Alasan Utama Seorang Content Writer Membutuhkan Editorial Calendar

Beberapa waktu yang lalu, saya mengajukan pertanyaan serius nggak serius di Facebook.

Mau nulis di blog CarolinaRatri.com.
Pada pengin ditulisin soal atau topik apa?

Yailah. Gegayaan banget, bukan, saya nanya begituan? :)) Biasanya juga langsung tulis aja, apa yang pengin ditulis. Tapi ya, saat itu emang pengin tahu sih, orang-orang sebenarnya kepo soal apa. Kan salah satu cara buat menghasilkan tulisan yang viral adalah riding the trend. Iya nggak? Eheum.
Dan kemudian, muncullah beberapa jawaban atas pertanyaan saya itu. Salah satunya, tentang manajemen posting di blog, juga ada yang nanyain "manajemen Carolina Ratri buat nulis dan mengelola blog-blognya".

Ealahhhh ... Saya jadi tersandung. :)))

Sebenarnya jawaban dari dua topik tersebut sama, dan cuma satu. Yaitu, saya menggunakan editorial calendar, atau bisa juga disebut blog planner.

Wih, gaya beneur yah pakai editorial calendar! Macam majalah aja.
Well, bro and sis, satu hal yang saya tekankan. Kalau mau blog kamu dianggap serius, maka kamu juga harus serius dan total dalam mengerjakannya.

Ah, saya kan blogger. Bukan content writer.
Hmmm, bukannya blogger itu juga seorang penulis konten? Kan, bikin konten juga kan?

Tapi ... tapi ... saya kan penulis. Bukan pengelola web, ataupun bukan editor.
Hmmm, masa iya sih penulis zaman sekarang kok cuma mau nurut aja sama mood? :) Editorial calendar bisa bantu kamu mengalahkan mood lho!

Nggak percaya?


Saya sendiri selalu serius dalam mengerjakan banyak hal, kalau memang saya sudah niat dan bilang saya mau kerjakan, termasuk blog (termasuk portal web). Salah satunya dengan memakai editorial calendar ini. Sebenarnya saya menggunakannya ini buat mengelola portal web yang super sibuk itu sih :P Tapi lama kelamaan saya pakai juga buat mengelola blog saya. Ya, gimana lagi, kalau memang mau ternak blognya berjalan baik ya semua harus direncanakan dengan serius kan?

Ada beberapa alasan saya punya, mengapa akhirnya saya merasa harus menggunakan blog planner atau editorial calendar ini.



1. Lebih konsisten dan fokus

Sudah ngerasain sendiri kan, paling susah dalam ngeblog itu adalah yang berkaitan dengan konsistensi. Well, mungkin seenggaknya buat saya sih. 

Editorial calendar membantu banget untuk konsisten nulis, dan juga fokus pada topik yang pengin saya nulis. Dulu saya sih nunggu datangnya ide tulisan. Sekarang nggak bisa lagi. Saya harus bisa menemukan ide-ide secepat mungkin.

Nah, editorial calendar ini memang membantu banget. Bahkan dengan mudahnya, saya bisa menemukan ide-ide bertebaran di mana-mana. Nggak perlu jauh-jauh, ide itu sering saya temukan di blog sendiri, di Twitter sendiri, di Facebook sendiri. Ide-ide tulisan itu saya kumpulkan dalam satu agenda, dan kemudian pas waktunya saya bikin editorial calendar tinggal saya plot ke masing-masing porsi.

So, mau one day one post? Ayo aja sih, kalau dari sisi ide :))) Kalau soal waktu, itu lain lagi. *alesyan*

Dulu saya sering galau karena terlalu banyak loncatan ide random nggak jelas. Percaya atau enggak, it hurts. Ah, dramatis sekali kayaknya ya. Tapi beneran, kepala yang riuh itu bikin capek, dan harus segera dikeluarkan. Dengan editorial calendar, sekarang saya lebih tenang kalau nulis. Kalau ada ide tiba-tiba loncat, tinggal tangkap dan langsung masukkan ke planner.


2. Tahu peta trend terbaru

Salah satu predictable trend biasanya adalah yang berdasarkan tanggal. Dan, dengan editorial calendar kita tahu banget kapan itu International Women's Day, kapan itu International Children's Book Day, bahkan kapan bakalan ada New York Fashion Week atau kapan Academy Award akan dilangsungkan, bahkan beberapa bulan sebelumnya. 

Yang sudah sering nulis konten pasti tahu banget, bahwa salah satu jurus membuat konten viral adalah riding the trend. Menunggangi trend. Lagi musim trailer AADC? Coba deh, nulis tentang AADC. Dan lain sebagainya.

Dari mana bisa dapat tanggal-tanggal ini? Kalau yang internasional sih bisa didapatkan dengan mudah kok. Search aja dengan keyword 'editorial calendar'. Akan banyak result yang muncul. Yang lokal Indonesia? Rada susah sih, paling yang ada yang daftar hari-hari peringatan nasional. Tapi itu juga lumayan sih. Semoga segera ada yang memetakan hari-hari penting di luar itu ya.


3. Manajemen multiblog lebih mudah

Ada yang hobi ternak blog? Sama dong kita! Hehehe.

Banyak yang nanya ke saya, gimana caranya saya bisa nulis di begitu banyak blog dengan niche sendiri-sendiri? Masih sempat juga nulis buat portal web atau website brand? Ah, #berkahngeblog. #eaaa :)))) #sekalisekalipamer #kebanyakanhashtaglumak

Jawabannya, ya karena saya punya skedul sendiri di editorial calendar saya. Senin saya urus blog apa, Selasa yang mana, Rabu di mana ... ada semua sampai Jumat. Sabtu dan Minggu? Saya pakai buat bikin planning dan sedikit evaluasi. Buat brainstorming, nemu ide-ide baru.

Ah, the art of being melancholic. Semuanya serba teratur dan terjadwal ya :)) Pasti juga banyak yang mikir, duh, nggak woles amat ya hidupnya. Apa-apa diatur jadwal. Padahal ini justru woles banget, karena jadwal. Kalau enggak, ....


4. Nggak pernah ada writer's block

Nggak nulis karena nggak punya ide? 
Dengan editorial calendar, kamu nggak akan pernah lagi mengalaminya. Selalu saja ada yang bisa ditulis. Percaya kan, practice makes perfect? Percaya kan, dengan semakin banyak dan semakin sering kita nulis, maka kita pun semakin peka dan mudah mendapatkan ide?

Itu semua bisa kita lakukan dengan editorial calendar ini. Karena itu, jangan lupa sisakan waktu satu hari hanya untuk brainstorming. Untuk liat, bakalan ada event apa setidaknya seminggu ke depan. Jangan lupa untuk taruh segera di planner ya.


5. No more procrastinating

Ini penyakit saya banget, dan mungkin penyakit untuk beberapa orang (baca: blogger).

Ikut lomba. Ah, ntar ah nulisnya. Mepet deadline aja.
Dapat tulisan pesanan. Ah, ntar ah nulisnya. Belum ditagih.

Hoho. Siapa deh yang suka gitu? Well, saya juga kok :P Kayaknya procrastinating ini memang hobi setiap orang ya? Tapi dengan planner, kita biasanya akan dipaksa untuk mematuhi apa yang sudah kita rencanakan.

Yah, seenggaknya kita bisa mengurangi kebiasaan inilah ya. Karena saya pun masih juga suka cari-cari alasan buat menunda hahahaha.


6. Manajemen waktu dengan tugas lain juga lebih mudah

Editorial calendar, selain memudahkan "tugas" ngonten juga memudahkan kita untuk membagi waktu dengan tugas harian yang lain. Menjadi penulis konten, bisa jadi kita harus menulis atau harus mengedit 2 - 3 artikel setiap hari. Rada ajaib kalau nggak dibantu dengan tool semacam editorial calendar ini.

Hanya saja, memang kita harus bisa disiplin melaksanakannya.
Maksudnya, ya saat nulis ya harus nulis beneran. Saatnya masak, ya masak. Saatnya jemput sekolah ya jemput sekolah.

Emangnya tugas-tugas itu juga harus ditulis di editorial calendar?
Ya enggak. Tapi dengan melihatnya, kita jadi tahu, kapan waktu nulis, dan kapan kita melakukan aktivitas yang lain. 


