Surat Terbuka untuk Pemilik Blog/Situs Detikpedia



Dear pemilik blog/situs Detikpedia,

Selamat pagi/siang/sore.
Semoga Anda sekeluarga senantiasa sehat sejahtera hari ini.

Seperti saya juga, merasa sehat sampai pagi ini saya menemukan situs Anda. Lucu juga bahwa notifikasi pingback dari situs Anda malah masuk ke situs Kumpulan Emak Blogger. Saya yang kebetulan punya kunci untuk login di TKP, jadi bisa menemukannya pagi ini.

Kaget saya, melihat sederet notifikasi pingback tersebut. Saya pikir mungkin Makmin lain sedang kerja dengan menaruh internal links, ternyata notifikasi pingback tersebut datang dari situs Anda. Lebih heran lagi, karena saya merasa akrab betul dengan judul-judul tulisan yang memberikan pingback tersebut.

Hmmmm. Kayak kenal gitu.

Penasaran, saya pun mengikuti pingback yang berujung ke situs Anda.
Well, tentu saja saya mengenali judul-judul tulisan ter-pingback itu, karena itu adalah tulisan saya, yang sudah saya publish di blog ini tapi kok bisa-bisanya muncul di situs Anda.

Penasaran, saya pun menelusuri lebih jauh.
Makin kaget lagi, ketika saya menemukan 2 kategori dalam situs Anda hampir semuanya berisi tulisan saya yang sudah publish di blog ini.


Wow!
Just wow!

Saya melihat tulisan saya memenuhi 2 kategori; di kategori Content Writing dan di kategori Blogging.

Saya enggak tahu apa tujuan dan motivasi Anda melakukannya, tapi sependek pengetahuan saya, cara kopas artikel secara membabi buta seperti ini disebut dengan PLAGIARISM. Dan pelakunya disebut sebagai PLAGIAT.

Itu yang sependek saya tahu.

So, pagi ini saya mencoba tetap tenang dan tabah. Saya coba untuk mengirimkan email komplain melalui email yang saya temukan di laman situs Anda, yaitu di info@detikpedia.info.
Meski sebenarnya saya ragu banget, email itu akan beneran Anda baca, atau bahkan bisa sampai pada Anda.



Ternyata dugaan saya benar.
Alamat email tersebut fiktif, terbukti saya mendapatkan notifikasi kegagalan kirim dari MAILER DAEMON.



Langkah lain saya coba lakukan. Saya lookup whois, barangkali saya bisa menemukan informasi lain yang bisa berguna. Ternyata nihil juga. Kontak Anda tidak tercantum.
Maka, saya yang sudah mulai putus asa, mencoba kirim ke abuse@namecheap.com, dan berusaha mengajukan komplain.



Ternyata namecheap.com juga nggak bisa membantu.

So, sepertinya saya hanya bisa meminta takedown dari Google--hal terakhir yang sebenarnya pengin saya lakukan. Dan itu pun saya juga nggak tahu, bakalan berhasil atau enggak.

Lalu, buat apa saya menulis surat terbuka ini?
Hemat saya, jika Anda sampai mengkloning sebegitu banyaknya tulisan saya untuk situs Anda, maka mau tidak mau, Anda pasti memonitor blog saya ini. Jika surat terbuka ini terpublish nanti, saya sih berharapnya, semoga Anda ngeh dan aware juga.

Syukur-syukur, kalau Anda pakai alat kloningan secara otomatis, surat terbuka ini juga akan terpublish di situs Detikpedia Anda itu.

Jika memang Anda sudah membaca surat terbuka ini, maka dengan segenap kerendahan hati, saya meminta Anda untuk menurunkan semua artikel yang Anda ambil dari blog ini. Tak perlulah saya menjelaskan, mengapa saya meminta ini dari Anda. Anda pasti sudah tahu apa alasannya.
Karena saya pikir, Anda pasti orang cerdas.

Demikian surat terbuka ini.
Saya nggak akan menulis panjang lebar.
Sudah hilang nafsu saya untuk update blog minggu ini.

Saya pernah bilang ke orang-orang yang mengalami kasus serupa. Nggak perlu marah berlebihan. Pakai energi rage-nya untuk berkarya lebih baik lagi.

Barangkali Anda sekarang juga menertawai saya di balik situs Anda tersebut. Saya terima. Nggak papa. Saya akan berusaha legowo. Bagaimanapun menjadi plagiat tak pernah bagus secara kualitas. Sekali plagiat, seterusnya akan menjadi plagiat.

Saya hanya akan berusaha lebih baik lagi.
Cuma ya, ... *sigh* baru kemarin sepertinya saya bikin status karena kejengkelan saya terhadap orang-orang yang punya kelakuan miring--suka kulakan di kelas online dan kemudian materinya dipakai lagi untuk kelas online yang dia pegang sendiri. Sekarang kok ya terus ada kasus seperti ini lagi.

*deep sigh*
SMH. Orang-orang ini otaknya pada di mana ya?
Pardon me, tapi saya bingung memang.

Sementara ini, saya hanya bisa mengusahakan takedown pada Google. Sepertinya akan butuh usaha ekstra, jadi mari kita lihat sampai seberapa jauh saya bisa melakukannya.

22 komentar:

  1. Speechless bacanya mbak, semogaa bsa segera selesai masalahnya mbak ya. Heran kok ada yg ambil naskah org lain :" sabar mbak ya :/

    BalasHapus
  2. Semoga lekas mendapatkan Solusi dan terpecahkan masalahnya ya mbak. Keep Spirit mbak

    BalasHapus
  3. Barusan saya ke TKP detikpedia, sepertinya sudah dihapus artikelnya mbam

    BalasHapus
  4. wah nekad tuh orang
    semoga cepat ada jalan keluar mbak carolina

    BalasHapus
  5. Semoha pihak Detikpedia segera diberi kesadaran buat turunin artikel Mbak Ra *berdoa sepenuh hati*

    BalasHapus
  6. Turut prihatin dengan apa yang menimpa mbak Carra :(
    Resiko seorang blogger. hehe

    BalasHapus
  7. Semangat ya Mbak Carra, semoga dapat solusinya, seenaknya Dewe yaa

    BalasHapus
  8. paling di take down pake DMCA mba. Semangat, tetap berkarya.

    BalasHapus
  9. Masih aja ya, perilaku goblok kayak gini. Dulu saya pernah ngerjain blog aggregator kayak begini. Caranya saya nulis satu paragraf pertama, terus publish, nah ntar kan langsung kesedot sama dia. Nanti baru kita edit dan publish artikel utuh kita.

    BalasHapus
  10. semoga bisa segera diselesaikan ya mbak.
    semangat....

    BalasHapus
  11. Otaknya ketinggalan di pos ronda kak. Mau ngambil takut, malam2 nggak ada temannya. Pada bolos ronda sih. Paginya balik ke sana, eh otaknya udah ilang.

    BalasHapus
  12. O... Jadi begitu ya urutannya sebelum buat surat terbuka. Usahakan dulu hubungi japri.

    Duh tapi ini memang keterlaluan banget ya. Kok ya nggak takut kena karma gitu.

    BalasHapus
  13. Wuih, parah ya! Semoga si adminnya segera sadar. Ikut sedih. :(

    BalasHapus
  14. Kalau sudah seperti ini memang seharusnya di repot ke google agar ditindak google. Kita tahu menulis itu butuh ide dan inspirasi, masak inspirasi kita di copy-vaste sama blog/web orang lain. Mudah-mudahan ada solusi dari google ya bu :)

    BalasHapus
  15. aku pernah kayak gini, untung whoisnya ketahuan mba. tak labrak di FB ahhaha...akhirnya dihapus semua.

    semoga segera kelar ya mba :)

    BalasHapus
  16. Mungkin disangkanya ndak bakalan ketahuan

    BalasHapus
  17. Itu pasti pake pllugin copasnya, Semoga pemilik web bisa bertanggungjawab dan peduli dengan sesama blogger

    BalasHapus
  18. Duh, semoga segera kelar. Barusan aku liat di web nya, iya masih ada, betul2 plek ketiplek semua dicopas, sampai lat menulis part 2. Semoga segera diturunin semua artikelnya.

    BalasHapus
  19. semoga bisa secepatnya terselesaikan ya mbk, dan tetep semangat...

    BalasHapus
  20. Duh kok aku ikutan gemes jadinya ya. Semoga orang yang ngelakuin cepet2 dikasih hidayah ya. Karena mengambil tulisan orang tanpa seijin sama dengan mencuri. Aduh hidup itu ga akan selamanya atuh. Ngapain sih ngelakuin dosa yg disengaja. Padahal dosa2 yg lain udah bnyak hiks. Yg sabar ya mba. Trus berusaha dan semangat

    BalasHapus
  21. Saya juga pernah terjerat kasus gituan mbak, blog saya di cloning orang. Jadi hampir semua artikel saya dicopas otomatis. Cara menghindarinya bisa lihat di google mbak. Kalau gak salah, bagian setelan umpan feed jangan dibuat penuh. Semoga membantu dan tetap semangat mbak ^^

    BalasHapus