saya sekarang lagi nggak ada kerjaan, saya mau ambil.

Kenapa? Ya, banyak hal yang bisa menjadi alasan saya. Ketimbang nganggur, misalnya. Toh, kalau kita sudah biasa menulis itu, 600 kata itu enggak panjang. Coba cari 3 artikel sejenis lain di internet, mix and match, self editing, bisa kok dapat skor 90% Plagiarism Checker dalam waktu 1 jam aja. Mau dibilang plagiat? Enggak bisa. Hawong artikel barunya sama sekali berbeda dengan yang sudah ada kok.

Itu kenyataan pahit ya. Tapi ya memang begitu, kondisi para freelancer penulis konten ini.

Tapi, tetep. Ada beberapa bidang pekerjaan yang bisa banget memberikan penghasilan yang lumayan bagi para freelancer.


Situs pasar freelancer terbesar dunia, UpWork, pernah mengadakan survei terhadap 7 pekerjaan untuk freelancer dengan bayaran tertinggi. Here they are.


7 Jenis kerjaan freelance dengan bayaran tertinggi. Image via Bread and Butter Marketing


1. Programming and Software Developer


Adalah James Knight, seorang programmer yang meninggalkan pekerjaannya yang bergaji luar biasa di Google demi mengejar karier sebagai seorang freelancer. Sekarang, ia bisa menghasilkan lebih dari $ 1.000 per jam dengan bekerja sebagai seorang freelance software developer.

Pekerjaan yang melibatkan programming, terutama programming software dan mobile app developer menjadi pekerjaan dengan pembayaran tertinggi bagi freelancer saat ini.

Kok bisa? Karena dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi, sedangkan enggak banyak coders yang bagus di luar sana. Jadi, demand untuk para coders yang berkualifikasi bagus memang cukup tinggi.

So, pengin menjadi freelancer dengan bayaran tertinggi ini?
Belajarlah coding, terutama untuk mobile app.

Dan, bukan, bukan belajar coding dari CodeAcademy atau Udemy doang. Di sana sih cuma ada basic-basicnya aja. Benar-benar harus investasi uang dan waktu yang lebih, agar kualifikasi diri kita juga lebih.

Of course, kita enggak akan langsung bisa dibayar $1.000 per jam ya. Yang namanya fee biasanya akan meningkat seiring jam terbang kita. Tapi kalau sekarang kamu sudah menguasai bahasa pemrograman iOS dan WebGL, ada tuh job yang menawarkan $150 per jamnya. Atau bahkan lebih.



2. Desain dan Pengembangan Web


Menurut laporan statistik UpWork di tahun 2015, development PHP adalah skill paling dicari di website pasar freelancer dunia tersebut. Sedangkan, skill desain web sendiri berada di urutan ke-7.

Sampai sekarang, selalu ada banyak job penawaran/demand untuk desainer web. Tapi, tidak seperti para coder di atas, desainer web ini ternyata jumlahnya buanyak buanget, sehingga persaingan pun menjadi ketat.

Jumlah persaingan ini juga ikut memengaruhi harga jasa para freelancer, tentunya. Kok bisa banyak ya, desainer webnya? Ya, soalnya--ternyata nih--keterampilan mendesain web itu termasuk keterampilan yang mudah dipelajari. Apalagi sekarang ada CMS-CMS yang memang mudah, enggak perlu lagi HTML yang rumit.

Setiap orang bisa dengan mudah membuat atau mendirikan biro jasa pembuatan web sekarang ini, hanya dengan menggunakan platform Wordpress ataupun Blogspot.

Dan, karena permintaan yang suangat buanyaklah yang akhirnya tetap menjadikan ladang pekerjaan freelancer satu ini tetap menjadi yang tertinggi.

Kamu tertarik juga untuk menjadi seorang desainer web lepas?
Bisa. Masih menurut UpWork, desainer web freelance tetap bisa mendapatkan bayaran tinggi, jika ia punya keahlian yang sangat spesial, dan kamu juga bisa menemukan klien yang tepat.


