• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri



Buat para freelancer, ruang kerja di rumah itu penting. Setidaknya dengan adanya ruang kerja, kita bisa lebih konsentrasi untuk mengejarkan pekerjaan.

Yes, saat ini, status sebagai pekerja full time freelancer makin banyak disandang para kaum pekerja milenial. Banyak alasan yang melatarbelakangi keputusan untuk bekerja sebagai seorang freelancer. Salah satunya adalah faktor keleluasaan atau ketidakterikatan dengan kontrak kerja yang terlalu mengikat.

Namun, sebagai freelancer, ada saja hal-hal yang kurang nyaman yang masih dirasakan, seperti bingungnya menciptakan suasana working space yang menyenangkan. Sudah ada satu ruangan di rumah yang bisa dijadikan ruang kerja, tapi galau harus menyiapkan apalagi untuk ruang kerjanya.

Kalau kamu termasuk yang masih bingung dengan ruang kerja, coba deh simak artikel ini sampai selesai ya.

5 Elemen Ruang Kerja Freelancer

1. Meja kerja yang kokoh dengan drawer di sampingnya

Saat berencana untuk membuat kantor, meja kerja adalah furniture pertama yang harus kita pikirkan. Bagaimana kita mau kerja kalau tidak ada meja, kan? Meja kerja yang ideal adalah meja yang kuat dan mampu menampung berbagai alat perkantoran yang kita butuhkan.

Untuk freelancer, komputer, printer, alat tulis, dan dokumen-dokumen penting harus ada dalam satu meja. Agar terjangkau dengan mudah dan efektif, meja yang dipilih harus mampu menampung semua barang tersebut. Desainnya pun harus menarik agar betah saat harus bekerja dalam waktu yang lebih lama.

Meja yang luas juga bisa lo, kamu bikin tambah 'cantik' dengan hadirnya kaktus atau sukulen-sukulen kecil. Pasti jadi lebih meriah deh.

2. Kursi dengan desain unik dan sandaran yang nyaman

Elemen ruang kerja utama lain yang harus ada adalah fkursi. Kursi adalah salah satu penunjang utama dalam peningkatan performa saat bekerja.

Kalau harus berlama-lama kerja di kursi yang keras, mana tahan, yekan? Punggung rasanya akan lebih cepat pegal dan badan terasa lebih cepat kaku, terutama di bagian punggung, bokong, paha, dan kaki.

Untuk urusan memilih kursi, sebaiknya kamu pilih saja kursi yang nggak hanya berdesain lucu, tapi juga proporsional. Kursi yang proporsional adalah kursi yang tingginya mampu kita sesuaikan dengan tinggi kita saat sedang duduk dan membantu tubuh untuk duduk tegak namun tetap santai.

3. Komputer atau laptop dengan performa terbaik

Makin baik performa komputer atau laptop yang kamu punya, makin meningkat juga kinerja kita saat bekerja dari rumah. Betul?

Kerja sebagai freelancer sama seriusnya dengan bekerja sebagai karyawan kantor biasa. Bisa jadi tantangan dan juga tuntunannya lebih banyak, apalagi saat banyak proyek yang perlu diselesaikan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Realistis rasanya apabila freelancer juga membutuhkan piranti digital yang memadai dan bisa mengakomodasi semua pekerjaan. Misal sebagai freelance blogger, mempunyai komputer atau laptop yang bisa digunakan untuk menulis saja, rasanya belum cukup. Akan lebih baik lagi kalau bisa digunakan untuk edit foto, edit video, desain, dan browsing tanpa harus mengalami crash. Kapasitas RAM yang besar bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan kinerja kita.

Deadline mepet bisa terkejar deh ;)

4. Koneksi internet yang lancar

Freelance masa kini sudah pasti membutuhkan koneksi internet yang kencang dan unlimited. Kenapa? Selain interaksi dengan klien tidak bisa selamanya face-to-face, data yang harus dikelola oleh para pekerja freelance pun banyak yang membutuhkan koneksi internet.

Akses internet sangat memudahkan para freelancer untuk mendapatkan lebih banyak informasi yang penting bagi kebutuhan research untuk menyelesaikan proyek-proyek dari klien.

See? This is a very crucial thing to be considered too.