7. Karena ngonten juga butuh strategi

Content topics are strategies.
Topik konten adalah strategi untuk sebuah blog atau web. Apalagi buat blog yang pengin dikomersialkan dengan fokus pada kontennya. 

Selain itu, ada berbagai usaha yang harus kita lakukan selain menulis, kalau mau konten kita 'laku'. Salah satunya kita harus melakukan promosi konten. Share di media sosial, ngiklan mungkin? Banyak cara distribusinya (dan saya lagi berusaha mempelajari cara distribusi konten yang lebih efektif).

Strategi ngonten dan juga promosinya, hanya bisa kita lihat secara keseluruhan saat kita sedang menatap editorial calendar. Semacam lagi menghadapi papan catur, dan sedang memutuskan pion mana yang maju duluan.
Ealah. Analogi yang aneh.
Tapi ya, kurang lebih begitulah ya.


Nah, harusnya sih terus diikuti dengan cara plotting editorial calendar ya. Tapi kayaknya bakalan kepanjangan deh. Hehehe. Karena itu, saya akan menuliskannya di artikel berikutnya. Semoga sih, nggak terlalu lama ;)

Semoga semua alasan di atas bisa menjawab pertanyaan yang dilontarkan pada saya sebelumnya ya :)
Dan, semoga bisa membantu para blogger moody yang pengin serius menulis di blog, atau para content writer yang kesulitan menemukan ide atau waktu untuk menulis.

Selamat menulis!
Ini Dia Beberapa Prediksi Perkembangan SEO di Tahun 2016 yang Harus Dicatat

Tulisan ini pernah ditayangkan di www.RedCarra.com

Tahun 2016 pasti akan banyak perkembangan terjadi, apalagi di dunia teknologi ya. Dan yang paling cepat perkembangannya apalagi kalau bukan di internet. Hmmm, terutama SEO.

Sebenarnya kalau kayak saya nulis di blog ini, nggak terlalu mikirin SEO sih. Saya lebih mikirin, gimana caranya supaya blog ini enak dibaca. Tapi justru malah di proyek yang lain, saya mau nggak mau harus mikirin SEO. Meski juga nggak terlalu yang berat-berat. Karena tugas saya hanya menyediakan tulisan yang bagus dan viral aja di sana. Tapi ya, mau nggak mau, ya saya harus merhatiin juga SEO-nya.

Nah, kalau kamu yang memang mempunyai fokus mengenai hal ini di blog kamu, barangkali informasi ini bisa sedikit bermanfaat. Yaitu, mengenai perkembangan SEO di tahun 2016. Karena you know-lah, Google itu rajin banget mengubah algoritma pencariannya. Yang dulu masih oke, ternyata sekarang nggak lagi. Google juga mengeluarkan banyak update yang menyarankan jangan lakukan ini itu dalam website, atau sebaiknya begini beginu di website. Ada mobile-geddon, ada Google Penguin, Google Panda, dan sekarang ada juga Google Pigeon.

Terus, mau tahu nggak prediksi perkembangan SEO nanti di tahun 2016?

Wehhh, sebentar. Ini bukan saya yang meramal loh :)) Apalah saya. Prediksi ini saya ambil dari artikel di Lifehack. Di sini tepatnya. Saya coba bantu terjemahin secara bebas ya, semoga nggak ada yang keliru. CMIIW.

1. Situs-situs yang mobile-friendly akan terus menjadi yang utama


Yep, ini sudah dimulai awal tahun 2015 ini ya. Mobilegeddon merupakan algoritma Google yang diluncurkan di awal tahun 2015 yang bertugas untuk menyesuaikan hasil pencarian situs-situs dengan fokus ke situs yang mobile friendly lebih dulu. Artinya lagi, kalau situs kamu nggak mobile friendly ya nggak usah kaget kalau nggak muncul duluan di hasil pencarian Google.

Jadi, tetap pastikan situs atau blog kamu mobile friendly ya. Kamu bisa coba tes di sini nih. Apakah cukup mobile friendly sekarang?

2. Voice search


Nah, ini berhubungan dengan requirement untuk mobile friendly di atas.

Orang-orang yang berselancar dengan handphone, smartphone, tablet, akan melakukan pencarian dengan voice search. Ya, logikanya mereka nggak suka mencari dengan menulis/mengetik, karena bisa saja saat itu tangan mereka yang lain lagi sibuk melakukan hal lain. Misalnya lagi masak, terus nyari resep. Tangan kiri nguleni adonan, tangan kanan nyari resep. Eh, mungkin nggak sih itu? :lol: Saya sih belum pernah kayak gitu.

Yah pokoknya gitu deh. Dengan demikian, people tend to use Siri, Google Now atau Cortana untuk mencari informasi dalam kondisi mobile. Nah, saya juga belum tahu nih, gimana implikasinya di website atau blog. Struktur data mana yang harus diulik. Barangkali yang lebih expert ada yang bisa menjelaskan? :)

3. Local search


Ini inti dari Google Pigeon. Sependek yang saya tahu, algoritma Google Pigeon adalah algoritma yang masih terus dikembangkan oleh Google dengan fokus pada hasil pencarian lokal. Ini, kalau saya nggak salah menarik kesimpulan dari beberapa bacaan sumber yang saya dapatkan, Google memfokuskan hasil pencarian ke web-web berdomain lokal semacam web.id atau co.id. Nah, makanya blogspot.com juga sekarang jadi blogspot.co.id. Kalau kita ketik xxx.blogspot.com dengan menggunakan IP Indonesia, kan langsung ke-direct ke blogspot.co.id kan?

Jadi, akan lebih baik, sekarang kalau kamu mau bikin website pakailah domain lokal, ada .co.id, web.id, ada yang cukup .id aja. Apalagi kalau target market kamu adalah lokal, atau hanya mencakup Indonesia aja. Ini sangat menguntungkan nanti posisinya di hasil pencarian gara-gara Google Pigeon ini.

4. SEO semakin bergantung pada bentuk digital marketing lainnya


Intinya, semoga saya nggak saya menginterpretasikan, mau optimasi SEO kayak apa pun kalau nggak diintegrasikan dengan social media marketing juga nggak akan menolong. Jadi, yang malas share di media sosial, coba sekarang mulai ditambah rajin share. Terutama sih di Google+. Padahal ya, dari semua media sosial yang sudah saya coba, Google+ ini paling susah euy menurut saya. Nyetting-nya susah, nge-automatisasi-nya juga susah. Saya sudah berusaha ngutak atik, tapi kok ya belum berhasil sampai sekarang. Hmpf. Padahal konon sih, dari luar Google+ ini kayaknya sepi-sepi aja yah. Tapi kalau kita liat 'dalemannya', ternyata bisa menyumbang trafik yang cukup besar. Ini konon lho. Saya sendiri belum bisa membuktikan. Ya itu tadi, masih belum bisa betah ngulik di sana. Havft.

5. Bing akan menjadi kompetitor utama Google


Ada berapa banyak di sini yang pakai Bing untuk tempat nanya info?

Hmmm, kok kayaknya agak jarang yah? Tapi nggak tahu deh, Lifehack memasukkan Bing menjadi kompetitor utama Google sebagai search engine. Ada sih alasannya di artikel yang sudah saya tautkan di atas. Saya hanya mikir, kalau di Indonesia ada berapa banyak sih yang pakai Bing? Saya pribadi malah nggak pernah tuh pakai Bing. Barangkali kapan-kapan mau pakai Bing sebagai alternatif lah.


Nah, itu dia 5 prediksi perkembangan SEO di tahun 2016 menurut Lifehack.

Kamu, yang menganggap prediksi ini sangat penting untuk kemudian di-follow up, silakan mulai bersiap-siap dari sekarang. Sedangkan kamu, yang nggak anggap ini sebagai hal terpenting dalam aktivitas kamu berselancar virtual, ya anggap saja sebagai tambahan pengetahuan ;)

Semangat!
5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita


Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tulisan Muncul di Page One Google kemarin, ada poin yang menyebutkan bahwa keyword sudah harus muncul di 100 kata pertama. Ada seorang pembaca yang kemudian meninggalkan komentar seperti ini.

"100 kata pertama. Ini malah seringnya pembuka yg apalah apalah isinya."

Dan ini akhirnya membuat saya tergelitik untuk membahasnya lebih lanjut. Hehehe. Karena justru inilah yang kadang kita lupakan dan menjadi kesalahan utama kita saat menulis.

Dalam flashfiction, ada dalil, bahwa "opening justru sangat menentukan dalam suatu cerita". Pembaca akan terus mau meneruskan membaca tulisan kita jika memang openingnya 'memancing' mereka to do so. Dan, ini juga berlaku di tulisan nonfiksi. Pembukaan justru menjadi yang paling penting.

Ya, jangan buang-buang perhatian pembaca yang masih on di pembuka artikel. Langsung pancing mereka untuk terus membaca. Nggak perlu pakai basa-basi. Cerita ini dan itunya bisa kita tulis nanti, sekalian dalam isi artikelnya. Gunakan sebagai ilustrasi.

Jadi, hal-hal apa saja yang bisa kita gunakan sebagai pemancing pembaca untuk terus membaca artikel kita?

Mari kita lihat.

1. Sajikan fakta atau data yang menarik


Misalnya, saat pengin menuliskan mengenai pentingnya membaca buku, kita bisa memulai dengan kalimat seperti ini.

"Indonesia berada di peringkat kedua negara-negara yang penduduknya suka buku. Kedua ... dari bawah, dari 61 daftar negara. Hanya setingkat di atas Botswana."

Kalimat tersebut menyajikan fakta yang 'mengejutkan' secara langsung, sehingga pasti akan juga langsung menarik minat membaca. Kemudian bisa diikuti dengan data-data berikutnya.
Ya, mulailah dengan fakta yang menarik. Fakta yang tidak menarik biasanya punya ciri-ciri sebagai berikut:
  • Sudah terlalu banyak disampaikan
  • Terlalu umum atau luas
  • Related but not surprisingly
Namun, fakta yang tidak menarik bisa dibikin menarik. Adalah kreatifitas penulis juga yang menentukan. Sebentar, mau nanya lagi. Jadi, siapa yang masih menganggap pekerjaan penulis artikel atau blogger itu gampang? :P

Untuk membuat fakta menarik, bisa dengan beberapa cara juga.
  • Sajikan dalam bentuk ironi. Misalnya seperti di atas. Faktanya di-twist.
  • Atau beri fakta yang selintas nggak ada hubungannya, tapi karena pinternya kita ngulik jadi ada hubungannya.
Hahaha. Bingung ya?
Misalnya.

"Air terjun Niagara telah mengalirkan miliaran liter per detik debit air dalam 12.000 tahun terakhir. Blog kamu barangkali bisa mengalirkan traffic lebih dari itu hanya dalam satu tahun. Penasaran nggak caranya gimana?"

Oke. Abaikan soal debit air Niagara ya. Saya asal comot. Kalau mau pakai, coba riset dulu. Hahaha.
Tapi coba lihat esensinya ya. Debit air terjun Niagara dihubungin sama blog? Emang ada hubungannya? Ada dong. :D Hehehe.

Yep, itu salah satu contoh. Kamu pasti bisa lebih bagus lagi :D

 2. Sajikan endingnya lebih dulu


Every story has an ending. Termasuk tulisan nonfiksi di blog kita, nggak cuma fiksi. Pasti akan ada akhirnya kan ya? Nggak mungkin enggak.

Untuk bisa memancingnya, sajikan dulu objective dari paparan kita kali ini. Misalnya.

"Setelah mempraktikkan 100 cara ini, tiba-tiba saja jumlah visitor saya melonjak 300% hanya dalam hitungan jam."

Eummm. Kok nadanya kayak iklan-iklan MLM nggak jelas itu ya? :)) bhahahah. Tapi bener lho, itu struktur dan cara membuat pembaca hooked-up itu bener. Jadi tertarik kan? Perhatiannya jadi fokus kan?
Yang terlintas kemudian dalam pikiran adalah, apa nih yang mau ditawarin? Gimana sih caranya? Dan lain sebagainya.

Kamu pasti bisalah ya, merangkai kalimat ajaib setipe itu dari postingan kamu.

Ok. Contoh lain.

"Bingung karena rasanya hari-hari begitu pendek? Itu berarti kita butuh manajemen waktu yang tepat. Lalu apa yang bisa kita lakukan agar kita bisa memperbaiki manajemen waktu kita?"

Nah, itu endingnya adalah setelah membaca artikel tesebut kita bisa memperbaiki manajemen waktu. Tapi ingat, jangan berikan spoiler mengenai isinya di bagian opening ini ya.

Apa yang ingin kamu tawarkan pada pembaca, tampilkan di opening tanpa spoiler.



3. Gunakan anekdot


Anekdot di sini adalah cerita singkat mengenai latar belakang yang memicu hingga tercipta tulisan yang kita bikin. Misalnya, di artikel yang ini, saya cerita sedikit saat saya diskusi dengan klien.
Meski dibuka dengan cerita, please keep it short. 50 kata sudah cukup, sehingga kamu masih punya ruang untuk tulisan lain, untuk menggiring pembaca ke inti artikel.

Selain menggunakan anekdot, kita juga bisa menggunakan quote. Banyak artikel saya di Rocking Mama, dibuka dengan quote yang sesuai dengan isi. Kadang saya cari quote yang agak kontroversial. Selain quote dari orang terkenal, kamu juga bisa menggunakan quote paling menarik dari keseluruhan artikel kamu. Pilih satu atau dua kalimat yang paling jleb, lalu taruh di paling atas. Semacam prolog. It works too.

4. Lontarkan pertanyaan


Pertanyaan biasanya merupakan "masalah". Kalau pertanyaan tersebut ditaruh di opening, berarti pembaca juga akan langsung menemukan masalah yang ingin dipecahkan atau ditawarkan solusinya oleh si penulis artikel.

Jadi, berikan pertanyaan yang paling memancing.

Misalnya.

"Puyeng karena nggak juga segera mendapatkan babysitter yang sayang anak dan terpercaya? 
 Yah, memang susah sih. Ini memang menjadi permasalahan yang umum dialami oleh ibu-ibu sibuk seperti kita. Tapi bagaimana pun kita harus bisa mendapatkannya! But, how?
Kemarin saya pernah ... bla bla bla."

So, pancing dulu dengan kondisi yang mungkin dialami oleh pembaca, agar pembaca merasa related. Pertanyaannya juga lebih baik lagi kalau nadanya agak sinis. Hehehe. Misalnya.

"Udah puas dengan performa blog kamu sekarang? 1.000 visitor per hari?
Padahal blog-blog keren itu bisa menghasilkan 20.000 visitor per hari lho."

Yes, sentil "kebutuhan" utama pembaca, atau emosi pembaca.
Jangan melontarkan pertanyaan yang bakalan menghasilkan jawaban pendek dan terbatas. Atau pertanyaan yang jawabannya seragam pada setiap orang, atau jawaban yang sebenarnya sudah diketahui oleh banyak orang.

"Pengin blognya ramai dikunjungi?"

Ya iyalah. Siapa yang nggak pengin blognya ramai dikunjungi. *rolls eyes* Basi banget sih.
Hahaha. Ya, itu contoh aja sih :D


5. Kalau punya nyali lebih, coba sedikit konfrontasi


Pernah melihat atau membaca komen seseorang atau status seseorang di Facebook atau di media sosial lain, yang kemudian memicu kamu untuk menulis topik yang sedang hangat tersebut?

Ambil kalimat atau komen seseorang itu, dan jadikan sebagai pembuka.
Kayak di artikel ini :)) Saya mengambil komen salah satu pembaca artikel yang lalu, dan membuat artikelnya yang (semoga bisa) menjawab pertanyaannya. So I confroted the comment, in a good way.

If you have opposite opinion, state it out. :D Percaya deh, orang akan dengan segera hooked up, untuk membaca lebih lanjut. Well, memang mau nggak mau, kita harus mengakui bahwa orang-orang suka sensasi, suka konfrontasi, suka 'perang', suka suasana panas. Jadi, kalau memang punya nyali, it will work so well. :D

Buat opening setelah artikel sudah selesai


Nah, yang paling akhir, saran saya adalah kamu bisa membuat opening justru pada saat artikel kamu sudah selesai. Jadi kamu bisa membaca ulang dulu, kira-kira bagian pentingnya dari artikel kamu ini yang mana. Dengan sedikit utak atik, kamu pasti bisa membuatnya menjadi opening yang menarik, sekaligus memuat apa yang menjadi kata kunci artikel kamu.

Well, saya kadang juga masih gagal bisa meng-hooked up pembaca untuk mau membaca lebih lanjut. Masih trial and error. But hey, at least I'm practicing.

Jadi, ayo, berlatih bareng-bareng dengan menulis lebih sering ;)
Guest post ini pernah tayang di www.RedCarra.com, dan ditulis oleh Febriyan Lukito.


Ini Dia Cara Mudah Tulisan Muncul di Page One Google

Disclaimer: faktor – faktor yang saya tuliskan di bawah ini dalam cara mudah agar tulisan muncul di page one Google hanyalah sebagian kecil saja. Masih banyak faktor lainnya yang harus dipertimbangkan agar tulisan kamu benar-benar di nomor satu di Google.

Sejak saya pindah menggunakan self-hosted domain, ada satu hal yang menjadi pusat ketertarikan saya, yaitu SEO atau Search Engine Optimization. Yang saya artikan secara gampangnya adalah mengoptimalkan apa yang ada di website atau blog agar muncul saat dicari oleh orang (dengan keyword tertentu). Dan ternyata baca-baca soal SEO itu gak seperti yang saya bayangkan.

Kalau saya bahas semua dalam satu postingan mengenai SEO on page ini, yang ada akan menghabiskan ribuan kata yang mungkin akan membuat kalian sendiri mulai bosan. Jadi untuk kali ini saya ingin share sedikit dulu ya, mudah-mudah nanti bisa saya share lagi di kemudian hari.


Cara Mudah Tulisan Muncul Di Page One Google


Dari berbagai cara yang saya ketahui, saya akan share lima SEO on page yang bisa dipraktikkan langsung, saya sudah menggunakannya juga.

Tentukan kata kunci alias keyword yang ingin ditargetkan


Tentunya saat kita ingin tulisan kita muncul di halaman pertama google, ada satu hal penting yang perlu disiapkan. Yaitu keyword alias kata kunci apa yang akan digunakan untuk mencari tulisan tersebut. Misalnya saja dalam tulisan mengenai Cara Mengatasi Iphone Yang Tiba Tiba Mati. Keyword yang dimasukkan adalah iphone mati tiba tiba.

Untuk mencari keyword yang tepat, kita harus berpikir kalau kita sedang mencari di Mbah Google, kata apa yang kita masukkan.

Baca juga: Cara mendapatkan keyword yang tepat untuk tulisan

Kata kunci ada di URL


Cara optimasi SEO on page kedua yang bisa digunakan adalah memasukkan keyword pada nomor satu di atas pada URL tulisan tersebut. Baik pengguna wordpress maupun blogspot, mengganti URL ini sudah diakomodasi oleh mereka. Pada awalnya, baik di WP ataupun Blogspot, URL akan sama dengan judul. Nah, tinggal klik edit di bawah judul untuk pengguna wordpress dan untuk pengguna blogspot hanya perlu menyetel tautan permanen khusus.

Catatan penting, kalau bisa keyword di awal URL.

SEO - Kalau bisa keyword di awal URL


100 kata pertama dalam tulisan mengandung kata kunci yang dimaksud


Perhatikan tulisan ini, apa kata kunci yang digunakan untuk tulisan ini? Jika jeli, akan melihat juga bahwa dalam paragraf pertama sudah ada kata kunci tersebut. Ini salah satu SEO Tips berikutnya, yaitu keyword yang dimaksudkan tercantum dalam 100 kata pertama.

Catatan: penggunaan huruf tebal, miring dan garis bawah disarankan karena membantu robots mesin pencari mengidentifikasi mana yang penting dalam tulisan itu.
Update dari Carra: huruf tebal, miring dan garis bawah ini sekarang sudah nggak terlalu ngefek lagi untuk Google Pigeon. Tapi kalau mau makai, juga nggak masalah.

Gunakan H2 untuk keyword yang diinginkan


Sebelumnya saya tuh gak tahu apa itu H1, H2, dan seterusnya. Pertama kali membacanya saat mengecek seberapa optimized blog saya di chckme.com. Di sana barulah saya tahu ada yang namanya H1, H2 sampai H6.

Agar tulisan kita menjadi optimized di mata mesin pencari dan masuk di nomor satu Google, kita harus memasukkan keyword yang kita maksudkan di dalam H2. H2 sering disebut dengan subheading. Bagi pengguna blogspot lebih mudah dalam melakukan subheading di dalam tulisan ini dibanding pengguna wordpress.

Tapi sejak perbaikan terakhir (wordpress 4.3 – Dolly), Wordpress pun sudah member kemudahan untuk subheading ini. Hanya perlu menambahkan ## di depan judul heading yang diinginkan lalu enter – jadilah yang namanya H2.

Akhiri dengan kesimpulan


Artikel yang bagus untuk SEO selalu terdiri dari 3 bagian besar, yaitu pembuka, isi dan penutup. Nah, selalu akhiri tulisan dengan kesimpulan dan menyertakan keyword yang dimaksudkan dalam paragraf kesimpulan atau penutup ini. Seperti pada contoh di bawah ini. Jangan lupa berikan link pada tulisan itu sendiri.

Itu sih 5 tips SEO ala-ala saya yang selama ini saya gunakan. Tapi sekali lagi saya ingatkan bahwa tips SEO itu banyak banget dan cara mudah agar tulisan muncul di page one Google yang saya tuliskan di atas hanyalah yang bisa dipraktikkan langsung. Tapi 5 cara mudah tulisan muncul di page one Google itu hanyalah TOOLS. Yang harus diingat adalah membuat konten berkualitas – Content Is The King.

---

Artikel ini ditulis oleh Febriyan Lukito untuk blog www.RedCarra.com
Twitter: @feb_ryan24

Mau nulis guest post untuk blog ini juga?
Kirim aja artikelmu dalam format .doc terlampir melalui email ke mommycarra@yahoo.com ;) Hanya artikel yang lolos seleksi yang akan ditayangkan.
7 Kesalahan Umum yang Sering Dilakukan oleh Kita Saat Membuat Laman About Me


Baiklah. Ini bahasan kesekian dalam topik apa saja yang harus kita siapin kalau mau menjadi blogger serius, yang sedang saya telusuri satu per satu seperti yang pernah saya tulis di sini.

Membuat laman 'About Me' itu gampang-gampang susah. Kadang malesin, karena dengan narsisnya kita akan memamerkan diri. Tapi ya, kalau udah jadi blogger itu seseorang sudah pasti jadi narsis. Iya nggak sih? *dikeplak* Sementara juga kadang kita nggak tahu harus menulis apa, sehingga kita malah mengabaikan about me ini. Atau malah karena saking bingungnya, jadi nulis apa saja ke mana saja?

Padahal, about me ini penting banget. Buat kasih gambaran orang, kita ini siapa, suka membahas apa di blog, dan juga bisa membantu orang (baca: klien) untuk tahu bagaimana circle pertemanan (baca: pembaca blog) kita sehingga mereka bisa tahu kita cocok nggak kalau diajak kerja sama.
Nah, panjang kan?

Jadi, dalam menulis About Me, hindarilah beberapa kesalahan berikut ini.

1. Nggak punya laman 'About Me'


Nah, ya. Ini adalah kesalahan pertama. Jangan sampai nggak punya laman About Me.

About Me is a must. Harus ada di blog atau website. Buat orang tahu bahwa ada orang beneran di balik web atau blog yang sedang ia kunjungi. Apalagi kalau web atau blognya dipakai buat jualan, atau bisnis. It's a must! Nggak semua orang mau membaca semua artikel kita buat tahu siapa kita. Nggak semua orang punya waktu buat baca, atau scrolling sampai beberapa halaman. Jadi, ringkas semuanya dalam satu laman About Me.

2. No story in it


Kayak saya kemarin nih. Ada cerita sedikit ya. Saya mau ngirim hadiah kuis ke seseorang, kebetulan hadiahnya buku. Nah, saya ini suka milihin hadiah yang cocok sama orangnya. Supaya saya bisa milihnya pas, ya saya kepoin kan blog si pemenang. Saya pengin tahu, apa dia itu seorang ibu, punya anak belum, ngantor apa di rumah dan sebagainya. Tapi ternyata, nggak terlalu banyak info yang saya dapetin.

Nah, begitu juga orang lain. Misal agency mau nyari buzzer, ya pasti ngepoin kan? Gimana mau tertarik kalau About Me-nya cuma, Hai! Selamat datang di blog saya. Udah.

Show them a little story. Jangan terlalu detail juga sih. Just a little story, yang menceritakan siapa sih kita, apa yang sedang kita kerjakan sekarang, dan apa yang sudah kita hasilkan. Beri gambaran, kira-kira blog ini pembacanya seperti apa, tapi nggak perlu terlalu vulgar. Caranya dengan menyebutkan niche blog, atau topik yang biasa dibahas di blog. Dengan demikian, orang tahu, pembaca blog kita ini siapa aja.

3. I can't find your name


Maunya sih, kalau memang mau serius, ya blognya jangan dibikin anonim.

Your name ya, bukan your spammy name. Seperti "Tukang Obat", atau "Jualan Rumah", atau "Sedia Pakaian Anak". No. NO. We, your readers, need your name. Is it Marni, Sumi, Joko, siapa pun.

Kalau nama kamu adalah nama yang "biasa", coba untuk membuatnya lebih spesial. Misal, nama "Budi". Ada banyak "Budi" di Indonesia. Kamu harus membuatnya menjadi mudah diingat orang, bahwa "Budi" ini adalah "Budi" kamu. Tapi gimana caranya ya, soalnya nama kamu ya "Budi" aja. Tambahkan saja nickname. Kayak "Budi Anduk" pasti orang tahu, ini "Budi" yang mana. Misalnya, "Budi Blogger Tekno". Atau "Budi Biru". Apa aja deh.

Nama ini nggak selalu nama asli kamu juga kok. Kita ngerti banget bahwa beberapa orang sangat melindungi privacy-nya. Pseudonyms are OK. Asal bukan anonim.

4. I don't know what you look like


When I want to hire you, then I need to know what you look like.

Iya dong. Masa mau mempergunakan jasanya, kita nggak tahu orangnya kayak apa. Udahlah ini di internet, orangnya juga nggak jelas. Aih, emang bisa dipercaya gitu? Begitu juga kalau saya pengin merekomendasikan seseorang ke orang yang lain, saya lebih suka merekomendasikan orang yang dikenal kan? Logikanya kan gitu.

Jadi, ayo pasang fotonya di About Me ya. Hehe. :D

5. Membosankan


Jangan terlalu panjang. Karena About Me memungkinkan kita untuk menulis tentang diri kita sendiri, dan sebagian orang cenderung untuk mulai hilang fokus kalau udah dikasih kesempatan buat narsis, maka sebaiknya keep it simple and short. Nggak usah terlalu banyak basa-basi..

Yang perlu diceritakan, sekali lagi, adalah nama kamu siapa, pekerjaan kamu sekarang apa, pernah ngerjain apa saja, punya blog apa saja. Yang penting, semua tentang karya bisa kamu tuliskan. Buatlah itu About Me sekaligus menjadi CV. Nggak perlu menceritakan kondisi keluarga secara mendetail, apalagi sampai menyebutkan nama anak-anak ataupun menyebutkan sekolah mereka. Juga nggak perlu sebutkan hal-hal lain yang bersifat pribadi. Keep it professional.

6. Nggak ada hirarki


Siapa yang bilang About Me itu sepele? Justru di About Me kita bisa branding sebaik mungkin. So, kalau kamu pengin dikenal karena sesuatu, maka tonjolkanlah sesuatu itu di About Me.

Dari beberapa sumber blog luar yang menulis tentang how to write a better About Me, kita harus menerapkan itu H2, H3, dan seterusnya. Tebalkan huruf pada kata-kata yang penting, yang menunjukkan siapa kamu dan apa pekerjaanmu.

7. Nggak memainkan kekuatan


So, kalau kamu seorang desain grafis, SEHARUSNYA kamu membuat About Me yang menggambarkan pekerjaan kamu tersebut. Kalau kamu seorang video maker, seharusnya About Me-nya juga berupa video yang keren. Kalau kamu penulis? Ya, sajikan dengan tulisan yang ciamik.

Nah, dua poin terakhir ini saya sendiri juga belum nih. PR banget nih. Saya memang pengin menampilkan CV yang keren kayak yang sering saya liat di web-web atau blog lain.
Nih, saya kasih lihat beberapa yang About Me-nya cakep yah.

About Me Claire B.


About Me Marlin Jackson


About Me Joel Reed

About Me Adham Dannaway

About Me Dashing Dish

See, kalau dilihat-lihat para blogger di atas memang memaksimalkan blognya sebagai portfolio, dan mereka serius banget membuat About Me-nya, meski kadang ya ada yang kocak. Tapi mereka nggak asal ada About Me.
Kebanyakan akan membahas niche pekerjaannya. Misalnya kalau desainer web ya spesialisasinya di desain yang bagaimana, kalau tentang konten ya spesialisasi konten apa. Para profesional yang fokus akan niche tertentu pastinya akan lebih menarik daripada para profesional yang segala bisa.

Jadi, memang ini perlu dipikirin bener.

Saya sendiri beberapa hari kemarin udah berusaha memperbaiki laman About Me saya, tapi saya rasanya masih kurang membahas area niche skill saya. Masih terlalu banyak ngomongin diri sendiri :)) Yah, enggak apa-apa. Nanti sekalian diperbaiki dengan infografis yang (semoga bisa) ketjeh, dan bikin kamu mupeng bikin juga. Muahahahaha.

Meanwhile, coba dilihat laman About Me masing-masing yuk. Masih ada kesalahan-kesalahan di atas nggak? :)
Halo!

Blogging: Have Fun and Get the Money - Sudah bisa kamu dapatkan di toko-toko buku


Sudah tahu kan, kalau saya barusan nulis buku "Blogging: Have Fun and Get the Money"?

Beluuuuummm!!!
*Pura-pura nggak denger yang jawab 'belum'*

Nah, sekarang saatnya kontes-kontesan deh :D Mau? Kontes kecil-kecilan sih, biar seru aja nih ya :) Sekaligus menyalurkan hasrat narsis #eaaaa.

Jadi begini ...
Kontesnya sih gampang aja.

Sudah punya buku "Blogging: Have Fun and Get the Money " kan?
Apa? Belum? Hih, ke mana aja sih? Sudah ada di toko-toko buku loh! Sudah bisa juga pesan online ke toko-toko buku online, atau langsung ke penerbitnya. Masa belum punya? *dikeplak*
Nah, kalau sudah punya, all you have to do is ...


Photo Contest - Blogging: Have Fun and Get the Money

  1. Foto buku "Blogging: Have Fun and Get the Money" punya kamu. Boleh foto buku doang, atau boleh juga sama kamu selfie. Bebas deh pokoknya. Yang penting kreatif, menarik, dan gaya!
  2. Unggah foto tadi ke media sosial, pilih salah satu: Facebook atau Twitter atau Instagram.
  3. Follow Facebook Carolina Ratri, Twitter @RedCarra, atau Instagram @r3dcarra, salah satu aja sesuai dengan unggahan foto kamu, lalu tag ya. Supaya saya ngeh kalau ada foto buku ini.
  4. Dalam buku "Blogging: Have Fun and Get the Money" ini ada banyak topik bahasan, dari mulai persiapan membuat blog, sampai monetizing blog. Nah, topik yang mana sih yang menjadi favorit kamu? Ceritakan di caption fotonya ya, kalau ditweet ya bolehlah ditweetkan berseri dengan nomor. Kasih alasannya juga kenapa topik bahasan tersebut menjadi favorit kamu.
  5. Jangan ketinggalan hashtag wajibnya #BloggingHaveFun
  6. Periode photo contest ini adalah dari 3 - 13 Maret 2016. Yes, cukup waktu buat berburu buku ini di toko buku buat yang belum punya :P
Mau tahu apa aja hadiahnya?

Organizer keren Mudagaya dari Ranny Afandi, pemilik blog Hujan Pelangi | Boleh follow akun Twitternya @rannyrainy atau IG @rannyrainy

2 set kalung dan anting-anting capiz atau kulit kerang yang dibuat secara handmade. Dulu dipesan secara eksklusif, one and only untuk dipakai sendiri. Aksesoris kesayangan, belum pernah dipakai.

  • 1 foto paling kreatif mendapatkan 1 agenda Mudagaya, 1 set kalung dan anting-anting cantik terbuat dari capiz, dan pulsa senilai Rp 25.000
  • 1 foto kedua kreatif mendapatkan 1 set kalung dan anting-anting cantik terbuat dari capiz, dan pulsa senilai Ro 25.000

Contoh foto - Punya kamu harus lebih keren lagi ya!


Well, asyik kan?
Tunggu apa lagi?
Saya tunggu foto kiriman kamu ya! ^^

---------------------------------- UPDATE! ---------------------------------- 

Halo!
Terima kasih buat kamu yang sudah ikutan photo contest Blogging: Have Fun and Get the Money ini ya! Suka banget liat foto-fotonya, dan juga baca komen kamu tentang bukunya. Masukan besar buat saya, supaya ke depan bisa lebih baik lagi :)

Setelah mempertimbangkan, maka dari 1000 foto yang masuk (ini keliatan banget hoax-nya ya.), dan sempat galau selama 2 hari, maka saya memberikan selamat pada 2 pemenang berikut ini.

1. @rotundf (post di Instagram)


Mendapatkan 1 pc organizer Mudagaya dari Ranny Afandi, 1 set kalung dan anting, pulsa Rp 25.000


2. @innnayah (Post di Instagram)

Mendapatkan 1 set kalung dan anting, pulsa Rp 25.000
Saya tunggu data diri (nama, alamat dan nomor HP) di email mommycarra@yahoo.com ya :)

Dan, sekalian ada info nih buat kamu.
Nanti pada awal April bakalan ada Lomba BookReview yang pasti hadiahnya juga seru-seru :)
So, stay tuned ya! Yang belum punya bukunya, masih bisa nih siap-siap dari sekarang. Berburu ke toko buku lalu dibaca ;)

See you next month!
Behind the Scene - How to Write Content Writer Workshop with Ollie


Berawal dari pesan WhatsApp seorang Ollie Salsabeela pada saya.

"Mbak Ratri, tanggal 17 aku diundang suatu acara di Jogja. Mungkin kita bisa bikin workshop menulis buat Rocking Mama sekalian."

Yang kemudian membuat saya langsung semangat menghubungi Mbak Indah Julianti, sang sesepuh KEB yang kebetulan banget sekarang berdomisili di Jogja. Saya nggak akan melewatkan kesempatan ini. Saya pernah juga dihubungi oleh Mbak Ollie pas bulan Februari, tapi tanggalnya nggak cocok. Jadi, saya harus menunggu lagi jadwal Mbak Ollie kosong. Syukur-syukur pas Mbak Ollie ada acara sekalian ke Jogja, jadi nggak terlalu ngerepotin aja gitu maksudnya.

Puji Tuhan, akhir bulan Februari itu, Mbak Ollie ngasih kabar kalau bakalan ada di Jogja pas pertengahan bulan Maret. Saya mikir cepat, bahwa saya harus menggandeng komunitas kalau mau ada yang bantu saya mikir, dan juga pasti bakalan lebih fokus dan pesertanya lebih targeted. Komunitas mana lagi yang cocok buat saya tembusin, kalau bukan Kumpulan Emak Blogger?

Gayung bersambut. *Halah, bahasanya kayak zaman Balai Pustaka.* Mbak Indah Juli juga langsung semangat dan menghubungi Makmin KEB pusat. Maketu Icoel ternyata juga langsung bilang oke, begitupun dengan Makpon Mira Sahid. Maka kemudian, saya dan Mbak Indah langsung diskusi. Tanggalnya sendiri sempat labil, gara-gara acaranya Mbak Ollie yang juga berubah jadwal. Tapi untunglah, di tanggal 9 Maret itu justru malah pada bisa datang karena ngepasi hari libur.

Amazingnya, saya dan Mbak Indah nggak pernah ketemuan langsung buat bahas ini. Kami hanya chat via WhatsApp, yang kemudian ada Mbak Lusi yang nimbrung, dan Mak Ika Koentjoro selaku PIC event KEB di Jogja. Sama sekali nggak pernah ketemu. Hari Senin tanggal 7 Maret kami sempat janjian buat lihat lokasi, tapi ternyata gagal juga. Masing-masing ada kesibukan yang nggak bisa ditinggal.

Foto milik Mbak Indah Juli


Dan, tanggal 9 Maret pun tiba.
Saya sedari pagi udah nervous ga keruan. Nyadar deh, kurang persiapan. Bakalan ada 60 orang hadir dalam workshop ini, plus ada sponsor segede Telkom yang support. Saya sampai di lokasi sekitar pukul 12.30-an, dan ruangan masih dikunci. Ketemu sama Mbak Lusi, saya akhirnya bisa membuka ruangan dengan sedikit salah paham sama bapak-bapak Satpam. Hahaha. Ampun! Maafkan dan terima kasih, Mbak Erna, Telkom, Pak Satpam, Pak OB. Ngerepotin gini. *salim satu-satu*

Foto milik Bun Erlina Ayu


Setelah pukul 14.00 lebih sedikit, acara bisa dimulai. Molornya nggak terlalu banyak. Hore! Fantastis! Hahaha. Tahu sendiri kan, jam ngaretnya orang-orang Indonesia. Puji Tuhan deh, kita nggak terlalu banyak molor. Dibuka oleh Mbak Erna yang mewakili Telkom, memperkenalkan produk-produk keren dari Telkom.

Foto milik Mbak Ollie

Mbak Liya Swandari sempat jadi trending topic di grup Zetta Media, karena tangan kiri gendong babynya, tangan kanan ngetik. Gambaran seorang rocking mama sejati :))) | Foto milik Mbak Ollie

Foto milik Mbak Ollie

Pukul 14.30-an, Mbak Ollie sudah memulai sesinya. Materinya padat banget! Dengan latihan-latihan yang dikerjain dengan semangat oleh para peserta. Sesekali kami juga bercanda di tengah-tengah sesi. Mbak Ollie ngajar dengan santai dan interaktif, sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik. Setelah itu sih sebenernya peserta diberi kesempatan untuk mengembangkan hasil latihan selama dua jam sebelumnya menjadi sebuah tulisan utuh di Rocking Mama. Tapi ternyata waktunya sudah habis.

Foto milik Mbak Lusi Tris


Ada banyak hadiah dari Telkom yang disediakan dan didapatkan oleh para peserta. Ah, senangnya ngeliat wajah-wajah yang semringah itu. Sudah dapat ilmu, dapat bingkisan juga. Selain itu, kesempatan kopdaran dan saling memeluknya yang paling saya nanti sih sebenernya. Hehehe. Nggak tahan nggak pelukin emak-emak itu satu-satu. Bener deh :D

Terima kasih banyak, Mbak Ollie :) | Foto milik Mbak Ollie


Special thanks to:
  • Mbak Ollie dan Mbak Gita yang sudah menyempatkan diri datang, dan juga seluruh tim Zetta Media, Mas Ega, Stevie dan semuanya yang nggak bisa hadir langsung di Jogja. Termasuk Prima dan timnya, yang seru :D para gadis-gadis muda yang penuh semangat. Tulisannya saya tunggu ya.
  • Mbak Erna, dan seluruh jajaran Telkom. Terima kasih atas bingkisan yang banyak, tempat yang nyaman, dan fasilitas yang keren. Semoga kita bisa bekerja sama lagi ke depannya.
  • Mbak Lusi, Mbak Indah, Mak Ika, panitia perkasa andalan saya :))) Ayo, kita bikin lagi.
  • Mbak Weka, yang di saat-saat terakhir menjadi dewa penolong. Maaf, nodong jadi MC-nya dadakan. Heuheuheu.
  • KEB, KBJ dan semua peserta yang sudah hadir.
Aduh, jadi kayak kata pengantar skripsi ya ini. Hahaha. Iya, saya emang nggak mau ngomongin workshop-nya kan. Saya kan cuma mau curcol behind the scene-nya :D Untuk workshop-nya nanti pasti ada banyak #UpdateEmak dari emak-emak KEB deh. Tungguin aja. ;)

Dan, aduh, saya pengin ngadain lagi kayak ginian. Kalau diadain lagi, pada mau datang lagi kan? :D
Terakhir, saya tunggu tulisannya di RockingMama.id ya :D

----

Disclaimer: maaf, foto-fotonya pinjam sana sini ya. Soalnya saya mah nggak sempat motret :))))
5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer
5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer


Biar bekerja secara lepas, bukan berarti sampai nggak bisa libur kerja lho. Justru malah kita harus selalu ingatkan diri sendiri supaya sesekali perlu juga libur dan berhenti mikirin kerjaan. Soalnya, kayak saya gini *nggak tahu ya, kalau ada yang beda* bekerja freelance kalau nggak hati-hati malah jadi jauh lebih padat ketimbang kerja di kantor.

Dulu kerja kantoran, 8 - 4 kerja, dan setelah itu ya berhenti mikirin kerjaan. Nggak pernah bawa kerjaan sampai di rumah. Terutama dulu tuh, waktu masih kerja di perusahaan eksportir furniture. Benar-benar kasih batas yang jelas, antara kerja sama pas berada di rumah.

Sekarang? Nggak bisa lagi.

Dan, sesekali saya juga musti membentak diri sendiri untuk sekadar taking a break, dan menjauh sebentar dari semua deadlines dan tuntutan. Kadang bisa, kadang enggak :)) Enggak bisanya karena terus suka mikir, abis libur balik kerja ditunggu oleh PR yang menggunung, itu menyebalkan :P Makanya jadi mau nggak mau ya mikirin meski sebentar setiap hari.

Nah, sekarang sudah liburan nih. Kerjaan lagi numpuk-numpuknya. Gimana bisa nggak mikirin kerjaan? Bisa sih sebenarnya. Dengan beberapa cara berikut ini.

5 Cara Menikmati Liburan yang Bebas dari Rasa Bersalah ala Freelancer


Liburan ala Freelancer tanpa rasa bersalah

1. Rencanakan liburan jauh hari


Salah satu keuntungan bekerja lepas adalah kita dapat merencanakan liburan jauh-jauh hari, tanpa ribet meminta cuti pada atasan. Maka, rencanakan kapan kita mau break beberapa hari dan liburan. Dan, karena kita sudah bisa merencanakan liburan jauh-jauh hari sebelumnya, maka berarti kita juga bisa mengirimkan pemberitahuan pada klien juga jauh-jauh hari sebelumnya, kalau kita akan libur. Ya, mereka harus ada di daftar paling atas orang yang harus diberitahu kalau kita akan liburan.

2. Selesaikan dengan skala prioritas


Selesaikan tenggat yang paling ketat. Sudah jamaklah ya, kalau kerja kantoran dan mau cuti, kita kan juga selalu harus menyelesaikan dulu tanggung jawab kita. Begitu juga untuk pekerja lepas. Saya pribadi, orangnya nggak bisa lepas dari list, ya to do list, ongoing list, schedule list dan lain-lain. List sangat membantu kita untuk ngecek prioritas pekerjaan. Yang bisa diselesaikan setelah liburan, pisahkan dari yang harus diselesaikan sebelum liburan.

3. Set email auto-reply


Kalau di Yahoo ada fitur yang memungkinkan kita menuliskan auto reply saat kita nggak bisa terima email. Di Gmail sepertinya juga ada. Nah, set auto reply kita menjelang libur. Sehingga kalau ada yang kirim email, langsung ada balasan deh, kalau kita sedang off. Pastikan juga untuk menuliskan kapan kita akan kembali aktif bekerja lagi ya.


4. Take some work


Ya, kalau memang terpaksa, bisa aja sih membawa kerjaan ke tempat liburan. Pastikan kamu mempersiapkan semuanya dengan baik ya. Kadang memang ada kerjaan yang benar-benar nggak bisa ditinggalkan. Kalau misalnya nanti butuh koneksi internet, ya pastikan dulu ada wifi atau koneksi di tempat liburan. Perlu nggak membawa modem sendiri, dan kalau memang mau bawa, pastikan modemnya bagus. Siapa tahu susah sinyal. Jangan lupa juga bawa powerbank, kalau perlu juga stop kontak tambahan, kalau butuh buat nge-charge handphone atau laptop :D Kebiasaan selalu terhubung ke internet, jadi kalau benar-benar terputus kayak orang ilang. Iya nggak sih? Tapi, kalau nanti bakalan ke tempat terpencil dan fakir sinyal, ya apa boleh buat. Dan, segera infokan hal ini ke klien.

Dan meski membawa kerjaan saat liburan, ya atur waktu juga. Jangan habiskan waktu liburan juga dengan kerja. Percuma dong :lol: Kita bisa mengaturnya, misalnya nih, luangkan waktu 2 jam di pagi dan malam hari untuk ngerjain yang mendesak ini ataupun sekadar ngecek email. Selebihnya, ya, jangan sentuh dan lebih baik manfaatkan waktu buat benar-benar liburan.

5. Manfaatkan liburan untuk me-refresh kreativitas


See new things, learn new things, meet new people, and feel the new air. Semua-mua yang baru bisa menumbuhkan daya kreativitas yang baru, maka ayo dimanfaatin. Jangan kebanyakan selfie doang, tapi bisa kali memotret hal-hal lain yang bisa memicu ide. Lebih banyak mengamati sekitar, dan menyerap energi yang baru. Ya, bukannya nggak boleh selfie juga sih :lol: Tapi jangan sampai lupa untuk menikmati kondisi sekitar, sehingga bisa merefresh ide dan kreativitas kamu. Gitu loh.



Nah, siap untuk liburan sekarang?

Jangan lupa ingatkan diri sendiri, bahwa sebelum dan sepulang dari liburan kerjaan bakalan menggunung. Tapi ya itu lumrah. Jangan kesel *eh, itu mah saya aja kayaknya ya? :))
Yang pasti, liburan dan piknik itu perlu banget buat kita. Jangan pernah ditunda kalau lagi butuh, meski cuma sekadar jalan-jalan ke pameran buku, atau cuma nyari bakso. Sesekali pergi tanpa harus terbebani bikin laporan perjalanan, atau harus foto dan diunggah ke media sosial. Sesekali nggak pegang gadget, dan fokus pada orang-orang di sekitar kita saat piknik. Masa iya, lagi piknik kita sibuk foto sana sini, unggah (belum lagi ngomel karena sinyal ilang). Malah sibuk balas komen, padahal lagi ngumpul keluarga? :D

Havft.

Nah, selamat liburan buat yang sedang merayakannya! :D
Media Sosial Bisa Bikin Bete!


Ada yang suka ngerasain munculnya tanda-tanda insecure saat gaul di media sosial?

Yah, udah pada tahu ya, kalau media sosial adalah salah satu bentuk lain dari pergaulan sosial masa kini. Dan, namanya pergaulan sama orang banyak, kadang muncul ketidakcocokan, ketidaknyamanan, ketidakamanan, dan perasaan-perasaan negatif lain yang muncul karena berproses sosial tersebut.

Perasaan-perasaan negatif dalam pergaulan ini kemudian memunculkan perasaan insecure, meski kadang kita nggak nyadar saat perasaan ini muncul di permukaan. Yang ada, adalah pelampiasan perasaan ini dalam bentuk tingkah laku tertentu. Meski kedengaran sepele, pelampiasan perasaan negatif apapun itu sepertinya harus kita waspadai.

Kenapa? Karena bisa mengganggu kesehatan jiwa dan raga.

Eits, jangan ketawa dulu. Orang bisa kok jadi "terganggu" jiwanya karena terlalu banyak berita buruk di newsfeed Facebook-nya, atau karena terlalu banyak hal negatif berlalu lalang di timeline Twitternya. Juga terlalu banyak gunjingan atau gosip nggak penting lainnya.

Nah, sebelum kamu benar-benar menjadi "terganggu" jiwanya *sebentar, kok nggak enak banget ya ini istilahnya. Kita ganti apa ya, enaknya?*, dan pergaulanmu di dunia maya menjadi nggak sehat *nah, kayaknya ini lebih oke nih*, coba yuk kenali dulu tanda-tanda ini.

7 Tanda Insecure Saat Gaul di Media Sosial dan di Dunia Maya pada Umumnya


1. Curigaan




Saat ada status temannya melintas di newsfeed facebook, orang insecure akan jadi mikir. Eh, ini jangan-jangan nyindir gue ya?

Ya, kalau pernah mikir seperti itu, sebaiknya mulailah waspada. Karena itulah tanda awal muncul perasaan insecure, saat sudah nggak sehat lagi dalam bergaul. Coba deh dilihat, is it all about you here? Is the world spinning only around you?

Coba cek, apakah teman tersebut hanya punya teman satu orang doang? Berapa banyak friendlist-nya? Kalau banyak, bisa saja kan kebetulan, si teman sedang membicarakan orang lain? Belum lagi kenalan dia lainnya yang offline. Kita nggak tahu kan, kalau ternyata dia lagi ngomongin tetangganya? Teman arisannya? Orang yang ditemuinya di jalan? Who knows?

Sudahlah curigaan sama status orang, ditambah lagi lalu stalking ke akun orang tersebut, ngepoin tudemaks, apalagi lalu mulai mencari-cari kekurangan orang lain, wah, selamat deh. Kamu baru saja mengalami tanda insecure dalam pergaulanmu di media sosial yang pertama :P

Lho, kok malah diselamatin? *ditoyor*

2. Suka melempar kritik, tapi kurang bisa menerima kritik


Nah, tanda keduanya adalah, orang yang insecure itu mudah banget melemparkan kritik, atau celaan, atau sindiran. Nggak hanya ke orang yang dicurigai, tapi juga ke orang-orang lain. Orang insecure memang suka banget nyinyirin orang. Saat orang lain memberinya kritikan, saran, even yang membangun, dia nggak akan mau ngedengerin. Alih-alih orang yang insecure akan menertawakannya, atau mungkin bahkan menyerang balik. Jadilah, perang status. Atau twitwar dengan nomention. Adududuh ...

Orang yang merasa nyaman dan aman dengan dirinya sendiri di dunia maya, akan lebih terbuka terhadap kritik. Mereka akan menerima kritik atau saran apa pun yang mereka terima. Mereka merasa tak perlu repot-repot perang status atau twitwar, adu argumen, karena pada dasarnya orang yang nyaman dan aman dengan dirinya sendiri, sudah tahu banget apa yang dia mau, apa yang dia suka dan apa yang dilakukannya. Jadi, dia nggak merasa perlu untuk meyakinkan orang lain untuk setuju dengannya.

3. Underestimating dan suka membully


Orang insecure juga akan lebih mudah underestimating orang lain, sebagai bentuk pelampiasan bahwa sebenarnya dia menyadari kekurangan dirinya tapi nggak mau terima kenyataan. Hati-hati, underestimating ini kemudian bisa saja membawanya lebih jauh sampai membully orang lain.

Salah satu perilaku orang yang insecure adalah gemar membully. Mereka mencari aman dan menghilangkan rasa terancam itu dengan berusaha melemahkan orang lain. Dia merasa ragu akan dirinya sendiri, hingga merasa perlu untuk meyakinkan diri (dan orang lain) bahwa dia memang lebih baik dari orang lain.

Saat pikiran berkata, "Ah, gitu aja. Gue juga bisa." itu melintas di benak, atau "Gue bisa lakuin yang lebih baik dari lo." itu ada, hati-hati deh, karena itu udah yang meracuni banget. Itu membuat kita nggak menghargai orang lain. Itu membuat kita nggak mau belajar lagi. Dan, akhirnya, apa? Rugi sendiri dong. Bahkan anak-anak pun kadang tahu sesuatu yang kita nggak tahu kan? Saya sendiri banyak dapat pelajaran dari anak-anak saya. Apalagi orang lain. We don't know their experiences, what they've been through.

Bahkan kadang pelajaran yang bisa kita petik itu juga tersamar, dalam bentuk hikmah sehari-hari. So, we do learn a lot everyday, even for the small things.

Lah, kok jadi khotbah ini? *benerin peci* *lho, salah kostum. Kok pake peci?*

4. Nggak bisa lihat orang lain sukses


Lalu, setelah underestimating, muncullah perasaan saat orang lain sukses, kita nggak rela.

Ada teman yang sukses. Apa yang dirasakan? Ikut senang, atau malah merasa iri? Saat kita mengucapkan selamat untuknya, tuluskah? Atau tidak? Coba tanyakan pada diri sendiri dengan jujur.

Kalau tidak, kenapa? Apa yang menjadikannya ucapan yang nggak tulus?

Orang yang nyaman dan aman dengan dirinya sendiri saat bergaul di sosial media, akan tersenyum melihat kesuksesan orang lain. Memberikan selamat, dan nggak terlalu ambil pusing juga. Karena dia yakin, dia telah berprestasi juga dengan bentuk dan caranya sendiri. Bukankan orang punya cara masing-masing buat meraih apa yang diinginkannya?

5. Take a side, dan nggak percaya diri


Saat merasa nggak aman, orang akan cenderung untuk mencari "bantuan" atau sekelompok lain yang memiliki perasaan yang sama. Lalu bersama, mereka akan mencari pembenaran diri, mencari alasan supaya bisa meyakinkan diri mereka sendiri that they're better than anyone. Padahal ada perasaan lain di balik itu. Yes, perasaan insecure. Perasaan tidak aman, jangan-jangan eksistensi mereka terancam. Dengan bersama-sama, orang-orang ini akan menancapkan kuku agar eksistensi mereka bertahan bersama. Lalu, apa yang terjadi kalau salah satunya ketinggalan di luar kelompok? Tanpa kelompoknya, orang insecure akan merasa makin nggak aman hingga akhirnya tak percaya diri.

Dan pada akhirnya lagi, dia tak akan bisa bertahan sendiri tanpa kelompoknya.

Tapi, bukan berarti yang berkelompok itu selalu orang-orang insecure lho ya. Perbedaannya bisa dilihat dari niat dan tujuan saat kelompok itu dibentuk. Dan lalu lihat juga "aura" dan suasana berkelompoknya. Beda banget pasti, dengan kelompok yang memang bertujuan positif.

6. Pamer berlebihan


Salah satu manifestasi rasa insecure adalah memamerkan diri secara berlebihan. Pamer apa? Pamer apa pun, tapi dengan berlebihan. Beda lho, nggak berlebihan sama yang berlebihan mah. Dan yang bisa ngerasain memang pihak yang pamer :lol: Pamernya karena rasa puas diri a.k.a untuk memuaskan diri sendiri, atau bisa orang lain bisa mengambil manfaat juga?

Beda tipis sih ya. Tapi bisa kok dirasain.

Orang-orang yang nyaman dan aman dengan diri sendiri di sosial media biasanya merasa nggak perlu pamer, kecuali bertujuan untuk berbagi informasi, berbagi manfaat dan berbagi hal lainnya supaya orang lain juga bisa berkembang seperti dirinya.

7. Drama queen


Ingat, bahwa dunia is not spinning just around you?

Tapi beda kalau orang insecure yang kehilangan perhatian dunia. Mendadak jadi drama queen. Apa-apa dipikirin, apa-apa dibaperin. Lalu bikin status drama, semoga di-like orang atau dikomenin dengan iba. Kalau nggak di-like atau di-komen, baper lagi. Jadi inget seleb yang mencak-mencak karena postingan Instagramnya cuma di-like sama 14 orang :lol: Aduduh, emang dunia hanya soal jempol, hati dan komen? Coba ambil keranjang, bawa buah-buahan, jangan lupa camilan. Piknik cajalah yuk!


I've been there, done that. Yep, saya pernah juga merasa insecure kayak gitu. Tapi, ya, waktu bisa membawa kita ke dua kemungkinan; membuat kita lebih dewasa atau malah makin memperburuk keadaan. Yang mana yang dipilih?

Sosial media itu cuma sekadar sosial media. Ngapain dibawa baper banget? Ngapain jadi ajang pamer? Ngapain jadi arena kompetisi nggak sehat? Gue-lebih-baik-dari-lo-yang-nggak-pantes-ngomong-gitu-karena-lo-belum-seberapa moment seperti itu nggak seharusnya ada, jika memang kita ikhlas berteman dan bersosialisasi. Toh semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apalagi di dunia maya, yang orang bisa melakukan pencitraan dengan begitu sempurnanya.

We will never know the truth.

Makanya, nggak usah terlalu diseriusin. Nggak usah tengak tengok tetangga. Sebelum menuding orang, ada baiknya nuding ke diri sendiri dulu.

Setuju? Setujuin aja, biar cepet. #lho

---

Artikel ini pernah tayang di www.RedCarra.com