• Home
  • About
  • Daftar Isi
  • Konten Kreatif
    • Penulisan Konten
    • Penulisan Buku
    • Kebahasaan
    • Visual
  • Internet
    • Blogging
    • Marketing
    • User
    • WordPress
  • Media Sosial
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
  • Stories
    • My Stories
    • Featured
    • Freelancer
  • Guest Posts
Diberdayakan oleh Blogger.
facebook twitter instagram pinterest Email

Carolina Ratri




Siapa yang masih baper karena di-marked as spam sama Facebook? Hahaha. Ya, samalah sama Facebook. Dese itu juga baper, karena kelakuan kita.

Yeap. Facebook berubah lagi algoritmenya sejak Januari 2018 kemarin. Kenapa kok diubah?

Saya pernah nulis status begini di Facebook.

Status sayah tanggal 19 Januari 2018


Saya rasa, kebanyakan yang ngomen, ngelike, nge-haha di status saya itu setuju adanya. Wkwkwkwk.

Mau miris, tapi ya emang benar adanya kek gitu. Ya, mau gimana lagi? Lagipula, ya istilahnya kita ngikut di lapak orang, ya mestilah ada aturan yang harus diikuti kan?

Telusur punya telusur, ternyata Facebook telah banyak melakukan update, baik itu penambahan dan penggantian fitur ataupun algoritme, dimulai tahun 2006 yang saat itu Facebook berubah 'muka' alias interface, dari yang model lama ke model baru yang berdasarkan timeline.

Sejak saat itu, buanyak sekali yang berubah dari Facebook. Mau tahu? Akan saya kasih resumenya. Saya pernah naruh ini di status Facebook juga, tapi kali ini akan coba saya detailkan lagi.


Warning: Postingan ini akan panjang dan mungkin sedikit njlimet. Buat kamu yang malas baca yang panjang, waspadalah waspadalah! Tapi, saya pribadi butuh ini, supaya bisa lebih memahami otak Mark Zuckerberg.


Berikut ini jejak penelusuran perubahan algoritme Facebook dari waktu ke waktu


2006

Saya bahkan hampir lupa pernah punya Facebook yang kek gini. Image via SlashGear

FB mengganti format FB lama jadul dengan FB baru dengan konsep timeline dan newsfeed, kek Twitter. Yang tadinya info-info di wall ya hanya seputar teman dan diri sendiri, sekarang lebih bervariasi, termasuk dari page-page yang mulai ramai.


2007


Like button


Pertama kalinya "like" button ditambahkan di bawah status atau share kita.


2009


1. Penambahan filter di newsfeed

So that people have more control over what they saw. Rada rumit (saat itu), dan bikin yang biasa membaca newsfeed jadi rada kebingungan. Kita juga mulai bisa memfilter status teman, yang penting diprioritaskan yang kurang penting di-sort out.

2. Bisa posting dengan multimedia

Tahun ini, Facebook juga memungkinkan pengguna untuk menyertakan format multimedia di status mereka.

3. Algoritme berdasarkan popularitas

Prioritas post-post populer dengan skor engagement tinggi untuk muncul lebih dulu di newsfeed rangorang, dan bukannya berdasarkan waktu posting lagi. Jadi, kalau mau ditampilkan berdasarkan most recent ya mesti diatur di bagian situ tuh. *nunjuk gambar di atas*


2011

Eikeh paling sebel fitur ini. Nggak ngerti manfaatnya apa, malah bikin makin crowded dah. Makanya hide terus. Image via TechCrunch.

1. Combined newsfeed

Baik dari brand maupun perseorangan sama-sama bisa muncul di newsfeed. Bang Mark bilang, “When you visit Facebook, you should see the things you’re most interested in, like status updates from your family and closest friends.”
Sehingga postingan yang mereka rasa paling relevanlah yang ditampilkan di newsfeed kita.

Sorry, sampai di sini saya mikir. Begitu "berkuasanya" Facebook ya, sampai-sampai dia yang memutuskan apa yang HARUS kita lihat.
*baca kalimat di atas dengan nada sarkas ya*

2. News Ticker ditambahkan. 

Yaitu semacam newsticker (haelah) tapi bukan headline berita, melainkan aktivitas teman-teman kita. Jadi teman ngomen di status orang yang kita nggak kenal juga nongol di situ.
Menurut saya, fitur ini paling gengges deh. Hahaha. Bikin orang kepo maksimal tanpa faedah.
Sekarang masih apa enggak nih, Newsticker? Kok kayaknya nggak liat lagi ya?


2013

Postingan yang engagement-nya rendah "diberi kesempatan kedua" untuk bisa dilihat oleh lebih banyak orang. Buat yang bisa membangun minimal 50 interaction, maka akan punya "poin" lebih.

Facebook UI update tahun 2013. Image via SlideShare.


Dan, lagi-lagi ada perubahan desain di interface Facebook, konon untuk membuatnya lebih user friendly lagi.


2014


1. Soal aplikasi Facebook

Facebook memperkenalkan fungsi pencarian baru khusus untuk menemukan aplikasi. Ada feed khusus untuk iklan aplikasi berbayar.

2. Search dengan keyword dan nama teman

Facebook menerapkan pencarian kata kunci yang memungkinkan pengguna untuk mencari postingan sebelumnya menggunakan kata kunci dan nama teman. Yes, di tahun ini, pengguna dapat mengakses arsip arsip lama yang sebelumnya dibagikan kepada mereka melalui model pencarian yang simpel.

Di tahun ini, kita juga bisa memilih siapa saja yang bisa melihat status kita secara custom, misalnya cuma untuk mereka yang masuk kategori keluarga, atau closed friends. Kalau yang publik, ya siapa pun bisa lihat.

Facebook juga memungkinkan profil kita dapat ditemukan jika orang lain nge-tag kita di status atau foto mereka. Otherwise, kita juga bisa minta tag foto di-remove kalau kita kurang berkenan.

3. Facebook video

FB juga mulai serius menangani video, demi membuktikan bahwa Youtube bukan satu-satunya search engine video yang mumpuni. View counts is posted with their videos. Juga menambahkan suggested video lain, kalau kita sudah selesai menonton satu video di Facebook.

4. Perang terhadap clickbaits

Facebook mulai menanggapi report para pengguna mengenai postingan-postingan bernada clickbait yang merebak secara serius. Di update ini, Facebook mulai mengamati link-link dari web melalui lamanya waktu yang dihabiskan oleh pengguna saat mereka mengunjungi web tersebut dari link yang dishare di Facebook. Kalau dengan batasan waktu tertentu, user segera balik lagi ke Facebook dengan cepat, maka link web tersebut ditandai sebagai clickbait. Kalau user lebih lama dari batasan waktu tersebut di link yang dishare, maka web yang bersangkutan akan diberi poin bagus.

Facebook juga mulai mengamati jumlah like dan share link web yang ada. Kalau like dan jumlah share-nya banyak, maka link web tersebut bukan clickbait.

5. Instagram mulai update algoritme juga

Instagram diakuisisi Facebook, dan sedikit banyak juga memengaruhi algo. Instagram (owned by Facebook) had its first algorithm update.



2015


1. Lebih banyak update dari teman yang terlihat

Facebook melakukan survei pada kurang lebih 500.000 pengguna dan menemukan, bahwa sebagian besar pengguna tersebut hanya ingin melihat lebih banyak update/status/postingan dari teman dan keluarga dibandingkan dengan postingan promosi, meskipun berasal dari user yang di-like.

Engagement-bait. Image via Recode.


2. Watch out baits!

Pada bulan Januari, Facebook mulai menindak Pages yang suka posting clickbait, share-bait, like-bait, dan whatever-bait.

“While Pages that post a lot of the content we mention above will see a significant decrease in distribution, the majority of Pages will not be impacted by this change.”

Kebijakan ini mau nggak mau "memaksa" para Pages Admin untuk mikirin ulang strategi social media marketing mereka supaya lolos "hukuman" Facebook yang bisa ngefek ke penurunan share organik yang cukup signifikan.

Kabar baiknya adalah bahwa perubahan ini tidak memengaruhi iklan berbayar.

3. Awas, berita hoax!

Update penting lainnya di tahun 2015 ini adalah tentang berita hoax.
Termasuk posting yang kamu buat sendiri atau punya orang yang kamu share, yang tampaknya hoax. Mulai tahun ini kalau kamu melihat postingan Facebook yang mencurigakan, maka kamu bisa melaporkan bahwa posting atau link itu sebagai hoax.

Begitu sebuah postingan telah dilaporkan oleh banyak pengguna sebagai hoax, maka distribusinya akan berkurang secara signifikan.

Sebenarnya, Facebook nggak akan menghapus postingan yang dilaporkan tersebut, tetapi akan ada notif bahwa ada postingan tersebut pernah dilaporkan sebagai hoax.

4. Mobil apps updated

Apps mobil Facebook diupdate, supaya makin mendekati yang versi desktop. Yaitu penyederhanaan penambahan link dalam status.

Well, bagaimanapun, Facebook sekarang menjadi pengaruh utama dalam referral traffic, jadi masuk akal jika media sosial raksasa tersebut menyederhanakan proses berbagi tautannya.

5. Instant Articles untuk iPhone apps

Mulai bulan Mei 2015, pengguna iPhone melihat fitur baru dari Facebook: instant articles.

Saya nggak terlalu ngerti sih ini, karena saya nggak pakai iPhone. Tapi kayaknya--kalau nggak salah menyimpulkan nih--Facebook Page yang ngetop kayak BuzzFeed, New York Times, National Geographic dll itu bisa diakses dari Facebook tanpa perlu keluar dari Facebook.

Instant Articles akan langsung bisa diakses begitu pengguna mengklik postingan. Artikel akan benar-benar dikodekan dan diformat untuk perangkat mobile.

6. Penambahan GIF

Yep, tahun ini, News Feed Facebook mendukung GIF.

Awalnya, Facebook menghindari banget ini GIF karena mereka merasa News Feed bakalan kacau kalau ada GIF.

Tapi, kemudian update terbaru tahun 2015 ini memungkinkan kita untuk menempelkan GIF dari situs eksternal (Giphy, Imgur, Tumblr, dan lainnya). GIF secara otomatis played di News Feed, kayak video.

7. Penambahan fitur See First di News Feed


Fitur ini penyelamat hidup saya! Halah.

Facebook sangat menyadari bahwa algoritme mereka belum sempurna, sehingga mereka pun memberi user untuk mengontrol feed masing-masing dengan lebih leluasa.

Salah satunya dengan menambahkan fitur "See First". Kamu bisa baca soal fitur ini di postingan soal detox Facebook News Feed.



2016


Di tahun 2016, ada beberapa updates tapi yang saya tulis di sini cuma yang penting aja ya, yang memengaruhi performa sebuah konten.

No clickbaits! Image via WarFrame


1. Facebook ban!

Situs dengan fake news atau hoax kena ban, mereka dilarang ngiklan.
Meskipun tindakan ini barangkali tetap nggak akan menghentikan para pembuat hoax berhenti, tapi ya seenggaknya mereka nggak akan ngiklan, means tidak akan mendapatkan prioritas untuk muncul. Mereka mesti meraih reach secara organik, yang berarti ada rambu-rambu yang harus ditaat. 

2. Semakin memperketat clickbait

Facebook menerima ribuan keluhan setiap hari mengenai link dan headline bernada "clickbait". 

Pada update algo sebelumnya, Facebook sudah mencoba untuk mengurangi jumlah postingan clickbaits ini untuk muncul di News Feed pengguna. Update terbaru ini memungkinkan Facebook untuk menandainya sebagai spam.

Facebook menambahkan "interaksi" atau engagement sebagai prioritas dalam algoritme mereka. Dengan likes, shares dan comments, maka hal tersebut merupakan indikasi bahwa satu postingan ietu menarik. 

Namun, tentunya ini bukan satu-satunya poin dalam algo. Masih ada beberapa faktor lain yang memengaruhi tampil enggaknya sebuah postingan di News Feed kita. Salah satunya adalah waktu. Saat kita melototin satu berita dalam jangka waktu yang cukup lama, maka itu bisa jadi sinyal untuk Facebook agar mereka menandai berita tersebut sebagai berita yang menarik.




2017




1. Oversharing people/brand are being demoted

Setelah clickbait, tahun 2017 ini Facebook punya "target" baru, yaitu mereka yang memposting banyak link dalam sehari, sering berbagi tautan samar ke situs yang sudah ditandain sebagai clickbait atau spam. 

2. Website dengan Page Load cepat mendapatkan prioritas untuk tampil di News Feed

Mengikuti algoritme Google, Facebook tahun 2017 ini juga memprioritaskan situs web dengan waktu loading yang lebih cepat di News Feed. 

Banyak user Facebook mengaku sebel dengan link-link di Facebook dan mesti nunggu bermenit-menit hanya untuk menunggu laman website bisa terload sempurna. 

Survei menunjukkan, bahwa 40% user akan segera meninggalkan website yang waktu loadingnya lebih lama dari 3 detik. 

3. Facebook Stories lahir

Demi bisa mengalahkan kesuksesan Snapchat, tahun 2017 ini ada Facebook Stories, yang bisa berisi gambar, video, gambar, dan efek kamera khusus. 

Setelah 24 jam, Stories ini akan hilang. Dengan Facebook Stories, user lebih bisa berkreativitas saat berbagi aktivitas keseharian, untuk dibagikan pada teman-teman. 

4. Reactions more

Facebook's reactions. Image via Facebook Brand Resources


Ohiya, reactions--kayak love, haha, angry, wow, dan cry--itu ditambahkan di tahun 2016 ya. Dan, tahun 2017 ini, Facebook mulai memberlakukan peringkat reactions dan memasukkannya dalam algoritme terbarunya.

Misalnya, "love" akan menunjukkan kalau user lebih tertarik pada pos tersebut ketimbang sekadar "like". Begitu juga dengan "haha", "angry" dan "cry".

So, coba bikin postingan yang bisa membuat teman-teman kita ngasih reaction ketimbang cuma "like". Saya sendiri pun sekarang lebih suka kasih love, alih-alih like aja. Biar yang teman-teman juga dapat "rapor" bagus di Facebook ;)



2018

Nah! Ini nih.
11  Januari 2018 yang lalu, Mark Zuckerberg nulis begini di statusnya.

“As we roll this out, you’ll see less public content like posts from businesses, brands, and media. And the public content you see more will be held to the same standard—it should encourage meaningful interactions between people.”

Mengheningkan cipta untuk semua Facebook Page yang pernah ada di Facebook, dimulai!

Selain mengurangi jatah Facebook Page apa pun untuk tampil di News Feed, mereka pun akhirnya hanya akan muncul di feed yang khusus untuk Pages.

Selain mengurangi jatah Facebook Pages, Facebook juga hanya mau menampilkan link dari trusted source. Jadi kalau blog/website kamu pernah di-report as spam sama pengguna lain ya wassalam! Bakalan susah untuk masuk lagi ke Facebook.

Begitu juga kalau kamu umpamanya menggunakan gambar (misalnya untuk featured image blog) yang pernah direport as spam oleh pengguna lain, ya maka akan susah juga untuk masuk ke Facebook lagi.



Daftar update algoritme Facebook ini mungkin akan bertambah, secara tahun 2018 ini baru terlalui selama 2 bulan. Kita tunggu aja deh.

Sementara itu, kalau kamu mau tahu gimana caranya sharing di Facebook tapi terhindar dari sempritan spam, saya sudah menuliskan tip-tip sharingnya di web Kumpulan Emak Blogger.
Boleh disimak langsung di TKP ya.

Oke, segitu dulu deh.
Nanti kalau ada perubahan atau update lagi, saya akan nulis artikel baru aja. Soalnya ini udah kepanjangan. :))))

Semoga nggak tambah pusing ya.
*sodorin kopi*
Share
Tweet
Pin
Share
5 comments


Hae!
Seharusnya saya mau nulis soal update algoritme Facebook hari ini. Tapi, nggak tahu kenapa, setiap kali mikirin soal "algoritme Facebook" itu mood saya langsung drop. Hahaha.

Malas aja gitu nulisnya. Jadi, ya sudahlah. Saya tunda aja deh. Tapi barusan saya sih ngedraf tip promosi blog ke Facebook untuk web Komunitas Emak Blogger. Seharusnya sih kalau nggak hari ini ya besok kemungkinan udah tayang.
So, saya kira itu dulu deh untuk update soal Facebook-nya.

Saya mau bahas yang lain aja. Ketimbang nggak jadi nulis kan? Wkwkwk.
Ya gitu deh. Saya kadang juga tergantung banget sama mood. Udah planning mau nulis A sejak kemarin-kemarin, sudah pas waktu nulis tiba-tiba malas bahas itu. Kalau moodnya diturutin, ya bakalan nggak jadi nulis.

Supaya jadi nulis, ya udah nulis yang lain aja kan? Nggak usah planning-planningan lah!

Nah, saya mau bahas konten aja. Lagi-lagi konten.

Kadang, saat ngeblog kita mentok. Benar-benar mentok. Ya, kayak saya gini. Ide sih ada. Tapi kok nggak mood amat buat bahas. Udah dikasih kopi segalon, udah dipasangin playlist keren-keren, udah ada camilan sebakul, kalau moodnya nggak mau bagus ya gimana dong?

Mau menyerah?

Kalau yang lain mungkin iya. Mungkin sekarang juga ada yang diem-diem komen sendiri dalam hati, kalau gue mah lagi nggak mood ya udah nggak nulis.

I just can't!!!


Tapi saya tuh nggak bisa kayak gitu. Gimana caranya, saya tetap harus nulis setiap hari. Karena kalau enggak, bisa makin parah. Nanti kalau sempat berhenti nulis, mulainya LEBIH SUSYEH LAGI!

Nah, salah satu cara untuk bisa membangkitkan mood nulis lagi adalah dengan menuliskan hal yang memang pengin kita tulis saat itu, atau menulis hal yang nggak biasanya kita tulis.

It works for me everytime!

Saya punya 3 jenis konten yang selalu bisa 'menyelamatkan' mood saya saat stuck, pun ditulisnya bisa cepat. Dan akhirnya hari saya terselamatkan, karena akhirnya bisa update blog/artikel. Hehehe.

Ini dia.


3 Jenis konten yang bisa menyelamatkan hari bad mood saya


1. Round up atau kurasi


Round up atau kurasi itu apa? Itu lo, sebuah listicle--artikel berbentuk list--yang isinya sih tinggal ngumpulin aja dari mana-mana.

Misalnya kek gini.

Ngumpulin foto gerhana bulan

Nah, artikel itu saya bikin dengan ngumpulin foto-foto yang tersebar di Twitter dan Instagram tentang Super Blue Blood Moon tempo hari.

Effort-nya nggak terlalu susah. Nulisnya juga cepet, asal diupload-upload aja fotonya terus dikasih sumber.

Di blog ini saya juga cukup sering bikin round up. Ini salah satunya, round up quotes yang bisa menyemangatimu untuk terus ngeblog.

Round up quotes

Yang kek gini cukup cepat juga bikinnya.
Gampang nyarinya, cepat bikinnya, nggak terlalu banyak mikir ... dan voila! Blog pun terupdate. Hehehe.

Kamu misalnya bisa tuh ngeround up quotes bahwa memasak itu menyenangkan, buat foody blog kamu. Atau, quotes pentingnya kesehatan, buat health blog kamu. Atau, quotes film-film paling seru, buat blog review film kamu.

Atau, kamu juga bisa ngeround up atau mengurasi artikel-artikel di blogmu sendiri lo. Misalnya kamu kumpulin deh artikel-artikel soal resep dengan bahan utama ikan, misalnya, dalam satu artikel. Terus, dikasih internal links deh ke masing-masing artikel.

Gampang kan?


2. Repurpose Content


Repurposing content ini berarti mengulik ulang sebuah konten, dan mengubahnya ke dalam bentuk konten yang lain.

So far, ini belum terlalu sering saya lakukan sih.
Misalnya begini, saya punya beberapa slide yang saya unggah di Slideshare. Kayak yang self editing ini nih.

Materi workshop tentang Self Editing


Lalu saya repurpose. Saya tulis ulang jadi artikel utuh.
Nah, ini yang dinamakan repurposing.

Repurposing content ini bisa kamu ambil dari slide, infografis, foto-foto bahkan video.

Ohiya, saya melakukan repurposing content di web Masyarakat Sehat sih untuk konten-konten liputannya yang diambil dari Channel Youtube INAHEALTH TV. Tapi belum ditayangkan di webnya, masih direview sama Redaktur.

Channel Youtube INAHEALTH TV


Kalau yang liputan ini ya beda sih cara masaknya sama artikel populer biasa. Tapi metodenya sama, repurposing.

So, kalau kamu pernah bikin infografis atau vlog di Youtube, bisa tuh kamu transkrip ke dalam bentuk tulisan, dan post deh sebagai artikel.

Atau bisa juga ambil dari punya orang lain, asal kamu cantumkan sumber ya. Akan lebih baik juga kalau kamu minta izin dulu sama yang punya konten. Konten-konten populer di Youtube kan banyak yang bisa dengan bebas ditulis ulang, asal pastikan medianya aja yang umum gitu.


3. Article completion


Ini bener nggak istilahnya, nggak tahu deh. Hahaha. Artinya itu lo, kamu melengkapi lagi artikel yang sudah tayang di blog kamu.

Salah satu artikel yang direpost, dilengkapi keyword dan internal link.


Misalnya, ada artikel-artikel lama yang mesti diupdate soal datanya, nah, itu bisa kemudian kamu post sebagai artikel baru. Bisa kamu lengkapi gambar atau imagenya, kamu tambahin infografis, atau tambahin video.

Atau mungkin kamu masukin keyword baru, atau internal / external link baru.

Ya, pokoknya diupdatelah itu artikel! Terutama sih artikel yang sebenarnya laris, tapi masih ada informasi yang ketinggalan. Lengkapi, lalu publish jadi artikel baru.

Kalau mau ya dikasih disclaimer, kalau artikel ini direpost dengan beberapa update. Atau, misal di judul kamu tambahin [Update] gitu juga ok.
Kalau enggak, juga nggak apa-apa sih. Hahaha.


Nah, itu dia 3 jenis konten yang biasanya menyelamatkan saya, supaya saya tetap bisa menulis meski moodnya lagi nggak bagus.

Kamu punya trik lain untuk menyelamatkan mood nulis yang lagi ndlosor? Tulis di kolom komen ya!

Share
Tweet
Pin
Share
16 comments


Akhir-akhir ini, beberapa platform media sosial berbenah.

Yang pertama adalah Instagram, dan kemudian Facebook. And then, Youtube.

Somehow, katanya, ini dilakukan demi meningkatkan kepuasan 'pelanggan', namun dampaknya agak tak enak juga terutama buat mereka yang memanfaatkan kedua media tersebut untuk ngiklan. Bakalan mesti nambah effort untuk sekadar terlihat oleh target pasar.

*sigh*

Dari penelusuran berbagai sumber, saya akhirnya punya beberapa catatan. Dan, seperti biasa. Mending saya tulis di sini. Karena oret-oretan saya akan hilang seiring buku notesnya juga habis. He.

Mari kita mulai dari Instagram. Facebook akan menyusul kemudian. Well, hopefully. *lalu dikeplak*
Youtube? Enggak. Soalnya saya nggak main Youtube :P


Beberapa Perubahan Algoritma Instagram



Mungkin belum banyak yang tahu, bahwa selama ini kalau ada perubahan algoritma, pihak Instagram akan mengumumkannya di blog mereka. Tapi, akhir-akhir ini udah nggak lagi. Mereka hanya ngupdate Help Center, and that's it.

Maka, mari kita lihat.

1. Algoritma / Post exposure


So, saat kamu post sesuatu di Instagram, maka post tersebut paling banter hanya bisa terlihat oleh 10% dari follower kamu. 

Jika dari 10% itu memberikan respon terhadap post yang baru saja kamu share, maka hal tersebut akan meningkatkan peluang post kamu untuk diperlihatkan pada 90% lainnya.

Yes, respon adalah hal terpenting di media sosial. So, jangan cuma jadi penonton.

Sumber yang lain ada yang menyebutkan, bahwa yang paling krusial adalah respon yang diberikan oleh follower kurang dari 1 jam setelah satu post dishare. Dalam 60 menit itu, "mesin" Instagram akan menganalisis, apakah post tersebut layak untuk disharekan lebih pada yang lain.


Instagram pods akan mengakibatkan shadow ban

Apa itu Instagram pods?

Pod dalam term "Instagram Pod" ini diambil dari kata pod yang berarti "a family of dolphins who live together in harmony and support one another."

Yeah, get the picture now?

Dalam praktik buzzing atau endorsement di Instagram, banyak buzzer/Instagrammers yang berkelompok yang kemudian saling ngasih komen, likes etc, untuk tujuan saling nge-boost engagement.

Well, Instagram kayaknya aware akan hal ini for some reason, dan memberlakukan shadow ban.

Apa itu shadow ban?

Shadow ban Instagram adalah saat post kita nggak nongol di explore. Jadi ya meski udah dikasih hashtag bejibun, nggak akan keliatan sama non follower. Keliatan sama follower doang.

Apa yang bisa menyebabkan shadow ban? Banyak. Beberapa di antaranya adalah penggunaan bots, beli follower, hashtag abusing, post caption dan/atau hashtag yang sama banyak kali, menggunakan forbidden hashtag (misalnya yang berhubungan dengan pornografi), dan seterusnya.

Kamu bisa baca penjelasan yang lebih jelas dan detail tentang shadow ban Instagram di sini.

So, apakah kamu sedang dalam proyek buzzing/endorsing lalu rasanya engagement kok menurun secara tiba-tiba? Hashtagnya error? Atau tiba-tiba kamu nggak bisa post? Mungkin kamu kena yang namanya shadow ban ini.



2. Engagement


Engagement, and no other than engagement.

Instagram kini benar-benar mendasarkan algoritma pada engagement. So, mulai sekarang, kalau kamu pengin mendapatkan angka engagement yang bagus, maka RESPONLAH KOMEN kurang dari 60 menit.

Lebih dari itu, engagement-nya kurang.

Engagement kamu turun, maka post kamu akan makin under-expose. Makin tenggelam.


No more rooms for bots! So don't sound like one.

Yeah, Instagram juga penuh dengan spammer bot. Tahu nggak yang kayak gimana?

Itu, yang suka komen "Nice post", atau "Great pic!". Saat kamu merespon para bots ini, itu tidak dihitung sebagai engagement. Pun buat kamu yang hanya ngomen dengan cuma 2 kata kayak gitu, juga akan dianggap sebagai bot oleh Instagram.

Lalu gimana dong?

Well, try to make a comment yang terdiri atas 4 kata atau lebih.


Instagram stories lebih banyak dikasih panggung.

Ini salah satu alasan kenapa sekarang saya juga bikin Instagra stories :)) Karena Instagram stories helps you pop up more. Stories being promoted based on engagement rather than recency.

Akun pertama yang muncul di timeline kamu di Instagram adalah mereka yang punya engagement besar dengan akun kamu. So, give people reason to see you first, dengan membuat stories yang menarik ya.


3. Caption


Caption is merely about hashtag.

Don't over abuse. Meski sebenarnya jumlah hashtag yang diperbolehkan adalah 30 hashtag, tapi sebaiknya jangan overuse.

Overuse = spammy. Spammy = shadow ban.

Logikanya gitu.
Jadi, berapa banyak hashtag yang paling ideal untuk dipergunakan dalam satu post? Nggak tahu juga. Tapi banyak yang bilang, menggunakan 5 hashtag itu paling optimal.

Dan, jangan pakai hashtag yang sama persis untuk beberapa postingan berturut-turut. Coba untuk mengeksplor lagi,

Oh, dan yang baru lagi: hashtag yang ditulis di kolom komen tak lagi muncul di search result ya. Jadi, tulislah hashtag di caption, bukan di kolom komen. Sering liat olshop-olshop nulis hashtag banyakbet di kolom komen.
Udah nggak guna sekarang. Malah bisa kena mark as spam.

Another big one, jangan mengedit caption dalam waktu 24 jam pertama setelah diposting!
*damn!* Karena akan mengurangi peluang to be seen. Jadi, sebelum pencet tombol "Share", benar-benar mesti dicek ulang tuh ya captionnya. Jangan ngedit sebelum 24 jam.

Pun jangan menghapus satu post, dan kemudian me-repost-nya.
Bah, padahal ini sedang saya lakuin sekarang nih. Demi menata feed supaya lebih rapi. Kerjaan perfeksionis gini nih.

Demi feed tertata dari bawah sampai atas, sampai ngerepost foto-foto lama. Wkwkwkwk. Ternyata, yang kayak gini nih "terancam" hukuman yang sama dengan spamming.
Meh.

Baiklah kalau begitu. Mending digambar ulang.


4. New Features


Ohiya. Yang terbaru, di Instagram mulai sekarang kita bisa follow hashtag. Ini useful banget buat yang kayak saya, yang memang hanya mantengin interest tertentu saja di Instagram.

Katanya, our profile might be favored if we are following hashtags. So, coba follow hashtag yang sesuai dengan minat kamu deh.


Nah, itu dia beberapa update algoritma Instagram yang mulai berlaku Januari 2018 ini.

Sampai kapan itu berlaku? Atau berubah lagi?
Hanya Instagram dan Tuhan yang tahu.

Segitu dulu untuk update Instagram. Semoga saya bisa segera lanjut ke Facebook ya.


===== UPDATE! ======

So, hari ini saya membaca artikel dari Lauryn Hock ini, mengenai pematahan beberapa teori di atas, juga mengenai apa yang sesungguhnya terjadi di dalam kantor Instagram dan Facebook, dan apa yang sebenarnya dipikirkan oleh orang-orang di sana.

Beberapa hal di atas dibilang hanya mitos belaka.

Saya pribadi nggak tahu sih sebenarnya apakah punya Lauryn ini valid, karena dari mana sumbernya ia mendapatkan data tersebut, juga nggak disebutkan. Apakah ia mendapatkannya dari "orang dalam" apa gimana, entahlah. :)))

Tapi, bolehlah dibaca, sebagai bekal ilmu juga ya.
Thanks to Mas Ryan yang sudah share mengenai artikel ini di Facebook.

So, kesimpulan terakhir dari saya sih, mari kita enjoy aja dalam menggunakan Instagram, Facebook dll. Asal kita menggunakannya secara natural dan baik-baik saja, maka ya pasti there's nothing to be afraid of.

Yekan?
Share
Tweet
Pin
Share
112 comments


Beberapa hari yang lalu, saya dicurhatin seorang teman. Sebut saja Mawar. Dia bilang, dia sudah nggak betah lagi kerja di kantornya. Dia merasa nggak berkembang, dan gerah dengan berbagai intrik kantor.

Mendengarnya berkeluh kesah, tak pelak membuat pikiran saya melayang kembali ke beberapa tahun yang lalu. Mungkin sekitaran tahun 2012-2013, saat saya masih bekerja di sebuah kantor industri kreatif--spesifik lagi yang bergerak di trading dan interior design--di kota tempat saya tinggal.

Sebenarnya, saya nggak ada permasalahan dengan pekerjaan saya di sana. Setiap hari saya bisa saja menghadapi hal baru. Gara-garanya ya memang saya mesti selalu berpikir kreatif, ditambah lagi Pak Bos yang juga super kreatif. Pagi bilang A, sore langsung berubah B. Besoknya balik lagi ke A, lalu siangnya jadi C. Huahahaha. Tapi ya emang gitu sih, dan saya asyik aja ngadepinnya meski kadang ya kelimpungan. Hihihihi.

Tapi ternyata ada satu dua hal yang membuat saya harus memutuskan untuk resign dari sana. Padahal sebenarnya saya itu bukan orang yang gampang mengajukan resign. Saya malas menghadapi dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Hal itu membuat saya untuk mengajukan permintaan menjadi part timer saja.

Setelah resign dari kantor tersebut, saya pun bekerja di Stiletto Book. Dari part timer, lalu jadi full timer lagi. Ternyata, setelah satu tahun, saya juga merasa mentok lagi. Ditambah kondisi keluarga yang nggak memungkinkan, maka saya pun memberanikan diri untuk meminta jadi freelancer saja. Untung Bu Bos juga setuju. Kayaknya si beliau juga tahu kalau saya merasa gerah kalau dikurung dalam ruangan. Hahaha.

So, sejak 2015, saya pun resmi menjadi pekerja lepas.

Memutuskan untuk menjadi freelancer itu nggak mudah lo. Apalagi kalau mengingat, tadinya kita punya bayaran yang lumayan.

So, mau resign dari kerja dan pengin jadi freelancer aja? Ini modalmu!

1. Tabungan yang cukup


Ternyata, tabungan itu punya peran penting begitu kita memutuskan untuk freelancing.

Apa pentingnya?

Satu, hari-hari freelancing itu penuh ketidakpastian, bro, sis. Sebulan kadang full, sebulan nganggur. Tergantung jenis pekerjaan freelancingnya juga sih.

Yang pasti, belum tentu kamu akan mendapat uang gajian rutin. Bulanan.
Makanya, tabungan itu penting. Bahkan sejak awal kita mulai memutuskan untuk freelance, kita mesti punya tabungan yang cukup buat hidup.

Dua, kadang pekerjaan freelance itu juga butuh modal. Tergantung jenis pekerjaan juga sih. Misal, saya sebagai content writer, nggak cukup cuma baca-baca media online. Saya pun langganan tabloid dan majalah.

So, kalau kamu pas masih kantoran hidupnya boros banget, misal untuk makan aja kamu ngabisin 6 juta rupiah kek mbak selebtwit yang onoh, yang lantas bikin kamu nggak punya duit tabungan yang cukup, sebaiknya pikir-pikir lagi deh mau freelancing.

Mau jadi freelancer, kudu siap hidup prihatin dan rajin menabung.


2. Sudah punya klien


Hal kedua yang mesti dipikirin adalah "pasar".
Akan lebih baik buat kamu kalau saat kamu memutuskan resign dan jadi freelancer, kamu sudah punya klien duluan.

Means, saat kamu masih ngantor, seharusnya kamu sudah mulai merintis bisnis freelancing kamu. Sudah mulai punya side job.

Minimal, kamu seharusnya sudah tahu, ke mana mesti memasarkan jasamu.
Misalnya, kamu sudah gabung di Behance, atau sudah jadi member Freelancer.com.

Jadi, kalau kamu baru mikirin, mau kerja apa sebagai freelancer setelah kamu resign dari kerja kantoran, kayaknya kok udah telat.



3. Dukungan dari orang-orang terdekat


Buat yang udah nikah, jangan lupa mendiskusikannya dengan soulmate. Kalau yang belum ya, minta dukungan dari keluarga lainnya.

Orang-orang terdekatmu itu nantinya bisa jadi klien-klienmu yang pertama lo. Tentu saja tergantung bidang kerja freelancing kamu ya.



4. Peralatan kerja yang cukup mumpuni


Misal kayak mau jadi editor lepas. Nggak mungkin kamu ngedit pakai handphone. Kalau nulis, mungkin masih bisa. Pas ngedit, ya bisa juga sih. Tapi haduh, saya kok nggak bisa ngebayangin tuh, ngedit pakai hape.

Adakah yang pekerjaan editor lepas, dan ngerjainnya dengan handphone?

Sepertinya minimal mesti punya netbook.
Dan harga netbook kan juga nggak murah.

Buat para ilustrator, spek laptopnya beda lagi. Graphic designer, lebih lagi. Dan semua itu ada harganya juga.

Kalau kerja kantoran, fasilitas akan disediakan kantor. Kalau kurang mumpuni, ya tinggal request. Meski kadang setelah dikasih ternyata speknya tetap seadanya.



5. Kepercayaan diri


Saya dulu juga masih dalam kondisi nggak pede pas mulai. Sehingga saya mengakalinya dengan menjadikan bos saya sebagai klien. Hahaha.

Seandainya udah punya kepercayaan diri, saya pasti bisa langsung lepas gitu aja.

Ya, sampai sekarang, saya pun freelancingnya masih yang setengah sih. Ngurusin klien tetap. Nggak benar-benar yang lepas per proyek. Bukan karena nggak pede kalau sekarang mah. Tapi jodoh aja.

Seorang freelancer mesti siap untuk networking kapan pun. Makanya mesti punya modal kepercayaan diri yang tinggi. Selain juga punya portfolio yang meyakinkan.

Ah ya, portfolio.
Kamu juga harus menyiapkan portfolio ya. Dalam bentuk apa pun.



Nah, mau resign sekarang dan mantap jadi freelancer?

Semangat ya!
Share
Tweet
Pin
Share
15 comments


Hae!
Akhirnya update juga ini blog. Huahahaha.

Ya ampun. Lama juga ya saya liburnya. Ya, emang perlu sih sekali-sekali membebaskan diri kan? Lagipula, ini juga jadi resolusi saya tahun ini sih.

Eh, bentar. Saya emang mau ngomongin soal rencana tahun 2018, tapi saya pengin ngeround up dulu 7 artikel yang tayang tahun 2017 dan yang banyak dibaca oleh teman-teman selama setahun kemarin. Saya rangkum berdasarkan data Google Analytics.


7 Artikel terbaik CarolinaRatri.com di tahun 2017


1. Bagaimana Cara Membuat Judul yang Menarik? - Telaah Judul 7 Artikel Terviral Hipwee



Buat saya, nulis artikel (yang enak dibaca dan disukai oleh orang banyak) itu gampang-gampang susah, dan menjadi seni tersendiri.

Dan, buat saya, kesempatan pertama dan terbesar artikel itu akan dibaca dan disuka oleh pembaca adalah pada judul. Sudah beberapa kali saya eksperimen dengan berbagai formula judul, baik saya sebagai penulis maupun saya sebagai pembaca. Hingga akhirnya, saya berkesimpulan, saya nggak bisa main-main dengan judul. Begitu judulnya nggak menarik, maka bhay!


2. The 5 Golden Rules of Blogging - Tip Blogging Pemula yang Mesti Selalu Kamu Ingat Sejak Mulai Ngeblog


Pada awalnya kita ngeblog secara impulsif saja. Tanpa mikir. Pokoknya saya pengin bikin blog, yang kayak Raditya Dika (kalau kamu fans-nya blog Raditya zaman dulu).
Kalau saya siapa ya, dulu yang meracuni saya akhirnya mendaftar ke wordpress? Kok saya lupa. LOL.

Oh well. Ya, itulah kekeliruan kita sebagai blogger pemula.

Seharusnya, kita nih mengerti dulu beberapa golden rules of blogging, kalau memang pengin  seperti yang saya amati dari para blogger luar yang lebih sukses dan lebih dulu profesional ketimbang kita.


3. Tips Sukses Ngeblog ala Beberapa Master Blogger Luar Negeri



Rasa-rasanya ngeblog sejauh ini kok ya gitu-gitu saja ya hasilnya? Pageview stagnan di angka segitu. Apalagi unique visitor, tak pernah bertambah. Kolom komentar sepi. Job review? Beugh, boro-boro. Ikutan lomba juga nggak pernah menang.

Ya, paling ramenya kalau udah minta dikunjungi dan diminta komen #eh wkwkwkwk.

Apa yang salah ya? Kurangkah kemampuan blogging kita?

Hmmm ... nggak juga sih. Mungkin bukan kurang mampu, tapi kurang maksimal saja. Lospokus, seharusnya yang harus dipentingkan adalah meningkatkan kualitas konten, ini malah sibuk ngasih blink blink nggak penting sana sini.


4. Mau Blog Tumbuh Optimal? Coba Cermati Beberapa Statistik Blogging Ini Deh!


Jalan-jalan ke banyak blog, saya sering mendapatkan banyak sekali statistik dan data yang menarik. Semisal, survei-survei yang telah membuktikan, bahwa kalau kita melakukan ini maka traffic naik sekian persen. Atau, sekian persen blog yang menerapkan teknik A, ternyata ranked highly di Google.

Sering nggak baca artikel-artikel yang menyebutkan data seperti itu?
Kalau kamu sering bw ke luar, iya, bakalan sering kamu lihat.

So, I intrigued untuk menjadikannya satu. Barangkali bisa jadi pegangan atau inspirasi kita kalau mau nulis artikel di blog yes? Nggak ada salahnya juga ikutan kan? Siapa tahu hasilnya juga baik.


5. 5 Ide Curhat Berfaedah untuk Ditulis di Blog



Curhat di blog emang boleh? Ya, bolehlah! Tapi kalau curhatnya curhat berfaedah, tentunya akan bikin orang terinspirasi untuk berbuat baik yang sama.

Coba sini kasih saya nama blogger, yang nulis curhat dan lalu viral. Asal curhatkah mereka? Enggak, pasti. Ada nilai-nilai yang ditawarkan di balik tulisan beratus-ratus kata itu.

Jadi, kamu mau nulis curhat? Boleh. Nih, saya kasih beberapa topik curhat berfaedah yang barangkali bisa kamu kembangkan menjadi tulisan curhat yang siapa tahu (kalau kamu bisa mengolahnya dengan baik) akan viral.


6. Idea Mining: Google Trends dan Cara Memanfaatkannya Sebagai Tambang Ide



Buat yang pengin nulis based on trend (para content creator, dan blogger juga kalau mau) dan masih buta soal Google Trends, dalam artikel ini saya tuliskan beberapa hal soal Google Trends yang bisa kita manfaatkan untuk mencari ide tulisan hingga menembak keywords.


7. FAQ - Pertanyaan Seputar Blogging yang Sering DItanyakan oleh Para Blogger Pemula



Beberapa kali saya berkesempatan untuk sharing seputar dunia blogging dengan teman-teman, kadang ya offline, online via Facebook Group, dan yang paling sering akhir-akhir ini, melalui WA group.

Dengan background peserta yang memang merupakan blogger pemula, saya lihat pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan memang berbeda-beda, tapi ada beberapa yang selalu ada dan mampir ke saya.

Nah, barangkali saja, ada blogger pemula yang juga nyasar ke sini, dan masih pula punya pertanyaan-pertanyaan ini di benak masing-masing *tsah*, saya akan tuliskan beberapa FAQ yang paling sering saya temui disampaikan dalam kulwap atau sharing saya seputar dunia ngeblog.


Nah, itu dia beberapa artikel di CarolinaRatri.com dengan jumlah pembaca terbanyak.


Ada beberapa hal menarik yang saya catat dalam aktivitas ngeblog saya sepanjang tahun 2017 kemarin


1. Penurunan kuantitas


Saya hanya bisa menulis 54 artikel saja selama 2017 kemarin, secara kuantitas turun dari tahun 2016 yang berhasil menayangkan 89 artikel. 

Tapi, memang saya tidak mengejar kuantitas sih sejak awal saya punya resolusi tahun 2017. Bisa teratur update seminggu sekali, itu sudah cukup.


2. Mostly diakses dari mobile


6 dari 7 artikel terbaik di atas adalah yang beralamat mobile. So, makin yakin deh saya, bahwa mobile web itu penting.

Blog kamu sudah mobile friendly belum?


3. Peningkatan Traffic


Meski kuantitas jumlah artikel ter-publish menurun, tapi ternyata traffic meningkat. Nggak terlalu signifikan sih, tapi ya nambahlah, sekitar 25%.

Means, goal saya cukup berhasil, yaitu menyediakan artikel yang tepat bagi para pembaca segmented yang memang benar-benar membutuhkan informasi yang saya punya.

So, tujuan saya berbagi sudah cukup tercapai.
Puji Tuhan :)



And, what will be in 2018?


Ada beberapa niatan sih untuk saya lakukan di tahun 2018 ini. Saya belum berani merincikan, karena semua masih berupa planning yang belum tereksekusi.

But, a few yang saya sudah benar-benar niatkan:

1. Giving up as a blogger


Eits. Sebentar. Ini bukannya saya mau berhenti ngeblog. Saya masih ngeblog kok, tapi saya bukan blogger. Saya hanya punya blog, yang akan saya update saat saya ada hal yang perlu saya catat di sini.

Semoga sih masih bisa seminggu sekali. Tapi kalaupun enggak, ya, yang penting saya masih akan sesekali nengokin blog ini, terutama. Masih akan sharing juga kok. Tenang aja.

Saya hanya tidak akan membatasi diri di blog pribadi. Istilahnya, saya mau memperluas kotak saya lagi. Menyebarkan tulisan lebih luas lagi ke mana-mana. Saya nggak mau dibatasi blog.

Sehingga, dengan demikian, mungkin saya akan semakin menarik diri dari event, dalam kapasitas saya sebagai blogger.

I'll see you dalam kapasitas saya sebagai seorang marketing person yang sedang networking dengan para blogger :))))



2. I will be more into content creating


Saya sih nggak akan berhenti memproduksi konten tahun 2018 ini. Ada beberapa proyek berjalan dengan saya yang bertanggung jawab di bagian content. 

Tapi niat besar saya, saya ingin memperkaya lagi. Banyak deh niatan saya belajar ini itu. Makanya, saya mungkin juga akan hiatus dulu sebagai speaker, narasumber dan mentor selama tahun 2018. Yah, yang 27 Januari besok mungkin jadi the last one.

Saya rasakan, semua ilmu saya sudah saya share dalam berbagai kesempatan. Sekarang tinggal dikit, jadi saya perlu upgrade lagi. Sehingga saya butuh waktu untuk diam dan belajar dulu.

Saya akan kembali dengan ilmu baru tentang content creation. Hopefully.


3. Menambah panjang portfolio


Dengan mengembalikan tujuan untuk meningkatkan kualitas diri sendiri, maka saya ingin menambah panjang portfolio.

Untuk portfolio tulisan, saya harus bisa menerbitkan 1 buku nonfiksi mayor lagi tahun ini, dan 1 buku fiksi indie. Sedangkan untuk portfolio sketsa, saya belum tahu gimana caranya. Tapi saya pengiiin deh, dapat proyek ngilutrasi buku lagi.

Semoga dapat deh, tahun ini.


4. Mengembangkan bisnis


Plus saya lagi niat mengembangkan bisnis brand Rocking Mama. Ada beberapa strategi bisnis yang sudah saya ajukan untuk Rocking Mama, dan siap untuk dieksekusi.

So, saya mau fokus dulu di bagian ini, dan barangkali akan sedikit menyedot tenaga juga sih. Makanya, ada beberapa hal yang mesti saya geser prioritasnya, di antaranya ngeblog.




Nah, itu dia beberapa niatan besar saya tahun ini. Semoga diaminkan semesta :))) Tahun lalu, saya juga tulis niatan besar saya--meski tidak di blog--dan, Puji Tuhan, semua tercapai.
Saya jadi percaya akan harapan yang dituliskan itu biasanya juga jadi motivasi kita untuk mewujudkannya.

Iya nggak sih?

Selamat menjalani tahun 2018 yang lebih baik ya.
Share
Tweet
Pin
Share
13 comments
Newer Posts
Older Posts

Cari Blog Ini

About me





Content & Marketing Strategist. Copy & Ghost Writer. Editor. Illustrator. Visual Communicator. Graphic Designer. | Email for business: mommycarra@yahoo.com

Terbaru!

Kapan Waktu buat Nulis? Begini Cara Saya Membagi Waktu dengan Urusan Warung dan Rumah

Kalau ditanya kapan saya punya waktu untuk menulis, jawabannya enggak pernah pasti. Jadi, memang bukan di jam segini atau jam segini. Dalam ...

Postingan Populer

  • 15 Ide Style Feed Instagram yang Bisa Kamu Sontek Supaya Akunmu Lebih Stylish
    Hae! Kemarin saya sudah bahas mengenai do's and donts dalam mengelola akun Instagram , terus ada pertanyaan yang mampir, "Ka...
  • Yang Harus Blogger Ketahui Mengenai Link Eksternal - The Bloggers' Biggest Fear
    Warning: artikel ini akan panjang. Tapi I guaranteed, akan membahas hingga ke detail mengenai outbound links atau link eksternal. Karena...
  • Beberapa Tip Jitu untuk Membantu Kamu Menjaga Konsentrasi dan Fokus Menulis
    Masalah fokus atau konsentrasi biasa memang menjadi permasalahan umum bagi para penulis--baik itu penulis buku, konten, dan blog. Dist...
  • Ukuran Feed Instagram 6 Kotak dan Cara Membuatnya Tanpa Ribet
    Eits. Bukan, ini bukan fitur baru. Ada yang nanya soal feed Instagram 6 kotak dari Google, masuk deh ke Console. Hehehe. Iya, ini bukan fitu...
  • Bagaimana Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita
    5 Cara Menulis 100 Kata Pertama yang Ajaib Agar Orang Mau Terus Membaca Artikel Kita Dalam artikel guest post mengenai Cara Mudah Tuli...

Blog Archive

Portofolio

  • Buku Mayor
  • Portfolio Konten
  • Portfolio Grafis
  • Konten Web
  • Copywriting
  • E-book
  • Buku Fiksi
  • Ilustrasi

Follow Me

  • instagram
  • Threads

Created with by ThemeXpose