• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri

Ini Dia 10 Font Paling Populer di Kalangan Desainer Grafis

Karakter sebuah artwork desain grafis--terutama yang berupa komunikasi visual--tak akan lepas dari font. Karena, meski picture talks, tapi informasi utama biasanya tersampaikan melalui tulisan.
Font sendiri bisa banget menentukan karakter sebuah desain grafis. Jadi, selain berfungsi untuk menyampaikan pesan, font juga bisa menjadi elemen desain tersendiri.

Di dunia ini ada buanyak sekali font. Mungkin jutaan ya. Tapi, dari semua font tersebut, ternyata hanya 10 saja yang paling banyak digunakan, terutama oleh para desainer grafis.

Kenapa 10 font ini? Karena bentuknya sederhana, sehingga kalau dipakai dalam penyusunan kalimat dan kata dalam sebuah artwork desain grafis, biasanya juga mudah terbaca meski dari kejauhan sekalipun.

Font apa saja sih yang paling populer ini? Ini dia.

10 font paling populer dan paling banyak digunakan oleh para desainer grafis, dan sedikit sejarah mengenainya

1. Helvetica (Max Miedinger, 1957)






Ya, Helvetica barangkali adalah font paling populer dan paling banyak dipergunakan di seluruh dunia. Helvetica ini simpel dan desainnya modern, tapi sekaligus everlasting.

2. Baskerville (John Baskerville, 1757)










John Baskerville mendesain typeface ini karena dia kurang puas dengan font Caslon yang saat itu sedang ngehits. Baskerville dikatakan sebagai font gaya transisi, antara Caslon yang klasik dengan Bodoni yang modern.

Dalam perkembangannya, font Baskerville didesain ulang supaya tampak lebih elegan hingga melahirkan font New Baskerville.

3. Times (Stanley Morison, 1931)




Manajer harian The Times, William Lints-Smith, mendapatkan kritik dari Stanley Morison untuk typeface atau font yang mereka gunakan dalam surat kabar mereka yang beredar di London. Lints-Smith lantas merekrut Morison agar membuatkan mereka font yang sesuai dengan image The Times.

Morison akhirnya mendesain satu bentuk font baru, yang dinamainya Times New Roman, yang menggantikan font lama, Times Old Roman. Kini Times New Roman merupakan salah satu font yang pualing banyak digunakan.

4. Akzidenz Grotesk (Brethold Type Foundry, 1896)


























Font ini mendapatkan pengaruh dari beberapa font yang lebih terkenal sebelumnya, seperti Frutiger dan Helvetica.

Font ini disukai karena punya variasi ketebalan yang sangat luas, terutama setelah dikembangkan lagi oleh Gunter Gerhard Lange di tahun 1950-an.

5. Gotham (Hoefler and Frere- Jones, 2000)


























Dirilis di tahun 2000, Gotham merupakan pengembangan dari font lama, Gothic, hingga kemudian font ini berkembang dan disukai oleh para desainer grafis karena gaya modern dan simplicity-nya.

Font ini juga menjadi font "resmi" untuk berbagai poster dan komunikasi visual selama kampanye Presiden Obama tahun 2008 lo.

6. Bodoni (Giambattista Bodoni, 1790)




Bodoni mendesain font ini di abad ke-18 di kastel milik Duke Ferdinand of Bourbon-Parma, yang sangat mengagumi hasil karya tangan Bodoni sehingga mengizinkannya untuk membuat kantor percetakan sendiri di dalam kastelnya.

Tahun 1920-an, Morris Fuller Benton mendesain ulang font ini, sehingga style-nya menjadi lebih indah dan elegan lagi. Font ini digunakan dalam berbagai poster film Goodfellas, yang dibintangi oleh Robert De Niro, Ray Liotta dan Joe Pesci.

7. Didot (Firmin Didot, 1784-1811)




Didot merupakan font alternatif Bodoni yang sama populernya, yang dirilis juga kurang lebih dalam waktu yang sama.

Font ini pada dasarnya merupakan versi lebih langsing dari Bodoni sih, sekaligus mengambil sedikit inspirasi juga dari Baskerville.

8. Futura (Paul Renner, 1927)




Didesain tahun 1920-an, Futura menjadi semacam patokan (benchmarking) untuk para desainer penggemar font geometric sans.