5. Wall planner

Well, memiliki kantor sendiri di rumah dan kerja sendirian, siapa lagi yang akan mengingatkan semua kegiatan dan agenda yang kita punya kalau bukan diri kita sendiri?

Penting sekali bagi para freelancer untuk mempunyai planner di dinding ruang kerja. Elemen satu ini mampu mempermudah para freelancer untuk melakukan pengecekan planner, tanpa harus bolak-balik cek planner yang ada di buku atau di laptop. Buat saja yang sederhana, mencakup planner harian, mingguan, dan bulanan.

No more missing deadline, deh!

5 elemen penting dalam ruang kerja ini jangan sampai dilewatkan ya. Bisa membantumu agar lebih nyaman bekerja, bisa konsentrasi penuh dan tambah semangat.

Walaupun freelancer, ruang kerja tetap dibutuhkan dan didesain sesuai keinginan kita. Ingat, kita kerja di rumah di mana sewaktu-waktu bisa mendapat 'gangguan' kecil dari anggota keluarga lain (kalau ada), jadi kita memang membutuhkan ruang kerja yang nyaman untuk bisa konsentrasi.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Hey, freelancers! Bisa dikatakan, 'teman baik' kita saat ini adalah gawai, yang selalu siap menemani dalam berbagai urusan. Namun berteman terlalu baik dengannya juga bisa bikin sakit kepala!

Kamu suka pusing hingga sakit mata, pedih kalau menatap layar laptop atau telepon selular terlalu lama? Terus, suka sakit kepala dan pegal-pegal juga?

Duh, ini memang jadi masalah banget nih. Mengingat kita itu hidup di era digital, yang keterikatannya dengan gadget sangat tinggi. Apalagi kalo kerjaan kita freelance, remote workers, yang semua-mua serbadigital.

Ya, habis gimana, dong? Pekerjaan kan menuntut berteman dengan PC, laptop, atau telepon genggam kan, ya? Urusan kantor, urusan bisnis rumahan, bahkan yang bukan urusan kerjaan--kek urusan sekolahan dan arisan--pun butuh mengakses internet.

Nggak bisa banget deh, nggak ketemu monitor barang sekejap. Pasti kangen! Padahal ya itu, kepala suka cenut-cenut kalau kelamaan menatap layar....

Jadi, gimana dong nih?

Jadi, kamu harus mengikuti tip-tip berikut ya, untuk menghindari sakit kepala saat harus bekerja secara online

1. Jaga jarak mata dengan monitor!

Untuk kamu yang menggunakan personal computer, pastikan matanya berjarak 50-100 sentimeter dari layar. Sedangkan kamu yang bekerja dengan ponsel, perhatikan jarak aman layar dengan mata, yaitu sekitar 30-40 sentimeter.

Kurang atau lebih dari situ bisa berdampak buruk pada kesehatan mata, yang ditandai dengan mata pedih dan berair. Dan kemudian akan menjalar menjadi sakit kepala.

Sayangi kedua mata kita, ya!


2. Mata harus nyaman!

Kenyamanan mata tidak melulu soal jarak,  tapi juga berhubungan dengan banyak hal. Hal pertama adalah pencahayaan.

Jangan memaksa mata membaca dalam cahaya yang seadanya, atau malah berlebih. Coba utak-atik tombol 'brightness' gadget kamu, dan atur dalam cahaya yang pas untuk mata.

Hal lainnya adalah soal font. Hindari membaca huruf yang terlalu kecil, hingga membuat mata memicing-micing karenanya. Otot-otot mata akan memaksakan fokus, yang akhirnya akan merusak elastisitasnya.

Otot-otot mata yang dipaksa akan menimbulkan sakit kepala lo!


3. Take a break!

Ini juga penting. Ambil waktu setiap 20 menit untuk mengistirahatkan mata. Caranya, pejamkan mata selama 3-5 detik, lalu alihkan pandangan ke arah yang jauh, lebih dari 2 meter, supaya kelenturan otot mata kembali normal.

Sebentar, tapi sangat membantu sang indra penglihatan lo! Sakit kepala juga akan mereda.