3. Content Marketing and Writing


Berkat booming tren pemasaran online dan pengembangan metodologi baru, seperti Inbound Marketing, maka penulisan konten sekarang pun dianggap sebagai salah satu bidang paling keren untuk freelancer.

Untuk menjadi seorang penulis konten, kamu hanya perlu suka membaca, punya kekepoan lebih, peka, dan kreatif.

Meski demikian, ternyata enggak semua orang juga bisa menulis dengan baik. Pengalaman saya sebagai editor portal bisa jadi bukti.

Ada banyak penulis yang mengirimkan tulisan. Semakin ke sini, saya semakin "tega" untuk menolak tulisan diterbitkan. Kenapa? Ya, karena kualitasnya jauh di bawah rata-rata, sedangkan saya sudah nggak punya waktu dan tenaga lagi buat hard edit.
Daripada hard edit, mendingan saya ambil topiknya lalu saya tulis sendiri, hawong sama-sama menulis dari awal. Hard edit itu rasanya sama kayak kita jahit dari awal.

Malah, mendingan bikin sendiri. Nggak perlu pusing menebak-nebak apa maksud si penulis.

Dan ternyata, pengalaman juga membuktikan, tingkat pendidikan tinggi seseorang juga enggak bisa menjamin dia bisa menulis juga dengan benar.

Makanya, penulis konten yang berkualitas bagus memang langka. Banyak sebenarnya job menulis yang ditawarkan di berbagai pasar freelancer. Seharusnya para penulis konten yang punya kualitas bagus memang bisa punya bayaran tinggi.

Tapi, penulis kualitas menengah itu lebih banyak, dan mereka mau menerima job seberapa pun besarnya. Saya enggak berusaha menghakimi mereka ya. Enggak sama sekali. Orang saya juga berada di zona ini.

Dan, para penulis menengah ini akan ambil job berapa pun besarnya, apalagi kalau mereka lagi kepepet.
Ya itu tadi, seperti yang saya ceritakan di awal artikel ini.

Untuk menjadi seorang penulis freelance--terutama penulis konten--kamu mesti punya beberapa proyek sekaligus, zaman sekarang, dengan asumsi masing-masing bayarannya ada di middle.

Kalau seumpama kamu bisa menemukan job menulis dengan bayaran tinggi, nah, itu berarti memang keberuntungan sedang berada di pihakmu.


4. Desain Grafis


Desain grafis menempati urutan ke-2 pada daftar keterampilan yang paling banyak dicari di UpWork. Di situs pasar freelancer dunia terbesar ini, beberapa freelancer di desain grafis bisa menghasilkan hingga $85 per jam untuk satu jenis proyek desain.

Lebih spesifik lagi, akhir-akhir ini desain infografis menjadi demand tertinggi. Setelah itu, baru deh desain logo, desain ikon, dan ilustrasi.


5. Copywriter

Copywriter ini beda ya sama content writer, apalagi sama content marketing. Para freelance copywriter ini mengkhususkan diri menulis konten untuk halaman situs web, deskripsi untuk produk, layanan, dan lain-lain.

Tarif biaya untuk copywriter bergantung pada tingkat pengalaman dan keterampilan masing-masing freelancer. Linda Formichelli, seorang copywriter freelance berpengalaman, bisa menghasilkan $ 250 per jam. Ini masih menurut survei UpWork ya.

Kalau kamu lihat, para copywriter di UpWork akan nge-charge klien mereka antara $ 15 per jam hingga $ 100 per jam untuk satu proyek copywriting.


6. Editor Video


Masih menurut survei UpWork, seorang freelancer video editor di Amerika Serikat mampu menghasilkan sekitar $ 72.000 per tahun, sementara editor video yang lebih berpengalaman bisa menghasilkan sekitar $ 122.000 per tahun.

Permintaan untuk editor video di industri freelance mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, berkat peluang yang disajikan oleh platform seperti YouTube, Facebook, dan Instagram.

