Nulis Artikel 1000 Kata Sejam Beres, Bisa Aja!



Konten adalah 'jiwa' pada sebuah situs--termasuk di dalamnya adalah blog. Dan, konten berupa tulisan sampai saat ini masih mendominasi dunia maya, meski konten berupa video dan foto semakin banyak dan lebih digemari.

Kata salah satu mentor saya, mau sampai kapan pun, konten berupa tulisan masih tetap dibutuhkan, meski video sudah mengambil alih. Seenggaknya sebagai caption, kita masih tetap akan butuh skill copywriting yang mumpuni.

Makanya profesi seorang content writer masih jalan, meski sekarang sudah mulai sedikit terdesak oleh keberadaan para content creator. Ya gimana enggak terdesak, content writer bayarannya receh banget, sist. Beda sama para pembuat video--apalagi yang hasil karyanya memang profesional banget--yang bisa mengantongi uang sebanyak 7 digit sekali bikin.

Cuma ya, tetap ada kok yang memilih untuk menjadi content writer, dan berada di balik banyak tulisan atau artikel ini. Saya, contohnya. :)))

Cuma (lagi) kalau mau bisa menghasilkan banyak, ya kerjanya mesti militan. :)) Hard truth it is. Tapi, emang ada kerjaan yang gampang: sesuai passion, santai, dibayar mahal, bisa wifian gratis, bisa sambil streaming film?
Yhakali ada, bisa info saya. Saya mau.

So, kadang seorang content writer memang butuh untuk bisa cepat menghasilkan tulisan. Saya sudah pernah menulis tentang menghasilkan 20 artikel seminggu. Tapi coba kita bahas lagi.


5 Langkah menulis artikel secara cepat

1. Tentukan Tujuan

Yang pertama kali mesti ditentukan adalah tujuan artikel yang hendak ditulis.
Ada beberapa elemen yang mesti segera ditetapkan:

  • Pembacanya siapa, dan seperti apa?
  • Pesan apa yang dibawa oleh artikelnya?
  • Setelah pembaca selesai membaca artikel nanti, harapannya mereka akan seperti apa? Atau, merasa bagaimana?
Ketiga elemen tujuan artikel di atas nantinya akan menentukan gaya bahasa yang kita pakai, poin-poin apa saja yang jangan sampai lupa tertulis dalam artikel, dan emosi seperti apa yang harus dimasukkan ke dalam artikel.



2. Bank Ide yang Kuat

Untuk bisa nulis artikel secara cepat--katakanlah 1000 kata sejam beres--maka kamu harus didukung oleh bank ide yang kuat.

Saat kamu duduk, buka laptop, baru mikirin mau nulis apa, itu berarti kamu sudah membuang waktu sekian menit untuk menulis.

Jadi, agar proses menulismu lebih efektif dan efisien, kamu harus tahu dulu apa yang ingin kamu tulis sebelum mulai menulis artikel.

So, manfaatkan segala hal yang bisa digunakan: Evernote, Feedly, Trello, notes, voice notes, apa pun untuk mengumpulkan ide sembari beraktivitas sehari-hari. Atau kalau enggak, buat waktu untuk sekadar brainstorming di jam-jam atau hari-hari tertentu. 

Kamu juga bisa melihat data-data statistik dalam blog, untuk mencari ide. Lihat ke Google Analytics, Buzzsumo, atau skrol media sosial untuk lihat trending topic.



3. Langsung Buat Kerangka Berupa Poin-Poin

Ada yang suka bikin draf tulisan di MS Word, terus baru dikopi ke notepad, terus baru kopi lagi ke blog? (Please jangan tanya, kenapa mesti kopi dulu ke notepad, please T__T)

Saya juga begitu.
Tapi kalau waktunya nggak mepet. Itu memang langkah paling ideal.

Namun, saya lebih sering begini:

  • Langsung bikin kerangka di dasbor blog. Kerangka ya, bukan menulis dari pembuka terus lanjutin ke bawah. Kerangka berupa poin-poin. Kayak tulisan ini saya buat langsung ke poin dulu: 1. Tujuan 2. Bank ide 3. Kerangka 4. Singkirkan gangguan 5. Aturan dan seterusnya. Tanpa opening dan closing.
  • Kembangkan masing-masing poin, beri penjelasan. Jaga supaya nyambung antar poinnya.
  • Poin selesai, tulis opening. Bikin yang hooking.
  • Lalu tahap berikutnya closing, bikin kesimpulan.
  • Baru kemudian garnishing, masukkan pendukung-pendukung visualnya.
Dengan cara begini, proses menulis saya lebih cepat ketimbang kalau saya menulis urut dari opening, lalu poin-poin, baru closing--yang kadang malah bikin mandek di tengah-tengah karena ilang mood :))

Kalaupun bentuknya bukan listicle yang berupa poin-poin, maka saya tuliskan dulu subheading-subheadingnya. Itu sebagai kerangka awal. Terus langsung kembangkan saat itu juga. Selanjutnya sama, opening dan closing belakangan.


Baru kemudian kalau tulisan sudah jadi, baru saya kopas ke MS Word as a backup.

Oh, satu lagi.
Jangan menulis sambil ngedit. Sudah pasti nih, prosesmu akan terganggu dan lebih lambat. Jadi, bablas dulu aja. Saat sudah selesai proses menulis, baru kamu bisa balik lagi ke atas untuk baca ulang secara cepat. Lalu perbaiki hal-hal yang perlu diperbaiki.


4. Singkirkan Semua Gangguan

So, mau nulis fokus dan cepat? Jangan sampai terdistraksi.

Itu adalah hal pertama yang memang menjadi penghambat proses menulis adalah adanya pengganggu-pengganggu ini. Apa saja sih yang bisa jadi pengganggu proses menulis? Nih, ada nih artikel di Stiletto Book nih. Silakan disimak deh ya.

Nah, coba singkirkan ketujuh-tujuhnya ya, kalau mau beneran fokus menulis.

Ciptakan lingkungan yang tenang dan jauh dari hal yang dapat mengalihkan perhatianmu. Jika tidak membutuhkan internet, matikan saja WiFi dan data internetmua. Matikan pula notifikasi gadget kamu supaya tidak terganggu.

Jika kamu harus menambahkan gambar ke blog, maka tandai dulu dengan tulisan seperti [TAMBAHKAN GAMBAR DI SINI] sehingga kamu dapat terus menulis tanpa gangguan. Baru mencari gambar yang pas nanti kalau sudah selesai menulis.


5. Punyai 'Aturan' Baku Sendiri

Saya punya semacam guideline sendiri untuk menulis di blog ini. Misalnya seperti:

  • Untuk subheading, formatnya bagaimana
  • Untuk foto, formatnya bagaimana, ukuran standar berapa, alignnya bagaimana.
  • Jeda antar paragraf atau subheading, berapa kali enter.
  • Kalau di Wordpress yang sudah pakai Gutenberg, ada spacer, besarnya berapa.
Semua sudah ada ketentuan sendiri, dan selalu saya pakai standar yang sama. Karena berulang saya pakai, hingga saya hafal sendiri dengan standar-standar itu. Sehingga sekarang kalau nulis, jarinya udah bergerak sendiri aja mengatur semuanya sembari nulis.

Proses menulis artikel yang sistematis akan memandu kamu dalam menyajikan konten blog secara cepat. Kamu nggak perlu mikir lagi setiap kali bikin konten baru. Satu-satunya hal yang mesti kamu lakukan hanyalah menulis konten.

Bagaimana cara mencari 'aturan' baku untuk blog sendiri ini?

Well, untuk menulis konten yang bagus, kamu harus menyajikannya agar mudah bagi pengunjung untuk membaca dan memahami. Betul?

Jadi, mulailah dari sini: Formula seperti apa yang harus dipenuhi agar menghasilkan konten yang enak dibaca? Mungkin artikel saya di Indoblognet ini bisa membantu.

Lalu, lihatlah setiap postingan blog kamu dan cari polanya. Semakin banyak pola yang terdeteksi, semakin mudah untuk mendeteksi gaya penulisanmu.



Nah, itu dia beberapa langkah menulis artikel secara cepat. Tentu saja, lepas dari kualitas topik artikelnya sendiri ya. Tapi kalau di saya sih, dengan langkah-langkah tersebut, saya bisa bikin listicle populer sepanjang kurang lebih 1000 kata, dalam waktu satu jam saja.

Oh iya, ada lagi nih.

Sudah pernah nyobain Speech to Text belum?
Ada fiturnya sih di Google, jadi biasanya juga sudah terinstal di hape masing-masing. Tapi yang berbasis web pun ada.

Seperti Speechnotes.co.

Saya baru mau coba sih. Nanti saya update kapan-kapan kalau sudah dapat hasilnya yah.

Membuat konten baru dengan cepat adalah kebiasaan yang berkembang seiring waktu. Jika kamu berkomitmen untuk mengeluarkan konten baru setiap hari, meskipun itu hanya selama 15 menit pada beberapa hari, pada akhirnya kamu akan menjadi seorang yang profesional.

2 komentar:

  1. Mantul tipsnya, mbak.
    aku akan coba terapkan di postingan berikutnya.
    selama ini aku merasa kalau bikin poin2 dulu dan segalam macam malah bikin lama karena nampak kerja dua kali. makasih atas sharing berfaedahnya mbak

    BalasHapus
  2. Penyakitku, Mbak, kalau nulis sambil ngedit, to ora bar-bar. Kudu disiplin nih. Dapat ilmu lagi soal opening sama closing, akan kupraktikkan. Terima kasih banyak. Ilmu bergizi banget dan kunikmati sebelum terlelap tidur. Hahahhaa. Malah curhat. Ntar pagi langsung praktik.

    BalasHapus