Selain itu, setiap satu jam sekali lebih baik kamu mengistirahatkan mata agar kembali rileks, yaitu dengan memutar-mutar bola mata. Bawa pandangan ke atas, ke kiri, ke bawah, dan ke kanan sejauh mungkin hingga otot mata tertarik-tarik.

Setelah itu, lanjutkan dengan memijat-mijat kelopak mata dengan ibu jari dan telunjuk, hingga kedua mata nyaman kembali.


4. Senam leher!

Nggak cuma mata yang bekerja keras, urat-urat di sepanjang leher dan bahu juga ikut tegang bila terlalu lama menatap layar lo!

Perhatikan saja, tanpa sadar, kamu berulang kali menjulur-julurkan leher layaknya ibu jerapah mencium anaknya, bukan? Tak heran kalau banyak yang mengeluh sakit leher dan bahu, selain sakit kepala.

Kapan saja merasa pegal-pegal pada area itu, mudah saja. Lakukan saja senam leher dengan memutar-mutar kepala, menyandarkannya pada bahu kiri dan kanan, menengok kuat-kuat ke kiri dan ke kanan, lalu mengangkat kepala juga menunduk, selama masing-masing 5 detik.

Rasakan nikmatnya perenggangan urat-urat di seputaran leher dan bahu itu sebelum kembali menatap layar, ya!


Nah, mulai besok sebelum sibuk menghadapi layar komputer dan ponsel, jangan lupa memperhatikan 4 hal di atas demi kesehatan mata dan terhindar dari sakit kepala ya.

Happy working, freelancers!
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments


Artikel ini republished dari Indoblognet.

Salah satu langkah penting dalam SEO adalah link building.

Tapi, sudah paham belum, apa itu link building?

Link building adalah usaha untuk “memasukkan” tautan blog kita di blog, web, ataupun media lain secara online, dengan mengarahkan tautan tersebut ke URL blog kita dengan berbagai keyword.

Nah, tak seperti pengertiannya yang sepintas lalu terlihat sederhana, link building ini sebenarnya cukup rumit dan time consuming sih (ya, seenggaknya buat saya sih. Hehehe). Sepele mungkin karena ah, asal komen aja di sebanyak-banyaknya blog saat blogwalking, ntar juga banyak backlink yang kita dapat.

Tapi bukan di situ poin paling pentingnya. Apalagi banyak blog yang secara default, "hanya" memberi nofollow link di komennya. Heuheuheu.

Saya lebih melihat ke soal, bagaimana caranya kita memperoleh tautan balik, atau backlink, yang berkualitas. Misalnya, dikasih tautan karena menjadi referensi. Nah, ini kualitasnya jauh lebih baik ketimbang sekadar ngasih link di komen.

Karena mau tak mau, semakin ke sini, si Mbah Google ini semakin concern soal kualitas.

Mengapa backlink ini penting banget buat blog kita? 

Analoginya begini.

Di kampung lagi ada pemilihan RT dengan voting. Semakin banyak yang memilih kita sebagai ketua RT, maka bisa dianggap bahwa kita semakin dipercaya sama orang untuk mampu menjadi ketua RT. Nah, demikian juga dengan backlink atau tautan.

Terus, dari mana saja kita bisa mendapatkan backlink ini? Kan enggak bisa asal minta aja nih? Nggak bisa.


Kamu bisa mendapatkan backlink dari 9 tempat ini

1. Komen blog

Yang satu ini saya yakin deh, pasti semua juga sudah tahu caranya. Jadi, masih mesti dijelaskan? Semoga enggak.

Karena itu, berkomentarlah sebijak mungkin.

Misalnya gini.
Saya pribadi males "kasih panggung" buat para komentator yang komennya cuma asal ngerusuh, nggak bawa vibes positif, atau asal ngajak gelud di blog ini.

Bukannya saya antikritik atau enggak mau didebat. Enggak. Saya suka kritik. Tapi, saya harus yakin, apa intensi si komentator

Kalaupun misalnya saya meloloskan komen seperti ini, saya HARUS yakin, bahwa si komentator memang tulus ngasih komen bukan karena cuma nyari panggung; supaya dia dapat backlink, dan sebisa mungkin bisa mengalirkan traffic ke blog dia pribadi.

Maaf, untuk tipe komentator seperti ini, you can find stages at other places. Not here.

Meninggalkan komen itu berat lo, pertanggungjawabannya. Sama branding diri sendiri nih. Jadi, jangan anggap remeh komentar. Jangan nyari panggung dengan berkomentar negatif di blog orang. No, that's not the way it works.

Untuk etika meninggalkan komen, saya pernah nulis juga sih di blog ini. Sila dibaca kalau belum baca yah.


2. Profil

Kalau kita signup di media-media online mana saja, berupa apa saja, biasanya disediakan tautan website. Jangan sia-siakan kesempatan ini dengan membiarkannya kosong saja.

Taruhlah URL blog kita pada tempatnya.

Beberapa profil online yang bisa dikasih tautan ke blog antara lain Twitter, Facebook, Instagram, Pinterest, LinkedIn, dan sebagainya.

Oh iya, sudah signup di Quora Indonesia belum? Di sana kita juga bisa memberikan tautan ke blog di profil lo.


3. Forum Q n A

Nah, bicara soal Quora, ini adalah tempat yang berpotensi untuk dijadikan ladang tautan yang cukup berkualitas. Misalnya saja di Quora Indonesia.

Kamu bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan berkualitas di sana, lalu kalau ada peluang taruh deh tautan menuju blog. Tentunya mesti yang relevan dengan pertanyaannya juga ya.

Tetap jaga supaya jangan spamming.


4. Postingan di media sosial

Nah, sepertinya yang satu ini juga sudah sering dilakukan ya, yaitu membagikan artikelnya di media-media sosial milik masing-masing. Mulai dari Twitter, Facebook, di Instagram juga (kalau yang udah punya follower 10K++, bisa langsung kasih link di Instagram Story juga), LinkedIn, dan sebagainya.

Postingan di media sosial memang yang paling “hidup” sih ya? Link-nya bakalan tetap ada, dan berpeluang besar mendatangkan traffic langsung.

Apalagi kalau terus yang membagikan itu nggak cuma kita sendiri, alias konten atau artikel kita viral. Wuh, bisa eksis di laman media sosial orang lain itu rasanya warbiyasak loh. :D


5. Ebook

Salah satu cara mendapatkan backlink yang lain adalah dengan ebook.

Nah, ini saya juga sedang working on it nih. Beberapa kali bikin ebook untuk kelas menulis dan kelas blogging, saya jadi bisa menyertakan tautan langsung ke blog saya lo. Mayan bangetlah untuk nambah eksis blog. Hihihi.

Jadi, barangkali bisa dipertimbangkan juga. Ebook itu kan bisa macam-macam. Misalnya nih, kamu yang suka posting resep masakan di blog. Itu bisa banget lo, resepnya dikumpulin dan dijadikan ebook.

Coba bagi per beberapa kategori, seperti berdasarkan bahan, berdasarkan jenis makanan, dan sebagainya. Contohnya nih, ada resep memasak seafood di ebook, lalu di blog teman-teman ada artikel tip memilih seafood, nah ini bisa ditautkan lo.

Mayan kan?


6. Guest blogging

Guest blogging ini juga salah satu cara link building yang saya percaya cukup efektif juga. Bahkan saya percaya banget, tautan yang berasal dari guest blogging ini cukup berkualitas. Apalagi kalau web atau blog tempat publish-nya memang punya score E.A.T tinggi. Atau angka DA/PA yang bagus.

Wah, ngalah-ngalahin tempat link building yang lain sepertinya ya. CMIIW.

Jadi, yuk, kita saling guest blogging. Nggak ada ruginya sama sekali kok. Malah, pengalaman nih, kalau saya guest blogging, saya jadi nambah kenalan dan audience baru lo. Itu terjadi setiap kali, bahkan.

Lebih efektif ketimbang “cuma” komen, menurut saya malahan. Karena ya, jarang sih ada yang mau skrol dan kepo dengan komen di zaman sekarang. Kalau dulu sih kita masih bisa nambah kenalan dari komen. Sekarang sudah jarang.


7. Google My Business/Google Bisnisku

Nah, siapa belum punya Google My Business? Kalau ada yang belum punya, segera deh, klaim.

Konon, di algoritme Google yang terbaru, Google My Business ini akan sangat menentukan lo. Apalagi kalau kita memang punya bisnis offline. Harus banget diklaim laman Google My Business-nya.

Saya, sebagai freelancer dan penulis konten, juga udah klaim meski bisnis saya apalah-apalah kayak gini. Gaya banget deh rasanya, habis bisa klaim “Penulis Konten Web dan Media Sosial” Padahal ya mah … gitu deh *nggak jelas banget si Mamak mah* Yang penting, udah klaim.

PR berikutnya, isi deh dengan beberapa artikel di blog. Lebih sering! Karena saya sampai sekarang masih suka kelupaan melulu. Jangan ditiru yah. Iya.

Yuk, yang belum ngeklaim GMB-nya, buruan. Sebelum diambil orang.


8. Email

Email juga bisa menjadi tempat yang oke untuk menaruh tautan blog. Baik di Gmail, Yahoo, atau penyedia jasa surat elektronik lainnya pasti memfasilitasi hal ini.

Kita bisa membuat signature yang oke, meliputi salam dan nama kita, lalu diikuti dengan tautan blog. Meski mungkin tak langsung mendatangkan visitor, tapi lumayan untuk memperkuat branding.

Jadi, yang belum menyertakan signature di email masing-masing, hayuk, segera buat hari ini.


9. Desain visual

Nah, tempat terakhir yang lumayan buanget untuk menaruh tautan link ke blog kita adalah kalau kita suka bikin template blog.

Sering kan lihat ya, kalau kita skrol ke bawah di template blog yang kita pakai itu ada link menuju si pembuatnya. Ya itu dia tuh. Tautan yang letaknya di bawah, enggak terlalu keliatan, nggak genggeus alias mengganggu pemandangan, tapi bakalan ada sampai blognya hilang, Itu lumayuan buanget tuh!

So, buat yang suka bikin desain template blog, jangan lupa sertakan kreditnya berupa tautan yah.

Desain visual lain yang bisa kita “sisipi” tautan adalah infografis. Misalnya, bikinlah infografis howto (yang biasanya sangat laris dishare sana-sini). Lalu persilakan yang merasa bermanfaat untuk ngeshare atau membebaskan orang untuk memakai infografis kita itu, dengan *pastinya* memberikan kredit pada kita sebagai pembuatnya. Mintalah untuk ditautkan ke blog. Nah, oke kan?

Atau mungkin teman-teman coba mau berkontribusi ke situs Infographics Archive ini? Keren banget lo, kalau bisa :) Dapat backlink dari situs tersebut kan keren banget tuh.

Hal yang sama juga bisa kita lakukan dengan stok foto. Kita bisa menaruh foto-foto hasil jepretan kita di beberapa lapak penyedia photo stocks, lalu minta pada yang memakai untuk memberikan kredit.



Nah, banyak kan cara untuk mendapatkan backlink–alias tautan balik–berkualitas dalam rangka link building untuk blog? Ada cara yang belum dilakukan? Kalau ada, hayuk, segera lakukan demi performa blog yang semakin meningkat.

Ada cara lain yang belum saya sebutkan nggak? Kalau ada, boleh dishare di komen ya, biar jadi tambahan :)
Share
Tweet
Pin
Share
8 comments


Artikel ini republished dari Carra Media.

Hae! Ada yang suka bikin video-video buat media sosial atau kerjaan? Sama kek desain grafis, kadang kita butuh filler--elemen desain yang mendukung story yang kita buat untuk melengkapi konsep desain. Ini nih ada beberapa website tempat download video nih.

Soalnya, kalau nanti produknya berbentuk video, maka filler-nya juga berupa video.
Dan seperti juga desain grafis, kalau filler pakai bikin sendiri juga, waktu jugalah yang membatasi. Halah.

So, akan lebih cepat kalau kita comot-comot saja dari beberapa tempat. Tentu saja, videonya juga harus ber-Creative license.

Jadi, ini dia 10 website tempat download video gratis

1. Pixabay.com



Pixabay ini memang junjungan banget dah. Konon, ada 1.2juta konten visual yang tersimpan di Pixabay, dan terus bertambah setiap hari saat ini, yang bisa kita manfaatkan semau kita.

Pada tahu enggak, kalau di Pixabay juga ada free stock video?
Dan menurut saya sih, videonya lumayan bagus-bagus. Bisa banget jadi filler.


2. Pexels



Yes, ada free stock video juga di Pexels. Dan resolusinya cukup tinggi nih.
Semua video di Pexels ini juga berlisensi CC0 ya, sehingga kamu bebas memakai, memodifikasi, mengedit, dan mengubah videonya, tanpa harus memberikan kredit atau ngasih link back.


3. Videvo



Videvo menawarkan video footage dan motion graphics gratis, yang dibuat oleh komunitas penggunanya.

Ada 2 jenis lisensi video-video di Videvo ini: Lisensi Standar Videvo dan Lisensi Creative Commons 3.0. 

Nah, video-video yang punya lisensi standar Videvo dapat kita unduh secara gratis untuk digunakan dalam proyek apa pun. Satu-satunya larangan adalah kita tidak diperbolehkan menyediakan klip dari Videvo untuk diunduh dari web kita. Jadi, misal ada teman yang pengin dapetin video yang sama dengan yang kita pakai itu, kita mesti merekomendasikan langsung unduh di Videvo.

Sedangkan, video-video yang berlisensi Creative Commons 3.0 berarti bisa kita pakai untuk proyek apa pun, tapi harus memberikan kredit pada si pencipta aslinya.


4. Life of Vids



Nah, ini adalah web "saudara"-nya Life of Pix, yang juga merupakan salah satu penyedia free image berlisensi CC0 kesayangan saya. 

Di Life of Vids ada banyak video, klip, dan loop yang disediakan secara gratis oleh Leeroy, sebuah biro iklan di Montreal, Kanada. 

Untuk mengunduh versi video beresolusi tinggi di situs ini, klik aja logo Vimeo di sudut kanan bawah pemutar video. Kamu akan melihat tombol "Download". 


5. Splitshare



Splitshire dibuat oleh desainer web Daniel Nanescu, yang ingin menawarkan foto dan videonya gratis digunakan, baik untuk keperluan pribadi maupun komersial. 

Video-videonya kebanyakan diambil dari drone di outdoor. Cara mengunduhnya hanya dengan klik judul di bawah setiap video.

Kita bebas menggunakan video ini untuk keperluan konten blog ataupun media sosial, selama kita tak menjualnya pada pihak lain. Daniel juga melarang penggunaan video yang dibuat untuk tujuan kekerasan, rasisme, dan diskriminasi.


6. Distill




Distill menyediakan video-video berkualitas HD langsung ke email kamu. Jadi, kalau kamu mau, kamu bisa subscribe, dan akan ada 10 video dikirim ke emailmu setiap 10 hari sekali.


7. Stock Footage For Free



Dengan video baru ditambahkan setiap hari, Stock Footage 4 Free punya koleksi banyak video yang dapat kamu pakai di blog atau di medsos. 

Register aja, ntar kamu akan mendapatkan akses ke semua koleksi stock video mereka. Lisensinya bebas royalti. 

Video di Stock Footage 4 Gratis dikategorikan dalam beberapa kelompok, sehingga memudahkan kita mencari video yang cocok dengan keperluan.

Kayaknya sih, ini kategori dan topik videonya yang paling banyak sih di antara semua.


8. Videezy



Videezy punya banyak koleksi video yang bebas royalti untuk penggunaan pribadi dan komersial, namun mereka tetap meminta kita untuk memberikan kredit sih kalau mau pakai. Tapi, seandainya kamu mau pakai tanpa atribusi, kamu bisa membeli kreditnya.

Ada berbagai macam klip video beresolusi tinggi yang dapat kamu pilih di Videezy, dalam resolusi HD dan 4K. Kalau nemu video dengan keterangan "Pro", itu berarti adalah video premium yang hanya tersedia dengan membayar dengan kredit.


9. Vidsplay



Ada video baru ditambahkan setiap minggu ke koleksi Vidsplay, yang menjadikannya resource yang wajib untuk sering-sering ditengokin. 

Untuk mengunduh klip video, klik kanan pada link download-nya, lalu "Save Link As." Kalau kamu pakai smartphone, cukup tekan dan tahan klip video untuk nge-download.








So, gimana nih? Sudah tahu beberapa website tempat download video, dan sudah cukup banyak stok videonya kan? Selamat berkreasi membuat konten deh kalau gitu!
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments


Sedang kebingungan dalam menentukan niche untuk blog kamu? 

Ya, emang gampang-gampang susah. Boong banget kalau saya bilang gampang, sih. Kenapa? Karena, manusia itu sifat dasarnya rakus. Serakah. Mau milih niche buat blog jadinya galau. Maunya semua ya bisa dibahas di blog. Akhirnya semua topik masuk lagi. Nggak jadi bikin niche deh.

Buahahahh. Enggak, bercanda (walau mungkin ada benernya. Wqwqwq.) Yah, walaupun kamu sudah sangat mengenal diri sendiri, tapi terkadang menentukan apa yang diinginkan itu tidak mudah. Ada banyak ide berseliweran di kepala, dan rasanya semua bagus dan diperlukan.

Jadi gimana? Etapi, sebentar… 

Memangnya apa itu niche blog?

Dalam dunia penulisan online, niche dikenal sebagai tema atau topik utama dalam pembahasan di blog. Ceruk, koridor. Kira-kira gitu deh.

Nah, kalau di bidang marketing atau bisnis online, niche market adalah “a specialized but profitable corner of the market” (Oxford Dictionary). Kalau diterjemahin bebas mah artinya sepenggal wilayah pasar tertentu namun menguntungkan. 

CMIIW ya. Apalah eikeh yang baru 19 tahun jadi marketing.

Pengertiannya sama-sama merujuk pada kekhususan, agar apa yang dimaksudkan dapat lebih spesifik, tidak melebar.

Nah, sudah sedikit lebih jelas mengenai niche blog, kan? Memang agak tricky untuk memilih niche blog ini, apalagi kalau kamu termasuk tipe manusia yang banyak mau.

So, sebelum kamu benar-benar menentukan tema khusus atau topik utama dalam blog, 3 pertanyaan berikut barangkali bisa bantu kamu untuk memutuskan.


3 Pertanyaan untuk Memilih Niche Blog


1. Apa minatmu?

Ini yang paling penting, mengingat orang cenderung melakukan sesuatu dengan lebih baik jika menyukainya. Percayalah, kamu akan setengah hati meng-update blog tentang kelebihan dan kekurangan gawai terkini, kalau kesukaanmu adalah memasak.

Jadi, pahami benar-benar apa yang menjadi kekhususanmu. Spesialisasimu. Keahlianmu.

Dan ini harus dilakukan dengan santai. Jangan “terburu nafsu” menentukan sebuah blog niche hanya gegara topiknya sedang tren. Ingat, blog itu merepresentasi pemiliknya, jadi jangan salah menentukan jati diri jika tidak ingin blognya “hidup segan mati tak mau”.

Kalau kesukaanmu betul-betul di bidang masak-memasak, maka berbahagialah karena kamu sudah tahu apa niche blogmu. Selanjutnya, kamu akan dengan gembira menuliskan hal yang sesuai minat. Hari-harimu akan terisi dengan ekplorasi dan berbagi cerita tentang masakan. Menyenangkan, bukan?


2. Mau nggak update blog tanpa dibayar?

Harusnya sih jawabannya, “Iya.” 

Membuat tulisan mengenai hal yang disukai tentu akan tanpa pamrih. Tujuan utamamu enggak k materi, tapi lebih pada "berbagi". 

Jika kamu memilih sulaman sebagai niche, misalnya, maka kamu akan cukup senang hanya dengan berbagi cerita apa pun tentang sulaman. Tentang teknik baru yang tidak sengaja ditemukan tapi jadinya indah. Tentang pekerjaan semalam suntuk tapi hasilnya luar biasa. Tentang toko yang menjual benang murah meriah. Dan sebagainya.

Duit jadi yang kedua, di bawah kepuasanmu. Kamu akan cukup senang dengan apresiasi orang, dengan komentar-komentar yang masuk. Bakalan ada banyak orang yang memuji karyamu, bertanya-tanya, bahkan berminat belajar darimu.
Nah, kalau sudah bisa menjawab, “Iya.” maka kamu sudah berhasil menentukan sebuah niche untuk blogmu.


3. Bersediakah “terisolasi”?

Ha? Maksudnya pegimana dah?

Maksudnya begini…. 

Kalau kamu sudah fokus pada sebuah niche blog, maka sebagian besar waktu akan dihabiskan di wilayah itu. Kamu mungkin akan lebih banyak berteman dengan yang punya minat yang sama, hingga tidak sempat bersosialisasi dengan mereka yang tidak sejalan. Mungkin circle pertemananmu juga akan mengecil.

Bayangkan jika kamu harus kopi darat dengan orang yang hobinya otomotif, padahal tema utama blogmu adalah kecantikan. Nyambung nggak? Enggak sih kayaknya.

Terisolasi juga berarti kemungkinan dengan niche yang terbatas, tawaran sponsorship mungkin juga berkurang. 

But tell you what. Kamu seharusnya enggak perlu mengkhawatirkan hal ini. 

Sponsorship mungkin jumlahnya berkurang, tapi sponsor yang akan datang padamu justru akan lebih berkualitas. Kamu akan punya bargain power, untuk meminta nominal lebih, karena kamu pun akan "memberikan" lebih pada mereka, yaitu keahlianmu. Bisa jadi, nominalnya akan lebih besar ketimbang blog tak berniche, karena kamu dianggap punya authority. Bahkan, segala macam DA, PA, apalah apalah itu enggak akan diperhitungkan lagi sama brand atau pihak yang pengin nitip artikel di blogmu.

Memang sudah hukum alamnya begitu, jadi mau nggak mau harus dijalani. Tapi jika kamu bersedia, ini akan menjadi satu pertanda lagi bahwa kamu sudah menemukan niche blog. Yay!

Meski demikian, nggak benar-benar harus terisolasi juga sih. Kamu tetap bisa bergabung dengan blogger ber-niche lain di berbagai acara. Setidaknya bersilaturahmi sebagai sama-sama penulis. Tapi yakinlah, kamu akan lebih sreg berbagi cerita dengan mereka yang minatnya sama.

Nah, dalam perjalanan blogging, kamu nantinya akan menemukan orang-orang yang membiarkan blognya diisi tanpa niche, atau dengan tema yang luas. Dengan alasan tertentu, mereka tidak ingin membuat spesialisasi tulisan. Ya, biarkan saja. Semua pilihan kan kembali ke masing-masing pribadi. Yang penting, jalani dengan bahagia.

Yang jelas, blog dengan niche tertentu akan lebih cepat menarik pasar. Mereka yang memiliki minat yang sama akan mendatangi blogmu dan setia pada penulis-penulis yang senada. Mesin pencari juga akan lebih mudah mengidentifikasi blogmu, karena kamu pasti menggunakan kata kunci yang sama.


Nah, demikian sedikit tentang menentukan niche untuk blog.

Selamat menentukan niche blogmu, ya!
Share
Tweet
Pin
Share
4 comments
Newer Posts
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Kapan Waktu buat Nulis? Begini Cara Saya Membagi Waktu dengan Urusan Warung dan Rumah

Kalau ditanya kapan saya punya waktu untuk menulis, jawabannya enggak pernah pasti. Jadi, memang bukan di jam segini atau jam segini. Dalam ...

Postingan Populer

  • Beberapa Tip Jitu untuk Membantu Kamu Menjaga Konsentrasi dan Fokus Menulis
    Masalah fokus atau konsentrasi biasa memang menjadi permasalahan umum bagi para penulis--baik itu penulis buku, konten, dan blog. Dist...
  • Yang Harus Blogger Ketahui Mengenai Link Eksternal - The Bloggers' Biggest Fear
    Warning: artikel ini akan panjang. Tapi I guaranteed, akan membahas hingga ke detail mengenai outbound links atau link eksternal. Karena...
  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • Bagaimana Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita
    5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tuli...
  • Ukuran Feed Instagram 6 Kotak dan Cara Membuatnya Tanpa Ribet
    Eits. Bukan, ini bukan fitur baru. Ada yang nanya soal feed Instagram 6 kotak dari Google, masuk deh ke Console. Hehehe. Iya, ini bukan fitu...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose