Cara Menambang Ide Tulisan Tanpa Susah-Susah dan Jalan-Jalan Terlalu Jauh



Masih ya, persoalan penulis (penulis apa pun, termasuk bloger) paling nyebelin adalah saat kita merasa buntu ide.

Beberapa waktu yang lalu, saya juga "memaksa" beberapa orang di Redaksi Stiletto Book untuk ikut menulis artikel untuk web Stiletto. Dan tahu enggak, meski mereka adalah editor, mereka juga mengeluhkan hal yang sama. Merasa susah mendapatkan ide. Mereka takut nggak punya ide!
Hahahah.

So, bloggers! You are not alone. Bahkan seorang editor buku juga kebingungan kok soal ide tulisan :P

Saya bilang 'merasa' karena memang sebenarnya itu cuma anggapan kita saja. Sebenarnya kita tuh nggak akan pernah kehabisan ide kok, apalagi kalau sering diasah dan diajak latihan. Semakin sering, semakin peka. Itu sudah pasti.


Cuma kadang otak ini semacam 'hang' gitu, nggak mau diajak mikir. Penyebabnya banyak sih, misal kita sedang ada persoalan lain di dunia nyata yang sudah menyedot pikiran kita, atau mungkin kita kecapekan. Yah, namanya orang kan ya? Banyak yang mesti diurus.

Tapi, yang namanya ide tulisan itu tak pernah pergi jauh sebenarnya. Bahkan bisa kita temukan di mana saja. Makanya, saya juga sampai sekarang semakin yakin, bahwa "nggak ada ide" itu tak pernah ada dalam sejarah penulisan. Tsah.

Anyway, kamu bisa coba 3 Jenis Konten Penyelamat Saat Kamu Nggak Mood Nulis tapi Mesti Update Blog ini, atau juga Susah Mencari Ide Tulisan? Cobain 5 Blog Topic Generator Berikut Ini Deh! ini.

Kalau masih juga belum bisa memantik ide tulisan, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut.




1. Berpikir sebagai pemula


Think like a beginner.
Maksudnya begini, apa pun yang kamu lakukan sekarang dengan fasih dan sukai, sebelumnya pasti kamu lalui dulu dengan pembelajaran. Bener nggak tuh?

Misalnya, buat mamak-mamak nih, yang suka nulis parenting, sekarang mungkin sudah bisa ajarin anak mengenal huruf, dan bahkan membaca ya? Nah, coba ingat-ingat, dulu pasti pernah ada di tahapan pertama kalinya mengajak anak mengenal huruf. Apa saja sih yang dilakukan? Apa yang perlu dipersiapkan?

Nah, ini bisa nih menjadi tulisan ya.

Tak perlu jauh-jauh, lihat saja yang kita lakukan sehari-hari.
Misalnya buat karyawan administrasi ya. Gimana caranya membuat filing yang rapi?
Buat pencinta bunga mawar, bagaimana cara merawat bunga mawar untuk pemula? Di tanah seperti apa, tanaman mawar tumbuh dengan baik? Bagaimana dengan sinar mataharinya?

Catat semua pertanyaan yang pernah muncul di kepala saat kamu melakukannya pertama kali dulu. If you came up with a few questions once, I'm sure people are struggling with the same questions too.

Hal inilah yang bisa kamu tuliskan. Lengkapi dengan cerita saat kamu melakukannya pertama kali dulu. Curhat juga boleh.

Ini namanya curhat berfaedah.

Here's what you need to think:

  • Apa sih yang dulu membuatmu bingung saat pertama kali melakukan hal tersebut? - Ini bisa jadi tulisan "How to ...".
  • Dari mana kamu belajar melakukannya? - Ini bisa menjadi tulisan, misalnya 7 website tempat belajar menulis rekomendasi, atau 5 akun Instagram flatlay-ers yang bisa dijadikan tempat belajar flatlay.
  • Kesalahan apa saja yang pernah kamu lakukan saat itu? - Ini bisa jadi tulisan do and dont's ataupun misalnya kayak "kesalahan yang harus dihindari". Tahu kan ya, yang kayak apa? Mistakes gitu deh.
Nah, kalau sudah ketemu topik lalu jangan lupa dilist.


2. Berinteraksi dengan pembaca


Kadang, kita mendapatkan banyak umpan ide itu dari pembaca-pembaca yang mampir ke blog, dan meninggalkan komen lo.

Ada banyak tulisan di blog ini, misalnya, yang ditulis untuk menjawab feedback dari pembaca. Kadang mereka juga ngasih feedback-nya nggak langsung di komen juga sih. Tapi ada yang via Twitter, ada juga yang via WhatsApp.

Misalnya seperti tulisan menentukan ciri khas lifestyle bloggers ini saya tulis karena ada yang nanya via Twitter. Atau, tulisan tentang alasan saya memisahkan niche blog ini juga saya dapat dari seorang teman yang bertanya via WhatsApp.

Banyak juga yang bertanya via Quora Indonesia kemarin, yang kemudian jawabannya saya angkut ke sini. Sayangnya, saya sudah deaktif akun Quora saya =)) Yah, kapan-kapan lagi deh main ke sananya.

Intinya, dengarkanlah orang-orang di sekitar kita.
Hal ini juga melatih kepekaan untuk menangkap ide. Banyak hal terjadi di sekitar kita. Banyak orang berinteraksi dengan kita. Mereka bisa jadi sumber inspirasi yang nggak habis-habis.

Dulu sih pas masih selow, saya selalu menyempatkan diri untuk skroling bagian Comments di blog. Buat "menjaring" ide yang barangkali belum tertangkap, sembari jawabin satu per satu. Sekarang sudah nggak sempet, cyin! Hahaha. Yah, maafkan saya. Semoga bisa mengelola waktu lebih baik lagi, sehingga saya bisa kembali balesin komen satu per satu. Seneng lo, bisa dapetin ide dari komen teman-teman tuh.

Kita juga bisa bertanya melalui survei atau polling di Twitter atau di Facebook lo. Ada fasilitasnya kan? Bisa juga bertanya via Instagram. Nggak usah peduliin, kalau pemakaian sticker Questions kita salah dsb. Pokoknya pergunakanlah untuk mendapatkan manfaat sebanyak-banyaknya dari semua fitur yang sudah disediakan.


3. Dapatkan ide dari artikel orang lain


Memang, kita tidak seharusnya menyalin tulisan orang begitu saja. Ini haram hukumnya.
Tapi, bukan berarti kita tak bisa "mengadopsinya", tentu saja kamu mesti memelintir idenya hingga jangan sampai sama persis.

Misalnya.
Artikel Resolusi Tahun Baru untuk Blogger? Nih, Ada 5, Tapi Juga Jangan Lupakan yang Paling Penting! ini adalah tulisan karena melihat banyak artikel mengenai resolusi di awal tahun. Lalu saya pelintir menjadi resolusi untuk para bloger.

Artikel saya di blog Mas Febriyan Lukito, Bagaimana Memanfaatkan Media Sosial untuk Mempromosikan Bisnis Kamu ini, juga merupakan "artikel sontekan" dari blog post seorang teman bloger lain yang membahas promosi bisnis melalui media sosial. Saya merasa artikel si teman ini kurang representatif dan aplikatif, maka saya tulis ulang dengan gaya saya sendiri.

Kadang, saat kita membaca satu artikel dan kemudian ada yang kurang dari artikel yang kita baca itu, nah, itu dia berarti ada satu ide tulisan yang muncul. Tapi ingat, jangan hanya dikopas ya. Coba ikuti beberapa langkah menjadikan inspirasi tulisan dari orang lain menjadi ide original yang pernah saya tulis di blog ini juga.

Makanya, kadang ya meski nggak ada waktu, saya tetap sempatkan membaca-baca Feedly. Rencananya sih, saya pengin menyatukan saja 2 akun Feedly saya menjadi satu. Tadinya saya memisahkan Feedly antara feed blog teman-teman, dengan feed website-website rujukan. Pengin saya jadikan satu aja deh. Supaya lebih enak saya browsing-nya.




4. Ambil judul artikel orang dan twist


Ini juga sering saya lakukan sih. Hahaha. Maaf yah, yang ngerasa kali ada yang familier dengan judulnya tapi kok rasanya beda.

Barangkali, judul post kamu tuh yang saya pakai :P

Misalnya nih.
Hari ini di Feedly saya terlihat ada yang menulis tentang "Punya Anak Kinestetis itu Seru." Hehehe. Maaf ya, yang punya artikel. Saya jadikan contoh :D 
Nah, ini bisa ditwist, misalnya untuk anak visual dan auditori.

Contoh lain.
Ada artikel "Tip Menata Ruang Kerja di Rumah"
Nah, bisa jadi "Tip Menata Meja Kantor supaya Mood Tetap Terjaga"
Atau, "Barang Apa Saja yang Harus Ada di Sebuah Ruang Kerja di Rumah" itu juga bisa.

Namun, harap diingat ya. Nggak semua orang terima kalau idenya ini diadopsi dan ditwist. Teman-teman mesti bisa mengenali, mana orang yang selow dan mana yang nggak suka idenya di-"pinjam".

Kalau saya sih, kalau umpamanya memang kenal dengan baik dan bisa saya hubungi personal, maka saya akan tanya, "Eh, artikel yang ini boleh aku 'pinjem' gak?"
Biasanya sih boleh.
Perlu dikasih kredit nggak?
Ya, kalau masih mirip-mirip, kasih kredit akan sangat baik sekali. Kalau sama sekali berbeda, ya nggak usah.


5. Update dan republish artikel lama


Nah, soal  mengedit tulisan lama di blog, Mas Ryan pernah menuliskannya di Tulisan Blogger Indonesia; tentang alasan dan bagaimana caranya. Lengkap. Silakan dikunjungi yah.

Ini cocok banget dilakukan kalau kita memang lagi mentok ide. Perbarui saja artikel lama, yang kurang oke, supaya lebih oke.


6. Jadwalkan per topik


Ini saya lakukan kalau saya mau mengupdate blog yang rada nyampur bahasannya, seperti Bicara Perempuan, Si Momot, dan Mama Rempong.

Saya menjadwalkan, misalnya Senin saya akan update topik Karier di BiPer, Kecantikan di Si Momot, dan Opini di Mama Rempong. Selasa untuk update topik lain lagi.

Nah, saya biasanya menggunakan Editorial Calendar untuk membantu saya mengelola konten-konten ini.

Kebetulan saya memang lagi fokus ternak blog sih. Hahaha. Untuk apa? Ada deh. Doain saja yah.

Kamu juga bisa menggunakan penjadwalan ini terutama kalau blog kamu adalah lifestyle blog alias blog gado-gado alias campur-campur, agar semua topik terisi dengan baik. Dengan penjadwalan ini, percaya deh, you will come up with more ideas. Dengan catatan, kamu juga rutin melakukan brainstorming ide. Cukup 30 menit doang, misalnya setiap minggu kok. Menyempatkan diri 30 menit brainstorming, kamu sudah bisa 'menghemat' waktu di weekdays, karena topik-topik kamu sudah siap tulis semua. Apalagi kalau dalam brainstorming itu, kamu juga sudah sekalian dengan menulis outline.


7. Cari writing prompt


Nah, ini kalau di sini sepertinya belum banyak.

Prompt adalah "pancingan", trigger ide untuk menulis. Saya biasa menggunakan writing prompt ini saat sedang belajar menulis Flashfiction bareng teman-teman di Monday Flashfiction dulu. Lumayan efektif lo. Kadang writing prompt ini berupa satu kata aja, atau bahkan gambar. Dan kita dibebaskan mengembangkannya seliarnya.

Writing prompt ini misalnya seperti Masih Kekurangan Ide? 30 Ide Blogpost Buat Sebulan Ini Bisa Kamu Pakai! ini, yang saya tulis untuk bantu teman-teman yang kekurangan ide menulis.

Di Twitter Kumpulan Emak Blogger (@emak2blogger), itu juga pernah ngasih banyak prompt. Ada Ide Artikel Parenting ini, ataupun 31 #IdeBlogpost buat sebulan ini. Sementara masih di Chirpstory ya. Nanti kalau sudah keangkut ke webnya, saya akan update lagi.

Nah, tuh sudah ada sekitar 90-an writing prompts tuh. Banyak kan? Bookmark, dan tengok kapanpun kamu butuh. Pilih saja yang mana yang paling masuk ke mood kamu.

Kapan-kapan, pengin juga sih bikin writing prompt untuk masing-masing niche di sini. Duh, nggak berani janji tapi. Utang saya juga masih banyak hahahaha ... List guest post aja belum saya jabanin satu per satu euy!


Kesimpulan


Masih saja beranggapan, bahwa penulis itu bisa kekurangan ide?

Semoga sekarang sudah berubah ya. Hehehe. Jangan menyerah sama ide. Percayalah, semakin lama ditunggu, semakin lama pula ide itu akan datang. Jemput aja. Nanti dia akan berbaris di depan pintu, sampai kita malah bingung kapan eksekusinya.

Eh, itu mah saya ding.

3 komentar:

  1. Sebagai blogger ataupun penulis pemula, 'kekurangan ide' sering menjadi masalah utama sih. Semoga saya bisa belajar banyak dari blog mbak ^^

    BalasHapus
  2. Wih Mak Carra lagi ternak blog nih. Membayangkan mengurus banyak blog, susahnyaaaa. Jadi inget blogku yang di blogspot, udah lamaaaa banget nggak update.

    BalasHapus
  3. Ide biasanya banyak mba tapi eksekusinya yang kadang bikin malas

    BalasHapus