"Content is the king."

Hukum tersebut sudah menjadi hukum absolut terutama kalau kita mau menggarap blog atau website yang baik dan ingin bertahan lama. Pembaca nggak akan datang lagi kalau konten blog kita nggak berisi informasi yang mereka butuhkan, neither if our blog is poorly written. Ya, gimana bisa betah kalau dibaca aja nggak enak. Betul?

Namun, konten dalam blog, mau nggak mau, juga harus didukung dengan "kondisi lingkungan" yang juga harus nyaman. Ya, gimana mau enak dibaca kalau blognya terasa crowded dengan segala macam animasi nggak penting yang bikin kita terdistraksi dari tulisan? Pernah merasa risih nggak, saat membaca sebuah blog lalu ada banyak kerlap kerlip di sana sini, warna mencolok sana sini, atau yang bergerak ke sana ke sini? Pembaca blog jadi nggak fokus ke tulisan, dan "terganggu".

Nah, yang terdeskripsi di atas adalah sedikit ilustrasi bahwa blog layout atau blog template itu juga ngaruh banget ke nyamannya kita berada di suatu blog.

Kemarin dalam postingan Checklist 17 Hal yang Harus Kamu Lakukan dan Pahami Kalau Mau Menjadi Blogger Serius, saya menaruh tentang blog layout atau blog template ini pada poin pertama. So, gimana sih sebenernya template blog yang enak dilihat dan bikin betah baca itu? Coba kita lihat yuk.

7 Tips Sederhana untuk Memilih atau Membuat Desain Layout Template Blog yang Nyaman

7 Tips Sederhana untuk Desain Layout Template Blog


1. Keep your personal branding

 "Bardot" Blogger Theme Black and White | Sumber: Etsy

Kita cuma punya kesempatan sekali saja untuk memperkenalkan diri siapa kita, yaitu pada header blog. The header image should communicate exactly what the blog is about and the tone you’re after. Jadi, please decide it carefully.
Design your header toughtfully. Gunakan font dan warna font yang tepat, dan menggambarkan karakter personalmu. Lalu pilih tagline blog kamu baik-baik. Make sure the image is easy to read visually (jangan terlalu banyak pernak pernik nggak penting yang bikin orang jadi hilang fokus.)

Saya sendiri masih belum menemukan header yang paling pas untuk blog ini. I just want it simple and clear, dengan menampilkan nama saya (ini bukan sekadar karena narsis lho ya :P ) dengan tagline di bagian bawahnya. Cuma "Carolina Ratri" terus di bawahnya "Jurnal Menulis Kreatif, Desain Grafis, dan Komunikasi Visual" gitu doang. But, I don't know, masih belum ketemu klik-nya.

2. Jangan menggunakan template yang terlalu crowded

Fallish Blog Template. Terlalu crowded. | Sumber: blogaholicdesigns.com

Biasanya, yang bikin template blog terlihat kacau adalah penggunaan background yang motifnya terlalu ramai, lalu ada menu yang juga menggunakan font yang ramai, terus ada judul dengan font lain lagi yang juga ramai. Semua ramai, seakan ngomong sendiri-sendiri, nggak ada yang mau ngalah. Nah tuh.

Sebenarnya untuk mengatasi hal ini sih cukup mudah. Pilihlah satu elemen dalam template tersebut yang lebih menonjol ketimbang lainnya. Misalnya nih, pengin font menu yang lebih stand out, karena memang di menu sidebar maupun menu di atas itu mengandung keyword yang menggambarkan topik blog kita. Maka, pilihlah template dengan font menu yang mencolok. Ingat, hanya font menu yang mencolok. Background usahakan jangan yang menarik perhatian, lebih safe kita pilih yang putih polos saja. Begitu juga dengan font judul. Kalau bisa font-nya sama dengan menu.

Kalau pengin background-nya yang ramai, pilih font menu, font judul dan yang lainnya yang simpel. Jangan tambahin dengan cursor yang juga blink-blink. Cukup background aja yang ramai, tapi pastikan orang tetep enak bacanya ya. Sebenernya, saya nggak terlalu rekomendasi template blog dengan background ramai ini. Kalau bisa sih putih saja polos ya. Lebih enak dan nyaman di mata. Tapi, ya, kalau emang maunya background-nya nggak putih ya make sure aja, orang bacanya nggak perlu mengerutkan dahi atau memicingkan mata.

3. Warna itu sangat krusial


Minimal Clean Blogger Template | Sumber: gooyaabitemplates.com
Seperti sudah berkali-kali saya sebutkan di atas, warna itu berperan sangat penting. Pilihan pualing tepat tetaplah hitam di atas latar putih. Please jangan memakai warna pink di atas biru, atau hijau muda di atas hijau tua. ADUH banget! Pilihan warna putih di atas hitam pun bikin mata jereng, apalagi yang pakai warna-warna aneh. Please ...

Sebisa mungkin gunakan hitam di atas putih. Itu untuk font. Nah, kalau untuk header, kamu bisa pakai warna yang mewakili karaktermu. Di sanalah kamu bisa bereksplorasi. Namun, itu pun *seperti juga sudah saya sebutkan* jangan sampai bikin orang ilang fokus. Inti sebuah blog tetaplah konten. Jadi giring orang untuk tetap fokus pada tulisan, bukan header.

Cara ngeceknya gampang sih sebenernya. Coba amati blog kamu sekitar 20 detik. Kalau matamu terus-terusan tertarik ke titik tertentu di luar panel yang berisi konten, berarti bagian itulah yang mengalihkan fokusmu. Jadi misalnya nih. Pandangi 20 detik, tapi mata kamu nggak bisa tetap stay di konten. Matamu seakan bergerak sendiri terus ke arah header. Nah, itu berarti header kamu distracting. Kalau bisa harus diperlembut distractingnya. Caranya, bisa mengganti warna, mengganti font, atau mengecilkan ukuran.

4. Bersihkan sidebar

Clean and Simple Blogger Template | Sumber: creativemarket.com

Biasanya yang cukup bikin blog kita ada crowded memang sidebar, karena diisi dengan berbagai macam banner komunitas dan lomba. Ohohohoh. Hayo, siapa yang sidebar blognya isinya banner semua? :))))

Nggak apaaaa, bukannya nggak boleh. Tapi ya, itu yang bikin kelihatan sumpek sih. Jadi, kalau memang lombanya udah selesai ya bisa kali dihapus aja bannernya. Kalau banner komunitas kayaknya banyak yang mewajibkan untuk pasang di blog ya. Ya, nggak apa-apa pasang aja.

Nah, tinggal elemen lain nih yang harus diperhatikan.

Dalam buku "Blogging: Have Fun and Get the Money" saya ada list, widget atau gadget apa saja yang NGGAK perlu dan NGGAK penting-penting amat buat dipasang di sidebar blog :D

Lho, ujung-ujungnya kok promosi? Hahaha. Sengajaaaa ... :P
Yang penting saya mau sarankan saja, please jangan terlalu penuh juga itu sidebar. Yang standar harus ada adalah sedikit about me, search box, popular posts, recent posts, recent comments, follow blog. Sudah.

5. Make it sharing-friendly

Sumber: www.elegantthemes.com

Ya, jangan lupa untuk mengecek apakah desain template blog yang kamu pakai punya widget sharing ke media sosial dengan mudah. Siapa tahu kan, artikel kamu worth sharing banget. Uhuy! Jangan sampai orang kalau mau sharing musti ngopi URL ke laman facebook mereka dulu. Lebih enak kan sekali klik terus bisa langsung share kan?

Yep, ini penting banget deh. Cuma banyak yang belum merhatiin.

6. Pastikan foto punya ukuran yang tepat


New Minima Colored Blogger Template | Sumber: gooyaabitemplates.com


Nah, ini juga penting nih. Kadang banyak blogger entah nggak tahu entah mengabaikan atau entah nggak bisa cara edit foto. Jadinya foto yang dipasang ukurannya lebih besar ketimbang frame blognya. Jadi fotonya mbleber ke mana-mana deh. Ini sih seharusnya nggak ngaruh ke konten juga sih ya, tapi ampun deh, jadi nggak enak dilihat :-|

Jadi, sebelum mengunggah foto tersebut ke dalam postingan blog, sebaiknya diedit dulu ya. Cari ukuran paling tepat dan ideal untuk dipasang di blog, catat berapa kali berapa pixelnya lalu gunakan format itu setiap kali kamu insert foto di postingan.
Ada yang belum tahu gimana caranya mengukur foto yang pas untuk postingan blog?
Atau perlu bikin tutorialnya juga nih? :D

Foto yang sama ukurannya di setiap artikel blog memang keren. Dilihat pun rapi. Saya sendiri suka banget datang ke blog yang rapi. Saya juga pengin gitu, cuma ya itu moody-nya :))) Kadang males juga ya edit-edit foto hahaha. Hadeh. Cemana ini nulis tapi nggak menerapkan pada diri sendiri? Jangan dicontoh deh! *self keplak*

7. Fast loading


Untuk cek speed test bisa ke gtmetrix.com

Nah, ini nih yang paling penting ya. Pastikan loading blog kita harus cepat. Dan ini bisa DENGAN MUDAH kita dapatkan dengan menghilangkan semua animasi yang nggak penting, copot widget musiknya, dan semua blink-blink-nya.

Yes, semua yang widget atau gadget itu bisa memperlambat loading blog. Udahlah bikin nggak fokus, bikin kaget (kalau ada musiknya), plus loading lama. Siapa yang betah hayo ngendon di blog seperti itu? Hehehe.



Nah, gimana nih? Sudah all checked belum?
Kalau belum, ayo, kita benerin bareng-bareng ya! Saya juga ada beberapa PR ini buat bikin blog ini tampil oke. Kalau bisa sih lebih oke ketimbang blog saya yang lama heuheuheu. Bener deh, move on ke blog baru kayak gini ternyata sama beratnya dengan move on dari mantan #eh

Semangat!


Ada berapa tips ngeblog yang ada di dunia maya, yang bisa kita temukan dengan gugling?

Ratusan! *iklan wafer*
Nggak, mungkin malah bisa jadi jutaan, kalau kamu juga memasukkan source-source blog luar yang punya ide-ide gila itu. Tapi, kalau dibaca-baca, sebenarnya hampir semuanya sama. Makanya, saya jadikan satu saja di sini, biar bisa jadi checklist apa yang saya lakukan sudah bener apa belum. Sehingga lebih mudahlah buat kita untuk mengarahkan blog kesayangan masing-masing hingga optimal.

Yep, setidaknya 17 tips ngeblog ini selalu ada di setiap artikel mengenai blogging *terutama yang source luar ya, karena saya kebanyakan follow dan dapat source-nya dari blogger luar*.

1. Lakukan penyegaran terhadap template blog secara periodik


Yes, ini tips pertama yang sering banget ada di artikel sukses ngeblog di luar. Selain untuk menyegarkan mata pembaca tetap, ternyata trik ini cukup mampu untuk mengembalikan semangat kita ngeblog secara konsisten lho. Coba aja, kalau template baru kita pasti jadi semangat nulisnya kan?

2. Pastikan kita punya About Me yang representatif


Yang satu ini kayaknya pernah dibahas di blog Mbak Lusiana Tris di beyourselfwoman.com ya. Silakan diubek-ubek aja tuh blognya. Mengapa dan bagaimana laman 'About Me' ini ngaruh ke branding, juga dijelaskan dengan kata-kata versi Mbak Lusi: sederhana dan khas ibu-ibu :))

Saya juga barusan beresin bagian 'About Me' ini. Buat saya, 'About Me' ini memang merupakan laman di mana para pembaca akan benar-benar menemukan siapa kita sebenarnya. Jadi, ya memang harus diseriusin bikinnya, jangan alakadarnya. Saya bahkan melengkapi bagian 'About Me' dengan portfolio, karena so far kebanyakan orang memang mencari info kontak di laman 'About Me' ini.

So far, saya merasa 'About Me' yang sudah saya tulis sudah mendingan ketimbang yang sebelumnya. Tapi kalau menurut beberapa artikel, sepertinya saya masih harus beresin beberapa poin lagi, di antaranya adalah urutan hirarki representatifnya, dan kalau perlu bikin media kit. Ini yang belum. Kapan-kapan akan saya lengkapi. Nah, kalau punya checklist gini kan enak, jadi tahu mana yang kurang. Iya nggak sih?

3. Organize the categories carefully


Nah, ini nih common mistakes para blogger. Kategori yang berantakan.

Di blog sebelumnya, saya ada belasan kategori dan subkategori. Di blog yang ini saya lebih padatkan lagi. Kuncinya ada pada penentuan keyword kategori. Saya selalu percaya, kategorisasi menjadi penentu navigasi blog yang baik. Dan, Google suka pada web atau blog yang bernavigasi baik. Logika saya juga mikirnya, bot Google akan crawling dari atas ke bawah. Kalau template kayak blog ini, berarti yang pertama kali kena crawl adalah kategorisasi. Jadi saya harus membuatnya optimal, supaya dengan mudah kena di keywords dan personal branding yang saya inginkan.

Bener nggak ya, logika saya kayak gitu?

Tak hanya Google, tapi pembaca blog sendiri juga lebih gampang saat berkunjung. Kategorisasi artikel yang ada pada blog juga bisa menjadi pedoman topik apa saja yang kita bahas dalam blog, sehingga punya jalur dan rel yang jelas. Pembaca yang baru saja datang berkunjung akan tahu gambaran global bahasan artikel-artikel yang kita tulis hanya dengan melihat pada kategorisasi.

Kategorisasi ini juga sangat membantu kalau blog kita mau mulai berniche. Kadang kalau kita lagi ragu-ragu pengin menulis sesuatu, lalu bertanya-tanya sendiri. Ini masuk niche blog gue nggak ya? Tinggal cek aja di kategori. Ada yang cocok nggak kategorinya? Kalau enggak ada yang bisa masuk, berarti tulisan tersebut berada di luar niche.

4. Manfaatkan footer juga dengan optimal


Kebanyakan blogger menyarankan, agar tak mengabaikan footer. Kalau template-nya nggak menyediakan footer, ya mungkin bisa kita tambahkan secara manual dengan coding HTML.

Hmmm, saya sendiri sebenarnya belum terlalu memaksimalkan footer ini ya. Bahkan di blog ini, footernya saya buat seminimalis mungkin. Aeh, nggak cuma footer yang saya bikin minimalis sih, semua juga minimalis. Soalnya konsep saya di sini memang clear and clean *kayak iklan sabun muka*.

Tapi di beberapa artikel memang saya temukan, bagaimana cara memaksimalkan footer. Nanti semoga sempat juga saya catat di sini yah.

5. Buat kalender editorial

 
Penginnya saya kasih foto editorial calendar saya, tapi pas nulis ini nggak saya bawa. Ntar saya ganti kalau sudah ada foto ya!

Nah, ini saya sudah mulai pakai sekitar 3 bulan ini. Gara-gara ketularan saya harus bikin buat Rocking Mama, jadinya blog juga saya bikin deh sekalian. Kayaknya para blogger dalam negeri sudah mulai ada juga yang memakainya ya, biasanya disebutnya dengan blog planner.

Biasanya saya bikin per minggu buat blog, soalnya masih agak-agak tergantung mood :)) Kalau editorial kalendernya dibikin bulanan, suka lebih sering nggak cocoknya :P Tiba-tiba pengin nulis yang lain. Gitu-gitu deh. Kalau buat Rocking Mama, saya ada kalender editorial sampai setahun. Meski kemudian, saya break down-nya per bulan dan per minggu.

Apa sih pentingnya kalender editorial buat blog? Blog kan suka-suka aja? Hmmm, tambah panjang antrean catatan nih :)) Kapan-kapan semoga inget nulis ya. Jadi panjang kan ide topiknya :D

6. Awas, blogger burnout!


Kadang semua terasa overwhelming untuk bisa menjadi blogger 'yang sesungguhnya'. Ngeliat pada 'bergelimang' job review, atau pada menang lomba, terus kepikiran, giliran eikeh kapan, Ya Allah? Kenapa ngeblog dari enam bulan yang lalu, eikeh nggak dapat apa-apa juga? Rasanya capek banget ...

Hyap! Ngeblog itu bukan kerjaan sehari dua hari, mas broh mbak sis. Apalagi kerjaan semalam macam Bandung Bondowoso. Setiap hari kita harus konsisten nulis dan kalau perlu pasang kacamata kuda, nggak perlu dengerin orang mau meragukan kita atau meremehkan kita kayak apa. Dan, hitungan bulan, itu belum ada apa-apanya. Keep writing! Till your arms drop!

Ih, kok ngeri.

7. Awas, kehabisan ide!


Beugh, semua-mua sudah ditulis. Nulis apa lagi nih? Padahal sudah ikhtiar mau nulis one day one post, biar ramping. Biar DA naik bla bla bla ...

Mau ngeblog berarti harus siap brainstorming ide setiap hari. Temukan mood booster nulis setiap hari.

8. Ajaklah pembaca untuk meninggalkan komen


Apalah tulisan jika nggak dibaca oleh orang? Apalah ngeblog kalau nggak ada komen?
Tapi gimana caranya memancing orang buat komen?
Nah, hasil penelusuran saya, ada ternyata trik khusus untuk memancing komen.
Apa aja?

Bentar ya, saya rangkum dulu :))

9. Juga tinggalkan komen di blog lain


Yang berarti kita harus mau nggak mau harus blogwalking, dan tinggalin jejak. *jewer diri sendiri* No more silent reader ya. *iya, saya usahakan*

Coba datangi setidaknya 1 blog baru setiap hari << ini adalah salah satu saran yang paling banyak saya temui di setiap artikel ngeblog. Kenapa harus begitu? Sudah pastilah ya, untuk memperluas networking.

10. Belajar edit foto

Sumber: pcmag

Karena sekarang tulisan aja nggak cukup. Harus juga mempresentasikan diri dalam bentuk gambar, gaes. Yep, foto!
Foto ala kadarnya sekarang juga nggak begitu menarik. Coba, cari referensi foto yang baik itu yang kayak apa. Mau nggak mau kita juga harus belajar fotografi, atau minimal olah foto.

Tulisan tanpa gambar itu garing, gaes. Gambar yang nggak berbicara itu juga ga asik.

Terus yang kayak apa? Ayo, ayo, cari tahu!

11. Melek detail


Misalnya, kalau kamu mau mengunggah foto ke dalam artikel blog, jangan lupa isi juga meta descriptionnya, meta tag-nya, juga caption-nya. Karena ini cukup membantu banget buat SEO blog.

Lalu kalau insert link juga perhatiin, mau do follow atau no follow. Sebaiknya dibikin agar bisa 'open in new window/tab', lalu kalau ada metatag-nya juga diisi.

Printilan, nyebelin, tapi kalau diisi bisa cukup membantu performa blog kita.

Saya sendiri pengalaman, segala macam yang detail itu memang lebih bagus. Gambar atau sketsa, kalau bisa detail, biasanya juga akan lebih 'hidup'. Begitu juga tulisan, dan nggak ketinggalan, keseluruhan penampilan blog kamu. Ayo, bareng-bareng sekarang mulai mikirin sampai ke detail-detail ya!

12. Awas, jebakan plagiarisme!


Kadang karena kita nggak ngerti mengenai hak cipta, kita jadi melanggarnya. Nyari image di google. Lalu asal tempel di blog. Kalau dipermasalahkan, jawabannya, itu image punya Google kok! Kalau di Google kan berarti milik umum!

Ah. Ayo, belajar mengenai Google, dan belajar agar tahu apa saja etiket yang ada di dunia maya. Lalu, ayo, kita terapkan pada diri kita sendiri dulu sebelum kita nyinyirin orang. Demi kemaslahatan umat.

13. Dan, tahu bagaimana harus bersikap jika karya kita dicuri


Saat kita sadar etiket, sekaligus juga kita harus sadar bahwa dunia maya ini penuh dengan orang-orang, yang meski tak kita lihat tampangnya secara langsung, tapi mereka ada. They do exist!
Dan, begitu kita pencet tombol 'publish' itu berarti kita sudah mengizinkan bahwa properti pribadi kita menjadi milik umum.

Lalu, kalau dipergunakan oleh orang lain tanpa bertanggung jawab bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?

Saya menemukan beberapa cara yang bisa kita lakukan jika seseorang sudah mempergunakan foto kita tanpa izin. Kapan-kapan semoga bisa saya catat juga di sini.

14. Brand yourself!


Ayo, melek personal branding! Ada banyak cara untuk bisa melakukan personal branding pada diri kita sendiri sebagai blogger. Salah satunya, yang harus dilakukan sejak awal kita mulai ngeblog, adalah memutuskan merek diri kita sendiri, lalu mempergunakannya di seluruh media sosial yang akan kita punya. Artinya, nama blog, nama akun Twitter, Facebook, Instagram, email dan lain-lain sebaiknya sama semua.

Ini sudah disarankan sejak lama oleh para blogger luar. So, ayo, yang belum segera saja rebranding ya :D

15. Sesekali tawarkan newsletter

Sumber: clhs.osceolaschools

Nah, ini. Kalau di sini kayaknya masih sebatas newsletter otomatis via blog langsung atau paling banter via Feedburner ya.
Ada yang udah cobain Mailchimp?

Mailchimp adalah web penyedia desain newsletter yang customized. Gratis kok, meski ada juga paket yang berbayar. Saya pernah pakai Mailchimp untuk bikin newsletter buat kantor saya yang eksportir furniture itu. Lumayan buat ngupdate produk-produk baru pada customer. Lalu, kira-kira gimana ya, kalau Mailchimp juga kita pakai untuk mengoptimalkan performa blog? Kira-kira ngaruh nggak ya?

Saya belum tahu. Secepatnya pengin saya coba :)

16. Keep learning


Selalu ada perkembangan baru di dunia teknologi informasi, termasuk di dalamnya blogging. Orang yang akan mendapatkan hasil, adalah mereka yang nggak pernah berhenti belajar.
Sepakat?

Sepakat dong!
So, keep learning new skills. Not only about blogging, tapi juga printilan-printilan di sekitarnya, misalnya belajar infografis, belajar edit foto yang lebih baik. Belajar nulis yang lebih baik lagi. Dan seterusnya.

17. Think about monetizing


Nah, akhirnya monetizing.
Yep, kalau kamu udah mikirin monetizing di depan, saya kira, mindset kamu harus diubah sedikit. Apalagi kalau soal ngeblog. Kamu ngeblog, belum apa-apa udah mikirin dapat uang, bakalan mendegradasi komitmen kamu sendiri.
Percaya deh, sama saya.

Monetizing the blog is good. Dan bukankah setiap orang berharap ke sana? Nggak salah kok. Bagus! Kan berarti kita punya objective saat ngeblog. But, as an objective, ya taruhlah di bagian belakang. Namanya objective, itu bukan di depan. Kalau di depan itu meja pendaftaran #mulaingawur


Nah, itu dia tips-tips ngeblog umum yang selalu ada di artikel mana pun.
So, kamu sudah melakukan yang mana aja nih, dan yang belum melakukan yang mana aja?

Ayo, satu per satu diberesin yuk :)

Btw, dari satu postingan ini aja, bisa saya break down jadi ide artikel berapa banyak ini ya? :))
Yah, semangattt!
Guest post ini pernah tayang di www.RedCarra.com, dan ditulis oleh Febriyan Lukito.



Siapa sih yang gak pakai social media sekarang ini? Ayo, acungkan tanganmu ke atas kalau nggak punya akun FB, Twitter, Path, Instagram. Yahhh, setidaknya satu di antara empat itu deh, pasti ada kan? Walau gak tahu juga ya aktif atau gaknya. :D

Kalau yang aktif banget itu dikasih nama Social Media Junkies, alias pecandu social media banget deh, sebentar-sebentar dia SosMed an. :D Kalau dari tulisan One To Advice, kalau ada 16 – 20 ciri yang dituliskannya itu ada dalam diri kalian, maka kalian bisa disebut sebagai junkies.

Nah, dari sekian banyak, ada 4 tipe social junkies nih berdasarkan pengamatan saya pribadi. Mau tahu gak apa aja?

1. Social media junkies Trend Setter


Yang pertama ini adalah orang-orang yang sering jadi pembuat tren di social media. Atau ada yang sekarang menyebutnya dengan istilah Buzzer. Biasanya adalah para selebritis karena banyak followernya dan apa yang dikatakan atau digunakan oleh mereka ini akan menjadi tren seketika. Salah satunya adalah si Kambing Jantan – Raditya Dika.

Twitternya yang memiliki 11.7 juta seringkali membuat hastag yang dibuatnya itu menjadi Trending Topic di Twitter, misalnya adalah #PertanyaanNgeselin. Trend setter di sini bisa dalam artian baik ataupun buruk ya, tergantung pada masing-masing.

Ciri utama tipe trend setter ini adalah jumlah follower jauh melebihi jumlah yang difollownya. Dan aktif banget di masing-masing akun social media mereka. Seringkali disebut juga sebagai kalangan seleb, baik itu #SelebTwit, #SelebIG, #SelebBlog dan lainnya.

2. Social media junkies Follower


Yang kedua ini adalah orang yang juga masuk dalam kategori penggila social media dan tidak bisa hidup tanpa social media, tapi dia hanya suka follow orang saja. Saya pribadi sih mengelompokkan diri saya ke dalam yang ini. Suka banget follow akun-akun orang dan akhirnya bingung sendiri karena timeline (FB/Twitter/IG) penuh dengan share dari semua orang yang di follow.

Ciri utama dari tipe follower ini adalah jumlah Following di setiap akun social media mereka lebih besar daripada followers-nya (saya bangetsssss). Terus tahap lebih lanjut dari tipe ini adalah tipe yang agak berbahaya menurut saya, yaitu tipe stalking. Kalau dah masuk dalam tipe stalking ini, ada baiknya segera diperiksa.

3. Social media junkies 'Only Me'


Yang ketiga adalah social media junkies bernama only me. Yaitu akun-akun social medianya disetting private semuanya. Tidak ada yang bisa lihat. Dan bahkan cenderung tidak membiarkan bahkan teman terdekatnya untuk follow. Kalau teman terdekat saja tidak diperkenankan untuk follow, ada baiknya kamu sebagai teman mengecek kondisi dia. Saya sih lebih khawatir dengan kondisi real-nya gimana.

Ciri utama dari social media only me ini adalah PRIVATE account di setiap social media yang dimilikinya. Sebenarnya mereka ini eksis di dunia maya, namun hanya untuk kalangan tertentu saja. Tidak boleh semua orang mengetahui update yang dia lakukan di social media.

4. Social media junkies Haters!


Tipe berikutnya adalah para haters. Seperti yang saya tuliskan di tipe pertama di atas, ada trend setter yang menyebarkan hal yang tidak baik. Biasanya mereka ini dikenal dengan penyebar haters. Nah tipe social media junkies haters ini lebih banyak ditemukan di akun-akun selebriti.

Ciri utama tipe yang ini adalah kebiasaan #Nyinyir terhadap apa saja yang diupdate oleh para selebriti. Mereka ini sering mengomentari status-status selebriti dan terkadang komentarnya sangat pedas. Tapi jangan salah, selebriti juga menyayangi mereka loh, karena keberadaan haters ini sering mem-boost keberadaan selebriti itu.

Seperti yang saya tulis di atas, saya mungkin termasuk yang followers, tapi mungkin saja dari persepsi kalian berbeda lagi. Jadi sebenarnya balik lagi, penilaian diri sendiri dan penilaian orang lain terhadap diri kita bisa berbeda. Termasuk dalam hal social media junkies ini.

Siapa tahu menurut kalian, saya ini termasuk yang trend setter (bikin tren apaan ya yang enak?). Kalau kalian sendiri, termasuk dalam tipe yang mana? Atau mungkin ingin menambahkan tipe social media junkies lainnya?

----

Ditulis oleh Febriyan Lukito for fun only – www.febriyanlukito.com & Blogging Indonesia


Mau nulis guest post untuk blog ini juga?
Kirim aja artikelmu dalam format .doc terlampir melalui email ke mommycarra@yahoo.com ;)


Kebutuhan akan gambar-gambar keren yang bisa mendukung artikel-artikel yang saya tulis makin meningkat. Apalagi sekarang saya makin sering menulis artikel pesanan untuk website lain. Bisa saja sih memang saya ambil dari pencarian image Google dengan memberikan kredit. Tapi ternyata makin ke sini, jadi makin nggak enak juga makenya. Punya kamera sendiri seharusnya bisa jadi solusi, tapi ternyata ruang gerak kita buat motret juga makin sempit. Album foto kita mau seberapa banyak sih, hingga fotonya bisa nggak habis-habis? Bagaimanapun, kalau ada yang lebih praktis, ya saya mendingan melakukan yang praktis aja. Solusinya, mencari gambar atau image yang berlisensi CC0.

Apa itu CC0?

CC0 merupakan singkatan dari Creative Commons Zero, yang berarti material-material tersebut bebas dipergunakan bahkan untuk keperluan komersial sekalipun, tanpa diwajibkan membayar hak cipta dan lain sebagainya. Nah, lebih jauh mengenai CC0, bisa kamu lihat di sebelah sini langsung deh.

Singkat cerita, saya mengumpulkan situs-situs penyedia gambar-gambar berlisensi CC0, dan menuliskannya di sini. Karena, siapa tahu ada yang juga butuh :)

Ini dia 11 Situs Penyedia Free Images Berlisensi CC0 Kesayangan Saya


1. Pixabay.com

Yang ini kayaknya semua sudah tahu, dan semua udah pakai ya. Yang saya suka adalah hasil filter search yang oke (termasuk pencarian berdasarkan hue foto atau warna nuansa foto), tagging yang berfungsi dengan baik, dan kategorisasinya. Pixabay juga menyediakan vector illustrations, yang seringnya saya pakai untuk bikin infographics. Image-image-nya hasil unggahan para kontributor.

2. Pexels.com


Berbeda dengan Pixabay, Pexels ini semacam aggregator. Jadi dia ngumpulin foto-foto CC0 dari berbagai situs dalam satu tempat. Lumayan banget buat menghemat waktu. Tapi ada juga foto yang merupakan hasil unggahan kontributornya langsung.

3. Unsplash.com


Unsplash menyediakan 10 foto baru setiap 10 hari sekali. Jadi kalau mau terus terupdate, subscribe aja sekalian. Buat saya, kurang bersahabatnya Unsplash adalah tampilan interfacenya yang memajang foto gede-gede di homepage instead of thumbnails. Bisa sih diganti ke tampilan thumbnails, tapi nggak default.

4. Kaboompics.com


Yang saya suka dari Kaboompics adalah kita bisa langsung download dari tampilan homepage, tanpa harus masuk ke tampilan masing-masing foto lebih dahulu. Buat saya ini nilai plus yang besar lho, menghemat waktu loading dan tenaga :D

5. lifeofpix.com


Life of pix juga memungkinkan kita untuk download langsung dari thumbnail di homepage, nggak perlu masuk ke halaman foto secara khusus. Tapi kayak Unsplash, tampilan default homepage-nya berupa foto-foto gede yang dijembrengin ke bawah. Meski begitu kita ubah ke tampilan thumbnail ya jadinya ringkas juga sih. Sayangnya lagi, kategorisasinya nggak kelihatan di homepage, jadi kita harus search dengan kata kunci yang harus kita kira-kira sendiri.

6. jaymantri.com


Situs ini berplatform tumblr, jadi ya bisa kamu bayangin deh. Biasanya kategorisasinya payah, dan nggak ada tags atau semacamnya yang bisa kita pakai buat membantu menemukan tema foto yang kita cari. So, we have to scroll dowwwwwwwwnnnnnn underrrrrrrrr untuk melihat apakah ada foto yang cocok dengan yang kita mau. Meski begitu, fotonya sih keren beud.

7. Morguefile.com


So far, inilah situs free images CC0 yang punya database paling besar. Konon. Maka, mari kita manfaatkan :lol: Sayangnya tak ada kategorisasi yang ditampilkan pada laman webnya, jadi kita hanya bisa mengandalkan keywords pencarian. Meski begitu Morguefile juga menyediakan foto-foto berbayar yang juga bisa langsung diakses di tempat, kayak iStock, Getty, Dreamstime dan lain-lain. Jadi kalau kurang puas sama foto-foto yang ada di Morguefile, kamu bisa langsung beli foto-foto terbaik dari para penyedia foto tersebut.

8. Compfight.com


Compfight ini semacam aggregator untuk foto-foto yang ada di flickr. Jadi, tak semua foto bisa digunakan secara bebas di sini, tergantung masing-masing lisensi dari masing-masing pemilik. Jadi jangan kecewa kalau sampai beberapa kali, kamu tak juga menemukan foto CC0 yang cocok :D Tapi kalau ada, biasanya kualitasnya juga bagus banget.

9. Gratisography.com


Gratisography merupakan proyek pribadi milik Ryan McGuire, seorang visual artist yang punya ciri khas tersendiri dalam karya-karyanya. Dan, iya sih, lucu-lucu fotonya yang di sini :lol: Nggak ada yang biasa.

10. Picjumbo.com


Foto-foto di Picjumbo juga bisa didownload langsung dari homepage, nggak perlu masuk ke laman foto khusus. Dan iya, sekali lagi saya bilang, ini sangat menghemat waktu dan biaya. Karena kita nggak perlu harus buka laman lain dulu baru bisa download. Hal lain yang saya suka, karena navigasinya yang user friendly, dan kategorisasi yang jelas.

11. Free-stock.photo


Di sini kita nggak cuma bisa mengunduh foto-foto berlisensi CC0, tapi juga video-video yang berlisensi sama. Hummm, kan sekarang vlog-vlog lagi mulai ngehits ya. So, barangkali ini bisa jadi source tambahan nih buat kamu yang baru mulai nge-vlog :D

Nah, 11 situs penyedia free images ini bisa jadi tempat yang oke buat nyari foto-foto keren bebas hak cipta buat mempercantik artikel blog kamu, kan? Semoga nggak ada lagi comot mencomot foto sembarangan :)

Dan, karena saya menemukan beberapa lagi maka saya masukkan sekalian di catatan ini ya.

12. http://pickupimage.com/
13. http://www.pdpics.com/
14. http://skitterphoto.com/
15. https://stocksnap.io/
16. http://barnimages.com/
17. http://magdeleine.co/browse/

Nah. Happy blogging, everyone!


Blogging is an art.

Setuju nggak sih? Itu sih pendapat saya. Mau teknik ngeblog se-advanced apa pun, mau punya teknik ngulik search engine se-expert apa pun. Mau promosi ke media sosial segencar apa pun. Semua balik lagi ke masalah "creating great contents".

Tell me, berapa kali kita googling mengenai informasi tertentu, nyasar ke artikel tertentu juga yang ada di top ranking Google tapi lalu kecewa dan segera capcus dari artikel tersebut? Saya, banyak kali. Sering banget saya ketemu tulisan yang sebenarnya isinya adalah informasi yang saya butuhkan, tapi nggak enak dibaca. Sebagai seseorang yang menggantungkan diri pada riset konten untuk membangun konten baru, saya kadang merasa gengges sama artikel yang asal jahit :))) Bikin kerjaan saya susah aja #hlah

Artikel asal jahit kayak begini ini yang membuat bounce rate sebuah web atau blog jadi tinggi. See, untuk artikel-artikel yang ditulis dengan sepenuh hati aja, bounce rate-nya masih nggilani, apalagi yang asal jahit? Saya benar-benar nggak habis pikir, kenapa orang mengejar nomor satu di Google tapi nggak peduli sama konten. Ah, mungkin logika saya yang belum nyampe sih. Entahlah. Kalau ada yang bisa ngejelasin, monggo lho. Saya open terhadap ilmu baru ;)

Anyway. Kembali ke masalah blogging is an art.

Karena blogging merupakan "seni", maka dibutuhkan banyak sekali usaha agar si "seni" ini bisa menjadi karya yang benar-benar perfect. Saya sebenarnya nggak me-refer ke blogging sih. Tapi ke content creation ya. Lebih luas. Bisa ke copywriting untuk web profesional, ke content writing web umum, hingga ke personal blog.

Dari hasil jalan-jalan, saya akhirnya berhasil mengumpulkan 50 lebih content creation tools yang pengin saya cobain satu per satu.

Apa??? 50???

Yep. 50. Harusnya ada 100 malah :P Tapi kayaknya nggak semua kompatibel ya buat di Indonesia.Yang saya tulis ini adalah yang benar-benar kayaknya harus saya coba. Well, ada beberapa yang sudah saya cobain sih, dan terbukti keren serta membantu banget dalam proses content creation saya. Tapi ada juga yang baru sekilas saya intip, ada yang sama sekali belum sempat saya sentuh. Dan, karena blog ini adalah blog yang menjadi tempat saya mencatat ini itu soal content creation, maka daripada menuh-menuhin evernote saya, mendingan saya tulis aja di sini. Biar evernote-nya agak longgaran. Hehehe.

Tool-tool ini saya pisahkan ke beberapa kategori yah, dan penjelasannya hanya sebatas pointer singkat aja. Nanti kalau memang ada yang menarik dan ada catatan yang menyertainya, mendingan saya tulis dalam postingan terpisah aja. Penginnya sih nanti per kategori saya bahas. Biar saya ada bahan juga buat posting huehehehe. But, let's see yah :) Yang saya link hidup berarti itu adalah tool yang baru sekilas saya coba, dan pengin ulik lebih lanjut.

Here we go ...

50+ Tool buat Bantu Kita Menulis Konten Lebih Baik 


Desktop Blog Editors

Tools ini berguna buat kita nulis di blog tapi dari desktop PC/laptop. Jadi nggak perlu login ke blogger atau wordpress. Bisa langsung nulis di situ dalam berbagai platform blog.
  • Blogdesk - saya pernah nulis tentang Blogdesk ini di blog saya yang bakalan almarhum itu. Cuma waktu itu belum support blog berplatform blogger atau blogspot. Saya belum nyoba lagi sih. Nanti saya update.
  • Scribfire - yang ini bentuknya addons. Saya juga pernah bahas ini di redcarra. Saya akan update nanti.
  • Qumana - saya sempat coba juga. Tapi kayaknya agak lupa, karena nggak pernah saya pakai.
  • Windows Live Writer - belum pernah coba.
  • Microsoft Words - ini udah dicobain, tapi untuk beberapa template blogger terbukti mawut XD

Content ideas generator tools

Karena kita selalu dituntut untuk punya ide baru dalam content creating, maka tools ini buat saya adalah yang paling penting dari segala tool.
  • Buzzsumo - yang ini keren buanget dan membantu banget buat tahu artikel apa yang trending dan viral.
  • Quora - ini udah coba juga, dan terbukti mampu menemukan "pain" dari orang-orang yang menjadi target audience.
  • Hubspot blog topic generator - ini udah coba sekilas. Keren juga :D Saya mau ulik lagi lebih dalam ntar.
  • Google Trends - ini malah menurut saya kurang friendly penggunaannya ya. Entahlah :-/ Tapi kalau ada yang suka dan bisa pakai, boleh coba.

Title analyzer tools

Seperti yang pernah saya tulis di artikel yang ini, judul itu adalah penarik utama orang mau baca artikel kita. Judul juga menentukan artikel kita bakalan viral atau enggak. Sebenarnya ada banyak tools yang bisa dipakai untuk membuat judul viral, sayangnya saya belum tahu ngefek nggak buat judul berbahasa Indonesia. Will update later.

Proof reading tools

 

Nah, ini nih. Kalau in english, banyak bantuan yang beginian. Semoga dalam waktu dekat ada yang bikin untuk artikel berbahasa Indonesia yah. Bakalan cukup membantu buat yang harus ngedit 2 - 3 artikel sehari nih *uhuk*
  • Grammarly - ini konon ngebantu banget buat non-native English buat nulis artikel in English. Recommended nih buat kamu yang pengin nyobain nulis English articles better. Berbayar ya, kayaknya. Saya belum coba.
  • Hemingway App - ini ngambil nama bapak penulis legendaris itu. Yang ini free.

Free stock images 

Web-web berikut pernah saya bahas di redcarra.com. Ntar mau saya pindahin juga ke sini. Dari banyak free stock images, akhirnya yang paling sering saya tengokin adalah 3 berikut ini:
  • Pixabay.com
  • Pexels.com
  • Freeimages.com

Ideas collecting tool

Saya pakai tools berikut ini buat ngumpulin banyak artikel untuk trigger ide artikel. Pernah share ini di Arisan Ilmu KEB.
  • Feedly - fungsinya kayak feedreader persis.
  • Pocket - saya belum pernah coba.

Desktop Image/video recording + editing tools

Welcome to Z-generation era! Where writing is not enough. Tulisan doang nggak cukup. Sekarang mainannya video, bro! Yang di bawah ini saya belum pernah coba semua, tapi tools ini direkomendasikan oleh banyak blogger luar. So, you might want to try it.
  • MPEG Streamclip
  • Audacity - ini buat para podcasters nih. Kamu bisa rekam dan lalu edit rekamanmu dengan tool ini.
  • TubeBuddy - highly recommended untuk para Youtube publishers, menurut para blogger luar. Berbayar sepertinya, tapi begitu banyak yang recommend. So you might want to try.

Visitor stats tools

Ada yang belum coba tools ini? Terlalu! Hahaha.
  • Google Analytics
  • Blog stat - bisa WP atau blogger. Tapi lebih recommended via Google Analytics-lah ketimbang stat bawaan blog. Kurang valid.

Productivity tools

Mau lebih produktif? Ada tools yang bisa bantu. Saya belum pernah coba semua. Barangkali bakalan saya coba satu per satu nih :))
  • Headspace - katanya sih ini bisa bantu kita meditasi secara online. Hmmm. Tertarik?
  • Wunderlist - untuk bikin to do list.
  • Selfcontrol - ini buat ngeblok akses ke web tertentu. Coba blok Facebook deh, siapa tahu bisa meningkatkan produktivitas secara drastis #eh *ditoyor* Sayangnya baru ada buat Mac nih.

Keyword research tools

  • Google Keyword Planner - pernah ngintip dan kayaknya kurang user friendly buat saya :-/ entahlah. Nanti kalau selow aja ulik lagi.
  • Ubersuggest - yang ini lebih oke buat saya.

SEO tools

Yang satu ini emang penting, tapi saya membatasi nggak akan bahas mengenai tools di bawah ini lebih lanjut di blog ini. Kamu bisa googling dan cari tahu lebih banyak dari blog atau web tutorial yang lain ;)
  • Google Webmaster Tool - ini SEO tool yang paling banyak dipakai.
  • Bing Webmaster Tool - sama kayak Google Webmaster tool, tapi buat Bing.
  • ScreamingFrog
  • smallseotools.com

Social Media tools

 

Ini harus dicoba semua.
  • BufferApp - Yang ini macem-macem banget fiturnya. Dari mulai scheduler hingga fitur Daily dan Quuu, yang memungkinkan tools ini meng-generate konten social media sesuai dengan niche kita. Sepertinya bisa nih bahas tentang "Hal-hal yang Bisa Kita Lakukan dengan BufferApp" dalam satu postingan tersendiri :))
  • Hootsuite - Ada yang belum pernah coba?
  • Click to tweet - ini untuk bikin quotes dari artikel kita yang bisa langsung di-tweet. Belum pernah coba, but surely will.
  • Tweetdeck - Ada yang belum pernah coba?

Images for social media tools

Kadang kita butuh bikin photoquote atau blog titles keren buat bahan share di medsos. Here are some tools can help.
  • Canva - Ada yang belum pernah coba?
  • BeFunky - my favorite. Mungkin nanti saya tulis tutorialnya. Paling gampang menurut saya!
  • ShareAsImage - belum pernah coba.
  • Piktochart - buat bikin infographics. Lighter than Canva. Semoga sempat bikin tutorial.
  • PicMonkey - online photoshop-alike. Ada yang belum pernah coba?
  • ButtonFactory - buat bikin button yang customized, bisa didownload dan dipasang di blog. Hmmm, belum pernah coba. Menarik!
  • Pablo - ini kayak QuotesCover. Pernah bahas ini di sini.
  • Vid to gif - Nah, ini nih. Buat ngambil gambar .gif dari video yang sudah dipublish online. Mau coba? :D Biar bisa bikin gif-gif bangke yang bikin ngakak itu :D

Content marketing tools

Yang ini buat nyebar konten supaya lebih luas jangkauannya.
  • Feedburner - tools punya Google. Bisa buat bantu kita optimizing feed blog, juga bisa sebar newsletter secara otomatis.
  • Mailchimp - tools untuk bikin Newsletter yang lebih customized. Saya pernah pakai ini untuk bikin monthly newsletter. Lumayan. Mungkin bisa bahas ini ya, besok-besok :)
  • Flipboard - mau bikin e-magazine sendiri? Bisa. Pake tools ini.
  • What's New - yang ini generator buat kasih liat update terbaru dari blog. Mau ulik dulu.
  • Wisestamp - ini adalah signature buat email. Perlu dicoba biar keliatan lebih profesional tuh email-emailnya.

Other tools

  • GTMetrix - untuk ngecek seberapa cepat loading blog dan web. 

Nah, kan. Banyak. :))

Harus dipakai semua? Enggak.
Harus dicobain semua? Enggak.
Terserah, dipilih saja mana yang kira-kira sesuai dengan kebutuhan. Kalau saya sih orangnya terlalu kepo :)) Tapi pasti nanti kalau udah coba, saya akan tulis catatan di blog ini. Sebagai reminder saya aja sih :)

Punya rekomendasi content creation tools yang lain? Boleh tambahkan di kolom komen ya ;)


Ah, sepinya blog saya ini.

Tapi nggak apa-apa. Saya malah menikmatinya. Kayak punya dunia sendiri, yang mau apa-apa terserah saya sendiri. Hahahaha. Padahal saya terlalu sering menyarankan orang supaya don't blog for yourself, kalau pengin blognya ramai. LOL. Tapi ya gitu deh, saya lagi dikasih mainan sama beberapa orang, jadinya sekarang lebih suka main di portal tetangga. Jadi, kalau lagi nulis di blog sendiri gini kok ya rasanya kayak 'pulang' gitu. Nyaman. Mungkin karena memang nggak terlalu berniat untuk saya populerkan. Jadi nggak terlalu banyak usaha yang gimana-gimana juga saya lakukan untuk blog ini.

Anyway, malah kebanyakan intro yah.

Sebagaimana saya membuat blog ini pada awalnya, yaitu sebagai catatan pribadi dan sebagai tempat sementara untuk menuliskan apa-apa yang perlu saya ingat agar kemudian mudah saya temukan lagi, maka saya mau menulis hasil ulikan saya mengenai judul yang viral.

Zaman sekarang, ngetop di SERP aja nggak cukup. Branding dengan mengandalkan media sosial sendiri, nggak cukup. Kalau mau bisnis konten (iya, di sini blogging juga termasuk. Blogger itu kan pebisnis konten kan ya? Iya, seharusnya.), sekarang harus juga memperhatikan efek yang lain. Yaitu efek viral. Tadinya, saya, yang cetek, mikir viral itu hanya berlaku untuk marketing produk. Ternyata enggak. Bisnis konten pun sekarang harus viral juga. Kalau kata salah seorang guru konten saya, viral adalah salah satu dari formula kesuksesan konten. Vitamin Z. Ah, tentang Vitamin Z ini pengin juga sih saya catat di sini. Terutama hasil pengamatan saya. Entar deh, kapan-kapan.

Nah, dari yang sudah-sudah saya lakukan, saya akhirnya bisa merumuskan sesuatu. Dan, oh sekadar mengingatkan, saya juga belum sukses bener meramu judul artikel yang pas ini. Belum ketemu benar soul-nya. Tapi ketujuh cara ini, so far, yang paling oke dipraktikkan.

7 Cara Membuat Judul Artikel Viral yang Menarik


1. Claim it loud


This Video Is So Funny It Will Make You Spit Milk Out of Your Nose

Bandingkan dengan judul 'A Funny Video Everyone Should Watch'. Kira-kira lebih nampol yang mana? Orang akan lebih terpicu untuk penasaran pada judul pertama. Dulu, pernah ada fase di mana judul kedua memang menarik. Tapi seiring perkembangan, sekarang judul kedua sudah nggak bombastis lagi. Judul yang pertama lebih nampol. So, kita penulis memang harus kreatif untuk menemukan kalimat nendang seperti itu. Gimana caranya? Latihan. Hanya itu sementara ini saran saya.

2. Gunakan kata 'Anda', 'Kamu', atau apapun sebagai kata ganti orang kedua


Hal ini menunjukkan 'relation'. Apa-apa yang related to real people itu lebih bisa menarik orang untuk mendekat. Semacam, mencari teman senasib sepenanggungan.

'Ingin Segera Resign? 5 Hal Ini Mungkin Perlu Kamu Renungkan Lagi, Coba Deh Dicek!'

Poinnya adalah menarik kita-kita yang mau resign dari kerjaan. Related? Jelas. Ada berapa banyak orang yang pengin resign dari kerjaan sekarang ini? Banyak.

3. Use numbers


Segala macam angka itu menarik perhatian. Catatan saya yang di sebelah sini lebih menjelaskan lagi mengenai kesaktian angka dalam sebuah artikel. Buka lagi saja, kalau butuh.
Tapi ternyata nggak cuma angka di atas angka satu aja yang laris jadi penarik. Angka '1' itu sendiri juga bisa laku banget untuk judul.

'Lakukan 1 Cara Ampuh Ini, Maka Kamu Pasti Akan Dapat Pacar Besok Pagi'

Gitu maksudnya. Well, it's about claiming too sih. Tapi angka juga. Jadi campurkan satu formula dengan yang lain dah. It makes a better title.

4. Ini, Itu, dan Mereka


Maksudnya?

Ya, kayak contoh-contoh judul di atas.

'Lakukan 1 Cara Ampuh Ini, Maka Kamu Pasti Akan Dapat Pacar Besok Pagi'.
'Ingin Segera Resign? 5 Hal Ini Mungkin Perlu Kamu Renungkan Lagi, Coba Deh Dicek!'

Formulanya: 'People Who Do THIS Are More Likely to Be 'THAT Guy''

This, that, and people.

Hmmm, penjelasan yang ini agak susyeh ditulis yahhhh. Ntar deh, kalau menemukan kata yang tepat bisa di-rephrase. LOL. Maab.

5. Menulislah selayaknya manusia


Saya berkali-kali cerita, barangkali juga ada yang udah bosen denger atau bacanya, bahwa saya pernah sharing dengan salah seorang klien bahwa penulis konten jarang yang bisa menulis dengan manusiawi. Sayangnya, pas saya cerita ini, tetep ada yang nggak mudeng dan ngetawain. Nggak tahu juga, ngetawain apanya. Kata 'manusiawi'nya? Entahlah. Lebih jelasnya, ada di artikel ini.

Nggak mudeng kok ngetawain? Ya, begitulah manusia. Nggak mudeng, bukannya cari tahu. Malah ngetawain. Aneh.

Ah sudahlah, nggak penting.

Adalah penting memang untuk memasukkan unsur 'manusia' dalam tulisan kita. Tunjukkan bahwa yang menulis adalah 'real people' yang punya 'pain' sama dengan pembaca. Dan tulisan itu merupakan hasil perenungan, pengamatan, percobaan, dan pengalaman yang sesungguhnya (meskipun sebenernya kita nulisnya hanya berdasarkan riset).

Kayak artikel saya ini, '12 Resolusi Tahun Baru Terbaik untuk 12 Zodiak Berdasarkan Karakter Mereka'. Banyak yang bilang, 'ramalan' saya bener banget. Hmmm, apakah saya bisa meramal? Enggak, itu merupakan hasil riset dan kesimpulan saya berdasarkan data karakter dari berbagai sumber yang saya dapatkan :D

Saat menulis, usahakan selalu bayangkan dalam pikiran, kalau kita lagi ngobrol sama orang. Dengan begitu, tulisan akan lebih mengalir dan, tentu saja, enak dibaca. Lebih manusiawi.

6. Tentang Waktu


Waktu adalah kemewahan buat orang-orang millenials. Siapa sih yang sekarang punya waktu yang banyak?

Maka kemudian bertebaranlah artikel atau tips mengenai time management. Nah, angkatlah sang waktu ini sejak judul.

'Cuma Punya Waktu 5 Menit? Tetap Bisa Cantik dengan 7 Langkah Makeup Berikut Ini'

Saya kemarin sempat ngepost status nyari beauty tips cepat di Facebook. Sayangnya, nggak banyak yang mau jabanin. Ya sudah, kayaknya memang pada belum tergugah untuk bikin artikel yang viral dan menarik :D Saya harus cari cara lain buat create something like this.

7. Break the Rules


Dulu saran dari pakar menulis untuk judul itu adalah harus singkat, padat, dan jelas. Padat dan jelas, itu masih berlaku hingga sekarang. Singkat? Enggak lagi. Coba lihat judul-judul artikel viral zaman sekarang. Panjang kayak sepur.

Tapi meski panjang, nggak sepanjang judul headlines koran di lampu merah juga sih. Kita harus tetep cerdas mengolahnya. Cerdas dan elegan. Menarik minat orang, tapi juga nggak murahan.

Dan itu ... susah.

Caranya gimana untuk menulis judul yang kayak gitu? Latihan. Trial and error. Dan siap-siap, error-nya lebih banyak ketimbang benernya. *grins* Ya, namanya juga belajar toh?
Dan, bisa jadi dalam waktu yang nggak berapa lama, semua poin yang saya tulis ini dipatahkan oleh seseorang yang breaking the rules. Iya, bisa aja toh? Makanya, harus selalu berpikir out of the box dan kreatif. Itu, harus saya akui, ada sedikit faktor keberuntungan dan bakat pada diri seseorang :D


Nah, segitu dulu catatan saya tentang creating viral titles. Kalau ada formula baru, nanti akan saya update lagi di sini langsung.

Selamat menulis!