7 Langkah Bebas dari Perasaan Insecure Saat Gaul di Media Sosial

Ikuti langkah-langkah ini untuk bebas dari rasa suka curigain orang lain saat bermedia sosial! ...

Ikuti langkah-langkah ini untuk bebas dari rasa suka curigain orang lain saat bermedia sosial!



See, betapa negatifnya perasaan insecure yang kini sering muncul di pergaulan maya? Karena pengaruhnya yang nggak bagus buat kesehatan, ada baiknya kita cegah deh. Tujuannya? Ya, biar nggak baperan. Nggak merasa insecure. Biar nyaman.
Demi kemaslahatan bersama.
Halah.

Caranya? Nih, simak!


7 Langkah Bebas dari Perasaan Insecure Saat Gaul di Media Sosial

1. Stop menduga-duga


Nggak usah lirak lirik, mencurigai semua status deh!


Hal pertama yang bisa kamu lakukan supaya bisa bebas dari perasaan insecure di mana pun kamu berada adalah stop menduga-duga.

Komunikasi adalah hal yang penting, termasuk dalam berteman di media sosial. Berinteraksilah dengan teman sebaik-baiknya. Jika memang ada yang mengganjal atau kurang sreg, bisa kok ditanyakan baik-baik. Ketimbang hanya menduga-duga kan? Seandainya teman menulis status atau tweet yang rasanya menyinggung, ada baiknya untuk ditanyakan langsung lewat PM. Jangan mengumbarnya di publik. Apalagi pakai sindir-sindiran nggak jelas.

Sesungguhnya, dengan sindir-sindiran begitu, bikin yang lain juga nggak nyaman lho. Jadi, jaga agar suasana tetap kondusif. Kan, sama-sama dewasa kan? :)


2. Sugesti diri bahwa tak ada yang sempurna


*inhale exhale*


Tahu kan, kalau rumput tetangga itu selaluuuuu lebih hijau, lebih indah, dan lebih bersih dan terawat.

Well, tak ada yang sempurna, baik pada rumput tetangga maupun rumput kita. Kita kan juga bisa liat rumput tetangga yang kelihatan kan? Kita mana tahu keadaan yang sebenarnya?

Yes, tak ada yang sempurna. Kita tidak, tetangga pun tidak. Masing-masing punya keunikan.

Akan lebih sehat kalau kita mikirin rumput kita sendiri-sendiri, ketimbang terlalu sibuk ngeliatin rumput di halaman orang lain. Kadang ada bagusnya kalau kita bisa keukeuh dengan kacamata kuda kita sendiri.


3. Stop pikiran negatif


Yes, stop it!


Nah, ini kalau kita sudah stop menduga-duga, langkah selanjutnya adalah hilangkan pikiran negatif. Selalu pandang satu masalah dari berbagai sudut, termasuk sudut baiknya. Mau latihan cara melihat permasalahan dari berbagai sudut? Caranya adalah dengan membaca buku fiksi. Saat kamu mulai membuka halaman buku fiksi, kamu akan segera mengubah diri kamu menjadi tokoh dalam fiksi tersebut. Mantan presiden Bill Clinton aja pernah mengaku, bahwa dia bisa menyelesaikan kasus rasis di negaranya karena dia banyak membaca buku fiksi yang mengangkat topik rasial.

Langkah lain yang bisa kita lakukan untuk keep calm dan mengenyahkan berbagai perasaan negatif, adalah dengan mendiamkannya lebih dulu. Tahan diri supaya nggak terlalu emosi, apalagi kemudian menulis status atau tweet balasan pada orang yang "menyerang" kita.

"Nggak bisa, dong! Dia yang bermasalah, bukan saya kok!"

Iya, dia yang bermasalah. Biarin aja. Yang penting kamu enggak. Udah kan?


4. Jangan Memancing Masalah


Stop that evily smirk!


Saat kita sudah dapat menciptakan situasi yang kondusif, seenggaknya bagi diri kita sendiri, langkah selanjutnya adalah jangan lagi memancing masalah. Stop status-ing, stop commenting on other's status. Jangan menceburkan diri ke dalam 'perang', juga jangan memulai 'perang'.

Nah, gimana agar nggak terlalu terpancing dengan apa-apa yang lewat di depan mata?

Tetapkan dan atur waktu, kapan muncul di medsos kamu, kapan waktu berhenti dan tak usah ngintip sama sekali. Saat kamu melihat status yang membuatmu berpikir aneh-aneh, segera logout. Nggak perlu kepo gosip-gosip yang bukan urusanmu. Percayalah, meski kamu nggak tahu gosip-gosip terhangat, bukan berarti kamu kudet dan kuper kok :P Apalagi kalau pake ngomongin orang.

5. Eliminasi orang-orang yang membawa pengaruh buruk


Bhay!


Yang harus kita pahami lebih dulu sebelum kita berteman di media sosial adalah, kita bebas dan berhak berteman dengan siapa saja. Ini juga berarti kita bebas menentukan dengan siapa kita ingin berteman. Sahih?

Berdasarkan pemikiran seperti itu, maka sortirlah teman-teman yang membawa pengaruh buruk. Kita berhak membuat aturan pergaulan ala kita sendiri. Kita bisa mengeliminasi siapa saja dari friend list kalau mereka tak sesuai dengan 'aturan' pergaulan kita. Kalau nggak bisa unfriend di Facebook, manfaatkan tombol 'Unfollow'. Kalau nggak bisa 'unfollow' di Twitter, manfaatkan tombol 'Mute'. Sayang di Instagram belum ada fasilitas ini ya. Di Google+ udah ada belum?

Nah, kalau udah gini harus diingat juga, berarti orang lain juga punya hak yang sama. Saat mereka menganggap kita membawa pengaruh buruk, ya jangan mencak-mencak. Berusahalah untuk memahami dan menghormati keputusan orang lain. Orang tak harus punya pendapat yang sama kan? Orang juga belum tentu selalu cocok sama kita. We never know. Jadi saat kamu sudah bisa mengeliminasi orang lain karena memberi pengaruh buruk, PR selanjutnya adalah belajar menerima saat orang lain juga menganggapmu membawa pengaruh buruk. So, berarti itu saatnya kita berinterospeksi diri.

6. Belajar menyadari bahwa 'you can't please everyone'


Yeah. No no. NO!


Nggak mungkinlah kita bisa menyenangkan semua orang yang kita kenal. Pasti ada saja satu atau dua orang yang nggak puas. And, that is ok! Jangan membiarkan hal tersebut membuatmu insecure, atau membuatmu down. Itu biasa banget di pergaulan. Tanamkan sugesti pada diri sendiri, hilang satu tumbuh seribu. Hilang satu teman, percayalah, akan datang yang lain yang lebih baik kalau memang kita pantas mendapatkannya.

Jadi, jangan terlalu mikirin orang lain. Orang lain kalau nggak nyaman bisa menghindar dan mencari kenyamanan mereka sendiri di luar sana. Tapi kalau kita yang nggak nyaman pada diri sendiri (apalagi kalau disebabkan oleh orang lain), kita mau apa? Kan kita nggak mungkin bisa menghindar dari diri sendiri kan?

7. Piknik!



Yuk, ke pantai biar santai!


Yes, piknik ini bisa berarti beberapa pilihan.

Satu, matikan laptop atau handphone-mu. Pergi keluar dan piknik bareng teman-teman atau keluarga. Jangan lupa bawa roti, kudapan dan air minum. Mantai, ke gunung, atau sekadar kota-kota, akan baik buat kesehatan jiwa dan raga. Atau kamu juga bisa matikan medsos lalu nonton film, main musik, games? Anything, pokoknya alihkan perhatianmu dari medsos. Medsos is not the only life kan?

Arti piknik yang kedua, coba bergabung dan berkenalan dengan orang lain lagi. Kalau kamu blogger, coba bergabung dengan komunitas lain yang orang-orangnya sama sekali beda dengan yang sudah-sudah. Ada kalanya kita memang circle pergaulannya di media sosial hanya itu-itu saja. Yang kayak gitu, bikin kita picik lho. Akhirnya ya mentok aja gitu di situ.



Nah, itu dia beberapa cara untuk bebas dari perasaan insecure saat gaul di media sosial. Yang pasti, percaya pada diri kamu sendiri tapi jaga supaya jangan over pede juga. Stay calm dan main cantik. Nggak perlu nanggapin yang nggak perlu ditanggapin. Kalau kita diam, kadang kondisi juga dengan cepat berlalu kok. It's a game of life anyway.


Why so serious? Why? Why? Why?




You Might Also Like

4 comments

  1. niatan sih gak mau mancing masalah, eh tau2nya ada yg tersinggung sama status di medsos akhirnya jadi panjang :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha emang sih, banyak yang suka terlalu peka kayak gitu :D

      Delete
  2. Nomor 6. Lagi berada dalam tahap tsb :D meninggalkan sesuatu yg kurang baik. Dan allhamdulillah dapet lagi yg lebih baik :)

    ReplyDelete

Silakan masukkan link blog Anda dalam kotak ID yang sudah disediakan.
Semua komen yang berisi link hidup, will go straight to spam.

Search This Blog