Hae, semua!

Sudah menjelang akhir bulan lagi yes? Karena ini Februari, jadi bulannya mati di usia muda.

(((bulan mati di usia muda)))

Ya, jadi saya sudah bikin #PostsoftheMonth sekarang, dan ini adalah posts of the month terakhir.
Eits! Sebentar. Jangan bersedih dulu. Ini mungkin posts of the month terakhir yang dipublish di blog ini, tapi bukan berarti #PostsoftheMonth hilang dari blog CarolinaRatri.com.

Yes, #PostsoftheMonth tidak tayang lagi sebagai blogpost, tapi akan hadir dalam Newsletter setiap bulan bersama bundle artikel terbaru blog ini, yang bisa kamu terima di email. Yes yes yes, #PostsoftheMonth akan hadir langsung di email kamu.

So, buat kamu yang pengin mendapatkan tips blogging, teknik menulis, seluk beluk freelancer, dan media sosial, baik dari blog ini maupun dari blog lain yang akan saya roundup dalam #PostsoftheMonth, silakan subscribe ya. Lihat bagian seperti ini di atas sana?


Nah, masukkan email kamu ke dalamnya, sehingga setiap bulan kamu nggak akan ketinggalan mendapatkan bundle artikel-artikel di blog ini, BERSAMA dengan #PostsoftheMonth yang akan nge-roundup artikel-artikel di blog lain seputar blogging, menulis, media sosial dan lainnya.

So, here we go. Our #PostsoftheMonth untuk bulan Februari 2017.



1. Tema-tema Yang Mudah Ditulis Tapi Bisa Melahirkan Blog Referensi - Lusi Tris


Image via beyourselfwoman.com

Yang butuh topik ngeblog, silakan langsung berkunjung. Mbak Lusi ngelist bahasan apa saja yang bisa dijadikan bahan nulis ngeblog, bahkan yang mau posting tiap hari. Kalau saya malah ini Mbak Lusi sudah ngelist niche blog sih. Hehehe.

Tinggal kamu saja yang harus konsisten di niche tersebut.


2. Membuat Vlog Menggunakan Kamera Hp - Innnayah


Image by Innnayah

Kata Innnayah begini.

Apa bayangan kamu ketika mendengar istilah vlog? Hemm..youtube, ribet, perlu kamera keren, dan tentunya wifi. Ternyata nggak sepenuhnya benar kok, bisa diakalin sedikit dengan kretaivitas. Bermodalkan property yang ada di dalam rumah, kita bisa lho membuat vlog.
Nah, yang baru mau mulai ngevlog, silakan cusss.



3. Live di Facebook atau Instagram? - Winda Krisnadefa





Si Emak satu ini kayaknya emang jarang update ya. Ya, maklumi ajalah ya. Cibuk.

Tapi gaya narsisnya teteup. Tapi dari narsisnya itu, ternyata kemudian ada manfaatnya juga ternyata. Yaitu soal live di facebook dan instagram; apa bedanya, dan juga dikasih tips untuk live loh.

Silakan yes.


4. Enak Banget Lo, Fesbukan Doang Dibayar! - Pungky


 
Abaikan kenyataan bahwa ini postingan lomba. Saya cuma pengin share cerita jumpalitannya para admin di balik akun medsos brand yang mencapai ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu dan jutaan itu.

Silakan disimak ya. Saya kurang lebih mengalami hal yang sama dengan Pungky, cuma karena akun yang saya pegang bukan brand produk yang butuh para artes itu untuk jadi KOL, makanya saya nggak pernah ngejar-ngejar orang sampe segitunya :))))


Nah, artikel-artikel di atas bisa jadi referensi kamu untuk blogging dan media sosial ya. Silakan dibaca, karena yakin deh, meski ditulisnya rada-rada tengil, tapi ada informasi yang bagus untuk didapatkan. Ah, saya mah emang selalu ngeroundup yang bermanfaat dan shareable kok :D

Sedangkan, dalam blog ini sepanjang Februari ini saya sudah menayangkan:

Well, itu dia #PostsoftheMonth kita untuk Februari.
Bulan depan, kita ketemu lagi di email ya :)  


Banyak yang menganggap bahwa kunci sukses dalam berkarier adalah dengan menjadi seseorang yang ekstrovert. Emang bener ya gitu?

Terus, gimana dong dengan kita yang introvert?

Well, iya sih, di dunia kerja kita memang harus selalu memperluas networking kita demi karier yang lebih baik. Dan tuntutan seperti itu, bagi para introvert, semacam merupakan tekanan khusus karena kita pun jadi diminta untuk bisa bersikap sebagai ekstrovert.

Akhirnya, yang ada, kita harus bekerja keras untuk menjadi lebih banyak bicara karena sesungguhnya kepribadian kita nggak seperti itu.

Sebenarnya, sosok introvert itu ada di mana-mana, bahkan termasuk para orang sukses dunia. Sebut saja Bill Gates, Marissa Mayer, dan Waren Buffett. Susan Cain, dalam bukunya yang berjudul Quiet: The Power of Introvert in a World That Can’t Stop Talking, mengungkapkan bahwa untuk bisa sukses, para introvert nggak harus menjadi seperti ekstrovert.

Karena, siapa sih yang mau selalu pura-pura jadi orang lain? Capeklah ya! Daripada memaksa menjadi pribadi yang sebenarnya bukan diri kita, sebenarnya kita yang introvert ini dapat mencoba mengembangkan kekuatan alami kita yang tenang, fokus dan penuh konsentrasi.

Gimana caranya?

Berikut ini beberapa cara bagi kita, para introvert, untuk bersinar dalam karier kita

 

1.    Embrace your thoughtful side


Kita, para introvert ini, memang cenderung tenang dan selalu memikirkan berbagai sudut pandang sebelum mengemukakan pendapat. Ketika berbicara, kita akan mengungkapkan pendapat yang tidak memihak.

So, kenapa nggak kita manfaatkan? Zaman sekarang makin susah lho untuk nggak memihak, dan berpikiran terbuka terhadap pendapat orang lain yang berbeda.

Betul?


2.    Persiapkan diri


Introvert selalu mempersiapkan diri dengan matang saat hendak rapat atau presentasi.

Hal ini menunjukkan keseriusan kita dalam pekerjaan, sehingga membuat kita menjadi lebih mudah mengidentifikasi masalah dan mencari solusinya.


3.    Manfaaatkan kekuatan


Introvert biasanya suka menulis dibanding bicara. Gunakan kekuatan ini lewat media sosial atau menulis di blog untuk mempromosikan kemampuan kita.

Yesss, blognya dijadikan media portfolio ya, Gaes. Begitu pula dengan media sosialnya. Jangan dijadikan ajang ghibah #eh


4.    Stay calm and carry on


Introvert cenderung kalem, tenang, dan memiliki emosi yang stabil. Di zaman di mana semua serba cepat, kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi tekanan adalah sebuah nilai positif karena kita jadi tidak mudah terpancing.

Atasan atau klien dan rekan kerja kita (jika ada) akan percaya bahwa kita memang sanggup menghadapi berbagai tantangan.


5.    Hormatilah kebutuhan untuk sendiri


Introvert kerap tersiksa dengan situasi di mana ia harus berhadapan dengan banyak orang sehingga kadang butuh waktu untuk sendirian. Alih-alih menyalahkan diri sendiri karena sulit bersosialisasi, nikmatilah saja dulu kesendirian ini.

Kita bisa berjalan-jalan keluar sebentar keluar kantor saat istirahat, atau pergi ke coffee shop, jika memang memungkinkan. Atau biarkan anak-anak asyik sebentar menonton film, sementara kita bisa mojok sebentar bareng buku novel. Atau mojok sajalah di salah satu sudut rumah favorit sambil nyeruput kopi, cokelat panas atau teh.

Setelah itu, pasti kita akan siap kembali berhadapan dengan orang-orang di luar sana.


6.    Jalin hubungan yang bermakna


Introvert cenderung menghindari acara-acara networking dan lebih memilih diam di rumah menikmati kesendirian. *gue banget*

Namun, bagaimanapun juga, sesekali mesti juga melakukan ini untuk menjalin relasi.

Untuk mengurangi tekanan tersebut, berhentilah membandingkan diri dengan orang lain yang ekstrovert nan penuh dengan karisma itu. Fokus saja pada diri sendiri dengan membangun pembicaraan yang berkesan dengan orang baru, daripada berkeliling sekadar hanya untuk membagikan kartu nama.

Remember. Quality over quantity.


7.    Katrol kepercayaan diri sendiri


Ini nih. Tunjukkan kekuatan kita pada orang-orang! Terutama lewat karya dan hasil!
So, di situlah intinya. Kita tidak boleh berorientasi pada hasil saat sedang bekerja, tetapi pada proses. Sedangkan kalau untuk diperlihatkan pada orang lain (aka sebagai portfolio), maka tunjukkanlah hasil. Proses? Biar kita sendiri yang tahu. Hehehe.

Jadi, nggak perlulah gembar gembor ini itu kalau belum ada hasil. Hasil pun juga biar orang yang menilailah. Akan kelihatan juga kok, meski kita nggak pamer.

Jika kita percaya pada kemampuan diri sendiri, maka hanya butuh sedikit waktu untuk orang lain memercayai kita.


So, gimana?
Masih males aja ketemu orang?
Lah ya, sama kita!

#hloh


Hae!
Sudah kenal dengan Smart Blogging Indonesia? Belum? Kenalan dulu gih. Hahaha.

Berawal dari akhir tahun 2016 yang lalu, saat aku, Mbak Indah Juli dan Atanasia Rian bertemu di satu event. Dodolnya kita, seperti biasa, duduk di belakang dan malah ngerumpi. Sebenarnya sih Mbak Indah sudah sejak lama sih mengutarakan kalau pengin bikin kelas belajar bersama. Ya, tadinya saya, Mbak Indah sama Mbak Lusi sih biasanya yang suka belajar kelompok :))) Tapi akhirnya Mbak Indah kepengin juga ngajakin yang lain.

Tapi, ya biasalah ya. Sibuk sama sibuk, akhirnya ya cuma sekadar wacana.

Tapi di akhir 2016 kemarin, kok ya kita jadi serius. Rian yang secara kebetulan ada di TKP pas saya sama Mbak Indah ngerumpi, akhirnya jadi "korban" juga diajakin. Karena kondisi waktu itu nggak memungkinkan untuk diskusi lebih lanjut, maka kita pun janjian lagi untuk ketemuan.

Singkat cerita, saya, Mbak Indah dan Rian akhirnya ketemuan lagi untuk membahas rencana kami secara lebih serius. Mbak Lusi juga diajakin sih, tapi waktu itu blio nggak bisa. Jadi ya sudah, bertiga aja. Dari hasil ketemuan itu, kita sudah ada timeline, sudah ada target pelaksanaan, target cari tempat, dan semua target sudah ada. Karena terpenggal libur Natal dan Tahun Baru, plus ada kegiatan KEB, kemudian rencana ini pun harus kami undur sampai Februari.

Puji Tuhan, akhirnya, kemarin kita launch juga Smart Blogging Indonesia ini.


Apa sih Smart Blogging Indonesia?



Smart Blogging Indonesia adalah penyelenggara kelas blogging offline. Yes, offline. Kami memang belum merencanakan untuk mengadakan kelas online.

Kenapa?

Karena metode belajar kami yang berbeda, sehingga kalau di-online-kan rasanya akan agak lebih susah. Metode belajar kami membutuhkan tatap muka, dan interaksi langsung. Memang terdengar tradisional banget sih ya, cara belajarnya.

(((tradisional)))

Hari gini gitu? Masa' masih offline? Teknologinya dong dipakai!

Lahiya, teknologinya dipakai memang. Insya Allah sih nanti bakalan live juga. Tapi untuk metode belajarnya, kita akan pakai cara lama, karena kita anggap itu akan lebih efektif ngaruhnya bagi si peserta (dan kita sendiri).

Jadi begini.
Metode belajar kami nanti adalah private mentoring.
Maksudnya gimana?
Misalnya nih, di pertemuan pertama ada Mbak Lusi yang akan menjadi pemateri. Untuk teori, peserta dianggap bisa membaca sendiri dari ebook yang akan dibagikan. Paling ya dibahas sedikit-sedikitlah ya, atau kalau ada pertanyaan. Selanjutnya, langsung praktik. Apa yang diberikan oleh Mbak Lusi dalam ebook modulnya, langsung dipraktikkan, dengan dimentorin Mbak Lusi langsung. Jadi yang mentok ide, bisa langsung nanya ke Mbak Lusi dan akan dibantuin. Gitu deh, istilah praktisnya.

Di pertemuan kedua sama saya nanti juga gitu.
Saya sendiri sebenarnya paling susah juga kalau disuruh ngasih tip menulis. Saya lebih suka langsung kasih lihat contoh sebelum dan sesudah saya edit, lalu silakan dibandingkan. Seperti yang biasa saya lakukan di Rocking Mama Writing Lab. Dengan adanya metode belajar langsung praktik ini, saya bisa lebih enak ngasih saran. Yang ini sebaiknya begini saja, yang bagian situ diginiin aja supaya begini begitu.
Tahu kan ya, maksudnya?

Setiap akhir sesi nanti, peserta kelas akan diberikan tugas yang harus dikerjakan, untuk kemudian digunakan pada sesi berikutnya.

So, pada akhirnya nanti konten yang dibuat oleh peserta, mulai dari ide, sampai kontennya tereksekusi itu jadi satu flow. Kami akan memastikan, apakah konten yang sudah kita bangun bersama itu bakalan jadi konten yang berkualitas, yang mana nanti akan ditutup oleh Mbak Indah Juli dengan adanya evaluasi selama belajar bareng dan ada wisuda juga.

Nah, saat nanti konten tulisan kamu sudah oke, selanjutnya yang harus kita lakukan adalah menambahkan beberapa konten lain yang perlu, seperti vlog, infografis, foto-foto yang bagus, bahkan sampai Facebook dan Instagram Ads.

Nah, itulah nanti materi kelas blogging advanced. Di sini sudah bukan saya, Mbak Lusi atau Mbak Indah yang akan kasih materi, karena kami pun merasa masih belum cukup ilmunya. Kita akan minta teman-teman yang lebih ahli untuk ngasih sharing langsung. Kita sudah menghubungi beberapa pihak, dan semua sudah bersedia. Tinggal tektok lagi saja nanti.

Yes, itu dia konsep utama dari Smart Blogging Indonesia.

Dengan konsep seperti ini, kita mengharapkan, since kamu sudah tahu cara memasak konten yang benar, maka kamu pun bisa menerapkannya di setiap konten yang akan kamu buat, karena kamu sudah praktik langsung. Nggak cuma menerima materi, ngopi materi, ditulis ulang di blog, lalu malah dianggurin :))
Yang kayak gitu udah banyak.
Smart Blogging Indonesia nggak mau begitu.

Kalau kamu nanti gabung di Smart Blogging Indonesia, jangan fokus ke Smart Blogging Indonesia-nya, dengan menuliskan laporan workshop atau review workshop. Yang penting, kamu bisa menghasilkan konten yang berkualitas nanti setelah selesai mengikuti kelas-kelas ini. Dengan kamu berhasil bikin konten yang bagus, Smart Blogging Indonesia sudah akan ter-endorse dengan sendirinya kok :)))

Nah, gimana?
Masih belum yakin mau gabung ke Smart Blogging Indonesia?
Boleh kok nanya-nanya lagi kalau misal masih ragu. Boleh ke akun media sosial Smart Blogging Indonesia, boleh juga ke Mbak Indah, Mbak Lusi, Rian, atau saya. Kami akan segera jawab, jika memang kami bisa menjawabnya.

Untuk detail acaranya, kamu bisa lihat di web Smart Blogging Indonesia. Atau saya kopaskan saja lagi ya di sini.

Kelas Blogging Offline Angkatan I - Level Intermediate

 

 

Pertemuan I

Waktu: 4 Maret 2017 pukul 13.00 - 15.00 WIB
Materi: Eksplorasi Ide Menulis
Sesi:
  • Idea mining: bagaimana dan di mana kita bisa mencari ide menulis
  • Pengolahan ide: ide bisa datang dalam berbagai bentuk dari berbagai macam cara. Bagaimana kita mengolahnya menjadi materi yang matang untuk kemudian ditulis.
Pemateri: Lusi Tris (www.beyourselfwoman.com)

Pertemuan II

Waktu: 11 Maret 2017 pukul 13.00 - 15.00 WIB
Materi: Mengolah Konten Kreatif
Sesi:
  • Merumuskan outline
  • Menulis dan mengembangkan konten
Pemateri: Carolina Ratri (www.carolinaratri.com)

Pertemuan III

Waktu
18 Maret 2017 pukul 13.00 - 15.00 WIB
Agenda:
  •     Forum Bebas
  •     Evaluasi
  •     Wisuda
Moderator: Indah Julianti Sibarani (www.indahjulianti.com)

Peserta

  • Terbatas untuk 15 orang
  • Peserta wajib sudah punya blog minimal berumur 1 bulan.

Tempat

Melting Pot Yogyakarta
N-Design
Jl. Suryodiningratan 37B Mantrijeron Yogyakarta




 Rundown acara

12.00 Registrasi
12.30 Pembukaan
13.00 Sesi I
13.45 Istrahat
14.00 Sesi II
14.45 Pemberian Tugas
15.00 Penutup

Investasi (untuk 3 kali pertemuan)


  • Early bird (13 - 27 Feb 2017): Rp 200.000
  • Reguler (28 Feb - 3 Mar 2017): Rp 250.000

Fasilitas


  •  Ruang belajar nyaman dan asyik dengan Wifi cepat
  •  Modul materi dalam bentuk ebook
  •  Private mentoring
  •  Free minum dan snack
  •  Mendapatkan prioritas untuk melanjutkan ke kelas advanced

Pendaftaran


  •  WA 081510021195
  •  Email smartbloggingid@gmail.com


Untuk informasi lebih lanjut dan detail, kamu bisa menghubungi Smart Blogging Indonesia di:

  • Facebook Fanpage: Smart Blogging Indonesia
  • Twitter @SmartBloggingId
  • Instagram@SmartBloggingId
Nah, jadi semoga lebih jelas ya, mengenai kelas blogging Smart Blogging Indonesia ini, dan apa bedanya kelas Smart Blogging Indonesia dengan workshop blogging lainnya. Ya, karena ini bukan workshop, tapi lebih merupakan blogging academy.

So, kapan kamu mau registrasinya? Masih ditunggu sampai tanggal 27 Februari kok, untuk early bird-nya :D


Everyone wants to escape sometimes.
Including me.

Dan kesempatan itu datang hari Sabtu tanggal 11 Februari 2017 yang lalu.
Selain kesempatan buat "melarikan diri" sejenak dari semua rutinitas, kejenuhan dan kesedihan saya, bahkan ada tambahan bonusnya; saya nyoba menginap di hotel yang baru saja dibuka dan diresmikan pada akhir Desember 2016 yang lalu!

Yes, hotelnya masih kinyis-kinyis pol, Gaes!
Segalanya masih bersih, masih sepi dan nyaman. Padahal lokasinya cuma 20 menit aja dari Tugu Jogja lho. Memang nggak terlalu jauh juga dari rumah. Tapi suasana baru, itu yang saya butuhkan.

Maka Sabtu siang, saya pun boyongan bersama anak-anak dan juga ibu saya untuk berangkat menginap di Hotel Uniq Yogyakarta.

Dengan cepat, saya bisa mencapai lokasi Hotel Uniq Yogyakarta, yang terletak di Jl. Magelang, persis di depan Borobudur Plaza Yogyakarta.

Sorry. Foto building tampak luarnya saya pinjam dari Booking.com ya. Soalnya nggak sempat motret pas siang :))
 Cukup mudah dikenali, karena tingginya yang menjulang (8 lantai) di area yang rata-rata hanya 2 -3 lantai, dan juga warna-warninya yang mencolok.

Setelah saya parkir mobil di kolong bangunan hotel, saya pun segera disambut oleh petugas dengan ramah. Posisi parkir mobilnya memang bukan di basement, tapi di kolong, jadi kalau mau ke resepsionis, kita harus naik dulu ke lantai 1. Jadi, konsepnya memang kayak rumah panggung.

Resepsionis yang ramah menawari saya untuk memilih kamar di lantai 5 atau di lantai 8. Anak-anak serentak memilih menginap di lantai 8 :))) Yah, okedeh. Yang paling tinggi, that's it.

Dibantu oleh porter, saya pun ngangkut semua tas dan bawaan ke kamar. Pas di situ mikir juga, ini cuma nginep semalam, bawaan kayak pindahan rumah ya. Hahaha. Paling banyak ya bawaan anak-anak, segala macam boneka, buku gambar, buku mewarnai, crayon, lego, bahkan bawa botol bekas akua, kertas daur ulang juga dibawa karena pengin crafting juga.

Dan anak-anak udah langsung heboh dan excited begitu mereka masuk kamar.

Kamar yang menghadirkan suasana laut dalam interiornya

Ya emang beda banget ya, dengan desain kamar hotel biasanya. Karena kepo, saya pun menelusuri lebih jauh hotel ini melalui akun Instagramnya di @uniq_hotel dan juga di Fanpage Facebook-nya.

Ternyata bener, setiap kamar per lantainya didesain secara unik, nggak ada yang sama. Kebetulan yang saya tempati ini yang bernuansa laut. Saya lihat ada kamar lain yang bernuansa forest, bahkan bernuansa basketball lho.




Ya iyalah, si precil pada excited semua kan? Hahaha.

Di dinding seberang bed, ada tivi yang cukup besar, dan meja serba guna. Semua dalam nuansa biru yang menenangkan.

Dominasi warna birunya relaxing banget!


Ah, saya nggak salah pilih kamar kayaknya. Hihihi. Tahu aja, saya pengin ke pantai, tapi males banget kalau ke Parangtritis doang yes. Hahaha. Tapi mau ke Indrayanti, saya juga males nyetir ke sananya. Harus nunggu supir #kode.

Dan, yang bikin anak-anak excited lagi adalah pemandangan keluar jendela.
Meski masih saja pemandangan kota, tapi pastinya bedalah ya. Barangkali biasa saja sih buat yang sudah sering berada di lantai tinggi. Tapi cukup langka buat anak-anak yang sepanjang hidupnya di Jogja ini :))))

She did look amazed, memandang keluar jendela

Malam pun tiba, dan kami bergantian mandi. Pengalaman lain yang menyenangkan buat anak-anak saat staycation selain tidur di kamar yang baru, adalah pengalaman mandinya.

Kamar mandi yang bikin anak-anak makin lama mandinya

Pukul 18.00, saya ajak anak-anak untuk mencari makan ke Borobudur Plaza, yang sekarang jadi arena kuliner dengan menu makanan yang cukup lengkap. So, kalau cari makan memang gampang kalau di sekitar area ini. Tinggal nyebrang aja, udah. Apa aja ada. Yang mau dugem, tinggal naik ke lantai 2 Boplaz. Hehehe.

Kalau mau ngemal, tinggal ke arah utara saja, ada Jogja City Mall. Yang mau berpetualang, Hotel Uniq Yogyakarta ini juga cukup dekat ke Sindu Kusuma Edupark, yang sekarang lagi ngehits banget. Cuma dengan Rp 70.000 aja udah all in, semua wahana boleh dinaikin.
Mau ke Malioboro? Deket juga, palingan cuma 25 menit naik taksi, udah termasuk macet :P
Juga satu jalan dengan Jogja Paradise, pusat kuliner yang enak-enak.

Nah, tinggal pilih deh, mau ke mana.

Selama makan di Boplaz itu saya menikmati banget suasana malam yang berbeda, padahal ya satu kota juga. Yah, soalnya biasanya saya juga jarang ke daerah ini. Paling pol ke daerah Umbulharjo doang sih, Kusumanegara, Gembira Loka, paling pol JEC. Jarang ke wilayah Jogja Utara.

Dari luar, Hotel Uniq Yogyakarta tampak mencolok dengan berbagai permainan lampunya.

Hotel Uniq Yogyakarta di malam hari

Setelah makan malam, kami pun kembali ke kamar. Tujuannya memang cuma satu sih ya, mau kruntelan, nyantai, nggak mikir kerjaan, sambil nonton film dari channel-channel TV yang sudah disediakan. Sambil seruput-seruput minuman yoghurt yang kita bawa, dan makan pisang dan kacang rebus :)))

Ah. Enaknya ....

Setelah beristirahat semalaman (tepuk tangan dulu, saya akhirnya bisa tidur 8 jam nonstop setelah bertahun-tahun! Yay!), sengaja sih bangun agak siang, dan setelah mandi, kami menikmati sarapan di resto Hotel Uniq Yogyakarta.

Menikmati pagi di resto Hotel Uniq Yogyakarta. Photo by Primastuti Satrianto.


Tersedia berbagai menu standar yang bisa dipilih; nasi putih, nasi goreng, ayam kungpau, tumis buncis, tempe mendoan, roti bakar, bubur, buah dan berbagai jus segar. Juga ada teh dan kopi.

Pas sarapan ini, akhirnya gabung bareng Manda Ima dan suami, juga Mas Dimas Suyatno, yang sama-sama sedang menikmati staycation di Hotel Uniq Yogyakarta.

Yay. Rameee! Lebih rame lagi kalau ada kamu. Iya, kamu~ *#ter-Vanda Kemala lagi* Photo by Primastuti Satrianto.

Anak-anak? Jangan ditanya lagi bagaimana mereka menikmati berada di Hotel Uniq Yogyakarta ini.

Mereka heboh di mana-mana. Heboh di kamar, di selasar, heboh di lift, heboh juga di resto.
Maaf ya, Mas dan Mbak Petugas Hotel. Maklum, anak-anak saya memang ekspresif. Hahahaha. Pas sarapan pun, mereka lari-larian di lobby. Untungnya, semuanya ramah. Jadi malah pada ikutan main.
Buat kamu yang pengin menginap di Hotel Uniq Yogyakarta, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui:
  • Ada beberapa desain kamar berbeda yang ditawarkan pada tamu. So make sure kamu tanya dulu deh, ke resepsionis, desain kamarnya kayak apa. Bahkan ada kamar yang didesain khusus untuk para Madridista lho!
  • Parkir mobil nggak begitu luas, cuma muat sekitar 8 mobil saja.
  • Liftnya kecil dan cuma satu. Ya, ini juga sebenarnya penyesuaian saja terhadap kapasitas hotel juga sih ya. Tapi entah deh kalau lagi penuh. Bakalan lama enggak buat nunggu turun naiknya. Kemarin sih saya pas lagi sepi, jadi nggak ada masalah sama sekali.
  • Lokasinya berada di dekat pertigaan ramai yang rawan macet. So, hati-hati kalau mau keluar masuk ya.
  • Ada charge tambahan untuk sarapan anak-anak Rp 25.000/anak, jika kamu book 1 kamar saja.
  • Hotel lebih mudah dicapai kalau kamu dari arah selatan, atau dari arah timur. Kalau kamu dari arah utara, atau dari arah Ringroad, kamu harus memutar arah, karena nggak bisa memotong pemisah jalan.
Berikut detail mengenai Hotel Uniq Yogyakarta

Jl. Magelang No.61, Kricak, Tegalrejo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55242, Indonesia


Ohiya, by the way, sampai dengan tanggal 20 Februari nanti, Hotel Uniq Yogyakarta juga ada promo khusus romantic dinner lho. Cuma Rp 170.000 per couple. Untuk lebih detailnya, hubungi saja Hotel Uniq Yogyakarta langsung ya.

Pukul 11.00 WIB, kami merasa telah puas menikmati staycation di Hotel Uniq Yogyakarta.

Thank you for your warmness, kindness and friendliness ya, Hotel Uniq Yogyakarta.
Hope we'll meet again, soon!


Disclaimer: artikel ini pernah muncul di web Kumpulan Emak Blogger. Ditayangkan ulang dengan berbagai update di sana sini :) Enjoy!

Apa sih yang pertama kali kelihatan kalau kita mengunjungi sebuah blog?

Header blog, yes. Lalu mulai turun, ke arah judul.
Nah, trend-nya sekarang pada bikin semacam featured image yang bagus, dengan judul artikel atau postingan yang sekalian didesain menjadi satu blog title image.

Apa sih blog title image?

Itu lho, image atau foto atau gambar yang biasanya dipasang pertama kali pada satu artikel. Kalau di blog ini ya ituuu ... yang di atas.

Beberapa contoh lain dari blog title image bisa dilihat sebagai berikut.


Contoh blog title image bentuk landscape

Blog title image bentuk portrait, biasanya ini untuk yang pengin pinterest-able


Kalau boleh dibilang sih blog title image adalah semacam intro sebelum mulai membaca artikelnya. Sebenarnya penting banget juga nggak terlalu, tapi kalau ada kok ya bisa bikin kontennya lebih meriah. Apalagi kalau artikelnya mau dishare ke media sosial, biasanya yang muncul adalah blog title image-nya kan. Kalau nggak bagus, bakalan lewat dah. Secara sekarang orang cenderungnya lebih suka yang visually appealing.

Blog title image juga bisa menguatkan gaya dan personality blog yang bersangkutan. Semacam untuk branding. Kalau memang cukup khas, maka style design blog title image bisa jadi senjata branding yang cukup ampuh lho.

Blog title images untuk blog ini juga saya bikin standar. Gambarnya yang model begitu, font-nya Sketch Block dan Dancing Script. Memang sengajah saya bikin standar, supaya kalau dilihat jadi lebih kelihatan berkonsep secara keseluruhan.

Tapi gimana sih cara bikin blog title image? Masa iya, blogger dituntut juga untuk menjadi seorang desainer grafis?

Nggak harus kok. Membuat blog title image yang bagus itu nggak sulit. Yang kita butuhkan adalah alat yang tepat. Berikut adalah 5 tool gratis untuk membuat blog title image lebih eye-catching.

5 online tools gratis untuk membuat blog title image

 

1. BeFunky (https://www.befunky.com/)



Tingkat kerumitan: Mudah
Saya hampir selalu pakai BeFunky untuk semua keperluan desain cepat, karena cepet loadingnya dan paling gampang.

Keunggulannya, BeFunky punya fitur Project Manager, jadi kamu bisa mengunggah WIP atau Work in Progress untuk diselesaikan secara online langsung sekali upload.

BeFunky cuma punya 3 atau berapa gitu untuk library fotonya. Jadi kita mesti punya photostock sendiri. Koleksi font-nya cukup lumayan dan menarik. Apalagi dia juga bisa "membaca" koleksi font punya kita sendiri yang ada di laptop. Jadi bisa dikombinasikan antara font kita dan font dia sendiri. Untuk filter foto juga lumayan, selain juga oke banget untuk bikin collage.

Di bagian Designer, kita bisa menemukan beberapa template yang siap digunakan. Meski nggak terlalu banyak dan nggak terlalu variatif.

BeFunky bisa dipakai tanpa signup. Jadi langsung aja pakai. Tapi kalau signup, ada beberapa keuntungan yang bisa kita peroleh. Salah satunya adalah bisa menyimpan hasil desain kita secara online, jadi bisa sekalian menjadi cloud storage gitu.

Juga ditawarkan untuk menjadi member berbayar, yang pastinya ada keuntungan yang lebih banyak lagi, terutama workspace bebas iklan.

2. Venngage (https://venngage.com/)


Tingkat kesulitan: Mudah
Venngage memiliki banyak pilihan template blog title image yang cukup customizable. Setelah kita memilih template, kita juga dengan sangat mudah menyesuaikan size, font,  warna, dan juga efek gambar.

Venngage memiliki library lebih dari 500.000 stok dan ikon berlisensi CC0, yang berarti cukup memudahkan kita ya. Tapi kalau pengin pakai foto atau gambar sendiri sih ada juga tool import-nya.

Untuk menggunakan Venngage, kita perlu signup. Daftarnya sih gratis, tapi kalau mau nge-download blog title image yang sudah kita bikin, kita harus upgrade ke akun yang premium. Tapi kalau mau langsung embed gambarnya sih bisa langsung dari Venngage, dan gratis. Jadi kita simpan gambar kita tetap di akun tersebut.


3. Picmonkey (http://www.picmonkey.com/)


Tingkat kesulitan: Mudah
PicMonkey nggak punya library foto atau image yang bisa kita pakai untuk membuat blog title image seperti Venngage. Jadi kalau kamu mau bikin, ya harus memakai foto atau image punya kamu sendiri lalu diimpor.

Picmonkey ini cukup user friendly. Kita bisa melakukan adjustment ukuran, kecerahan, warna dan sebagainya tanpa kesulitan. Juga tersedia berbagai pre-set filter yang bisa diaplikasikan ke image, juga koleksi font yang cukup lumayan. Ada juga koleksi ikon tetapi cuma bisa ditempatkan di atas gambar.

Kita nggak perlu signup untuk menggunakan PicMonkey, dan kita bisa langsung men-download file jadinya ke komputer atau laptop.


4. Canva (https://www.canva.com/)


Canva ini sepertinya yang paling familiar. Saya sering melihat banyak template Canva bertebaran di blog-blog belakangan ini :D

Ya memang, koleksi template Canva cukup banyak, yang berbayar bisa kita ganti image-nya dengan yang kita punya. Font-nya juga lucu-lucu. Nggak cuma untuk blog title image, Canva juga menyediakan berbagai template untuk keperluan yang lain, hingga infografis pun. Tinggal gimana kita main-mainnya aja. Awas ya, ketagihan dan lupa waktu! Hehehe.

Di Canva kita harus signup dulu ya, untuk bisa makai. Tapi kayaknya ya, cukup worthy lah yah.

Sayangnya buat saya pribadi, Canva ini loadingnya lama. Nungguinnya malesin. Hahahaha. Nggak tahu deh, kalau di tempat lain. Saya nggak sabaran juga kali. :)))


5. Pixlr (https://pixlr.com/)


Tingkat kesulitan: Menengah
Pixlr adalah aplikasi web yang memungkinkan kita untuk mengimpor image dan mengeditnya. Pixlr nggak punya library stok foto atau image, jadi kita harus mengolah image punya kita sendiri, namun koleksi jenis font-nya cukup bervariasi.

Kita juga dapat memilih filter dari menu drop-down dengan mudah. Keunikan dari Pixlr adalah bahwa tool ini disupport oleh 28 bahasa yang berbeda, sehingga dapat diakses oleh pengguna di seluruh dunia.

Dari 5 tool online pengolah image, Pixlr sepertinya yang paling susah digunakan ya.


Nah, mau pakai yang mana sih, terserah kenyamanan masing-masing ya :)
Ada masih banyak tool online lain yang bisa kita gunakan untuk membuat blog title image. Kamu pun bisa google sendiri. Tetapi yang 5 di atas adalah beberapa yang sudah saya coba, dan rasakan pakai. So, tools tersebut adalah rekomendasi dari saya.

Kalau ada tambahan, silakan ditambahkan ya di kolom komen.
Sampai ketemu lagi di artikel berikutnya ;)

Disclaimer: ini tulisan curhat. Siap-siap disuguhi dengan kata-kata penuh emosi dan subjektif ya. Hehehe.

Hai, semua.
Iya, akhirnya bisa update blog lagi.
Terakhir sih 2 minggu yang lalu, dan itu pun round up tulisan orang. Hahaha.
Yah, maafkan.Ternyata saya masih manusia biasa, yang masih punya rasa malas, rasa jenuh dan bosan. Dan sekali ini, kemarin, saya turutin pula.

Saya anggurin blog ini.
Buat saya, jeda 2 minggu merupakan jeda terpanjang sepanjang "karier" ngeblog saya selama 5 tahun terakhir. Hahaha. Gegayaan banget kesannya. Tapi ya gitu emang. Saya selama ini berusaha keras untuk tetap konsisten dan menjaga banget irama ngeblog saya. Pernah posting sekali sehari setiap hari, pernah juga dua hari sekali, pernah juga seminggu sekali. Lalu biasanya nggak lama, saya segera bisa balik lagi ke ritme awal.

Kenapa saya berusaha keras menjaga ritme menulis dan ngeblog saya?
Karena saya pernah kejadian. Sekalinya "istirahat", keenakan. Keterusan. Ada yang bilang sama saya, kalau kamu emang cinta menulis, meski kamu rehat, nanti juga akan balik lagi kok. Kalau passion-nya emang ke situ. Nggak akan ke mana-mana.

Iya sih, bakalan balik lagi. Tapi mulai ritme lagi itu yang SUSAH. MULAI-nya itu lho. Nggak tahu sih kalau orang lain. Saya merasa gitu.
Kayak sekarang saya sudah vakum berapa lama tuh nulis flashfiction. Tapi saya kan tetep cinta nge-FF, ya mau balik lagi. Nah, udah susah mau nulis lagi.

Itulah yang malesin kalau kita sampai berhenti.
Itulah yang bikin saya berusaha setengah mati, kalau mau libur ya enggak lama-lama.

Tapi 5 tahun kemarin saya memang bisa konsisten sih. Kadang irama turun, ya wajar. Kadang kesibukan offline juga yang bikin saya harus memilih. Tapi asal bukan karena jenuh, saya bisa balik lagi ritmenya.

Tapi, kemudian, saya nggak merasa bahagia lagi ngeblog.
Padahal saya sudah berusaha membuat track saya sendiri, dan konsisten di "jalan" yang sudah saya bikin sendiri itu. Pake kacamata kuda. Saat yang lain heboh ngevent, saya anteng di rumah, bikin tulisan yang topiknya lain. Saat yang lain heboh ngelomba, saya sibuk nulis di web lain. Saat travel blog ngehits, saya malah bikin blog ini :))))

Saya pikir dengan begitu, saya nggak perlu melawan arus, pun nggak perlu terbawa arus. Saya jalan sendiri. Masalah rezeki dari blog, kalau memang sudah rezeki saya ya nggak akan ke mana. Apalagi saya juga makin ketat aja milih sekarang.

Tapi ternyata kesedihan itu tetap ada.

Saya begah.
Melihat berbagai hal ada di sekitar saya. Mind you, saya memang orangnya observant. Saya diem, tapi mengamati. Apalagi saya dekat dengan beberapa orang yang dengan setia menyampaikan pergosipan pada saya :)))) Maka, meski saya nggak pernah nongol di keramaian, tapi saya cukup update ini itu.
Makasih ya, gosip-gosipnya :)))) What can I do without you. #hloh *dikeplak

Sekian lama mengamati, akhirnya membawa kesedihan pada saya.
Saya lihat para blogger saling berhadapan satu sama lain. Saya lihat para blogger mengkotak-kotakkan diri masing-masing, melihat mereka membuat tembok yang akhirnya membatasi diri mereka sendiri. Saya lihat para blogger ngebully, bahkan melontarkan ancaman, "Hati-hati dengan blogger!" Kok rasanya seperti berhadapan dengan preman ya? :(

Bahkan etika ngeblog, termasuk soal orisinalitas, terlupakan semua.

Saya sedih :(

Ke mana atmosfer blogger yang bersahabat dulu?
Makin menipis.
Sekarang dunia blogging itu nyeremin.
Kebahagiaan ngeblog itu makin tipis saya rasakan.

Maka kemudian saya libur ngeblog. Untuk mengembalikan kebahagiaan saya, barangkali saja saya bisa kembali bangga menyebut diri sendiri sebagai blogger.

Dua minggu saya tenggelam dalam tugas lain.
Dan kemudian, pagi ini saya mendapatkan chat ini dari Mbak Weka Swasti.



Saya kemudian kembali disadarkan, kalau ternyata apa yang saya tulis itu bermanfaat.
Bukankah itu yang saya sukai dari ngeblog sedari dulu?

Membuat tulisan yang bermanfaat. Berbagi hal yang saya tahu. Menuliskan cerita dan catatan yang bikin saya bahagia?
Lainnya menjadi bonus bagi diri saya.
Penghargaan seperti ini jauuuh melebihi semua.

Lebay ya? Biarin. Saya nggak peduli.
Saya seharusnya memperhatikan pembaca blog saya saja. Nggak perlu mikirin yang lain-lain bukan? Sepertinya pembaca blog ini yang satisfied juga lebih banyak daripada yang enggak.
Mengapa saya nggak mikirin mereka aja?

Iya, mikirin kamu~
#ter-Vanda Kemala

So, semoga akhir minggu ini saya bisa kembali menayangkan artikel baru di sini, masih seputar blogging, content writing dan freelancing. Sesekali saya juga mau cerita yang lain sih. Ya gitu deh, curhat nggak mutu gitu. Sekadar supaya bikin saya bahagia ngeblog.

Terima kasih buat yang tetap setia berkunjung ke sini, meski saya nggak update.
Semoga saya segera menemukan ritme dan gairah lagi ngeblog.
Yuk, ngeblog dengan bahagia, dengan damai aman sentosa. ^^

Mau?