Sampai sekarang, font ini hampir selalu digunakan dalam setiap karya komunikasi visual. Volkswagen saja nggak pernah ganti, selalu menggunakan font ini dalam logonya.

9. Gill Sans (Eric Gill, 1928)




Disebut juga sebagai English Font, Gill Sans didesain oleh Eric Gill, yang banyak bekerja dengan Edward Johnston--yang menciptakan font Johnston untuk dipakai oleh media London Underground secara eksklusif.

Gill Sans disukai oleh para desainer grafis karena variasi dan ketebalannya yang beragam.

10. Frutiger (Adrian Frutiger, 1977)




Font ini didesain oleh Adrian Frutiger untuk desain signage bandara baru Paris tahun 1977. Tadinya sih Frutiger sudah mendesain font yang dinamainya Univers, namun katanya font-nya terlalu kaku dan geometris. Kurang luwes gitu deh.

Maka kemudian, font ini pun muncul.


Nah, kamu sendiri suka pakai font yang mana sih? Dan, kenapa suka pakai font tersebut?
Share di kolom komen ya!
Share
Tweet
Pin
Share
6 comments

 



Hola~
Hari ini mau bagi beberapa free template PowerPoint alias template gratisan yang bisa kamu pakai untuk presentasi yang lebih cetar nih.

Siapa tahu ada yang butuh untuk mempresentasikan sesuatu, atau mau jadi pemateri workshop, talkshow, or whatever.

Template PowerPoint yang saya share ini benar-benar haratis tis, boleh dipakai untuk keperluan pribadi maupun komersial. Freebies abis deh pokoknya.

Siapa sih yang punya waktu buat bikin presentasi from the scratch? Iya nggak sih? Ga sempat! Hahaha. Makanya dengan adanya beberapa template PowerPoint siap pakai ini, jadi gampang deh. Lebih menyingkat waktu, tinggal masukkan saja data-data yang kita punya, customize dikit ... jadi deh!

Untuk sekarang, saya kasih 5 template PowerPoint dulu ya. Ntar kapan-kapan saya bikin lagi kalau terkumpul lagi.

Here we go.

5 Template PowerPoint gratis download

1. Power – Dynamic Animated PowerPoint Template



Sudah lengkap dengan animasi transisi yang dinamis nih. Kualitas premium dengan kurang lebih 20-an slide. Boleh dipakai untuk personal maupun commercial use.

Download di sini.


2. Free Animated Business Infographics 



Isi template PowerPoint yang ini nih terdiri atas slide-slide berisi infografis cakep-cakep yang customizable. Bagus buat yang mau presentasi data-data statistik gitu deh.

Download di sini.


3. Free Business Strategy Powerpoint Template



Terdiri atas slide-slide minimalis yang serbaguna banget untuk kamu gunakan sebagai presentasi yang profesional. Sudah dilengkapi dengan animasi transisi yang cakep-cakep.

Download di sini.


4. JD – Personal Powerpoint Presentation Template



Template PowerPoint lain yang juga free tapi terlihat keren bat adalah yang ini nih. Ini cocok buat kamu yang mau mempresentasikan diri atau portofolio. Cocok buat freelancers nih.

Download di sini.

5. Vega – Animated PowerPoint Template Free



Template free yang colorful dan edgy ini bisa kamu pakai supaya presentasi kamu lebih renyah dan meriah. Ada 80 slide nih di dalamnya. Banyak kan? Gampang di-customize juga.

Download di sini.


Oke, itu dia 5 template PowerPoint gratis yang bisa saya rekomendasikan untuk kali ini.
Kapan-kapan saya tambah lagi, yes?

Selamat download dan bikin presentasi yang cetar!

Share
Tweet
Pin
Share
6 comments


Mungkin masih banyak dari kamu yang masih kurang paham, apa itu infografis. Secara sederhana, infografis merupakan ilustrasi yang disediakan dalam bentuk grafik, tabel atau diagram yang digunakan untuk menyampaikan informasi dengan lebih mudah. Infografis ini merupakan salah satu bentuk konten visual yang bisa ditambahkan di blog kamu, untuk memperkaya isinya.

Biasanya infografis yang ada memakai teks dengan jumlah yang sedikit namun tetap mudah dimengerti oleh pembaca, dan justru lebih banyak visualisasi. Tujuan utamanya memberi informasi penting dan rinci untuk sebuah subjek yang kompleks.

Mengapa infografis penting? Karena informasi yang disampaikan lebih mudah diterima pembaca walaupun hanya memakai selebaran sederhana dengan data yang telah disusun sedemikian rupa. Sebab, banyak orang yang tidak memiliki banyak waktu untuk membaca artikel akan suatu subjek yang dibahas terlebih jika topiknya cukup kompleks. 

Tip Sederhana Membuat Infografis

Keberadaan infografis sangat penting, terutama buat pihak yang punya tujuan mengedukasi dengan konten. Misalnya saja, pemerintah, peneliti, brand, perusahaan dan lainnya. Kamu bisa lihat, sekarang akun-akun pemerintah lebih banyak berbicara dengan infografis ini, ya kan?

Saya rasa, bloger juga perlu untuk tahu bagaimana cara membuat infografis ini, karena kadang, dengan visual, kamu bisa menjelaskan sesuatu dengan lebih baik.

Sayangnya, bikin infografi itu memang enggak mudah. Selain kamu harus bisa berpikir secara terstruktur, kamu pun harus sedikit banyak punya taste desain, supaya desain infografismu bisa kompak dan enak dilihat. Saya sih sering mengamati, nggak semua infografis yang ada berhasil menyajikan informasi yang dibutuhkan atau mampu dibuat dengan baik. 

So, hmm, memang agak rumit buat dijelaskan dalam satu artikel kecuali bisa praktik beneran, tapi langkah-langkah berikut ini bisa kamu coba.

Step by Step Membuat Infografis

1. Buat Headline yang Menarik

Headline atau judul dari sebuah infografis harus dibuat dengan baik dan menarik. Anda bisa memakai kata-kata yang persuasif atau menakutkan pembaca. Namun, pastikan headline yang dipakai sesuai dengan isi yang ingin disampaikan.

Selain itu, buatlah headline yang menggambar isi dari infografis tersebut sehingga pembaca dapat memahami sekilas isinya. Ketika tertarik maka mereka dengan sendirinya akan membaca infografis tersebut untuk lebih lanjut.

Gunakan juga font, ukuran font, dan warna pada headline yang menarik dan mencolok sehingga perhatian pembaca cepat tertuju pada headline tersebut. Karenanya pilih font yang mudah dibaca beserta paduan warna yang pas agar semakin nyaman dilihat.

2. Sediakan Ruang Kosong yang Banyak

Tip berikutnya adalah dengan menyediakan banyak ruang kosong (latar putih) pada infografis tersebut. Istilahnya negative space.

Mengapa? Karena setiap infografis yang isinya padat akan terlihat sumpek sehingga menurunkan minat orang untuk membaca infografis ini secara mendetail.

Nggak mudah memang, tapi bisa kok dilakukan dengan memanfaatkan tabel, diagram, ataupun gambar yang mewakili informasi penting dari infografis tersebut. Kamu bisa memakai satu atau beberapa chart dan gambar sekaligus. Namun, pastikan letaknya disesuaikan agar tidak tumpang tindih ataupun terlalu berdekatan sehingga membuat pembaca menjadi kebingungan.

3. Buatlah Infografis yang Sesuai dengan Target Audiens Tertentu 

Infografis bisa digunakan oleh siapa saja baik itu untuk kepentingan sosial ataupun bisnis. Seorang pemilik bisnis juga bisa memakai alat ini sebagai media kampanye digital marketingnya. Infografis juga terbukti memberikan hasil yang baik untuk pemasaran.

Nah, sebagai bloger, pastinya kamu punya dong target pembaca. So, buatlah infografis yang telah disesuaikan dengan target audiens yang kamu inginkan, karena setiap kelompok target pembaca biasanya memiliki preferensi berbeda.

Misalnya saja, jika kamu hendak membuat infografis dengan target untuk perempuan, maka kamu bisa menggunakan warna dominan yang feminin. Pink, misalnya. Atau, biru pastel, dan sebagainya. Font-nya juga yang lebih luwes, misalnya jenis script.

Untuk target pembaca pria, warnanya akan lebih maskulin, lebih bold. Misalnya dengan dominasi warna hitam atau biru tua.

4. Gunakan Teks Seminimal Mungkin dan Perbanyak Gambar

Pemakaian infografis yang baik diisi dengan teks dan gambar yang pas. Namun, umumnya infografis hanya memakai teks dengan total sekitar 30% dari keseluruhan konten. Sedangkan, lebihnya memakai grafik, bagan, diagram, ataupun gambar.

Kenapa begitu? Ya karena ini infografis, bukan tesis. #ehgimana

Manusia itu lebih cepat mengolah data dalam bentuk gambar, makanya infografis ini ada. Karenanya, ya harus dominasi gambar, bukan teks. Kalau teks ya jadi kayak postingan blog lagi dong.

Jangan lupa menaruh sumber informasi yang diambil pada infografis tersebut, terlebih jika kamu memakai data dari lembaga resmi di dunia.

5. Fokus

Tips selanjutnya adalah fokus pada inti pembahasan. Jadi, jika kamu ingin menyampaikan informasi tentang produk kopi di Indonesia, maka buatlah infografis yang hanya membahas hal tersebut.

Jangan gunakan topik yang berbeda-beda pada satu infografis karena hasil akhirnya akan sangat panjang dan menjadi sulit dipahami.

6. Informasi Mengalir Layaknya Cerita

Kamu bisa membuat infografis yang menarik dan memiliki alur informasi yang teratur dan kronologis layaknya cerita. Hal ini mudah dilakukan dan bisa dipadukan baik dengan teks dan gambar. 

Kamu bisa memakai nomor untuk beberapa pokok informasi mengarahkan pembaca. Cara ini lazim digunakan agar target pembacamu dapat membaca infografis ini dengan mudah.

7. Bisa Dibuat dengan Mudah

Infografis tidak memiliki batasan. Maksudnya, kamu bisa memakai kreativitas semaksimal mungkin untuk membuatnya. Kamu dapat menuliskannya sendiri dengan tangan atau memakai komputer. Mau pakai Powerpoint, Ilustrator, Corel, bahkan Canva juga nggak masalah.

Pakailah yang paling mudah buatmu. Tidak ada yang salah dengan cara apa pun, yang penting  hasilnya baik, isi informasinya jelas, dan desain yang dibuat dapat menarik perhatian audiens dengan baik.

8. Jangan Lupa Lengkapi dengan Logo atau URL Website

Semua infografis yang kamu buat haruslah diselipi dengan logo atau URL Website yang kamu punya. Jangan sampai lupa ya.

Hal ini dilakukan agar kalau infografis ini di-share ke berbagai akun website ataupun media sosial, kita pun jadi ikut terkredit sebagai pembuatnya. Jadi, infografis ini bisa dipakai untuk mengenalkan blog kamu. Lumayan kan, eksis di akun orang?


Nah, semoga sedikit tip membuat infografis di atas bisa membantu ya. Kalau kamu masih kesusahan, ya mending cari orang profesional saja untuk melakukannya. Tinggal terima beres, yekan?


Share
Tweet
Pin
Share
2 comments
7 TED Talks yang Wajib Ditonton oleh Para Desainer (Wanna-Bes)


Belajar itu bisa dari mana pun! Setuju? Saya sih setuju. Saya sudah menjalaninya sendiri untuk menjadi seorang desainer grafis, meski ya masih amatir.

Sejujurnya, saya nggak pernah belajar desain grafis secara khusus. Ada sih beberapa kali ikut kursus, tapi saya malah justru lebih berkembang saat saya belajar sendiri secara otodidak atau lewat buku.

Latar belakang pendidikan saya adalah arsitektur. Mungkin itu sedikit banyak memberi saya dasar desain. Tapi dalam pengembangannya, akhirnya ya tetap saja beda.

Sampai sekarang, saya terus belajar. Otak saya yang sudah mulai uzur kadang ya ngos-ngosan saya paksa untuk update dan upgrade skill. Beberapa hal saya memang mentok, ya sudah enggak apa-apa. Saya toh nggak pernah ngotot untuk sempurna.

Tapi saya selalu suka mendapatkan pengetahuan baru, terutama yang berkaitan dengan desain. Salah satunya belajar dengan menonton video-video TED Talks.

Ada yang belum tahu TED?

TED (Technology, Entertainment, Design) adalah sebuah organisasi media nirlaba yang mengunggah presentasi secara gratis yang didistribusikan secara online, di bawah slogan "ideas worth spreading". TED didirikan pada Februari 1984 sebagai sebuah konferensi, yang diadakan tahunan semenjak 1990. Perhatian awal TED adalah teknologi dan desain, sesuai dengan asal Silicon Valley-nya, namun belakangan ini lebih melebarkan fokusnya dan merangkum presentasi di berbagai topik akademis, budaya, dan ilmiah.
Begitu penjelasan dari Wikipedia.

Penjelasan lebih lanjutnya langsung baca aja di Wikipedia. Pokoknya banyak alasan untuk nonton TED Talks ini.

Nah, saya punya 7 video TED Talks yang wajib tonton untuk para desainer (wanna-bes)--maksudnya untuk mereka yang memang sudah berprofesi sebagai desainer atau mereka yang pengin menjadi desainer. Desainer apa? Desainer apa pun. Kita bisa ambil banyak pelajaran dari para speaker yang sangat expert di bidangnya masing-masing ini.


7 Video TED Talks yang wajib tonton untuk para desainer

1. “How giant websites design for you (and a billion others, too)” by Margaret Gould Stewart





Facebook "like" dan "share" button adalah elemen desain yang paling banyak dipergunakan sekarang ini. Tombol ini dipakai lebih dari 22 miliar kali dalam sehari.

Margaret Gould Stewart adalah product design director Facebook, dan membagikan pengalamannya saat harus memberi solusi dengan elemen desain kecil tapi punya dampak besar.

2. “The stories behind The New Yorker’s iconic covers” by Françoise Mouly




Saya selalu mengagumi cover-cover majalah The New Yorker. Iya, saya nggak bisa langganan, tapi ya kan boleh saya kagum.

Sangat khas! Silakan googling aja, kalau ada yang belum pernah liat ya. Saya akan bahas khusus kapan-kapan aja deh.

Françoise Mouly adalah The New Yorker's art director, dan ia bercerita banyak mengenai proses desain yang harus ia lalui setiap kali edisi baru akan terbit. Worth to watch!


3. “The secret language of letter design” by Martina Flor




Setiap hari kita melihat typografi art di sekitar kita. Ternyata semua bentuk, warna, garis, tekstur dan segala elemen desain dalam signages yang ada di sekitar kita itu nggak cuma asal dibikin. There are a lot of things beyond!

Martina Flor, seorang letter artist, menjelaskannya untuk kita. Video ini dalam bahasa Spanyol ya, tapi tenang, ada kok subtitles Inggrisnya.


4. “How Airbnb designs for trust” by Joe Gebbia




Joe Gebbia adalah cofounder Airbnb. Ia mempertaruhkan brand-nya akan konsep bahwa orang dapat trust each other enough untuk menginap di rumah orang asing.

Hmmm, padahal ada yang namanya stranger-danger thing kan ya? Bagaimana ia memecahkan permasalahan ini? Through good design.


5. “Where joy hides and how to find it” by Ingrid Fetell Lee





Ternyata desain itu nggak hanya harus bisa menyelesaikan permasalahan dan memberi solusi. Ada satu tugas lagi yang harus diselesaikan oleh seorang desainer: membawa rasa exciting atau "joy" bagi mereka yang menikmati desainnya.

Owh. Tugas berat!

Tapi coba ikuti ulasan Ingrid Fatell Lee, mengenai elemen desain apa saja yang akan menimbulkan perasaan senang ini? Ternyata kayak gini nggak sekadar just popped out of designer's head. Ada teorinya, ada ilmunya lo.


6. “The first secret of design is… noticing” by Tony Fadell





Bagi para desainer, tahap "mengamati" adalah tahap terpenting dalam proses desain. Bagaimana kita membuat sesuatu menjadi lebih baik, itu bisa kita dapatkan dari pengamatan.

Tony Fadell, the man behind iPod dan Nest thermostat sharing "the art of noticing" di video ini.

7. “You are fluent in this language (and don’t even know it) by Christoph Niemann




Picture talks 1000 words.

Setuju nggak dengan pernyataan ini? Enggak? Coba ikuti sharing Christoph Niemann, seorang ilustrator profesional, ini.

Without realizing it, we're fluent in the language of pictures.

Gitu katanya. Bener nggak sih? Saya bilang sih bener, apalagi setelah mengikuti ulasannya di video ini. Manggut-manggut aja sayanya, sambil ketawa-ketiwi karena Niemann ini sepertinya juga berbakat menjadi seorang stand up comedian :)))


Nah, itu dia 7 video wajib tonton untuk kamu yang sudah ataupun belum dan pengin menjadi seorang desainer.

Memang semuanya dalam bahasa Inggris sih. Tapi saya sendiri cukup bisa kok mengikutinya. Lagi pula semua dilengkapi juga dengan subtitles, meski bahasa pengantar yang dipakai oleh speakernya juga bahasa Inggris.

Keren bat dah, pokoknya.

Nanti kalau ada lagi, saya akan update lagi ;)

Have fun nonton!

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Republished: 25 Aplikasi Android untuk Edit Foto dan Bikin Artwork yang Cantik dan Mudah Digunakan



Halo, para designer-wanna-be! Atau siapa pun kamu yang suka utak atik foto dan artworks ala-ala buat dipamerin di media sosial.

Ini ada beberapa aplikasi Android yang bisa kamu gunakan untuk mendesain artwork dan mengedit foto ina inu yang paling user-friendly, alias mudah digunakan.

Berikut ini adalah list-nya, sudah dikelompokkan berdasarkan kegunaannya. Silakan dicoba aja. Saya mah sekadar ngumpulin. Untuk penggunaan aplikasi Android ini, mana yang lebih mudah dipakai dan hasilnya lebih bagus, tergantung preferensi masing-masing.

Aplikasi Android untuk edit foto

1. PicsArt



Aplikasi Android untuk photo editing yang keren dengan segala efek, filter, clipart, dan stickers nan unyu-unyu. Pasti banyak yang sudah coba juga ya.

Download di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.picsart.studio


2. Pxlr



Hampir sama dengam PicsArt nih. Pxlr punya banyak fffects, filters, dan overlays yang keren-keren.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.pixlr.express


3. Adobe Photoshop Express



Ini sih agak beda dengan PicsArt ya. Lebih ke "membetulkan foto yang salah" gitu deh. Ya kayak Photoshop yang desktop, tapi tentunya nggak selengkap itu juga.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.adobe.psmobile


4. Adobe Photoshop Lightroom CC



Ini juga lebih ke memperbaiki foto. Saya sih suka pake ini. Karena filtersnya pas banget.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.adobe.lrmobile


5. Air Brush



Punya effects, filters, dan berbagai fitur yang beda dengan aplikasi Android yang lain. Cobain aja sendiri yah. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.magicv.airbrush


6. Color Touch Effects



Nah, ini buat recoloring foto nih, oke banget. Fotonya jadi unik-unik gitu deh, kalau kamu bisa nemuin formula yang pas.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.appspot.swisscodemonkeys.paintfx


7. Toolwiz Photos



Ini aplikasi Android pro editor dengan lebih dari 200 tool keren-keren yang bisa kamu cobain nih.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.btows.photo


8. Adobe Photoshop Mix



Aplikasi Android yang ini bagus banget buat ngemix foto hingga jadi digital artwork oke bat.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.adobe.photoshopmix


9. ColorPop Effects



Buat kamu yang suka ngulik foto BW nih, aplikasi Android ini keren deh. Cobain!

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tasnim.colorsplash


10. Desy.gner



It's a design app with 100k+ layouts and templates.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.delgeo.desygner


Aplikasi Android untuk melukis, nggambar alias sketching

1. ibis Paint X



Ini social drawing apps. Kamu bisa nggambar, terus share di community-nya.  Mayan buat nambah-nambah kenalan baru seminat pan. 

Download di sini:https://play.google.com/store/apps/details?id=jp.ne.ibis.ibispaintx.app

2. Sketchbook



Ya, buat apa lagi kalau bukan buat menggambar?

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.adsk.sketchbook

3. Sketch



Masih sama fungsinya dengan aplikasi Android yang di atas. Kamu bisa pilih yang paling nyaman aja kamu pakai. Ada community-nya juga. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.sonymobile.sketch

4. MediBang Paint



Buat yang mau coba belajar bikin komik, nih, aplikasi Android ini bisa dicobain.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.medibang.android.paint.tablet

5. Adobe Illustrator Draw



Buat mendesain vector artworks yang pakai drawing layers dan lebih detail. Ada banyak jenis pen tips, shape stencils, and vector shapes yang bisa kamu pakai.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.adobe.creativeapps.draw

6. PaperDraw



Yang suka ngedoodle, bisa coba aplikasi Android ini nih. Tapi bisa juga bikin gambar yang lain sih.
Silakan dipergunakan sekreatif mungkin ya. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.eyewind.paperone

7. Infinite Painter



Katanya sih ini one superior painting apps. Saya belum pernah coba, tapi kali ada yang mau cobain pakai. Let me know what you think ya!

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.brakefield.painter

8. Infinite Design



Ini juga untuk level advance keknya ya. Saya juga belum cobain, sila kalau ada yang mau coba yah. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.brakefield.idfree


9. PicsArt Color Paint



Buat bikin digital illustrations oke banget nih!
Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.picsart.draw


Aplikasi Android untuk font

1. iFont



Buat yang suka bikin typografi art, aplikasi Android ini bisa banget dipakai nih.

Download di sini:https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kapp.ifont


2. Font Studio



Aplikasi Android yang juga buat typography art. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.rcplatform.fontphoto


3. Find My Font



Ya, kadang kita liat font, bagus, tapi nggak tahu namanya kan? Coba cari tahu dengan aplikasi Android ini nih. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.softonium.findmyfont


Aplikasi Android untuk ngulik warna

1. Color Grab



Karena warna ijo daun dan ijo lumut itu berbeda. If you know what I mean. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.loomatix.colorgrab


2. Color Reference


Ini kayak Colourlovers itu deh, kurang lebih. 

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.dmena.colorreference


3. Color Harmony



Masih sama, nih, aplikasi Android untuk color matcher.

Download di sini: https://play.google.com/store/apps/details?id=pl.powsty.colorharmony


Barangkali ada yang nanya, Canva dan Snapseed kok nggak masuk?
Sengaja, soalnya ya ... kayaknya sudah dipake sejuta umat pan. Buat apa dishare lagi kan? Hehehe :D

Yah, kapan-kapan ada tambahan, saya update lagi.
Semoga bermanfaat!
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Tools membuat newsletter


Newsletter bisa jadi salah satu cara untuk content marketing; "menggiring" orang untuk datang ke blog/website kita, selain pastinya bisa jadi media promosi produk.

Iya, kalau kamu member di ecommerce, terus pas signup, kamu akan dimintai email, betul? Dan, kemudian tahu-tahu aja kamu dapat email penawaran ini itu, dalam layout yang tsakeup. Nah, itu dia yang mau dibahas sekarang ini.

Yes, cara ini sebenarnya juga bisa kamu lakukan untuk melakukan content marketing terhadap blogmu. Hanya saja, konten blogmu memang benar-benar harus kuat, sehingga kamu bisa build up email list yang bagus.

Blog ini sebenarnya sudah berhasil collect 1000++ email dari teman-teman yang sudah subscribe. Sudah beberapa kali juga saya bikin newsletter, dan statistiknya sangat baik. Sebagian besar mau buka, dan mau membaca artikel-artikel yang saya tawarkan. Cukup signifikan sih rate-nya. Sayangnya, saya sekarang belum punya waktu lagi buat bikin newsletter *sigh* Yeah, seharusnya alasan sibuk sih enggak boleh dijadikan excuse.

Tapi ya, apa daya. Carra hanya manusia biasa.
Halahpret.

Nah, buat kamu yang pengin juga building email list untuk readership blogmu, selain harus membuat konten yang benar-benar kuat, kamu harus juga bisa ngedesain newsletter-nya biar keren dan enak dilihat.

Tenang, meski namanya "ngedesain" tapi sebenarnya kamu bisa melakukannya dengan zero design knowledge kok, karena tinggal plek-plek-plek aja tanpa terlalu banyak effort.

Berikut ini adalah beberapa tools yang saya rekomendasikan dan bisa kamu pakai untuk membantumu ngedesain dan membuat newsletter.

Disclaimer: Ini bukan artikel berbayar ya, semua murni rekomendasi dari pengalaman.

Tool untuk Membuat Newsletter


1. Reallygoodemails

Membuat newsletter - reallygoodemails


Reallygoodemails bisa jadi alternatif pertama. Template-nya tsakeup-tsakeup, dan jumlahnya ribuan. Bisa kamu pakai secara gratis.

Buat kamu yang pengin customized, templatenya juga bisa diulik dengan HTML. Jangan cuma pakai templatenya aja, tip-tip email marketing di situs ini juga bagus-bagus, Mesti baca deh, kalau kamu pengin meningkatkan CTR di email marketingmu.


2. Dyspatch

Membuat newsletter - dyspatch

Membuat newsletter di Dyspatch lebih simpel lagi sih menurut saya. Enggak perlu signup, kita bisa langsung utak-atik. Ya paling pas export aja sih, kita mesti masukin email. Setelah itu, kita bisa copy HTML-nya.

Mind you, nanti kamu harus kopasin code HTML newsletter ini di emailmu ya. Misal kamu pakai Gmail, kalau mau gampang, pasang addon aja kalau kamu pakai Chrome. Bisa pakai Free HTML Editor for Gmail atau yang semacamnya.


3. Mailchimp

Membuat newsletter - Mailchimp

And then of course, Mailchimp. Andalan banget, karena semua yang diperlukan sudah terintegrasi dengan baik di dalamnya.

Kita bisa langsung masukkan database email dari Excel, lalu kelompokkan menurut niche (kalau ada). Setelah itu langsung bisa bikin desainnya. Kalau tools yang lain, kadang kita perlu tambahan tools lagi untuk preview apakah desainnya udah bener dan bagus, kalau di Mailchimp semua sudah terintegrasi di dalamnya. Kita bisa preview dan sekaligus kirim test email ke email sendiri.

Kalau udah bener semua, baru deh blasting.

Saya sudah pakai Mailchimp ini untuk akun pribadi juga akun kerjaan. Kalau kamu pakai Wordpress, ada plugins-nya juga, tapi dibundling sama WooCommerce. So, mending kamu desain sendiri saja di luar, soalnya kalau blogmu bukan ecommerce kan ya ngapain install WooCommerce. Ntar malah jadi lola.

Membuat newsletter - MailPoet


Nah, ngobrolin soal Wordpress, di WP self hosted juga ada plugins newsletter maker. Salah satunya Mailchimp ini, yang lain MailPoet; bisa sekaligus collect email, lalu desain juga, dan bisa kirim test email sebelum blasting. MailPoet ini salah satu yang saya pakai di salah satu web klien, dan ada statistiknya untuk mengevaluasi performanya. Bagus juga, recommended.

Ada beberapa newsletter maker yang lain juga sih, tapi either saya enggak rekomendasikan atau memang saya belum coba. Ntar kalau sudah dicoba dan ternyata recommended, ya nanti saya update lagi deh di sini.

Nah, itu dia beberapa tools yang recommended untuk membuat newsletter.

Pankapan bolehlah kita ngobrolin gimana strategi bikin newsletter yang oke yah. Stay tune!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Kuliah Lagi di Usia Jelang 50: Keputusan Paling Impulsif yang Pernah Kubuat

Ada masa ketika hidup berubah bukan karena rencana, tetapi karena keputusan yang harus diambil. Tahun ini, hidupku berubah cukup banyak. Ada...

Postingan Populer

  • Inspirasi Tema IG Kelas yang Menarik dan Kompak untuk Tampilkan Aktivitas Belajar
    Sekarang ini, banyak kelas mulai punya akun Instagram sendiri. Isinya macam-macam, dari dokumentasi kegiatan, informasi penting, sampai mome...
  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • 7 Cara Menulis Judul Artikel Viral - Praktikkan Setiap Saat!
    Ah, sepinya blog saya ini. Tapi nggak apa-apa. Saya malah menikmatinya. Kayak punya dunia sendiri, yang mau apa-apa terserah saya send...
  • Bagaimana Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita
    5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tuli...
  • Ukuran Feed Instagram 6 Kotak dan Cara Membuatnya Tanpa Ribet
    Eits. Bukan, ini bukan fitur baru. Ada yang nanya soal feed Instagram 6 kotak dari Google, masuk deh ke Console. Hehehe. Iya, ini bukan fitu...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose