Bagaimana Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita

5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita Dalam art...

5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita


Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tulisan Muncul di Page One Google kemarin, ada poin yang menyebutkan bahwa keyword sudah harus muncul di 100 kata pertama. Ada seorang pembaca yang kemudian meninggalkan komentar seperti ini.

"100 kata pertama. Ini malah seringnya pembuka yg apalah apalah isinya."

Dan ini akhirnya membuat saya tergelitik untuk membahasnya lebih lanjut. Hehehe. Karena justru inilah yang kadang kita lupakan dan menjadi kesalahan utama kita saat menulis.

Dalam flashfiction, ada dalil, bahwa "opening justru sangat menentukan dalam suatu cerita". Pembaca akan terus mau meneruskan membaca tulisan kita jika memang openingnya 'memancing' mereka to do so. Dan, ini juga berlaku di tulisan nonfiksi. Pembukaan justru menjadi yang paling penting.

Ya, jangan buang-buang perhatian pembaca yang masih on di pembuka artikel. Langsung pancing mereka untuk terus membaca. Nggak perlu pakai basa-basi. Cerita ini dan itunya bisa kita tulis nanti, sekalian dalam isi artikelnya. Gunakan sebagai ilustrasi.

Jadi, hal-hal apa saja yang bisa kita gunakan sebagai pemancing pembaca untuk terus membaca artikel kita?

Mari kita lihat.

1. Sajikan fakta atau data yang menarik


Misalnya, saat pengin menuliskan mengenai pentingnya membaca buku, kita bisa memulai dengan kalimat seperti ini.

"Indonesia berada di peringkat kedua negara-negara yang penduduknya suka buku. Kedua ... dari bawah, dari 61 daftar negara. Hanya setingkat di atas Botswana."

Kalimat tersebut menyajikan fakta yang 'mengejutkan' secara langsung, sehingga pasti akan juga langsung menarik minat membaca. Kemudian bisa diikuti dengan data-data berikutnya.
Ya, mulailah dengan fakta yang menarik. Fakta yang tidak menarik biasanya punya ciri-ciri sebagai berikut:
  • Sudah terlalu banyak disampaikan
  • Terlalu umum atau luas
  • Related but not surprisingly
Namun, fakta yang tidak menarik bisa dibikin menarik. Adalah kreatifitas penulis juga yang menentukan. Sebentar, mau nanya lagi. Jadi, siapa yang masih menganggap pekerjaan penulis artikel atau blogger itu gampang? :P

Untuk membuat fakta menarik, bisa dengan beberapa cara juga.
  • Sajikan dalam bentuk ironi. Misalnya seperti di atas. Faktanya di-twist.
  • Atau beri fakta yang selintas nggak ada hubungannya, tapi karena pinternya kita ngulik jadi ada hubungannya.
Hahaha. Bingung ya?
Misalnya.

"Air terjun Niagara telah mengalirkan miliaran liter per detik debit air dalam 12.000 tahun terakhir. Blog kamu barangkali bisa mengalirkan traffic lebih dari itu hanya dalam satu tahun. Penasaran nggak caranya gimana?"

Oke. Abaikan soal debit air Niagara ya. Saya asal comot. Kalau mau pakai, coba riset dulu. Hahaha.
Tapi coba lihat esensinya ya. Debit air terjun Niagara dihubungin sama blog? Emang ada hubungannya? Ada dong. :D Hehehe.

Yep, itu salah satu contoh. Kamu pasti bisa lebih bagus lagi :D

 2. Sajikan endingnya lebih dulu


Every story has an ending. Termasuk tulisan nonfiksi di blog kita, nggak cuma fiksi. Pasti akan ada akhirnya kan ya? Nggak mungkin enggak.

Untuk bisa memancingnya, sajikan dulu objective dari paparan kita kali ini. Misalnya.

"Setelah mempraktikkan 100 cara ini, tiba-tiba saja jumlah visitor saya melonjak 300% hanya dalam hitungan jam."

Eummm. Kok nadanya kayak iklan-iklan MLM nggak jelas itu ya? :)) bhahahah. Tapi bener lho, itu struktur dan cara membuat pembaca hooked-up itu bener. Jadi tertarik kan? Perhatiannya jadi fokus kan?
Yang terlintas kemudian dalam pikiran adalah, apa nih yang mau ditawarin? Gimana sih caranya? Dan lain sebagainya.

Kamu pasti bisalah ya, merangkai kalimat ajaib setipe itu dari postingan kamu.

Ok. Contoh lain.

"Bingung karena rasanya hari-hari begitu pendek? Itu berarti kita butuh manajemen waktu yang tepat. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa memperbaiki manajemen waktu kita?"

Nah, itu endingnya adalah setelah membaca artikel tesebut kita bisa memperbaiki manajemen waktu. Tapi ingat, jangan berikan spoiler mengenai isinya di bagian opening ini ya.

Apa yang ingin kamu tawarkan pada pembaca, tampilkan di opening tanpa spoiler.



3. Gunakan anekdot


Anekdot di sini adalah cerita singkat mengenai latar belakang yang memicu hingga tercipta tulisan yang kita bikin. Misalnya, di artikel yang ini, saya cerita sedikit saat saya diskusi dengan klien.
Meski dibuka dengan cerita, please keep it short. 50 kata sudah cukup, sehingga kamu masih punya ruang untuk tulisan lain, untuk menggiring pembaca ke inti artikel.

Selain menggunakan anekdot, kita juga bisa menggunakan quote. Banyak artikel saya di Rocking Mama, dibuka dengan quote yang sesuai dengan isi. Kadang saya cari quote yang agak kontroversial. Selain quote dari orang terkenal, kamu juga bisa menggunakan quote paling menarik dari keseluruhan artikel kamu. Pilih satu atau dua kalimat yang paling jleb, lalu taruh di paling atas. Semacam prolog. It works too.

4. Lontarkan pertanyaan


Pertanyaan biasanya merupakan "masalah". Kalau pertanyaan tersebut ditaruh di opening, berarti pembaca juga akan langsung menemukan masalah yang ingin dipecahkan atau ditawarkan solusinya oleh si penulis artikel.

Jadi, berikan pertanyaan yang paling memancing.

Misalnya.

"Puyeng karena nggak juga segera mendapatkan babysitter yang sayang anak dan terpercaya? 
 Yah, memang susah sih. Ini memang menjadi permasalahan yang umum dialami oleh ibu-ibu sibuk seperti kita. Tapi bagaimana pun kita harus bisa mendapatkannya! But, how?
Kemarin saya pernah ... bla bla bla."

So, pancing dulu dengan kondisi yang mungkin dialami oleh pembaca, agar pembaca merasa related. Pertanyaannya juga lebih baik lagi kalau nadanya agak sinis. Hehehe. Misalnya.

"Udah puas dengan performa blog kamu sekarang? 1.000 visitor per hari?
Padahal blog-blog keren itu bisa menghasilkan 20.000 visitor per hari lho."

Yes, sentil "kebutuhan" utama pembaca, atau emosi pembaca.
Jangan melontarkan pertanyaan yang bakalan menghasilkan jawaban pendek dan terbatas. Atau pertanyaan yang jawabannya seragam pada setiap orang, atau jawaban yang sebenarnya sudah diketahui oleh banyak orang.

"Pengin blognya ramai dikunjungi?"

Ya iyalah. Siapa yang nggak pengin blognya ramai dikunjungi. *rolls eyes* Basi banget sih.
Hahaha. Ya, itu contoh aja sih :D


5. Kalau punya nyali lebih, coba sedikit konfrontasi


Pernah melihat atau membaca komen seseorang atau status seseorang di Facebook atau di media sosial lain, yang kemudian memicu kamu untuk menulis topik yang sedang hangat tersebut?

Ambil kalimat atau komen seseorang itu, dan jadikan sebagai pembuka.
Kayak di artikel ini :)) Saya mengambil komen salah satu pembaca artikel yang lalu, dan membuat artikelnya yang (semoga bisa) menjawab pertanyaannya. So I confroted the comment, in a good way.

If you have opposite opinion, state it out. :D Percaya deh, orang akan dengan segera hooked up, untuk membaca lebih lanjut. Well, memang mau nggak mau, kita harus mengakui bahwa orang-orang suka sensasi, suka konfrontasi, suka 'perang', suka suasana panas. Jadi, kalau memang punya nyali, it will work so well. :D

Buat opening setelah artikel sudah selesai


Nah, yang paling akhir, saran saya adalah kamu bisa membuat opening justru pada saat artikel kamu sudah selesai. Jadi kamu bisa membaca ulang dulu, kira-kira bagian pentingnya dari artikel kamu ini yang mana. Dengan sedikit utak atik, kamu pasti bisa membuatnya menjadi opening yang menarik, sekaligus memuat apa yang menjadi kata kunci artikel kamu.

Well, saya kadang juga masih gagal bisa meng-hooked up pembaca untuk mau membaca lebih lanjut. Masih trial and error. But hey, at least I'm practicing.

Jadi, ayo, berlatih bareng-bareng dengan menulis lebih sering ;)

You Might Also Like

72 comments

  1. Wah sangat berguna tipsnya mbak. Terima kasih ya sudah menuliskan tentang ini.

    ReplyDelete
  2. Sukaaa... Saya kesentil nih hihihi...
    Makasih tipsnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eh? Kesentil di bagian mananya? :))

      Delete
  3. Waaaah dapet ilmu lagi nih. Makasi sharingnya ya Maaaak

    ReplyDelete
  4. sepertinya mudah, tapi kayaknya butuh keahlian ekstra buat praktek

    ReplyDelete
  5. Dan saya jadi kepo dengan tulisan-tulisan selanjutnya dari teaser2 di atas..
    Hmm, manggut-manggut pura-pura ngerti aja dulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok pura-pura ngerti? :)))
      Gagal dong berarti penyampaian pesan artikel ini ya? Hahaha.

      Delete
    2. Ngerti sih, tapi ya gitu, susah buat praktek di blog sendiri bikin teaser keren..

      Delete
    3. Bisaaaa. Kalau rajin latihan ;)

      Delete
  6. Tipsnya berguna banget nih buat aku yang sering stuck nulis kalimat-kalimat awal. Malah kadang ngerasa kok kalimatku garing abis ya. Makanya kalimat awal kadang suka aku sisipi pepatah atau kata-kata mutiara, hihi. Siap buat dipraktekin mbak tipsnya.

    ReplyDelete
  7. bookmark ah, perlu banget nih buat postingan aku.makasih mbak

    ReplyDelete
  8. Tercerahkan banget mba, makasih tips kecenya ya :D.

    ReplyDelete
  9. Replies
    1. Cernanya kudu pelan-pelan ya, Mak? Harus 23 kali kunyahan? :))

      Delete
  10. Wah, dapat ilmu lagi. Makasih banyakkk... Aplikatif pula contoh2nya & mudah dimengerti :)

    ReplyDelete
  11. Iya ya, kadang kalau dah nulis, nulis aja. Lupa sama hal-hal penting kaya gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaaa. Kalau Ria mah, FF aja udah master :)) Tahulah pasti, kayak gini nih penting :D

      Delete
  12. praktekin ah, makasih bnyak ya mbk

    ReplyDelete
  13. Kalo kubaca-baca lagi postinganku, kebanyakan kalimat pembuka itu pertanyaan seperti point 4. Tapi ya gitu deh, pertanyaan asal aja hahaha.
    Oya, opening bisa juga kan sama dengan judul postingan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, berarti yang berikutnya, pakai pertanyaan yang mancing :D
      Opening sama dengan judul postingan? Berarti judul postingan 100 kata? :D

      Delete
    2. Maksudku kalimat pertamanya di bagian opening :D

      Delete
  14. Lagi-lagi lewat blog ini saya baru sadar dengan hal sederhana tapi cukup berpengaruh. Waktu itu tentang halaman about me, sekarang tentang 100 kata pertama. Makasih ya mbak sharingnya :)

    ReplyDelete
  15. Tips menulis 100 kata pertama di blog-nya hampir sama dengan tips menulis 100 kata pertama dalam artikel untuk media cetak ya...

    Makasih sharingnya ya.,,:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir sama juga sama tips nulis 100 kata pertama di cerpen maupun novel. Prinsipnya sebenarnya sama semua :) Tinggal disesuaikan.
      Selamat nulis :)

      Delete
  16. Suka terbersit niat mau update blog tapi kadang susah memulainya, kayak speechless ketemu gebetan di tempat yang tidak terduga hihihi abaikan. Bukan curhat kok ini, mah. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaaaa ... bukan curhat, hanya curcol. :))

      Delete
  17. ini penting banget Mbak buat saya yg kadang gagal posting blog hanya gara2 bingung kata-kata diawal mesti apa hhuu.. trims yaaa tipsnya.. =)

    ReplyDelete
  18. selama ini aku kebalik dong ya lebih bingung nulis isinya` karena 100 kata pertamaku kebanyakan ceritaku yang gak penting sebelum masuk ke temanya.. makasi sharinya mak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya, mau nulis isi topik apa nulis opening? :)

      Delete
  19. Ooooh gitu....pantesan! *nahloh pantesan apa coba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pantesan apa coba?
      *ngulang pertanyaan*

      Delete
  20. Ahh, selalu hits deh tulisanmu, Mbak. After Redcarra this one is cool :)

    ReplyDelete
  21. wah mbak, aku langsung merasa terpuji...lha aku termasuk yg kerap membuat 100 kata pertama yg isinya apalah-apalah gettu deh. *semoga bisa memperbaiki kualitas tulisan*

    ReplyDelete
  22. Aah sy sering ngalor ngidul ga jelas nih klo opening. Apalagi klo lg ga punya ide hiks.
    Tfs mak Carra

    ReplyDelete
  23. Kalo di film, it's know as the first 3 minutes rule CMIIW

    ReplyDelete
  24. Mbak Carraaa... Makasih banget Mbak untuk tipsnya! :D Share ya Mbaaak :D

    ReplyDelete
  25. betul juga... ketika artikel sdh selesai memang wajib baca ulang dan bisa jadi 100 kata pertama yg okeh bisa muncul di kepala ^_^

    ReplyDelete
  26. betul juga ya, opening yang ngalor ngidul bikin kita mikir "ini orang mau cerita apa sih?". Dan saya masih sering melakukannya. ngiik
    Thanks tipsnya mbak Carra

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, Mbak, belajar bareng mengefektifkan pemakaian kata :)

      Delete
  27. Haseek.. dapet tambahan elmu baru. Makasih ya maaak ;)

    ReplyDelete
  28. Kalo di pelem-pelem, konon berlaku konsep "the first 3 minutes". Tujuannya sama, apakah intronya bikin viewer/reader betah atau kabooorrr.

    ReplyDelete
  29. Biasanya pakai pertanyaan. Karena ini paling mudah buatku.
    Tapi lama-lama mikir. Ya, kali tiap post openingnya tanya melulu, wkwkwk.
    Terus mikir variasinya tapi ya, gitu deh. Belum terampil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha. Iya, kalau sudah ketemu sebenarnya tinggal variasiin lagi :D
      Etapi kalau mau pertanyaan terus ya, nggak apa juga kali, Mbak. Nggak kerasa yang baca. Percaya deh :D

      Delete
  30. keren mbak, jujur saya jadi pengen ngecek pembukaan artikel-artikel saya. kira-kira udah bisa. bisa menarik perhatian pembaca belum yaaa..
    soalnya selama ini saya menulis pembukaan ya. gitu-gitu aja. hehe gak mikirin ini itunya. jadi artikel ini bermanfaat banget lho.

    ReplyDelete
  31. Weeeew... mantepp!!

    Pas banget nih di saat aq mulai belajar nulis lagii...

    Akan aq gunakan aji-aji 100 kata pembuka ini untuk menyihir pembaca.

    Semoga aq bisa yaa...

    Terima kasih mbak Carolina Ratri 😉

    ReplyDelete

Silakan masukkan link blog Anda dalam kotak ID yang sudah disediakan.
Semua komen yang berisi link hidup, will go straight to spam.

Search This Blog