So, kalau kamu pinter dan punya kemampuan dalam editing klip video dan membuat konten video yang luar biasa, barangkali ini bisa menjadi karier impian kamu nih.


7. Social Media Manager


Social media marketing merupakan bagian penting dari strategi pemasaran merek dan bisnis. Hampir setiap bisnis, bahkan kedai kopi lokal kecil pun, sekarang juga butuh dan menggunakan jejaring sosial untuk mempromosikan produk dan merek mereka.

Hal ini tentu saja akhirnya membuka peluang besar bagi para freelancer ya, ketika sebagian besar merek dan bisnis ini mulai mencari orang-orang yang mau mengelola saluran media sosial mereka. Justru sekarang, social media marketing ini menjadi industri tersendiri.

Penghasilan untuk manajer media sosial di Amerika Serikat berkisar dari $ 6.000 hingga $ 72.000 per tahun, menurut PayScale.


Kesimpulan


Image via Freelancer News


So, gimana nih? Masih mau bekerja sebagai freelancer?

Well, welcome to the jungle then!
Siap-siap saja untuk menghadapi kenyataan, bahwa pekerjaan freelancer itu nggak segemerlap penampakannya. Pun, nggak sebebas asumsi awal.

Akan ada kalanya, kamu enggak dapat job sama sekali dan harus hidup dengan tabunganmu. Akan ada kalanya juga, kamu dihubungi klien di hari libur, atau bahkan di pagi buta, cuma buat ngrevisi hal kecil di kerjaan kamu.
Akan ada kalanya juga, kamu kalah bidding sama mereka yang mau dan berani dibayar murah. Atau, ada kalanya juga kamu harus menghadapi klien yang kabur tanpa membayar.

Ya, yang terakhir itu yang paling nyesek sih. Hahaha.
And, yes, it happened to me!
Masalah komitmen itu benar-benar isu besar di bidang freelancing. Ini sebagian juga karena kesalahan kita sendiri sebagai freelancer sih. Hmmm, pankapan saya bahas deh beberapa kesalahan freelancer di sini yah (meski saya sudah pernah bahas di lain tempat).

Iming-iming kerja freelancer itu bebas, menjadi bos untuk diri sendiri, dan bisa cepat kaya itu bullsh*t.

Jadi freelancer harus siap kerja keras, kalau mau dapat penghasilan setiap bulan.

So, jangan memutuskan dulu kalau kamu pengin jadi freelancer hanya karena mengharapkan bayaran tinggi.

Tapi, kalau kamu menginginkan pekerjaan yang akan menantangmu dengan hal baru setiap hari, bikin kamu kayak naik roller coaster--adrenalin bisa mengalir deras--terutama saat invoice nggak cair juga :))--then go for it.

Kerjaan freelancer itu nggak pernah stuck. Nggak pernah mentok. Selalu ada celah buatmu untuk mempelajari hal baru setiap harinya. Tergantung kamu juga sih, sebenarnya.

Mesti belajar sabar juga. Karena itu akan memakan waktu lama sebelum kamu mulai mendapatkan penghasilan tetap.

Yah begitulah.
Semoga nggak menyurutkan semangatmu untuk kerja freelance. Semoga justru membuatmu tertantang untuk menjadi lebih baik.

2 komentar:

  1. Freelance bukan karena bosen sama kerjaan, Mbak, kalo aku. Karena bosen nggak dapet kerjaan kantor lebih tepatnya HAHAHA. Jadi "terpaksa" freelance. Tapi dari freelance malah nyadar, kalo kerja keras + kerja cerdas, hasilnya bisa jadi jauuuh lebih diapresiasi daripada kerja kantoran biasa.

    Tapi tetep nyari kerja kantoran sih... Biar ada pengalaman kerja sama orang langsung HAHAHA

    BalasHapus
  2. Feenya menggiurkan, tapi tetep ya yang fee tinggi pasti yang jam terbang tinggi dan keahlian terus diasah.

    BalasHapus