• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri

Artikel ini pernah tayang di www.RedCarra.com

Kadang tanpa sadar, kita telah melakukan cyber bullying pada seseorang. Bijaklah!


Beberapa waktu yang lalu entah karena apa, tiba-tiba saja saya menelusuri mengenai pengertian cyber bullying. Lupa sih saya, apa pemicunya. Yang pasti, agar mempersingkat cerita juga, pokoknya langsung membawa saya ke wikipedia.
Dan menurut wikipedia, pengertian cyber bullying adalah sebagai berikut.

Cyber bullying adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber atau internet. Cyber bullying adalah kejadian manakala seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler.

Cyber bullying dianggap valid bila pelaku dan korban berusia di bawah 18 tahun dan secara hukum belum dianggap dewasa. Bila salah satu pihak yang terlibat (atau keduanya) sudah berusia di atas 18 tahun, maka kasus yang terjadi akan dikategorikan sebagai cyber crime atau cyber stalking (sering juga disebut cyber harassment).

Ada yang aneh nggak dalam pengertian tersebut?

Saya, terus terang merasa aneh pada kalimat ini: segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia cyber atau internet.

Jadi hanya berlaku untuk anak dan remaja? Padahal sering saya lihat orang dewasa juga melakukannya. Orang dewasa seusia anak-anak kuliahan, anak-anak kantoran, bahkan emak-emak kayak saya.

Image via Pittsburgh Public Schools


Karena saya nggak puas, maka saya kembali menelusuri. Lalu bertemulah saya dengan web ini. Dan di sana ternyata lengkap dibahas mengenai cyber bullying ini, dan lumayanlah memuaskan rasa ingin tahu saya. Nah, saya mau sedikit menuliskan kembali deh ya, apa yang dimaksud dengan cyber bullying menurut infopsikologi tersebut. Supaya bisa jadi catatan dan pengingat diri saya sendiri.

Cyber bullying adalah perlakuan kasar yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, menggunakan bantuan alat elektronik yang dilakukan berulang dan terus menerus pada target yang kesulitan membela diri. Singkatnya, cyber bullying adalah bullying yang dilakukan melalui bantuan internet atau telepon seluler berikut peranti-perantinya secara berulang-ulang dan terus menerus.

Image via tes(dot)com


Lalu apa saja yang bisa dikategorikan sebagai cyber bullying? Berikut akan saya tulis beberapa saja ya, yang sering saya lihat di sekitar saya aja (sebenarnya semua juga sering saya lihat, tapi saya lagi pengin bahas yang di bawah ini aja sih :) )

  • Menyebarkan gosip, berita bohong, atau menebarkan intimidasi, ancaman, kebencian melalui status, pesan singkat, komen dan lain sebagainya dengan media internet atau ponsel.
  • Para pencuri identitas online, para hacker yang mengambil akun facebook, twitter, email, instagram dan lain sebagainya untuk tujuan jahat.
  • Meneruskan (forward) atau membagikan (share) gambar atau foto pribadi orang lain tanpa izin, membagikan informasi pribadi orang lain ke publik juga tanpa izin.

Dan lain-lain. Kamu bisa lihat sendiri di blog infopsikologi ya :)

Dari situ saya lalu merenung, dan menanyakan hal-hal ini pada diri sendiri.

Apakah pernah karena satu perkara, saya lalu 'menyerang' orang?


Pernah. Dulu waktu masih 'belum terlalu bijaksana', saya pernah membully plagiat. Saya arahkan beberapa teman lain untuk ikut menyerang dia. Saya tahu plagiat memang bentuk lain dari cyber crime, pelakunya juga jahat. Tapi apakah saya lantas membuat diri saya lebih baik dengan membullynya begitu? Yang saya lakukan malah membuat diri saya sendiri sama dengannya.

Ah. Saya sebenarnya punya cerita banyak mengenai plagiarism ini. Sudah kenyang rasanya terlibat kasus seperti ini. Sebut saja, desain saya yang pernah dicuri oleh mantan bos saya, atau dongeng-dongeng di situs dongenganak.com yang diangkut ke beberapa situs nggak bertanggung jawab, juga ada artikel di Rocking Mama yang saya temukan di akun media sosial lain, baik yang menyebutkan sumber ataupun tidak.

Yang jadi bahan pelajaran saya berikutnya adalah menegur atau bicara tanpa tendensi bully, lalu ikhlaskan. Jika memang pelaku tersebut melakukan lagi, berarti itu memang mental. And that's not our problem, right? Itu menjadikannya bukan derita kita. Tapi derita dia sebagai plagiat.

Apakah pernah saya mengambil foto orang tanpa izin, lalu membagikannya di media sosial sebagai bahan ejekan atau candaan?

Image via blog Kaspersky

Sependek yang saya ingat, belum pernah. Maafkan, kalau ternyata ada yang saya jailin gitu ya. Ingatkan saya, untuk tak melakukannya lagi. Seingat saya, saya hanya pernah membuat meme dari Christina Aguilera, dan dari fotonya Misae ibunya Sinchan. Sepertinya saya juga tak pernah men-share foto teman-teman tanpa izin, seperti misalnya foto teman dari WA, saya share ke facebook atau gimanalah. Saya sendiri nggak pernah suka foto saya dijadikan meme, makanya saya juga menghindari untuk melakukannya.

Tentang meme ini, beberapa waktu yang lalu seorang selebtwit saya lihat sedang pamer hasil temuannya di akun Twitter pribadinya.

Ceritanya sih, dia penasaran dengan salah satu model meme lalu mencoba menelusurinya. Saat si selebtwit mulai memberi tautan ke akun google si model meme, saat itulah saya mulai mengernyitkan muka. Buat apa coba? Apalagi kemudian makin liar tak terkendali. Tiba-tiba saja ada foto keluarga si model meme, dengan istri dan anaknya. OMG! Saya tak bisa tidak membayangkan perasaan si model meme. Kira-kira rela nggak tuh, keluarganya dibawa-bawa dan dijadikan bahan tertawaan?

Kalau berkilah, "Ah, dia juga seneng kan jadi terkenal." Memangnya semua orang mau gitu jadi terkenal, tapi karena jadi bahan candaan? #Menurutngana

Waktu itu saya langsung ngetweet.

Kalo bikin foto orang jadi meme, itu termasuk cyber bullying nggak? :D#cumananya
— Carolina Ratri (@RedCarra) June 19, 2015

Ada beberapa tanggapan yang masuk. Tapi yang paling jleb adalah tanggapan dari Mbak Lusi Tris.
@RedCarra di meme atau nggak, nyomot foto orang tanpa sepengetahuan pemiliknya aja udah creepy. Yg punya foto berhak tanya.
— beyourselfwoman.com (@lusitris) June 19, 2015

Bener banget! Saya ingat pernah baca tulisan Mbak Lusi mengenai pentingnya mem-blur wajah orang yang terambil kamera candid yang akan kita posting di blog. Kesannya semacam, ih aturan banget, bikin nggak bisa berekspresi dengan bebas. Tapi, sebelum berkomentar begitu, ada baiknya juga kita bertanya pada diri sendiri, apakah foto candid yang kita buat itu tak berarti mengekang kebebasan orang lain juga, tak mengganggu privasi orang lain juga?

Nanti kalau kejadian kayak di berita ini gimana?

Anak Ruben Onsu 'dijual' via Instagram


Saya mikirnya nggak hanya berhenti di foto anak-anak saya doang. Tapi juga barangkali ada foto anak-anak lain yang pernah ketangkep kamera saya, saya unggah tanpa maksud jahat, tiba-tiba diambil orang tak bertanggung jawab? Semenyesal apa saya kalau kayak gitu?

Cyberbullying is a habit


Mau nggak mau, kita memang harus hati-hati. Hati-hati nggak hanya siapa tahu kita bisa jadi korban. Hati-hati juga supaya kita nggak menjadi pelaku. Kadang kita juga jadi terjebak jadi ikutan ngebully lho.

Contoh nih.

Pernah saya ditanya oleh seorang teman lagi. "Yang benar Perancis atau Prancis penulisannya?" Saya jawab, "Kalau di kantor saya kerja, masih memakai Prancis. Konon, ini masih jadi polemik yang mana yang benar. Jadi Prancis dan Perancis masih sama-sama bisa digunakan." Lalu si teman komen lagi, "Soalnya kalau di grup traveling, pada bilang yang bener Perancis. Kalau pakai Prancis bisa dibully."

Lalu saya cuma ketawa. Well, karena bully is a habit. Itu jawaban saya pada si teman yang langsung juga ikut tertawa.
Padahal kalau mau dibahas, di beberapa situs rujukannya masih 'Prancis', konon di KBBI versi buku yang betul juga masih 'Prancis'.

Sadarkah kita, bahwa ngebully itu semacam membawa perasaan super pada diri kita sendiri? Semacam "Gue ini lebih baik dari orang lain.". Semacam afirmasi, bahwa aku ini hebat. Coba deh dirasakan. Bener nggak kesimpulan saya? Saya mah bukan orang psikologi, tapi I'm a good observant. Lagipula, saya juga sering kok merasakan itu. Dan saya rasa, manusiawi banget.

Sehingga begitu ada kesempatan kita bisa terlihat lebih baik, maka kesempatan itu lantas kita pergunakan sebaik-baiknya. Termasuk dengan cara ikutan membully segala sesuatu yang sebenarnya kita tak tahu akar permasalahannya.

Hati-hati juga curhat di media sosial. Media sosial memang sangat membantu menyebarkan informasi, tapi bisa berarti pisau bermata dua *tsah*. Maunya curhat atau komplain karena kepuasan kita sebagai pelanggan tidak bisa dilayani dengan optimal, misalnya, malah berbuntut nggak enak. Apalagi kalau terus dibully, dihujat dan sebagainya. Apalagi kalau terus curhatan kita discreenshoot dan disebarluaskan dengan tidak bertanggung jawab. Dan seperti yag sudah saya bilang di atas, hati-hati jangan sampai kita juga menjadi pelaku bully. Hati-hati klik tombol 'share', bertanggung jawab dalam menggunakan fasilitas screenshoot dan lain sebagainya.

Karena bagaimanapun, insting manusia itu 'menguasai'. Saat dia berhasil 'menguasai' yang lain, dia akan puas.

Saya bukan sedang memulai sebuah kampanye anti cyberbullying atau apa sih. Hanya saja, saya pengin ngajak supaya kita semua berhati-hati. Jangan menjadi korban, dan jangan sampai menjadi pelaku. Tolong ingatkan saya ya, kalau ada yang melihat saya lagi ngebully orang. :) Saling mengingatkan.

Image via Wikipedia

Hati-hati, (cyber) bullying is a habit.

Share
Tweet
Pin
Share
21 comments
BookReview Contest - Blogging: Have Fun and Get the Money


Halo, semua :)

Saya datang membawa hadiah buat kamu-kamu yang sudah membeli dan membaca buku saya yang kedua, Blogging: Have Fun and Get the Money nih!


Blogging: Have Fun and Get the Money

 

Cara Ikutan BookReview Contest Blogging: Have Fun and Get the Money

  1. Tulis review kamu mengenai buku Blogging: Have Fun and Get the Money ini di media sosial. Ha? Di media sosial? Iya, kamu bisa post book review kamu di media sosial mana pun yang kamu punya; Facebook status, Facebook notes, Twitter dalam bentuk twitpic atau tweet berseri, Instagram, Blog, Goodreads ... Anywhere!
  2. Nggak ada batasan jumlah kata, ataupun cakupan review. Kamu boleh bebas menuliskan kesan-kesanmu terhadap buku ini. Bahkan, semakin kreatif kamu memberikan review maka semakin besar pula peluang kamu untuk menang. Jangan kaku-kaku banget kayak mau dimuat di koran. Make it fun!
  3. Sertakan foto buku Blogging: Have Fun and Get the Money dalam reviewmu, ya. Boleh foto bukunya aja atau fotomu sedang bersama buku ini. Jangan lupa, rules-nya juga sama. Makin kreatif fotonya, makin besar pula peluang kamu untuk menang
  4. Follow/Like akun penerbit: [klik] Twitter/Facebook/Instagram Stiletto Book (pilih salah satu sesuai media yang kamu pakai)
  5. Follow/Like akun penulis: [klik] Twitter/Facebook/Instagram Carolina Ratri (pilih salah satu sesuai media yang kamu pakai)
  6. Follow/Like akun sponsor: [klik] Facebook/Instagram Toko Saladin (pilih salah satu sesuai media yang kamu pakai)
  7. Tag/mention saya dan Stiletto Book ya. Sertakan hashtag #BloggingHaveFun.
  8. Tulis link review kamu di kolom komen, supaya nggak tercecer.
  9. Book Review Contest ini berlangsung dari tanggal 12 April - 12 Mei 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 22 Mei 2016.


----------------------------- UPDATED! -------------------------------



Hai!
Sudah nungguin siapa pemenang BookReview Contest inikah?

Setelah jalan-jalan ke satu per satu review yang sudah dituliskan, saya banyak mendapatkan masukan sekaligus feedback dari teman-teman lho. Mau tahu apa saja hasil saya selama jalan-jalan kemarin?
Boleh deh, saya kasih secara singkat ya :)

  1. "Mengapa buku ini baru hadir  sekarang? Nggak dari dulu-dulu?"
    Hahaha. Bahkan saya mengerjakan buku ini selama satu tahun. Mengapa? Karena saya masih merasa kurang pengetahuan mengenai printilan-printilan ngeblog, meski saya sudah ngeblog selama kurang lebih 10 tahun. Banyak hal yang harus diriset, harus ditanyakan dulu pada yang lebih ahli, banyak yang harus dipertimbangkan perlu atau enggak ditulis dalam buku. Saya nggak pengin buku ini 'menyesatkan'. Pada akhirnya saya sampai di kesimpulan, ngeblog itu dunia yang keras, kawan! :))
  2. "Ngeblog nggak harus menghasilkan uang."
    Iya, ada yang menanggapinya dengan sepenggal kalimat di atas. Dan saya mengamininya. Siapa yang mengharuskan? Buku saya pun rasanya juga enggak mengharuskan.
  3. "Saya masih suka menulis gado-gado, nggak berniche."
    Meski dalam buku saya sarankan untuk lebih spesifik dan fokus dengan niche dengan berbagai pertimbangan dan keuntungannya, lifestyle blog tetaplah menjadi salah satu niche blog yang banyak dicari oleh brand jika kamu mau memonetize blog kamu. Yang penting kategorisasi harus jelas dan rapi, dan target pembaca kamu juga jelas. Blog saya almarhum, www.RedCarra.com, juga berniche lifestyle. Advertiser yang tertarik mengajak kerja sama umumnya menyukai target pembaca saya, yang mayoritas adalah perempuan dan ibu muda. So, keep the lifestyle ya, asal yakin di situ.
  4. "Nggak ada tutorial mempercantik blog, nambah widget, dan pernak pernik blog lainnya dalam buku ini."
    Betul, dan ini memang sengaja. Buku ini sedari awal pengin saya tujukan pada mereka yang sudah punya blog dan mau mengoptimalkannya. Saya anggap segala macam teknik mempercantik blog bisa kamu temukan dengan sangat mudah di internet juga sudah banyak dibahas di buku-buku tutorial ngeblog lainnya., dan saya nggak perlu merangkumnya lagi di sini. Penginnya sih, para blogger lebih fokus pada kegiatan ngeblog itu sendiri dengan meningkatkan kualitas tulisan mereka.
  5. "Nggak ada pembahasan mendalam mengenai Adsense di buku ini."
    Ah, bahkan pembahasan mengenai adsense pada akhir buku ini merupakan tambahan yang disarankan oleh editor. Saya sendiri nggak main di Adsense, lagipula, saya sudah sering menjumpai buku-buku membahas khusus mengenai Adsense. SEO dan Adsense saya kira adalah dua topik yang kalau dijabarkan mendalam, akan membutuhkan ruang satu buku sendiri ya :)) Jadi, yang saya tulis dalam buku ini memang hanya hal yang paling mendasar saja, sependek pengetahuan saya.
  6. "Kok blognya masih ditulis www.redcarra.com? Padahal sudah ganti ke www.carolinaratri.com."
    Hahaha. Iya, saat buku ini masuk ke proses cetak, blog saya almarhumah itu masih bisa diakses dan ditulisin. Begitu buku ini launched, ternyata udah matik. Huhuhuhu. Nggak mungkin kan ngulangin proses cetak cuma buat ngeganti alamat blog. Duh, jadi sedih lagi deh. T__T Hiks.
Oke, udah ah, prolognya. Panjang amat. Kalau ada pertanyaan yang belum saya jawab atau ada yang belum saya tanggapi, please please feel free untuk colek saya di mana pun ya. Twitter, Facebook, email, semua bisa kok :) Dan, saya janji akan segera respon. Tentu saja kalau saya lagi online ya. Hihihi.

Dan, setelah melalui pergulatan batin, review-review inilah yang saya pilih menjadi pemenang BookReview Contest ini.

Pemenang 1

Kaus Blogging: Have Fun and Get the Money (pilih model cowok/cewek), 1 kain batik, 1 jam dinding kayu, paket buku Stiletto Book (judul sesuai ketersediaan)

Rahayu Pawitri
Pengen Blog Kamu Menghasilkan Uang? Intip Caranya di Buku “Blogging: Having Fun and Get the Money” [Book Review]

Pemenang 2

1 kaus Blogging: Have Fun and Get the Money (pilih model cowok/cewek), 1 kain batik, paket buku Stiletto Book (judul sesuai ketersediaan)

Uniek Kaswarganti
Semua Yang Penting dari Blogging

Pemenang 3


1 kaus Blogging: Have Fun and Get the Money (pilih model cowok/cewek), 1 pashmina, paket buku Stiletto Book (judul sesuai ketersediaan)

Komang Ayu Kumaradewi aka Mandewi
Blogging: Have Fun and Get The Money

Ketiga pemenang, selain telah mengikuti semua persyaratan yang ada dengan lengkap, masing-masing juga mempunyai keunggulan. Yaitu, mereview buku ini dengan cara yang asyik, menambahkan konten yang menarik, dan juga bahkan ada yang ngasih lihat bahwa sudah mempraktikkan apa yang saya tulis di buku.

Karena itu, selamat!
Saya tunggu data dirinya (nama, alamat dengan kodepos, no HP yang masih berlaku, dan model (cewek/cowok) serta ukuran kaus yang dimau) di email mommycarra@yahoo.com, untuk pemrosesan hadiahnya ya.
Keputusan juri nggak bisa diganggu gugat ya ;)

Untuk teman-teman lain yang belum beruntung kali ini, saya ucapkan terima kasih juga atas keikutsertaannya ya. Means a lot to me, saya jadi punya banyak masukan, feedback, dan juga PR untuk mengembangkan diri saya lebih luas lagi. Feel free to contact me kalau pengin berdiskusi ya :)

BookReview Contest Blogging: Have Fun and Get the Money ini didukung sepenuhnya oleh Toko Saladin dan Stiletto Book. Thank you so much! Muah!
Toko Saladin. Shop and be happy!

Be Smart and Sexy with Stiletto Book!

Keep blogging, everyone!

Share
Tweet
Pin
Share
40 comments
Uji nyalimu dengan menulis di media lain!



Menulis di blog sendiri?
Banyak banget keuntungannya. Kita bebas berekspresi, kita bebas mau menulis apa saja semau kita. Mau liat sebagaimana bagus tulisan kita? Coba ikutan lomba, atau giveaway, yang memaksa kita untuk menulis sesuai 'aturan'. Kalau menang, berarti ada kemungkinan tulisan kita sudah lumayan bagus.

Saya sendiri saat menulis di blog pribadi menggunakan indikator komen dan sharing untuk mencari tahu, apakah tulisan saya sudah cukup bagus dalam artian bisa menjawab permasalahan dan bermanfaat untuk orang lain atau belum.

Tapi ... indikator seperti ini juga nggak selalu bisa dijadikan patokan. Selain itu, masa nggak kepengin mencoba sesuatu yang baru?
Pengin nantangin diri sendiri untuk menulis bagi pembaca yang jangkauannya lebih luas?
Pengin sedikit keluar dari zona nyaman?
Pengin lebih terkenal?

Nah, kalau gitu, coba menulis untuk website lain!
Kalau di luar sudah banyak sekali website, blog atau UGC yang menyediakan tempat bagi para penulis untuk menjadi penulis tamu, atau guest writer, atau guest blogger.
Sebentar, UGC?
Apa itu UGC?

UGC adalah singkatan dari User Generated Content. Adalah website-website yang kontennya diisi oleh para user, biasanya sih terdiri atas banyak user. Kalau di Indonesia contohnya adalah Kompasiana.
Blog itu sebenernya juga termasuk UGC sih, terutama yang masih gratisan macam wordpress, blogspot atau tumblr. Tapi pada akhirnya kan blog ada yang berdomain sendiri dan kemudian dikelola oleh perseorangan ya. Jadi yang kayak gitu, jadinya nggak termasuk UGC lagi.
Social media itu sebenarnya juga bisa dikatakan sebagai UGC.

Nah, di Indonesia memang belum banyak UGC yang benar-benar user friendly, dengan ada editor dan bisa memberikan keuntungan bagi kontributornya, misalnya jangkauan pembaca yang luas, fee kompensasi meski nggak banyak, tulisan diedit oleh tim editor internal hingga kita bisa belajar menulis lebih baik.

Tapi, kalau kamu mau coba a bit stepping out of your comfort zone aka blog, kamu bisa mencoba menulis di 8 situs berbasis UGC rekomendasi saya ini.

1. Boomee.co



Boomee.co

Kalau saya lihat-lihat, ini target pembacanya adalah young adult. Antara 18 - 35 tahunlah ya. Image-image-nya kayaknya unik, kemungkinan mereka punya desainer sendiri untuk membuat segala macam meme dan image.

Kalau soal audience, nggak kelihatan sih view per artikelnya. Meski di Fanpage, sudah di-like oleh 20ribu orang, tapi engagement-nya rendah. Tapi boleh juga kalau mau dicoba :)

2. Hipwee


Hipwee.com
Nah, untuk saat ini, Hipwee paling megang traffic UGC di Indonesia ya kayaknya. Ini karena target audience-nya adalah para millenials hingga Gen-X nyambung semua. Untuk kepopuleran, well, bisa dilihat nih dari top shared article di Hipwee ini.

Most shared article dengan 416.143 shares
Scoop topiknya luas banget, tapi ya kayaknya yang harus sesuai dengan anak muda ya.
Sayangnya, kabarnya sekarang artikel ter-publish tanpa terfilter oleh editor lagi. Jadi, masalah tata tulis, ya sudahlah ya.

3. Rocking Mama


RockingMama.id
Nah, kalau ini ... anu ...
Ya pokoknya yang satu ini target audience-nya buat emak-emak muda usia 23 - 40 tahun. Penulisnya sih bebas, boleh mas-mas, om-om, bapak-bapak, adek-adek, embak-embak, tante-tante, eyang-eyang. Bebas. Asal topik dan gaya bahasanya ditujukan buat para mahmud aka mamah muda.

Berada di bawah management Zetta Media, UGC ini juga punya editor, seperti UGC yang lain, yang menjaga kualitas tulisan agar tetap prima dan tetap enak dibaca meski pakai bahasa gaul sehari-hari. Editornya nggak galak kok, malah cenderung nggak tegaan. Tapi ya jangan disalahartikan ya. #eaaaa

Untuk pageview sih, masih kalah ketimbang portal Zetta yang lain, yang punya range target audience yang lebih luas. Tapi yah, bisa dibilang berkembang. Jadi, kalau pengin punya pembaca lebih luas dan juga tulisan yang diedit menjadi bagus, ya silakan uji nyali dengan mengirimkan tulisan ke Rocking Mama :)
*sruput es teh dulu biar nggak awkward*

4. Zetta Media Portals: Trivia, Ributrukun, Virala, Moola, Kamantara dan lain-lain


Trivia.id
Nah, ini nih 'kakak-kakak'nya Rocking Mama.
Sebenarnya kita 10 bersaudara ya. Tapi yang sementara ini yang ngehits ya dua ini; Trivia.id dan Ributrukun.com

Trivia hampir sama dengan Hipwee, baik target audience maupun topiknya. Nah, kalau Ributrukun itu bisa dibilang hampir mirip sama Rocking Mama, karena ngomongin soal keluarga juga iya, mirip ke Kamantara yang sama-sama portal Zetta dan ngomongin soal self wellness juga bisa (meski nggak sedalem Kamantara).
Pageview-nya? Udah jutaan dua-duanya.

Silakan uji nyali menulismu di sana ya. Dan dapatkan 'ketenaran'mu. Halah.

Ributrukun.com
 Selain Trivia dan Ributrukun, juga ada Virala.id (UGC khusus industri kreatif), Kamantara (self wellness), Moola (keuangan), Rula (untuk cewek-cewek), LevelUp (bisnis), Bagaya (portal khusus cowok) dan Bola Media (khusus berita sepakbola).
Silakan kepoin satu-satu :) Semua menerima kontribusi tulisan dari umum dengan topik masing-masing.

5. Medium


Medium.com
Awalnya saya kira Medium ini UGC berbahasa Inggris, sampai kemudian saya lihat salah seorang teman penulis share artikel yang dia tulis di Medium, yang menggunakan bahasa Indonesia. Barulah saya ngeh, ternyata bisa juga kita nulis dalam bahasa Indonesia di UGC ini. Jadi, saya baru aja sign up kemarin, dan belum banyak bereksplorasi.

Kalau dilihat-lihat, boleh juga kalau dijadikan tempat untuk backlink ke blog kita.

6. Katanium


katanium.com
Yang ini termasuk baru nih. Mungkin usianya baru beberapa bulan. Konon, situs ini diciptakan sebagai tempat interaksi para blogger Indonesia. Kita boleh mengisinya dengan artikel baru, maupun memfungsikannya untuk perujuk traffic ke blog kita.

Lumayan kan?

7. Mojok.co


Mojok.co
Nah, kalau suka topik bahasan yang serius, satir, sinis dan agak nakal, kamu bisa nyoba nulis di Mojok.co. Ini UGC dikelola oleh timnya Puthut EA.
Pageviewnya sih belum sebombastis UGC yang lain ya, tapi Mojok punya 'masyarakat' sendiri yang sangat loyal, kalau saya amati. Lingkarannya juga cukup distinctive, unik.
Nggak seperti UGC yang di atas, Mojok menawarkan honorarium untuk setiap artikel yang lolos dan dimuat. Karena itu pastinya filternya lebih ketat.

Cocok banget buat uji nyali kan? :D

8. Basabasi


Basabasi.co
Nah, kalau kamu punya passion di dunia sastra yang sebenar-benarnya, kamu bisa gabung ke basabasi.co. Di sana ada ruang bebas untuk nulis cerpen, puisi, cerber, review buku sastra dan sebagainya.
Kalau tulisan kamu lolos, seperti Mojok.co, basabasi.co akan memberi kamu honorarium yang cukup lumayan.


Nah, itu dia situs-situs UGC yang bisa banget kamu coba, untuk mengasah keterampilan menulismu, uji nyali apakah tulisan kamu sudah benar-benar bagus atau barangkali perlu diperbaiki.

Kamu menulis di blog pribadi sih oke, tapi sampai seberapa jauh sih kamu bisa menjangkau pembaca? Pasti terbatas. Kalau kamu pengin expanding your audience, menulis di situs lain adalah salah satu cara yang sangat efektif, meski nggak dibayar. Apalagi kalau kemudian kamu diizinkan untuk menautkan blog kamu di situs tersebut. Kalaupun enggak, minimal, nama kamu akan dibaca oleh orang. That's branding.

Kebanyakan sih udah mikir duitnya duluan, jadi entah sadar apa enggak, hal itu membuatnya kerdil dalam berpikir.
Think about something you will gain more. Duit akan datang kemudian kalau nama kamu sudah dikenal, kalau kamu sudah punya portfolio. Barangkali kemudian kamu akan ditawari oleh brand-brand besar untuk mengisi situsnya karena salah satu stafnya baca artikel kamu di suatu tempat yang selain blogmu.

Tapi, nggak usah ngoyo juga. Sesuaikan semua dengan irama kita masing-masing. Sambil mengasah kemampuan, kita juga menambah wawasan. Juga networking.

Yuk, tingkatkan value diri sendiri dengan menulis dan terus menulis!
Share
Tweet
Pin
Share
53 comments
Karena komen selalu menjadi 'indikator' kesuksesan kita menulis artikel

Artikel berikut adalah artikel yang saya tulis berdasarkan pengamatan saya pada blog sekitar saya. Kalau blog saya yang ini sih, komen masih agak berbanding lurus dengan gencarnya saya share link dan promosi konten. Jadi, orang-orang masih jarang datang karena mereka memang pembaca setia blog ini, ataupun karena mereka menemukannya di SERP. Lagipula komen rata-rata di blog ini juga baru sekitar 20 komen aja setiap artikelnya. Kalah jauhhhhh sama para seleblog :)

Tapi justru itulah yang memacu saya untuk mengamati, dan ini adalah catatan pengamatan saya. Semoga saya bisa mempraktikkannya satu per satu, supaya lebih bisa menarik banyak komen.

Mengapa komen artikel itu penting?
Well, nggak perlu dimungkiri lagi sih ya, bahwa komen selalu menjadi 'indikator' kesuksesan kita menulis artikel, baik di blog sendiri maupun kalau kita menulis untuk web atau blog lain. Meski sebenarnya juga bukan merupakan indikator mutlak sih, karena saya lihat banyak juga artikel lain yang benar-benar bagus tapi nggak mengundang komen, but people do search the information. Orang-orang datang, mengambil informasi yang bermanfaat, lalu pergi lagi tanpa meninggalkan komen.

Buat saya pribadi, komen adalah satu bentuk perhatian yang diberikan oleh pembaca atau si pengambil informasi. Dan perhatian tersebut akan memicu kita untuk menulis lebih baik. Betul nggak?
Nggak jarang juga, para ahensi brand itu ngelihat interaksi di blog kita, sebelum akhirnya memutuskan apakah kita layak untuk diajak kerja sama.

Nah, terus gimana ya, bisa mendapatkan komen yang banyak? Kadang kita udah gencar memromosikan artikel yang sudah kita buat. Berharap mendapatkan pageviews, tentu saja, dan bonus dikasih komen. Tapi kok tetep aja komennya dikit amat? Padahal sudah dipromosikan ke mana-mana.

Well, dari pengamatan saya, ada beberapa tipe artikel blog yang sangat potensial mengundang komen.

1. Artikel yang gampang dikomenin


Eits, jangan meremehkan dulu.
Syarat pertama agar dapat banyak komen adalah artikel harus gampang dikomenin. Orang harus dengan mudah menemukan di mana dia harus komen kalau dia memang ingin meninggalkan komen kan? Lha, kalau kolom komennya aja disembunyiin, terus kita musti petak umpet gitu komennya?

Captcha itu juga menyulitkan bagi beberapa orang. Kadang huruf captcha-nya juga nggak jelas, udah gitu musti nungguin muncul gambar-gambar untuk dicocokkan. Kadang si pengunjung nggak punya kuota dan waktu yang banyak buat printil-printil tersebut.

Menggunakan third party juga nggak terlalu memudahkan pengunjung untuk komen. Misalnya, pake facebook comment plugin. Iya sih, maksudnya bagus, biar yang komen juga langsung share di wall facebook mereka kan? :) Well, menurut saya pribadi sih, nggak semua orang suka membagikan apa yang dibacanya di beranda facebook. It's kind of privacy thingy. Ada juga lho, yang nggak suka facebook-an. Membuat komen dengan facebook comment plugin akan memaksa mereka untuk login ke facebook kan? Dan itu akan membuat mereka memilih untuk nggak komen, dengan alasan yang mereka sendiri yang tahu.

Disqus, dan juga komen via Google+, itu juga kurang bersahabat. Disqus karena 'memaksa' kita untuk bikin akun di Disqus. Google+ juga begitu. Jadi susah kalau seumpama nggak punya akun Disqus atau Google+.

2. Artikel yang punya konten yang bagus


Aih, abstrak dan klise banget nih yang ini.
Yang kayak apa itu artikel dengan konten yang bagus? Well, ada beberapa petunjuk sih di artikel saya yang ini.

Paling gampang untuk mengecek apakah artikel kita worth to comment adalah dengan bertanya pada diri sendiri right after we finish the article.
Kira-kira, kalau aku baca artikel seperti ini, aku bakalan tertarik untuk komen nggak ya?
Jawablah, dengan menyingkirkan kemungkinan, bahwa "iya, aku akan komen, demi sopan santun" atau "iya, aku akan komen, karena kemarin aku udah dikomenin sama si penulis". Tapi lebih ke, "iya, aku akan komen karena aku punya pengalaman yang sama/berbeda", misalnya. Atau "iya, aku akan komen, karena aku baru tahu informasi ini dan aku pengin berterima kasih pada si penulis". Atau "iya, aku akan komen karena aku punya informasi tambahan yang barangkali bisa ditambahkan".

Keliatan kan, bedanya? Pssst, tolong jangan baper dulu. Memberi komen atas nama sopan santun itu sih bagus banget. Tapi mengapa saya nggak merekomendasikan pertanyaan tersebut untuk ditanyakan pada diri sendiri dalam hal ini? Ya, karena dorongan itu nggak murni dari dalam diri sendiri. Tapi lepas dari itu, silakan aja sih, mau ngomen yang kayak gimana juga :)) Ini kan untuk menguji aja kan, apakah kita mau ngomenin artikel tersebut karena memang menarik.

3. Artikel yang relevan dengan pembaca


Artikel yang menuliskan pengalaman atau hal-hal yang sering dijumpai oleh banyak orang, pasti lebih mengundang komen. Apalagi kalau di akhir artikel ditambah dengan pertanyaan terbuka untuk memancing pembacanya untuk berbagi pengalaman. Wih, pasti deh, banyak komennya.

Misalnya, saya dulu di blog Redcarra.com, pernah menulis tentang saya yang mengalami pelecehan seksual. Sampai dengan blog itu akhirnya matik, artikel tersebut paling banyak dikomenin. Dan, yang komen, adalah mereka-mereka yang juga mengalami pelecehan seksual tapi nggak berani bersuara. Bener-bener bikin miris. Setiap kali saya baca komen baru di artikel tersebut, rasanya hati saya teriris. Dan saya yakin, banyak pula yang merasakan hal yang sama saat membacanya. Pada akhirnya memang cerita saya tersebut saya sediakan bagi mereka yang pengin curhat mengenai pelecehan seksual yang dialami tapi nggak berani menceritakannya. Semoga dengan bercerita di artikel tersebut, ada sedikit kelegaan yang menyelusup ya. Meski sama sekali nggak mengatasi masalah sih :-|

Nah, tentang pertanyaan terbuka di akhir artikel nih. Menurut beberapa ahli, ada dua jenis pertanyaan; yaitu pertanyaan terbuka dan pertanyaan tertutup. Hmmm, contoh langsung aja deh.

Pertanyaan tertutup:
Kamu suka travelling?
Jawaban "Ya" atau "Tidak", and that's it.
Apa warna favoritmu?
Jawaban: merah, biru, hijau. And that's it.
Punya hewan peliharaan apa di rumah?
Jawaban: kucing, anjing, burung. And that's it.

Pertanyaan terbuka:
Kalau kamu, gimana sih cara kamu merencanakan liburan? 
Jawabannya: biasanya sih aku akan nyari dulu saran-saran di TripAdvisor, lalu kumpulin info-info penginapan, objek wisatanya. Baru sortir lagi, mana yang cukup murah. Bla bla bla. (panjang)
Menurutmu, lebih baik pilih warna merah atau biru ya untuk kamarku ini?
Jawaban: Biru lebih baik, soalnya ... bla bla bla.
Kalau kamu, apa yang paling susah soal memelihara binatang di rumah ini?
Jawaban: Kandangnya. Karena rumah agak sempit, jadinya ... bla bla bla.

Pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang hanya bisa dijawab dengan "ya", "tidak", atau jawaban langsung yang lain, yang cukup pendek dan sudah jelas.
Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang menuntut jawaban dan penjelasan lain, misalnya tips, atau alasannya.

Kalau di Wordpress sih, kita bisa tahu ya kalau kita udah ninggalin komen di blog lain, terus si pemilik blog nge-reply. Hingga kemudian bisa terjadi diskusi yang berkepanjangan. Sayangnya di blogspot nggak bisa. It will be great kalau kita bisa diskusi seperti ini. Untuk bisa memancing komen lebih banyak lagi, berinteraksilah dalam komen. Saya sendiri selalu berusaha menjawab setiap komen yang masuk :)

4. Artikel yang kontroversial


Haha. Yang ini sudah tahulah ya, yang kayak gimana.
Barusan juga rame soal artikel dari seorang travel blogger tentang pelabelan diri para blogger. Heh, saya sih nggak kenal sama travel blogger tersebut, tapi karena cukup rame dibahas di sana sini, ya akhirnya saya kepo. Baca sekilas, dan ... yahhh ... dia tentunya mendapatkan pageviews yang banyak, plus viral, PLUS komen yang banyak juga pastinya yah.

Artikel saya yang ada di Rocking Mama ini juga dibilang kontroversial.

Most viewed article di Rocking Mama


Waktu nulisnya sih ya, saya nggak ada alasan khusus. Tadinya sih rencananya kemudian akan ada semacam opposite attack-nya, macam "Jangan Pernah Katakan Hal Ini pada Ibu Bekerja". Tapi setelah melihat 'kengerian' viral dan komennya, saya malah jadi mati gaya :)) Artikel ini 'hanya' mendapatkan 70 komen di webnya, tidak termasuk replies. Yang terjadi di fanpage ternyata lebih lagi :))

Hampir 2M reached, 4.600 share, di-Like oleh 42K, 177 komen

Sampai dengan saat ini, saya masih belum bisa mematahkan rekornya :)) Bangke.
Meski mungkin terbantu karena di-boost berbayar, tapi artikel lain yang di-boost juga nggak segini amat.

Artikel kontroversial begini juga punya peluang besar untuk viral.

5. Artikel yang memberi informasi baru atau yang lagi ngetrend


Saat ada informasi baru atau yang lagi ngehits, biasanya akan membuat orang 'kebelet' untuk komen. Apalagi kalau informasi baru tersebut ternyata mematahkan informasi lama yang selama ini diamini oleh banyak orang.

Contoh, adalah heboh pas ada update peringkat DA/PA blog tempo hari. Yang kemudian diserbu adalah artikel-artikel tutorial bagaimana meningkatkan DA/PA dengan cepat. Juga soal dofollow-nofollow kemarin. Yang bisa ngasih informasi mengenai dofollow/nofollow kemudian diserbu dengan komen.

Seperti halnya artikel kontroversial, artikel yang 'riding the news' atau 'riding the trend' kayak gini, selain potensial mengundang komen, juga potensial untuk viral.

6. Artikel yang ditulis dengan passion


Ngakuin nggak, kalau kita akan lebih semangat menulis kalau kita menulis sebuah artikel yang sesuai dengan minat kita. Dan itu kerasa juga sampai ke pembaca lho.

Misalnya kayak saya nih. Gampang banget deh ketahuannya :)) Beberapa artikel bisa saya rasakan begitu mudah saya tulis, 1 - 2 jam selesai bahkan dengan image dan infografis yang bagus.
Ada beberapa artikel yang susyahhh banget buat diselesaikan. Tapi karena sudah kadung janji, atau sudah dipesan, ya harus dipaksakan untuk ditulis.
Pada akhirnya keliatan deh hasilnya kayak gimana. Padahal, konon katanya, penulis itu harus bisa menekan egonya.Tapi, ya balik lagi deh. Artikel adalah sebuah karya. Dan itu menuntut seni tersendiri untuk bisa menghasilkan karya yang bisa dinikmati. Kadang kita suka menulis satu topik tertentu, tapi karena memang topiknya kurang diminati orang akhirnya juga kurang sukses. Mau nulis artikel aktual atau nulis fiksi, menurut saya sih, sama-sama butuh seni sendiri-sendiri.
Tapi kenyataan bahwa minat dan mood penulis sangat berpengaruh pada karya, itu jelas nggak bisa diingkari.

7. Artikel yang dipublish di saat yang tepat


Saya kasih liat hasil survey dari Copyblogger ya.

Grafik via Copyblogger.com


Menurut Copyblogger.com, artikel yang dipublish saat weekdays tend to get more views, meanwhile artikel yang dipublish saat weekend tend to get more comments. Mungkin ini dikarenakan orang-orang punya waktu luang lebih banyak, sehingga mereka nggak buru-buru menutup artikel setelah mereka membacanya. Karena selo, akhirnya mereka pun ninggalin komen. Sedangkan kalau pas weekdays, mereka hanya sekadar membutuhkan informasi-informasi saja. Setelah mereka dapat informasi yang mereka butuhkan, ya mereka langsung capcus pergi karena masih pada sibuk sama kerjaan.
Hmmm.

Dan kemudian, coba lihat survey Copyblogger yang ini juga.

Grafik via Copyblogger.com



Komen paling banyak adalah pada artikel yang dipost di pagi hari, yaitu sekitar pukul 08.00 - 09.00. Mungkin ini karena orang-orang belum full bekerja ya. Jadi masih selo kasih komen di mana-mana.

Nah, mau coba? :D


Well, bagaimana dengan blog jurnal ini?
Komen terbanyak di blog ini adalah komen pada artikel 7 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Kita Saat Membuat Laman About Me. Mungkin yang dibahas bukan hal yang baru banget juga, tapi banyak yang meremehkan hingga nggak memperhatikan mengenai About Me ini, sehingga banyak yang baru nyadar bahwa laman About Me ini cukup penting bagi seorang blogger.
Dari komen-komen yang ada, kebanyakan sih merasa laman About Me-nya masih belum tergarap dengan baik, beberapa bahkan belum punya About Me.

Kalau kamu, artikel apa yang paling banyak dikomenin so far? Dan, menurutmu, mengapa artikel tersebut banyak dikomen?
Share ya! Coba kita lihat bareng-bareng.
Mungkin kamu bisa menemukan beberapa hal yang bisa kamu pergunakan lagi untuk membuat artikelmu yang berikutnya juga banyak dikasih komen.
Share
Tweet
Pin
Share
71 comments
Konten yang bagus? Rasanya masih abstrak banget ya. Here are some clues!


Hai!

Seharusnya jadwal saya hari ini adalah membuat round-up untuk artikel bulan April, sesuai dengan niat saya kemarin untuk memulai bikin seri round-up di blog ini.
Tapi, pagi ini saya menemukan artikel super di salah satu situs junjungan saya yang khusus membahas mengenai konten dan sosial media, yaitu socialmediatoday.com, dan sayang banget kalau nggak saya catat, simpan, dan share. Karena siapa tahu ada yang membutuhkan tips-tips ini. So, saya pikir, mendingan saya dahulukan yang satu ini aja ya. Yang April Roundup semoga bisa segera menyusul.

Sooo ...

Ini dia 13 definisi konten yang bagus, dari para content creators dunia yang perlu banget kamu tahu, supaya kamu bisa membuat konten yang sama berkualitasnya dengan mereka. Tentu kalau kamu mau. Ehem.

Aslinya ini adalah sebuah infografis ya, tapi di sini saya pecah-pecah aja image-nya supaya lebih enak dilihat. Nggak semua saya tampilkan, karena ada beberapa yang saya nggak mudeng mereka ngomong apa :))) Maafkan keterbatasan saya. Dan juga ada beberapa yang kira-kira isi tipsnya kurang lebih sama dengan yang lain, yang begini ini saya pilih satu aja. Tapi saya jamin, yang akan saya tampilkan adalah yang memang benar sangat perlu untuk kita simak.

Plus saya kasih terjemahan bebasnya di caption. Sila koreksi terjemahannya kalau ada yang salah ya :) Dan, jangan buru-buru tutup artikel ini, karena di akhir artikel saya akan kasih beberapa kesimpulan.


Tulis konten yang detail, actionable dan punya desain yang cantik. - Neil Patel


Tulis blogpost sepanjang 1.000+ kata yang bermanfaat bagi pembaca. - Jeff Bullas

Tulislah konten yang menarik yang mampu menjawab pertanyaan banyak orang. - Lee Oden

Tulislah konten yang masih akan relevan 1 tahun ke depan, bahkan 10 tahun ke depan. - Eugene Woo


Gunakan editorial calendar dan jadikan webmu sebagai resource untuk web atau blog lain. - Erika Heald

Fokus pada pembaca, dan kenali permasalahan mereka. - Neal Schaffer

Gunakan potensi pembaca yang suka nge-share untuk memengaruhi pembaca lain agar mau share juga. - Chris Kubbernus

Manfaatkan situs-situs seperti Alltop atau Buzzsumo. - James Reynolds

Presentasi visual itu penting. Buatlah kontenmu menarik juga secara visual, nggak cuma teks doang. - Jen Van Iderstyne

Bangun link building dari web atau blog lain dengan menulis konten di web tersebut. Kamu akan lebih dikenal, kamu mendapatkan backlink, dan juga tulisanmu bisa bermanfaat bagi pembaca yang lebih banyak. - Shane Barker

Tampilkan data, studi kasus, contoh nyata, dan langkah-langkah yang jelas, sehingga pembacamu dapat langsung melakukan sesuatu setelah mereka selesai membaca. - Siddarth Bharath

Tulislah konten yang 'berkisah', menyampaikan emosi, dan relate to people. - Scott Stratten

Kamu bisa mencoba untuk memanfaatkan Imgur untuk memperoleh feedback pada infografis yang sudah kamu buat. - Danny Ashton

Sudah simak apa kata ke-13 expert di atas?
Dan, ini dia kesimpulan yang saya dapatkan dari mereka.

Konten yang bagus adalah konten yang:
  1. Detail dan actionable
  2. Panjangnya minimal 1.000 kata
  3. Relevan, memberi manfaat pada pembaca, informatif sekaligus menghibur
  4. Evergreen, akan selalu dicari orang
  5. Bisa menjadi resource atau referensi bagi content creator yang lain
  6. Fokus pada pembaca
  7. Gampang di-share atau sharable
  8. Based on trend, misalnya via Alltop atau Buzzsumo
  9. Visually appealing
  10. Memberikan backlink ke blog atau web kita
  11. Terdiri atas data, studi kasus, contoh nyata dan tips yang jelas per langkahnya
  12. Story telling yang beremosi
  13. Selalu siap untuk di-improve kualitasnya
Hmmm ... sampai di sini, kamu sudah mendapat gambaran lebih jelaskah, mengenai apa yang dimaksud dengan konten yang bagus?

Nah, selamat menulis konten yang bagus ya!
Share
Tweet
Pin
Share
23 comments
Newer Posts
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Tolong! Otak Saya Butuh Tombol Off

Ada hari ketika ide bisa muncul di mana saja. Lagi kerja, kepikiran satu hal. Lagi mandi, muncul ide lain. Saat jalan, tiba-tiba terpikir ju...

Postingan Populer

  • Yang Harus Blogger Ketahui Mengenai Link Eksternal - The Bloggers' Biggest Fear
    Warning: artikel ini akan panjang. Tapi I guaranteed, akan membahas hingga ke detail mengenai outbound links atau link eksternal. Karena...
  • 7 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Kita Saat Membuat Laman About Me
    7 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Kita Saat Membuat Laman About Me Baiklah. Ini bahasan kesekian dalam topik apa saja yang h...
  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • Beberapa Etika Meninggalkan Komentar yang Baik di Artikel Lain Agar Menambah Nilai untuk Blog Kamu
    Yuk, tinggalkan komen yang memberi nilai tambah bagi blog kita sendiri! Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis tentang beberapa...
  • Ukuran Feed Instagram 6 Kotak dan Cara Membuatnya Tanpa Ribet
    Eits. Bukan, ini bukan fitur baru. Ada yang nanya soal feed Instagram 6 kotak dari Google, masuk deh ke Console. Hehehe. Iya, ini bukan fitu...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose