• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri



Ternyata masih banyak yang enggak tahu atau belum kenal sama meta search description ini. Padahal ini adalah salah satu elemen terpenting dalam SEO.

Meta description ini sering juga disebut snippet, atau excerpt.


Posisinya memang berada di luar konten, tapi meta search description ini bisa merupakan “wajah kedua” setelah judul yang akan menentukan apakah artikel kita akan menarik orang untuk baca atau enggak.

Ia bahkan juga ikut menentukan sampai di mana artikel kita akan merangkak naik di hasil pencarian Google.


Mari kita kenalan lebih jauh dengan meta search description


Apa Itu Meta Search Description?

Untuk bisa lebih paham mengenai meta search description, kita perlu tahu dulu tentang meta tags.

Meta tags adalah elemen HTML di mana ada tertulis informasi mengenai blog atau web pada search engine dan pada pengunjung web yang datang dari hasil pencarian.

Meta tags ini ada 2, yaitu title tag dan meta description.

Title tag adalah judul, meta description adalah rangkuman singkat mengenai isi artikel yang biasanya muncul di bawah judul, ketika hasil pencarian pada search engine didapatkan.
 





Meta description ini juga akan muncul dengan jelas saat kita share artikel kita di media sosial, di Facebook dan Twitter utamanya.





See? Meta description ini bisa dibilang semacam summary, kesimpulan yang supersingkat mengenai isi artikel secara keseluruhan. Dari sini, pembaca bisa berekspektasi akan apa yang bisa mereka dapatkan dari sebuah artikel hanya dengan membaca meta description ini.

Meta search description ini sebenarnya tidak menjadi ranking signal yang utama untuk penyusunan algoritme Google. Ini menurut Google sendiri ya.

But then again, user experience adalah koentji dalam algoritme Google. Meta description merupakan salah satu elemen dalam user experience, demi menarik pembaca blog lebih banyak dan membuat mereka mau datang untuk membaca.

Jadi, ya tetap penting.

Kalau meta description-nya ngaco, bisa jadi orang ya jadi kurang tertarik untuk datang dan membaca artikel kita. Apalagi kalau apa yang ada di meta search description berbeda dengan isi artikelnya. Sama halnya kayak judul, ya orang jadi merasa tertipu sehingga menghasilkan user experience yang buruk.

Clickbait.


Cara Setting Meta Description


Jadi, bagaimana cara setting meta search description ini?

Bisa beda-beda, tergantung platformnya. Saya akan kasih lihat letaknya di 2 platform yang paling banyak dipakai aja ya, yaitu di Blogspot dan WordPress.

Blogspot

Sebelumnya, pastikan kamu meng-enable setting meta description yang ada di bagian Setting > Search Preferences. Kalau ini masih dalam kondisi Disable, maka kamu enggak akan bisa melakukan setting meta search description pada setiap artikel yang kamu tulis.




Kalau setting di General ini sudah enable, maka kamu akan bisa menemukan si meta search description ini berada di samping kanan kotak tulisnya.

Kayak gini.



Nah, isikan summary singkat di dalam kotaknya. Jangan terlalu panjang ya. Dan ingat, harus mengandung keywords.


Wordpress

Untuk WordPress self-hosted, jika teman-teman sudah punya Yoast SEO, maka posisi si meta description ini ada di bagian bawah kotak tulis. Biasanya ada tulisan “Snippet” di sana.

Seperti ini.


Kalau pakai Rank Math SEO, juga sudah disediakan.



Nah, kalau kamu enggak pasang plugins atau kebetulan ngeblog di WordPress gratisan, meta description bisa diisikan di bagian Excerpt.



Cara menulis meta search description yang deskriptif, bisa menggambarkan isi artikel dan menarik

1. Keywords

Pastikan ada keywords utama dalam meta search description tersebut. Google biasanya menebalkan kata-kata yang mengandung keywords dalam hasil pencariannya.




2. Seberapa panjang bagusnya?

Well, lagi-lagi sih, enggak ada angka pasti. Karena Google juga enggak pernah bahas mengenai meta description ini secara gamblang dan terbuka.

Yang pasti, kalau kepanjangan nanti juga akan diputus sama Google. Ada yang bilang sekitar 140-an karakter. Jadi ya jumlah karakternya kayak tweet lama, sebelum jadi 280 sekarang.

Lebih baik gini aja, biar aman. Jangan kepanjangan, dan usahakan keywords sudah ada di bagian depan kalimat.

Kalau kamu pakai WordPress self-hosted atau yang berbayar, dan sudah ada plugins SEO-nya biasanya sih sudah ada parameter yang bisa dipakai. Kalau kependekan ya merah, kalau kepanjangan ya hijau.


3. Meta search description sebagai iklan utama


Ini yang perlu diingat betul ya.

Meta search description ini kurang lebih fungsinya kek iklan bagi artikel kita. Jadi, pikirkanlah kalimat menarik yang bisa bikin orang penasaran, sekaligus memberikan kesimpulan supersingkat tentang artikelnya

Di sinilah kemampuan copywriting kita diuji


Itu dia sekilas tentang meta search description, bagian kecil dari konten yang ternyata punya peranan besar.

Semoga bermanfaat artikelnya ya.
Share
Tweet
Pin
Share
3 comments


Hae! Judulnya sudah cukup bombastis belom? Wqwqwq. Secara gitu ya, Canva sudah jadi aplikasi sejuta umat. Hahaha.

Yaa, enggak apa sih. Gak masalah kalau kelen juga pakai Canva. Templatenya emang sudah mencukupi kok. Tapi kadang, kalau semua orang udah pakai apps yang sama, jadinya ya, pasaran :))

Saya pribadi udah mulai nih, bosen liatnya. Lha gimana enggak? Saya bikin buat klien 1, eh sebentar saya liat juga desainya yang sama di tempat lain. Yah, jadi berasa nggak eksklusif lagi. Meski template Canva tetap bisa diulik supaya personal, but still ... kadang ya pengin cari yang lain.

Apalagi yang sehari-harinya desainer buat digital marketing.

Repot? Enggaklah.
Demi desain yang eksklusif, tampak mahal. Yekan?

So, ini ada 10 template untuk postingan Instagram yang barangkali kamu bisa coba juga--kalau kamu bosen sama template-template yang ada di Canva. Nguliknya bisa pakai Photoshop, Illustrator, atau Sketch. Ada desain yang untuk postingan feed, ada juga yang untuk Stories. Silakan dicermati masing-masing ya.


10 Template Instagram buat yang NGGAK puas cuma pake Canva

1. Fashion



Template ini cocok buat postingan fashion-fashion gitu deh. Tapi misal pun untuk produk lain juga oke. Buat showcasing produk baru, atau sale.

2. Thank you



Nah, ini template buat kalau akun kita udah mencapai target tertentu, kan suka terus diucapin terima kasih kan ya?

Template ini bisa kamu pakai.

3. Free Social Media Templates Pack



Ini juga cocok untuk promosi produk, event, atau jenis-jenis promosi yang lain. Bentuknya vector ya, jadi sangat artsy sih kalau saya bilang.


4. Free Valentines Banner Templates



Nah, ini buat postingan hari Valentine. Pinkies-pinkies gitu, gemesh.


5. Instagram Stories Template



Template IG Stories ini didesain oleh Maria Brilkova. Style-nya retro-retro gitu. Cocok juga untuk promosi-promosi.


6. Lush: 24 Instagram Templates



Di sini ada 24 templates yang bisa kamu unduh dengan percuma. Tapi mesti subscribe kalau mau download yah.

Nggak usah khawatir, kamu bisa membatalkan subsciption kamu kapan aja kok. Pokoke dapetin templates-nya! :))


7. Lala Puzzle Instagram Templates



Nah, ini nih. Buat kamu yang pengin bawa desain penampilan feed Instagram kamu to the next level. Pakai pola grid is so yesterday!

Coba pakai puzzle!

Nih, tinggal diganti-ganti fotonya sama kata-katanya aja nih. Sok, unduh!


8. Tanska: free Instagram templates collection



Suka banget sama soft shades-nya. Ini cocok buat showcasing product ya, biar enggak sekadar kolase doang gitu. Kek gini dilihat kan lebih cantik, yekan?

Selain buat feed, dalam pack-nya juga ada template untuk Instagram Stories.

9. Pride Social Media Pack – Vol.1



Paketnya ini lebih macem-macem. Ya, kek template-template Canvalah ya. Kamu juga bebas banget mau ganti warna, ganti font, lalala lilili.


10. InstaMask Free Sample



Yang ini desainnya pake masking gitu. Keren bats!
Pasti akan banyak dapet likes deh kalau pakai ini nih.


Nah, gimana, gaes?

Keknya udah banyak kan ya? Nanti pankapan saya kumpulin lagilah ya. Biar nambah koleksi saya juga.

So, have fun designing!
Share
Tweet
Pin
Share
12 comments




Sudah lazimlah ya, kalau ada pemilik atau pengelola bisnis online juga menggunakan konten visual untuk mempromosikan bisnis mereka. Di dunia yang sudah "dirasuki" oleh teknologi canggih semacam sekarang, kayaknya enggak ada bisnis yang enggak menggunakan internet. Dan, konten yang menarik secara visual akan lebih menggaet orang yang melihatnya.

Hal ini karena manusia memang lebih mudah mencerna informasi secara visual. Coba simak infografis dari The Next Scoop ini deh.

Sumber: The Next Scoop

Makanya kan, materi iklan itu kebanyakan terdiri atas visual. Iya, banyak orang memang yang membuat konten visual untuk membantu pemasaran bisnis onlinenya.

Bagaimana dengan bisnis online-mu?

Tapi bikin konten visual enggak sekadar kasih gambar-gambar doang. Di dalamnya, harus ada konsep. Konsep yang bisa membuat orang menengok, dan kemudian "terpaksa" memperhatikan isi pesan dalam kontenmu, dan kemudian mereka akan melakukan aksi. Aksi apa? Ya, membeli produk atau apa pun yang kamu sedang tawarkan.

Prinsipnya kan memang satu doang.
Bikin orang mau beli.


So, supaya konten visualmu lebih menarik dan efektif, simak 10 tip penting yang harus diperhatikan

1. Kreatif

Yah, tip pertama ini memang begitu mudah diucapkan, tapi sulit untuk dilakukan.
Kek janjinya mantan. #ehgimana

Well, enggak bisa banyak yang bisa saya sarankan sih, di tip pertama ini. Di sini memang butuh ketajaman rasa dan juga waktu yang selow untuk eksplorasi lebih.

Tsah.
Udah kedengeran sok iyes belum?

Untuk bisa membuat konten visual yang kreatif, kamu hanya harus gunakan imajinasimu. Konten yang kreatif dan beda akan bisa menarik audiens dengan mudah. Di sini akan perlu kepekaanmu untuk menangkap apa-apa yang sekarang sedang disukai oleh orang-orang.

Jangan meniru konten-konten lain yang pernah dibuat. Kalau kamu membuat sesuatu yang baru dan beda, maka orang lain akan lebih mudah mengingatnya.

Ide kreatif bisa didaptkan dari mana saja. Yang penting, kamu bisa menarik audiens dengan memberikan inspirasi baru.


2. Sesuaikan isi konten dengan kebutuhan calon pelanggan

Konten visual yang kamu buat harus sesuai dengan kebutuhan calon pelangganmu.

Ini hubungannya dengan rencana bisnis online-nya juga sih. Semoga kamu sudah punya rencana bisnis yang matang sebelumnya ya. Semoga bisnismu dibangun berdasarkan kebutuhan calon pelanggan, bukan sekadar "karena saya pengin bisnis ini".

Maksudnya gimana ya? Coba baca artikel di QM Financial ini saja ya. Saya mah enggak terlalu berkompeten di sini, mending baca dari mereka yang lebih ahli.

Jadi, mari kita anggap bisnis online kamu sudah punya rencana bisnis yang matang, dengan menjawab kebutuhan calon pelangganmu.

Maka, agar bisa menyampaikan misi bisnismu, kamu juga harus punya konsep konten visual yang selaras dengan rencana bisnismu itu.

Misalnya, kamu berjualan baju plus size, untuk menjawab kebutuhan para wanita yang punya bodi plus size. Maka, konsep konten visualmu juga harus bertolak dari kebutuhan tersebut.


3. Buat kepo

Kalau kamu langsung menyebarkan poster utama via media sosial, besar kemungkinannya orang akan hanya melihat sekilas. Orang tidak akan terlalu tertarik untuk melihatnya. Efeknya tentu kurang bagus.

Kamu bisa menggunakan teknik khusus untuk menarik perhatian orang. Caranya bisa dengan memberikan petunjuk tersembunyi sebelum poster utama keluar. Misalnya, kamu membuat postingan berisi satu atau dua kalimat yang menunjukkan bahwa akan ada sesuatu yang menarik. Orang yang melihatnya pasti akan jadi penasaran dan menunggu munculnya poster utama.

Contoh aja deh.

Misalnya, untuk konten Instagram nih ya. Buatlah satu seri konten yang nantinya bisa kamu posting secara multiple.

Algoritme Instagram kan sekarang aturannya, kalau ada multiple post lewat di beranda dengan foto pertama belum kita like, nanti beberapa jam kemudian akan lewat lagi dengan slide foto kedua yang kelihatan.

Jadi, ini harus dimanfaatkan.

Buatlah posting dalam bentuk multiple post. Taruhlah, foto pertama dan kedua baru teaser, semacam ngasih pertanyaan-pertanyaan yang bikin orang kepo. Barulah di foto ketiga, nongol penampakan produk kita.

Dengan demikian, orang jadi beberapa kali "terganggu" kan? Jika foto pertama dan kedua cukup menggelitik, pasti deh foto ketiga akan mendapatkan perhatian.

Tinggal gimana kita meramu kontennya aja kan?


4. Berinteraksi dengan follower

Nggak cuma berpromosi melalui konten visual yang kamu sebar doang, kamu juga harus memberi kesempatan audiens untuk bisa berinteraksi langsung denganmu.

Kalau perlu, buatlah agar konten yang kamu pasang bisa disebar oleh follower lewat media sosialnya masing-masing.

Di sinilah perlunya kita juga memposting konten lain selain jualan. Bahkan porsi konten non jualan (atau jualan tapi tipis-tipis banget) ini diusahakan harus lebih besar ketimbang konten jualannya.

Aktiflah membalas komentar-komentar yang ada. Hal ini akan membuat orang lain juga tertarik, sehingga mereka semakin intens berinteraksi denganmu sebagai pemilik atau pengelola bisnis online tersebut.


5. Perfect timing

Di marketing, timing ini pegang peranan penting. Salah timing atau salah momen bisa menyebabkan materi kontenmu akan tertimbun oleh konten yang lain. Atau yang lebih parah, menimbulkan backlash--semacam bullying yang malah balik menyerang kita.

Contoh ya. Pernah saya menyiapkan konten yang mengulas tentang Papua. Namun, ternyata saat itu, Papua sedang dilanda kerusuhan. Maka, dengan terpaksa, konten tentang Papua itu harus dipending, demi menghindari hal-hal yang mungkin tak diinginkan terjadi.

Ini memang erat kaitannya dengan citra. Jadi, sesuaikan dengan citra bisnis online kamu ya.

So, pastikan kamu menayangkan kontenmu di waktu yang tepat.

Nah, soal publishnya, kamu bisa post kontenmu di waktu saat orang-orang banyak membuat media sosial. Misalnya di jam istirahat siang atau sore hari. Kalau dipost di tengah malam, ya pastinya akan lebih sedikit orang yang lihat.


6. Temukan ciri khas

Supaya orang lebih mengenal tentang bisnismu, ada baiknya kamu menentukan ciri khas atau image yang ingin kamu bangun. Misalnya, kalau warna khas brandmu adalah hijau, kamu bisa membuat konten visual yang bernuansa hijau.

Semua video, foto, dan poster yang kamu buat sebaiknya memiliki tema tertentu yang unik. Di sini kamu harus dapat mengembangkan image yang kamu punya.

Untuk apa? Ya supaya pelanggan dan calon pelanggan bisa lebih mengenal merek bisnis dan produkmu.

Yes, ini ada kaitannya dengan branding.
Well, in fact, sedari tadi kita ngomongin branding mulu sih.


7. Konsisten

Konsistensi juga merupakan hal yang penting. Seperti yang sudah disebutkan, kontenmu sebaiknya memiliki ciri khas sendiri. Ciri khas ini harus konsisten kamu masukkan di setiap konten yang kamu buat.

Ya kalau enggak konsisten, ya bakalan susah diingat sih. Gitu aja prinsipnya.

Jadi, begitu kamu menemukan "bahasa" yang pas, gaya yang pas, maka pertahankan, dan jadikan sebagai ciri khas. Tampilkan ciri khas ini di setiap konten visual yang kamu buat.


8. Libatkan follower yang sudah ada untuk menjaring follower baru

Maksudnya gimana dah?

Terkadang, promosi yang dilakukan antarteman lebih efektif daripada promosi yang dilakukan pemilik brand. Di sini, kamu harus bisa membuat agar follower yang sudah ada sekarang itu mau membantumu untuk ikutan menyebarkan konten visual yang sudah kamu buat.

Metode ini terbukti cukup efektif.

Ini banyak dilakukan oleh brand besar. Coca Cola pernah menerapkan trik ini. Mereka meminta follower untuk membuat konten kreatif sendiri menggunakan tagar #ShareaCoke. Dari situ, mereka bisa mendapatkan tambahan exposure, hingga follower pun bertambah 25 juta orang.

Hebat, ya. Tanpa mengeluarkan banyak biaya dan tenaga, mereka bisa mendapatkan hasil yang luar biasa.

Kamu juga bisa. Misalnya, buatlah giveaway atau kontes, yang meminta follower untuk ikut menyebarkan poster mengenai bisnismu. Uliklah sesuatu yang unik dan menarik, agar banyak yang tertarik ikutan. Lalu, pastinya, sediakan hadiah kecil yang juga menarik.


9. Menjaga kualitas

Kualitas konten visual yang berupa gambar dan video menunjukkan bahwa brand bisnis onlinemu profesional dan memiliki standar kualitas yang bagus.

Jangan gunakan foto beresolusi rendah untuk dipajang di media sosial. Yes, you would get judged for whatever you publish on social media nowadays.

Zaman sekarang, kamera handphone juga sudah sangat bagus. Jadi, tak ada alasan lagi nggak punya foto bagus karena nggak punya kamera khusus.


10. Manfaatkan sebanyak mungkin media

Zaman sekarang, banyak sekali media sosial yang digemari orang. Setiap orang memiliki media sosial kesukaannya masing-masing. Kadang mereka bisa punya akun dua atau lebih, bahkan.

So, ada baiknya juga jika kamu mempublish konten visual di berbagai media sosial. Hal ini bertujuan untuk menarik lebih banyak orang.

Kamu juga bisa share kembali kontenmu setelah beberapa waktu. Tambahkan emoji atau teks supaya interaksi kamu dengan follower lebih terasa.


Nah, itu dia 10 tip untuk membuat konten visual yang menarik, sekaligus bikin strategi tipis-tipis untuk marketing bisnis online-mu.

Yang pasti, selalulah berpikir, bahwa bisnis online-mu ada lantaran ingin membantu orang-orang tertentu dengan masalah mereka. Jadikanlah ini sebagai titik tolak untuk mengambil langkah apa pun terkait bisnismu.

Semoga bermanfaat ya.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments


Disclaimer: tulisan ini pernah dimuat sebagai guest post di blog Ranny Afandi.

Apa sih yang bisa membuat sebuah konten itu menjadi begitu menarik dan unik, sehingga worth to read and worth to share?

Konten yang menarik dan unik--menurut saya nih--adalah konten blog yang dibuat secara akurat berdasarkan fakta dan data, original, dan ditulis sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan pembaca (termasuk syukur-syukur bisa memberikan solusi atas masalah pembaca).

Yes, ini adalah jenis konten yang mampu memancing pembacanya untuk memberikan komentar, mau ikutan sharing, dan kemudian mau untuk ikut ngeshare juga agar orang lain juga dapat ikut merasakan manfaatnya.

Konten yang kek gini tuh, tanpa kita terlalu gembar-gembor, tanpa perlu kita minta-minta, akan banyak orang datang untuk baca. Dan, tanpa kita minta pula, mereka dengan senang hati akan ikut ngeshare konten kita sehingga orang lain (yang mungkin berada di luar sirkel kita) bisa ikut baca juga.

Sesuatu banget deh, kalau bisa menulis sampai kek gini. Iya nggak?

Well, berikut ini ada 5 langkah yang bisa kamu lakukan agar bisa menghasilkan konten yang worth to read and worth to share ini


1. Be yourself: Controversial, why not?

Kadang kita terlalu terbius dengan hal-hal yang sedang ngetrend dan dibicarakan oleh banyak orang. Yah, memang nggak ada salahnya sih nulis soal yang lagi ngehits-ngehits kayak gitu.

Yang salah adalah saat kamu menuliskan hal yang sama, dari angle yang biasa aja, yang sama dengan yang juga dibahas oleh orang lain.

Come on, sebenarnya setiap dari kita itu unik kan? Mengapa kamu tak menulis mengenai apa pendapatmu sendiri? Mengenai pikiranmu sendiri? Kemaslah opini kamu, perkuat dengan data dan fakta.

Unpopular opinion? Why not? We need a lot of different insights jika memang pengin belajar dan menambah wawasan.

Kontroversial? Nggak masalah. Selama kamu punya dasar pemikiran yang kuat dan jelas.

Mengenai kontroversi ini, kamu juga harus memahami, bahwa kontroversial itu tidak sama dengan ‘being offensive’. Menulis hal yang kontroversial bukan berarti harus menyerang pihak lain. Selain itu, jangan menulis hal yang kamu nggak pahami. Pastikan kamu paham betul titik persoalannya, baru deh nulis.

Itu yang namanya menulis konten kontroversial. Dan itu nggak masalah.


2. SEO is a must, but quality is the most important thing!

SEO, jelas, itu harus! Bagaimanapun meski kamu menulis konten yang sebagus apa pun, gimana bisa dibaca orang kalau nggak terindeks di Google? Media sosial saja, mungkin nggak cukup.

Namun, nangkring di pejwan tanpa memberikan informasi berharga apa pun pada pembaca, itu juga sama saja bohong. Mungkin kontenmu memang berada di peringkat paling tinggi. Tapi kalau pembacamu merasa tidak menemukan jawaban dalam konten kamu, ya mereka akan pergi.

Boro-boro mau lihat artikel yang lain, mungkin dia juga cuma tinggal beberapa detik saja di blog kamu. Bounce rate jadi tinggi deh.

So, kualitas konten dan optimasi harus seiring sejalan.

Apalagi dengan update Google baru-baru ini. Ada EAT, dan sekarang BERT.

Sudah tahu BERT belum?

Saya sudah berniat pengin bahas BERT sih, tapi sementara masih mengamati situasi, gimana naik turunnya traffic seenggaknya sebulanan, dan gimana reaksi para webmaster. Semoga segera bisa saya tulis. Sementara, baca artikel Moz dulu.

Kek saya paling iyes aja sih. Wqwqwq.


3. Kualitas, kualitas dan kualitas

Setiap kali kamu akan publish konten blog kamu, pastikan beberapa hal berikut sudah benar.

Akurasi

Yang pertama, konten kamu tersebut harus berdasarkan data yang akurat. Kamu menuliskannya berdasarkan pengalaman pribadi? Jujurkah kamu saat menuliskannya? Jika kamu mendapatkan data konten kamu dari sumber yang lain, apakah sumber tersebut bisa dipercaya? Sudah dicek bukan hoax kan? Sudah cantumkan sumber?

Enak dibaca?

Yang kedua, cek typo, ejaan, dan juga tata bahasanya. Membaca konten tulisan yang kebanyakan typo, itu ibaratnya mata kita kelilipan melulu. Apalagi kalau sampai harus menebak-nebak maksud si penulis.

Jangan sampai pembaca bertanya-tanya, ini nulis apa sih?

Atau sampai mereka berpikiran, "So what?" lantaran saking enggak jelasnya maksud kita apa.

Duh, please deh. Baca sekali lagi sebelum kamu publish. Pastikan semua rapi dan bersih dari typo.

It's ok kok kalau gaya nulis kamu enggak sesuai dengan KBBI, enggak baku, dan sebagainya. Bukankah itu yang jadi salah satu keunggulan blog? Gayanya personal? Kalau terlalu baku ya jadi kaku juga. Tetep enggak enak dibaca.

Tapi, sebaiknya bedakan sama typo. Atau kalimat yang enggak nyambung.

Coba deh dirasain. Beneran, enggak enak dibaca. Belum lagi ada risiko gagal paham. Gimana mau ngeshare orang sendirinya aja gak paham yang ditulis itu maksudnya apaan?


4. Kenali pembacamu

Karakter pembaca memang berbeda-beda. Ada yang suka membaca artikel singkat namun padat, ada juga yang suka artikel yang membahas satu topik secara mendalam dan detail. Beberapa yang lain suka kalau membaca konten dengan konten visual yang banyak, sedangkan yang lain lagi suka membaca teks saja (soalnya mungkin konten visual bikin boros kuota #eh)

Nah, pastikan kamu tahu karakter pembacamu ya. Juga sesuaikan bahwa mereka adalah orang-orang yang mempunyai tingkat pemahaman yang berbeda-beda. Gaya bahasa, cara kamu bercerita, juga topik yang kamu tulis sangat berpengaruh pada karakter pembaca yang akan datang ke blog kamu.


5. Pastikan konten kamu bermanfaat

Mau nulis curhatan? Siapa bilang nggak boleh? Boleh bangetlah! Banyak juga kan, blogger yang menulis curhatan dan kemudian jadi viral?

Ya itulah. Karena--meski curhatan--tapi tulisannya bermanfaat. Apa manfaatnya? Ya biasanya sih tulisan curhatan itu relatable ke banyak orang lain. Banyak orang merasakan atau mengalami hal yang sama. Jadi berasa ada temen gitu. Akhirnya karena merasa "ada temen" lalu dishare deh.

Kadang ya ada rasa "pembenaran diri" sih emang. Hahaha.

Salahkah? Ya, enggak dong.

Lepas dari topik bahasannya, kan pokoknya share-able. Iya nggak?

Makanya, pastikan saat pembaca kamu datang dan membacanya, ada manfaat yang akan dia dapatkan. 

Ya kayak di atas itu. Mungkin dia kemudian bisa ikutan curhat? Mungkin kemudian dia bisa mengambil pelajaran dari curhatan kamu? Mungkin dia kemudian bisa sharing karena dia punya pengalaman dan insight berbeda?

Pembaca blog kamu adalah mereka yang peduli akan apa yang kamu tulis, mencari informasi yang mereka butuhkan, atau sekadar mencari hiburan dari tulisan kamu.

Jadi, berikan apa yang mereka butuhkan. Jika mereka merasa kebutuhannya terpenuhi, maka tak perlu kamu undang pun, mereka akan balik lagi ke blog kamu.


Nah, gimana nih? Tentunya hal-hal tersebut di atas sudah kamu lakukan kan di blog kamu? Belum? Maka, sekarang saatnya kamu harus mulai melakukannya. Supaya blog kamu makin ngehits dan melejit.

Mau menambahkan tips lain? Yuk, cus tulis di kolom komen ya.
Happy blogging!

Share
Tweet
Pin
Share
6 comments


Disclaimer: Ini postingan curhatan dan mungkin akan sedikit nyinyir. Tapi, semoga pesan saya tersampaikan dengan baik.

Sepertinya semua orang kepengin jadi penulis buku. Tapi, tidak semua orang punya kemampuan yang cukup untuk itu.

Bukan, maksudnya sih bukan humblebrag atau mau toxic positivity. Wqwqwq.

Tapi itulah yang saya rasakan belakangan ini. Apalagi ngintipin hasil audisi menulis nonfiksi tempo hari.

Aslinya sih saya gemes banget.
Kondisinya tuh, sebagai bagian dari penerbit buku, saya tahu betapa susahnya berburu naskah yang layak ditaruhin investasi, diedarkan ke toko buku, dan dibaca oleh banyak orang.

Yes, people. Menerbitkan buku adalah investasi bagi penerbit, dan pastinya, penulis juga. So, tanamkan ini dalam pikiranmu, ketika kamu berniat untuk mengirimkan naskah ke penerbit untuk diterbitkan secara mayor.

Ada banyak hal yang dipertaruhkan: ongkos jasa ngedit, ongkos jasa layout, ongkos cetak, ongkos marketing, dan pastinya ongkos buat nulis.

Jadi, come on! Kirimkan hanya naskah-naskah yang layak terbit dong!

Eikeh udah nahan banget untuk tetap sopan, enggak menyebut sebagai naskah sampah. Tapi ya begitu kondisinya, gimandong? Sedih akutu! Padahal kamu tahu, berapa banyak naskah yang masuk ke meja redaksi setiap bulannya? Puluhan hingga ratusan.

Dan kadang, enggak ada satu pun yang layak!

Kenapa kebanyakan naskah buku enggak lolos untuk diterbitkan?

  • Genrenya enggak masuk niche penerbit. Come on, kamu harus cari tahu naskah seperti apa yang dicari oleh penerbit, kalau kamu pengin memperbesar peluang naskahmu diterima. Jangan ngirim naskah puisi ke penerbit yang enggak pernah nerbitin buku puisi. BUAT APA? Please deh, do your homework! Kepoinlah itu penerbit yang kamu incar! Termasuk kepoin gimana caranya kirim naskah, alamat email redaksi dan printilan lainnya. Masa kek gini aja nanya sih? (eh tapi kalau enggak nanya, ntar mimin medsos penerbitnya juga nganggur sik!)
  • Topiknya sudah banyak ditulis. Oke, mungkin ini bisa jadi adalah topik populer, yang orang banyak nyari atau suka baca. Tapi, kamu harus menambahkan sesuatu yang lain yang bisa bikin bukumu bakalan stand out di rak buku dong! Kalau kamu nulis sama dengan yang orang lain tulis, ya buat apa diterbitin lagi? Ingat, persaingan. Kamu sebagai penulis mesti banget memikirkan strategi untuk bersaing dengan penulis lain.
  • Tata tulisnya berantakan. Ini loh, yang kadang bikin gemes. Pada halu apa gimana, entahlah. Belajar nulis yang bener dululah. Masa penulis buku enggak bisa bedain penggunaan tanda koma dan tanda titik? Jangan bilang, kan ada editor ya! Keplak nih.
  • Penulis narsis. Bikin buku tentang kisah hidupnya sendiri. Lah, sekarang coba dilihat lagi ya, dirimu itu apakah seseorang yang pernah dipanggil oleh Andy F Noya, sehingga setiap orang harus membaca kisah hidupmu? Tapi sebenarnya, yang kek gini bisa diatasin sih. Caranya, dengan menambahkan tip atau trik, jadi enggak asal curhat doang. Nulis biografi, tapi sendirinya baru terkenal setingkat RT, ya gimana penerbit buku mau naruh investasi?

Hanya punya keinginan saja itu nggak cukup.

Kalau benar-benar berniat menjadi penulis, maka kamu harus punya setidaknya beberapa kebiasaan ini:

  • Mau menulis setiap hari. Penulis ya menulis setiap hari, seperti halnya penjual tahu ya jualan tahu setiap hari. Ketekunanmu menulis akan berbuah kamu semakin peka terhadap tulisan sendiri. Kamu akan bisa merasakan ketika tulisanmu jelek, dan mana yang perlu diperbaiki.
  • Rajin juga membaca. Membaca menutrisi otak penulis, seperti halnya gizi untuk tubuh. Makin bagus nutrisinya, keluarannya juga makin bagus.
  • Bergaul dengan orang-orang yang punya passion yang sama. Karena creativity itu contagious. Kreativitas itu menular. Jadi, pastikan ada di dekat orang-orang yang punya good vibes.
  • Kritis terhadap diri sendiri, jangan jatuh cinta sama tulisan sendiri.

Lalu, apa yang harus diperhatikan saat menulis:

  • Keep your mind open, bahwa nggak setiap orang sepemikiran dengan kita sebagai penulis. Dengan demikian, kita akan terbuka pada diskusi dan kritik. Jangan antikritik dan selalu self-defense kalau ada orang yang memberi kritik, bahkan cela sekalipun. Jangan kek sesembak Sepen Elepen. Please deh.
  • Jangan merasa yang paling tahu, karena sejatinya kita tidak pernah serbatahu. Begitu pun sebagai penulis. Sehingga tulisannya nggak “keminter”. Selalu cek dan ricek fakta, kroscek sana sini dalam menyusun tulisan. Check every side of the story.
  • 5W 1H: who, what, where, when, why, and how harus dijaga porsinya dengan baik. Supaya tulisannya enggak kentang alias nanggung.
  • Tidak semua pembaca “berbicara” dengan bahasa yang sama. Sehingga lihat-lihat target pembaca juga. Jangan sampai malah salah paham, karena tulisan kita kurang bisa dimengerti dengan baik.
  • Write drunk, edit sober. Jangan lupa swasunting. Tulisan berantakan, bikin pusing yang baca. Please, belajar PUEBI. Meski kemudian kamu tetap mempergunakan bahasa santuy, tapi seenggaknya jika kamu punya pengetahuan yang paling basic ini, kamu akan bisa mempergunakannya dengan benar.
 Oke, semoga omelan pendek saya ini enggak terlalu kasar sih. Tapi bener deh. Saya gemes banget.

Ini loh, ada penerbit yang berburu naskah buku, dan open terhadap penulis pemula. Enggak melulu ngejar so-called-penulis viral atau mereka yang berfollower banyak. Seharusnya ini bisa jadi kesempatan buat teman-teman (calon) penulis yang bercita-cita jadi penulis buku.

Tapi ya mbok yao, bekali diri dengan cukup. Jangan halu, dan tetaplah belajar.

Sekian.
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Newer Posts
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Tolong! Otak Saya Butuh Tombol Off

Ada hari ketika ide bisa muncul di mana saja. Lagi kerja, kepikiran satu hal. Lagi mandi, muncul ide lain. Saat jalan, tiba-tiba terpikir ju...

Postingan Populer

  • Yang Harus Blogger Ketahui Mengenai Link Eksternal - The Bloggers' Biggest Fear
    Warning: artikel ini akan panjang. Tapi I guaranteed, akan membahas hingga ke detail mengenai outbound links atau link eksternal. Karena...
  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • Beberapa Tip Jitu untuk Membantu Kamu Menjaga Konsentrasi dan Fokus Menulis
    Masalah fokus atau konsentrasi biasa memang menjadi permasalahan umum bagi para penulis--baik itu penulis buku, konten, dan blog. Dist...
  • Beberapa Etika Meninggalkan Komentar yang Baik di Artikel Lain Agar Menambah Nilai untuk Blog Kamu
    Yuk, tinggalkan komen yang memberi nilai tambah bagi blog kita sendiri! Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis tentang beberapa...
  • Bagaimana Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita
    5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tuli...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose