Trik Menaikkan Trafik Situs atau Blog Hingga 100.000 PV dalam Sehari




Dih, judulnya bombastis bet. Tapi semoga nggak dianggap clickbait yah. Hehehe.

Yamonmaap, itu pertanyaan yang kemarin dimintakan jawaban pada saya di Quora Indonesia. Sudah gabung Quora Indonesia belum? Ya, masih versi beta sih, dan kalau signup mesti ada invite dulu.

Sayangnya invite saya sudah habis karena cuma dikasih 5. Mungkin, kalau kamu mau gabung, coba cari Quoran yang masih punya sisa invite.

Yep, ada yang menanyakan mengenai "Bagaimana cara menciptakan 100.000 pengunjung di website kita?" di Quora pada saya.

Yah, selama saya mengelola sebuah portal media untuk ibu-ibu muda kemarin, rekornya memang pas banget PV 100K dalam sehari. Tentunya ini nggak cuma karena usaha saya doang, tapi juga ada segerombolan tim yang jadi partner saya, yang lumayan lincah melakukan promosi off page.

Tapi, berikut ini adalah beberapa hal yang saya lakukan untuk menggelontor traffic ke web. Barangkali bisa juga dilakukan oleh teman-teman, terutama bloger.
Ya, kalau mau. Karena ini memang butuh kerja keras. Karena cara-cara yang saya lakukan ini adalah "cara yang bener". If you know what I mean. Cara yang safe. Jadi ya butuh sedikit kerja keras.


Beberapa langkah untuk menaikkan traffic secara signifikan ke situs/blog


1. Memilih keywords yang tepat


Nggak sekadar nembak, tapi lakukan riset. Karena pageview nggak akan bergerak signifikan kalau kita memilih keyword yang TIDAK dicari orang, atau cuma sedikit saja yang mencari.

Pernah saya menjumpai tip SEO yang menyarankan kita untuk mengambil keyword yang 'gue banget', yang khas dan unik, gitulah.
Misalnya seperti "review resto ala gue".

Untuk apa? Entahlah. Kalau nggak salah inget, demi mendapatkan traffic yang targeted, atau apalah. Saya lupa alasannya.

Di situ saya nggak tahu sih mesti berkomentar apa.
CMIIW. Logikanya kan orang yang sedang mencari informasi di Google akan memasukkan keyword yang mereka pikirkan kan? Kalau kita bikin keyword yang ala gue gitu, memangnya banyak orang yang kepikiran? Berapa banyak?

Banyakan mana dengan yang mencari dengan keyword "restoran di Jakarta", misalnya.

Mari kita lihat di Keyword Planner.





Jadi, kenapa memilih keyword yang "gue banget"? Ntar nggak ada yang nyari. Pilihlah keyword yang bakalan banyak dimasukkan orang ke dalam kotak pencarian.

Selain itu, saya juga sering mendengarkan curhat mengenai kegagalan menggelontor traffic, padahal sudah memasukkan keyword sesuai dengan kaidahnya. Biasanya sih saya tanya, "Keyword-nya ngecek jumlah pencarian dulu atau langsung nembak asal keyword?"

Ada yang jawab, asal ambil keyword.
Lha ya, terus, kalau nggak ada yang nyari ya gimana bisa menghasilkan traffic kalau kita cuma "ngawang" aja? Memangnya situ ahli nujum?

SEO bukan ilmu cenayang. Orang baca tarot aja ada ilmunya kok. Apalagi SEO.

Jadi, pastikan keyword-nya memang ramai dicari orang. Riset dulu!
Ya, kalau pakai Keyword Tool, biasanya saya pilih yang avg search-nya lebih dari 1K/month. Ini ngaruh banget deh. Dan, memprediksi keyword ini butuh pengalaman.


2. Monitor trending topic


Dulu, selama 2 tahun, setiap hari saya mantengin Google Trends untuk mengecek apa saja yang lagi ramai hari itu.

Kalau ada yang bisa dieksekusi menjadi tulisan, ya langsung eksekusi saat itu juga.
Hah? Saat itu juga?
Iyes, hari itu juga harus publish. Kalau bisa malah jam itu juga.

Karena trending topic ini lumayan cepat bergeraknya. Bisa dalam hitungan jam, sudah bukan hitungan hari lagi.

Kalau trending hari ini, baru mau tayang besok sih biasanya saya sudah menganggapnya agak terlambat. Tergantung topiknya juga sih. Kadang ya ada yang bisa agak di-extend. Tapi lebih banyak lagi yang enggak.

Salah satu artikel riding the wave. PVnya lumayan kan?


Lumayan sih, cara riding the wave ini cukup bisa menggelontor traffic. Meski kadang ya hanya sehari 2 hari.

Tapi, kalau trend ini bisa kita kombinasikan dengan keyword rame, ya bisa awet juga traffic-nya. Deadly banget dah, kalau pas bisa combine trending + keyword rame nih. Tapi ya kesempatannya cukup langka. Wkwkwkw.

Meski demikian, cara "menceburkan diri di keramaian" ini bisa jadi cara yang cukup efektif untuk sebar branding, bahwa ada website kita di tengah riuhnya dunia media digital.


3. Monitor media sosial


Cara ini seperti poin 2 di atas sih, yaitu untuk memonitor trend.
Saya biasanya mantengin Chirpstory. Kadang nemu harta karun juga di sana.

Salah satu artikel yang ceritanya saya temukan di Chirpstory.
Biasanya yang paling laris itu adalah yang trending di Instagram, sekarang ini. Nah, dari Instagram ini biasanya kebawa juga ke Twitter.

Facebook saya enggak terlalu sih.

Tapi ya, bisa jadi berbeda dengan kamu. Karena aktivitas orang kan beda-beda di media sosial kan yak?


4. Publish tiap hari, kalau perlu beberapa kali sehari


What?
Memangnya ada hubungannya antara kuantitas artikel yang dipublish dengan jumlah PV yang masuk?

Well, somehow, saya membuktikan sendiri, saat semakin banyak artikel saya publish, grafik PV juga meningkat. Kalau jumlah artikel menurun, ya PV juga turun meski nggak drastis sekali.

Ini juga enggak absolut sih. Lagi-lagi hanya berdasar pengalaman kemarin saja. Cuma kalau dilogika ya bener kok. Teorinya nih, katakanlah, 1 artikel mendapatkan 20.000 PV. Maka, kalau kita bisa publish 5 artikel dengan kualitas yang sama, bukan nggak mungkin kan mencapai 100.000 PV/hari?

Meski ya banyak faktor lain yang ikut menentukan juga.

Ya, kalau setiap hari dirasa berat, ya yang penting konsisten. Kadang juga akan lebih baik mem-publish lebih jarang tapi tetap konsisten dan dengan konten yang benar-benar berkualitas.

Ini kembali lagi ke topik blog yang diambil juga.


5. Bekerja sama dengan agregator aplikasi baca online


Sekarang banyak aplikasi baca di smartphone yang mencari partner untuk penyedia konten. Saya pernah bekerja sama dengan salah satu di antaranya, dan ternyata cukup signifikan kasih pageview yang bisa termonitor di Google Analytics. Istilahnya share pageview.

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai juga di dunia perbloggingan. Ada aplikasi baca online yang "mengangkut" konten blog para bloger. Banyak yang protes kan ya?

Saya nggak tahu sih, permasalahannya di mana. Mungkin berbeda dengan jenis kerja sama yang pernah saya lakukan.

Kalau saya kemarin memang kerja samanya, si aplikasi baca ini mengambil konten di portal yang saya kelola lalu dipasang di agregator miliknya. Lalu portal saya juga mendapatkan share pageview.

Kena double content atau enggak?
Mmmm. Saya tadinya bertanya-tanya juga sih, berbahaya enggak buat portal?
Tapi di atas saya ada manajer pemasaran yang seorang jagoan SEO, dan sepertinya dia nggak mempermasalahkan. So, saya juga biarkan saja.

Kalau orang yang saya percaya dan lebih pinter aja seperti nggak ada masalah--sependek yang saya tahu--ya sudahlah. Toh, pageview juga meningkat. Hahaha. Lumayan lo. Bisa sampai 200% peningkatan pageviewnya dari agregator tersebut.


***


Nah, itu dia beberapa hal yang saya lakukan kemarin.
Meh, mentang-mentang udah lepas, jadi bocorin rahasia ya? Huahahaha.

Enggak, ini jadi catatan saya aja sih. Siapa tahu next ada proyek yang mirip atau sama. Jadi saya tinggal refresh aja di sini, terus ya diupdate dengan teknik yang baru.

Kalau ada yang mau nyontek ya monggo. Silakan. Tapi maaf, saya nggak bisa jamin, hasilnya bisa sama persis ya. Karena ada banyak faktor lain yang ikut menentukan, apakah pageview sebuah situs atau blog juga bisa sama meroketnya, jika dijalankan dengan cara yang sama. Lagian saya juga disuport oleh tim yang cukup solid.

Karena ternyata ngurusin konten kek gini itu ada seninya tersendiri. Bisa tergantung topik, tergantung target audience, dan tergantung kita juga yang mengelolanya. Saat formula antara ketiganya pas, maka ya traffic pun melejit.

6 comments:

  1. Keren infony Mbk, benar nih lagi turun PV karena jarang update juga, lagi fokus yang dunia nyata :)

    ReplyDelete
  2. Catet nih di SS biar di ingat2 walaupun kadang lelah klo d minta PV klo nulis event temanya sama semua

    ReplyDelete
  3. Saya kok kalau buka google trend selalu nggak muncul ya tulisannya? Jadi bingung

    ReplyDelete
  4. nembak keyword biasa dilakukan.. hasil dari search engine lah yang kita harapkan untuk mendapatkan PV.. :)

    ReplyDelete
  5. Pr saya nih belajar keywords biasanya cuma nembak aja sih yang pting nulisnya nyaman. Tpi negatifnya trafficnya kcil

    ReplyDelete